Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Pre Test Protozoologi D3 TLM Kelas A Materi 3&4

Total questions: 10

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Seorang tenaga Teknologi Laboratorium Medis (TLM) di laboratorium menerima sampel feses dari pasien yang mengalami diare berdarah sejak 3 hari terakhir. Untuk mendeteksi keberadaan parasit, ia melakukan pemeriksaan langsung (direct wet mount) menggunakan mikroskop. Pemeriksaan ini bertujuan untuk:
A. Membedakan species cacing dewasa usus
B. Mengetahui tingkat keasaman feses
C. Menemukan kista atau trofozoit protozoa
D. Menentukan kadar hemoglobin dalam feses

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

2.

Dalam pemeriksaan mikroskopis feses pasien diare, seorang tenaga TLM menyiapkan dua preparat menggunakan larutan NaCl fisiologis dan satu reagen untuk memperjelas struktur kista. Reagen tersebut memberikan kontras warna pada inti dan kromatoid. Reagen yang dimaksud adalah:
A. Formalin
B. Ether
C. Larutan NaCl fisiologis
D. Larutan lugol

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

3.

DSeorang pasien dengan riwayat diare berdarah diperiksa sampel fesesnya di laboratorium. Pemeriksaan menemukan bentuk bulat berdinding tebal dengan 4 inti, yang mencurigakan sebagai bentuk infektif dari Entamoeba histolytica. Bentuk tersebut adalah:
A. Trofozoit
B. Telur
C. Kista
D. Sporokista

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

4.

Seorang mahasiswa TLM sedang melakukan praktikum pemeriksaan feses segar. Dosen menekankan bahwa pemeriksaan harus dilakukan dalam waktu <1 jam setelah pengambilan sampel. Hal ini terutama untuk mencegah:
A. Kerusakan alat pemeriksaan
B. Perubahan bentuk kista menjadi telur
C. Kehilangan pergerakan trofozoit
D. Penurunan kadar hemoglobin

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

5.

Seorang tenaga TLM menemukan struktur berbentuk bulat dengan dinding satu lapis, empat inti, serta badan kromatoid dan anak inti sentral dalam sediaan feses. Hasil ini mengarah pada identifikasi kista dari protozoa:
A.
Giardia lamblia
B.
Balantidium coli
C.
Entamoeba histolytica
D.
Entamoeba coli

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

6.

Seorang tenaga TLM baru saja menyelesaikan pemeriksaan mikroskopis feses pasien dengan dugaan infeksi protozoa. Setelah pemeriksaan, ia akan membersihkan sediaan mikroskopis yang telah digunakan. Sebelum mencuci atau membuang, tindakan awal yang wajib dilakukan untuk menjamin keamanan biologis adalah:
A. Dibuang langsung ke tempat sampah
B. Dicuci dengan air
C. Direndam dalam disinfektan
D. Dimasukkan ke dalam safety box

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

7.

Ketika sedang membersihkan meja kerja, seorang tenaga TLM menemukan kaca objek yang pecah dan terkontaminasi spesimen feses. Ia segera mengambil langkah pembuangan sesuai prosedur laboratorium dengan menempatkannya ke dalam wadah:
A. Tempat sampah medis biasa
B. Ember plastik
C. Safety box
D. Wadah karton

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

8.

Dalam proses pemeriksaan feses, tenaga TLM menghasilkan limbah berupa sisa spesimen yang telah diperiksa. Limbah tersebut dikategorikan sebagai limbah infeksius karena:
A. Mengandung bahan kimia berbahaya
B. Berpotensi menularkan penyakit parasit
C. Sulit untuk diidentifikasi
D. Tidak bisa dibakar

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

9.

Dalam kegiatan praktikum, mahasiswa TLM diminta untuk mendekontaminasi limbah feses sebelum dibuang. Bahan kimia yang paling sesuai dan umum digunakan untuk proses ini adalah:
A. Etanol 70%
B. Formalin 40%
C. NaOCl 0,5–1%
D. HCl encer

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

10.

Seorang tenaga TLM mengikuti pelatihan K3 Laboratorium. Dalam sesi pengelolaan limbah, dijelaskan bahwa alasan utama penanganan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) secara benar dan profesional adalah untuk:
A. Menghemat biaya operasional
B. Meningkatkan produktivitas staf
C. Mencegah kontaminasi dan dampak kesehatan
D. Memudahkan proses dokumentasi

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D