WorksheetsK3LH dan Budaya Kerja Industri
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Pengertian dari K3LH dalam dunia kerja konstruksi adalah ….
Ketentuan kerja lintas harian
Kesejahteraan, keamanan, dan hak lingkungan hidup
Keselamatan dan kesehatan kerja serta perlindungan lingkungan hidup
Keamanan kerja dan kepentingan hukum
Kualitas kerja dan hak lingkungan hidup
Salah satu tujuan utama dari penerapan K3LH di tempat kerja adalah...
Meningkatkan gaji pekerja
Meningkatkan produktivitas dan melindungi pekerja dari kecelakaan
Mempermudah pengawasan proyek
Menambah biaya proyek
Menurunkan biaya keseluruhan proyek
Seorang pekerja konstruksi terjatuh dari lantai dua saat memasang rangka atap karena tidak menggunakan sabuk pengaman. Tim investigasi menemukan bahwa pekerja tersebut tidak mendapatkan instruksi yang memadai tentang penggunaan alat pelindung jatuh, dan tidak ada supervisi langsung saat pekerjaan berlangsung.
Berdasarkan kejadian tersebut, faktor penyebab utama kecelakaan kerja adalah ….
Kurangnya pengalaman kerja dari pekerja baru
Cuaca yang terlalu panas saat pekerjaan berlangsung
Kelalaian dalam penerapan sistem manajemen keselamatan kerja (SMK3)
Peralatan kerja yang digunakan tidak sesuai standar
Jadwal proyek yang terlalu padat dan menekan waktu pengerjaan
Pekerjaan konstruksi di area tinggi memiliki risiko jatuh yang tinggi. Praktik kerja yang paling efektif yang dapat dilakukan untuk mencegah kecelakaan kerja adalah …
Menyuruh pekerja lebih berhati-hati saat bekerja
Memberi tali pengaman kepada pekerja berpengalaman saja
Menghentikan semua pekerjaan di area tinggi
Mewajibkan penggunaan APD dan pelatihan keselamatan kerja di ketinggian
Memasang tanda bahaya saja di lokasi kerja
Salah satu bahaya yang sering terjadi dalam proyek konstruksi adalah kelelahan akibat jam kerja panjang. Dampak dari kondisi ini terhadap keselamatan kerja adalah ....
Meningkatnya semangat kerja karena lembur berbayar
Meningkatnya risiko kecelakaan akibat kurang konsentrasi
Meningkatnya kedisiplinan karena target selesai lebih cepat
Menurunnya produktivitas alat berat
Berkurangnya kebutuhan APD karena pekerjaan lebih cepat selesai
Jika terjadi keadaan darurat di lokasi konstruksi, maka prosedur dalam keadaan darurat yang bisa diterapkan adalah sebagai berikut, kecuali ….
Tetap berada di lokasi pekerjaan
Bunyikan alarm atau alat peringatan
Hubungi nomor darurat
Matikan peralatan dan sumber daya
Evakuasi sesuai dengan jalur yang telah ditentukan
APD yang digunakan untuk setiap pekerjaan bangunan berbeda-beda sesuai kebutuhan pekerjaan. Untuk pekerjaan memecah batu besar menggunakan alat pukul besi, alat pengaman yang diperlukan untuk menghindarkan dari terkena percikan batu adalah….
Masker
Penutup telinga
Kaca mata pelindung
Sarung tangan
Safety shoes
Seorang pekerja konstruksi diminta bekerja pada ketinggian di lantai 10 gedung tanpa menggunakan tali pengaman karena menurutnya ia “sudah terbiasa” dan merasa “cukup hati-hati.” Sebagai pengawas keselamatan, langkah argumentatif apa yang paling tepat untuk meyakinkan pekerja tersebut agar tetap menggunakan tali pengaman?
Menghormati keputusannya karena setiap pekerja memiliki cara kerja masing-masing
Mengingatkan bahwa ketidakhati-hatian orang lain di lokasi kerja bisa tetap membahayakan dirinya meskipun ia berhati-hati
Meminta pekerja berhenti bekerja sebagai bentuk hukuman karena melanggar SOP
Menyarankan agar hanya menggunakan tali pengaman saat supervisor mengawasi
Memberi tahu bahwa penggunaan tali pengaman hanya diwajibkan untuk pemula
Salah satu contoh budaya kerja yang baik di lingkungan proyek konstruksi adalah...
Membiarkan rekan kerja melanggar aturan demi target
Tidak mengikuti briefing harian karena sibuk
Menggunakan APD lengkap saat bekerja
Meninggalkan lokasi kerja sebelum waktu selesai
Menyelesaikan pekerjaan dengan cara cepat walau tidak aman
Seorang siswa SMK sedang melakukan praktik kerja lapangan di proyek konstruksi. Ia melihat banyak alat kerja berserakan setelah digunakan, kabel listrik melintang di lantai tanpa pengaman, dan bahan material tercampur di area kerja. Jika ia ingin menerapkan prinsip budaya kerja 5S secara efektif, langkah pertama yang paling tepat untuk dilakukan adalah ….
Menyeleksi dan memisahkan alat atau material yang tidak dibutuhkan untuk menghindari penumpukan
Menata ulang seluruh alat kerja sesuai jenis dan fungsinya untuk memudahkan pencarian
Membersihkan area kerja dari debu, kotoran, dan sampah agar lingkungan tetap nyaman
Memberi pelatihan disiplin kepada pekerja agar selalu bekerja sesuai prosedur
Membuat jadwal rotasi harian untuk pemeriksaan alat dan kebersihan area kerja.
