WorksheetsMencari Sudut Pandang
Total questions: 20
Worksheet time: 40mins
Seorang lelaki tua memanggilku sepuluh menit lalu di ruang pribadinya di lantai paling atas pada gedung megah biru dunker, inti kampusku. Dia duduk pongah di kursi busa berukir khas jepara di balik meja. Senyumnya mahal, semahal kursi itu. Kucoba duduk santai di hadapnya, sambil melirik buku yang tadi dibantingnya. Gagasan, itu tulisan di sudut kanan atas sampul depan. Mendesah sebelum kualirkan mata ke tanda pengenal meja di sebelah buku itu, tulisan cerlang bereja Rektor pongah menatapku. Kulengoskan kepala keluar jendela, sementara mulutnya terus mengumpat.
orang pertama pelaku utama
orang pertama peaku sampingan
orang ketiga serba tahu
orang ketiga sebagai pengamat
Memang sayang sekali ia tidak melanjutkan studinya. Namun, aku tidak dapat memaksanya. Aku hanya seorang teman dekatnya. Kami pun berpisah. Cukup lama pula kami berjauhan satu sama lain. Apalagi ia jarang menulis surat. Namun sayup-sayup, aku masih dengar juga berita tentang dia dari teman-teman yang lain.
Sudut pandang pengarang dalam kutipan cerpen tersebut adalah...
Orang pertama pelaku utama
Orang pertama pelaku sampingan
Orang ketiga serba tahu
Orang ketiga sebagai pengamat
Pemandangan kamar Yuli cukup indah. Hiasan dinding dan poster-poster dipasang menarik. Tempat tidur selalu dibersihkan dan tertata rapi. Di samping tempat tidur, terdapat meja belajar yang diberi hiasan keramik. Setiap pagi pintu kamar selalu dibuka sehingga udara segar masuk ke kamar, membuat suasana kamar sejuk.
Sudut pandang pengarang cuplikan cerita tersebut adalah...
Orang pertama pelaku utama
Orang pertama pelaku sampingan
Orang ketiga sebagai pengamat
Orang ketiga serba tahu.
Pagi-pagi keesokan harinya, sebelum matahari terbit, Ni Negari telah bangun dan bekerja menyediakan kopi. Di bilik tempat tidurnya tidak kedapatan Ni Luh Sukreni, cuma I Gusti Made Tusan sudah terbangun dan berpakaian pula.
“Berapa kali ia mandi,” kata Ni Negari dalam hatinya.
Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan cerpen di atas adalah...
Pertama pelaku utama
Pertama pelaku sampingan
Ketiga pelaku sampingan
Ketiga serba tahu
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah...
orang pertama pelaku utama
orang ketiga pelaku sampingan
orang ketiga pelaku utama
orang pertama dan ketiga
Pak Balam menutup matanya kembali, dan dia terbaring demikian letih telah berbicara begitu banyak. Mereka duduk mengelilinginya dengan pikiran masing-masing. Cerita Pak Balam menimbulkan kesan yang dahsyat sekali dalam hati mereka. Mereka ingin dapat selamat sampai ke kampung, meninggalkan hutan dengan harimau maut jauh-jauh di belakang. Akan tetapi, mengakui dosa-dosa di depan kawan semua.
Sudut pandang penulis yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah...
orang ketiga pelaku utama
orang ketiga serba tahu
orang ketiga pelaku sampingan
orang ketiga di luar cerita
Kejadian begitu cepat. Aku pulang pukul 12 siang. Segera kuparkir motor bututku di halaman sekolah. Lalu, aku segera berlari ke tempat fotokopi. Wow, betapa terkejutnya diriku tatkala kulihat ada seorang gadis di situ. Mungkin dia karyawan baru di tempat fotokopi ini. Rambutnya yang terurai panjang serasa memesona semua orang yang melihatnya.
Sudut pandang yang digunakan penulis dalam penggalan cerpen tersebut adalah...
orang pertama pelaku utama
orang pertama sebagai pengamat
orang pertama dan orang ketiga
orang ketiga serba tahu
Menyaksikan guyuran air hujan dari bawah lindungan halte bus, aku merasa tak berdaya. Aku hanya bisa memandang entah apa, tanpa pernah berbuat hal lain, kecuali diam. Jauh di atas sana, langit kelabu, pertanda hujan akan cukup betah menyaksikanku. Andai aku tadi tidak terlambat, aku pasti sudah di bus bahkan mungkin sudah tidur nyenyak di kamar.
Sudut pandang yang digunakan penulis pada kutipan cerita di atas adalah...
Orang ketiga serba tahu
Orang ketiga pengamat
Orang pertama pelaku utama
Orang pertama bukan pelaku utama
“Ah, masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy, temanku!” Gumam Andi seraya bangkit dari tempat pembaringan. Ia beranjak menuju meja belajarnya. Dimatikannya lampu tidur dan digantikan dengan lampu belajar. Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. Tangannya mulai mencoret-coret. Kini ada senyum menghiasi bibirnya. “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”
Sudut pandang penulis dalam penggalan cerpen tersebut adalah...
Orang pertama pelaku utama
Orang kedua pelaku utama
Orang ketiga serba tahu
Orang ketiga pelaku utama
Di tengah malam yang sunyi, aku terbangun oleh suara gemerisik di luar jendela. Dengan hati-hati, aku melangkah mendekati jendela untuk melihat apa yang terjadi. Di luar, bulan bersinar terang, dan aku melihat sosok bayangan yang bergerak perlahan.
Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan cerita di atas adalah...
Orang pertama sebagai pengamat
Orang ketiga pelaku sampingan
Orang ketiga serba tahu
Orang pertama pelaku utama
Setiap pagi, Rina selalu menyempatkan diri untuk berolahraga di taman dekat rumahnya. Ia menikmati udara segar dan suara burung berkicau. Hari ini, ia melihat seorang anak kecil yang sedang bermain layang-layang dengan penuh semangat.
Sudut pandang penulis dalam kutipan cerita tersebut adalah...
Orang ketiga terbatas
Orang ketiga serba tahu
Orang pertama pelaku utama
Orang pertama bukan pelaku utama
Ketika aku melangkah ke dalam perpustakaan, aroma buku-buku tua menyambutku. Di sudut ruangan, seorang pustakawan sedang sibuk mengatur buku-buku yang baru saja dikembalikan. Suasana tenang membuatku betah berlama-lama di sana.
Sudut pandang yang digunakan penulis pada kutipan cerita di atas adalah...
Orang pertama pelaku utama
Orang ketiga serba tahu
Orang ketiga sebagai pengamat
Orang pertama sebagai pengamat
Aku berjalan perlahan menuju rumah nenek. Sejak kecil, aku memang sering menghabiskan liburan di sana. Rumah nenek selalu membuatku merasa tenang. Bau kayu tua, suara ayam berkokok, dan sapaan ramah tetangga menjadi hal yang kurindukan setiap kali pulang.
Sudut pandang yang digunakan dalam kutipan cerita di atas adalah...
Orang ketiga terbatas
Orang pertama pelaku utama
Orang ketiga serba tahu
Orang pertama pelaku sampingan
Bayu memperhatikan langit yang mulai gelap. Ia belum juga menyelesaikan pekerjaannya. Padahal, sejak pagi, ia sudah duduk di meja belajarnya. Namun pikirannya terus melayang pada pertengkarannya dengan sahabatnya kemarin.
Sudut pandang dalam kutipan tersebut adalah...
Orang ketiga serba tahu
Orang pertama pelaku utama
Orang ketiga terbatas
Orang pertama pelaku sampingan
Maya tak pernah menyangka bahwa sahabatnya, Rika, menyimpan rahasia sebesar itu. Ia merasa kecewa dan bingung. Sementara itu, Rika sendiri merasa bersalah, tetapi tidak tahu bagaimana harus mengatakannya.
Sudut pandang dalam kutipan cerita tersebut adalah...
Orang ketiga terbatas
Orang pertama pelaku utama
Orang ketiga serba tahu
Orang pertama pelaku sampingan
Dia berjalan sendirian melewati hutan. Tak ada yang tahu apa yang dipikirkannya, termasuk aku yang ikut dalam perjalanan itu. Aku hanya bisa mengamati dari jauh dan mencoba memahami kegelisahannya.
Sudut pandang dalam kutipan tersebut adalah...
Orang pertama pelaku utama
Orang ketiga terbatas
Orang pertama pelaku sampingan
Orang ketiga serba tahu
Anton melirik jam tangannya. Ia tahu bahwa waktu ujian tinggal lima menit lagi. Ia merasa gugup. Di sisi lain, Dita duduk tenang karena sudah mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari.
Sudut pandang dalam cerita di atas adalah...
Orang ketiga terbatas pada Anton
Orang ketiga terbatas
Orang ketiga serba tahu
Orang pertama pelaku utama
Namaku Aldi. Aku adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Aku suka bermain bola di lapangan belakang rumah bersama teman-temanku. Suatu hari, saat bermain, aku tidak sengaja menendang bola ke kaca jendela tetangga hingga pecah.
Sudut pandang dalam kutipan cerita tersebut adalah...
Orang pertama pelaku sampingan
Orang ketiga terbatas
Orang ketiga serba tahu
Orang pertama pelaku utama
Pak Burhan berjalan pelan menuju ladangnya yang kering dan retak-retak akibat kemarau panjang. Ia menatap langit, berharap awan gelap segera datang. Tak ada yang tahu bagaimana perasaannya saat itu, tetapi ia tetap berusaha tampak tenang di depan keluarganya.
Sudut pandang yang digunakan dalam cerita tersebut adalah...
Orang pertama pelaku utama
Orang ketiga serba tahu
Orang ketiga terbatas
Orang pertama pelaku sampingan
