wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Pretest Mahasiswa PKPA IFRSUD Kab. Tangerang

Total questions: 36

Worksheet time: 36mins

Name
Class
Date
1.

Obat-obatan apa yang dilaporkan ke SIPNAP berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan?

a)

Narkotika

b)

Psikotropika

c)

OOT, Psikotropika dan Narkotika

d)

Morfina, Petidin, Narkotika dan Psikotropika

e)

OOT, Morfina, Petidin, Narkotika dan Psikotropika

2.

Hingga tanggal berapa laporan SIPNAP harus diselesaikan paling lambat?

a)

8 setiap bulan

b)

9 setiap bulan

c)

10 setiap bulan

d)

11 setiap bulan

e)

12 setiap bulan

3.

Definisi yang benar dari ESO adalah....

a)

Reaksi obat yang merugikan yang terjadi pada dosis lazim

b)

Reaksi obat yang merugikan yang tidak diharapkan selama pengobatan

c)

Reaksi obat yang merugikan yang berbahaya terjadi pada dosis lazim dan digunakan pada manusia untuk profilaksis, diagnosis atau terapi

d)

Reaksi obat yang merugikan yang tidak diharapkan dan dapat membahayakan manusia

e)

Semua benar

4.

Tujuan dari MESO adalah.....

a)

A. Menemukan ESO sedini mungkin terutama berat, tidak dikenal dan frekuensinya jarang

b)

B. Untuk menemukan frekuensi & insiden ESO, baik yang diketahui maupun yang baru ditemukan

c)

C. Untuk memberikan informasi terkait obat-obatan

d)

D. Untuk mengenali semua faktor yang dapat menyebabkan ESO

e)

A, B dan D adalah benar

5.

Dasar hukum untuk pemusnahan obat adalah:

a)

A. Peraturan Menteri Kesehatan No. 72 Tahun 2016 tentang standar pelayanan farmasi di rumah sakit

b)

B. Peraturan BPOM No. 14 Tahun 2022 tentang penarikan dan penghancuran obat yang tidak memenuhi standar keamanan, khasiat, kualitas, dan pelabelan

c)

C. Peraturan Menteri Kesehatan No. 74 Tahun 2016

d)

a dan b benar

e)

semua benar

6.

Pemusnahan dilakukan untuk sediaan farmasi (obat-obatan) dan Bahan Medis Habis Pakai bila….

a)

produk tidak memenuhi persyaratan kualitas

b)

telah kedaluwarsa

c)

tidak memenuhi persyaratan untuk digunakan dalam layanan kesehatan atau kepentingan ilmiah

d)

lisensi distribusi dicabut

e)

semua benar

7.

Elektrolit konsentrat yang harus diperhatikan penggunaannya meliputi:

a)

Kalium klorida (setara dengan 2 mEq/ml atau lebih terkonsentrasi)

b)

Kalium fosfat (setara dengan atau lebih dari 3 mmol/ml)

c)

Sodium lebih dari 0,9%

d)

Magnesium sulfat 40%

e)

Semua benar

8.

Berapa suhu penyimpanan untuk penyimpanan dingin.....

a)

2-8 °C

b)

15-30 °C

c)

30-40 °C

d)

-2-(-8) °C

e)

8-15 °C

9.

Berikut adalah lembaga akreditasi untuk rumah sakit di Indonesia, kecuali..

a)

Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS)

b)

Badan Akreditasi Rumah Sakit (LARS)

c)

Badan Akreditasi Rumah Sakit Indonesia (LARSI)

d)

Badan Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP)

e)

Badan Akreditasi Rumah Sakit dan Farmasi (LARSIA)

10.

Jika sebuah rumah sakit menerima skor minimum 80% selama akreditasi dan bab Program Nasional menerima skor 100%, rumah sakit tersebut akan menerima hasil akreditasi...

a)

Paripurna

b)

Utama

c)

Madya

d)

Tidak Terakreditasi

e)

Excellent

11.

DDD adalah salah satu unit yang dapat digunakan dalam mengevaluasi penggunaan obat....

a)

Kumulatif

b)

Kualitatif

c)

Assertif

d)

Kuantitatif

e)

Kolaboratif

12.

Jenis-jenis obat yang dapat digunakan sebagai evaluasi penggunaan obat adalah....

a)

Obat dengan biaya tinggi

b)

Obat dengan penggunaan tinggi

c)

Obat kelas antibiotik

d)

Obat dengan frekuensi ADR tinggi

e)

Semua benar

13.

Peraturan yang menjelaskan Pedoman Penggunaan Antibiotik (PPAB) adalah....

a)

PMK No. 18 tahun 2021

b)

PMK No. 8 tahun 2021

c)

PMK No. 28 tahun 2024

d)

PMK No. 18 tahun 2024

e)

PMK No. 28 tahun 2021

14.

Manakah di antara berikut ini yang BUKAN merupakan tujuan dari kegiatan penatagunaan antimikroba?

a)

Mengurangi kejadian infeksi terkait perawatan kesehatan di rumah sakit

b)

Mengurangi lama tinggal pasien dan biaya perawatan

c)

Meningkatkan kualitas penggunaan antimikroba

d)

Meningkatkan pemulihan pasien

e)

Meningkatkan penggunaan antibiotik

15.

Data yang diperlukan mudah didapat, tidak memerlukan data penyakit dan standar pengobatan merupakan kelebihan perhitungan perencanaan obat dengan metode….

a)

Epidemiologi

b)

Kombinasi

c)

Konsumsi

d)

ABC

e)

VEN

16.

Data mana yang TIDAK diperlukan saat menghitung kebutuhan menggunakan metode konsumsi?

a)

Stok awal

b)

Penggunaan tahun lalu

c)

Sisa Stok

d)

Daftar obat

e)

Pola penyakit

17.

Manakah di antara berikut ini yang TIDAK termasuk dalam layanan IV Admixture di RSUD Kabupaten Tangerang?

a)

Rekonsitusi antibiotik

b)

Pengemasan ulang persiapan antibiotik

c)

Dilusi elektrolit terkonsentrasi

d)

Rekonsitusi obat kemoterapi

e)

Persiapan TPN

18.

Manakah di antara berikut ini yang termasuk dalam cairan elektrolit pekat?

a)

NaCl 3%

b)

Dextrose 5%

c)

Dextrose 10%

d)

D5 ½ NS

e)

Plasmanate

19.

Dalam mengerjakan pencampuran obat kemoterapi maka perlu dipersiapkan Alat Pelindung Diri (APD)  Berikut ini mana APD yang benar?

a)

Jumpsuit, masker bedah + masker N95, sarung tangan steril (2 lapis), kacamata, penutup sepatu

b)

Gaun, topi, masker bedah, sarung tangan

c)

Gaun, masker bedah, sarung tangan steril

d)

Gaun, topi, kacamata

e)

Jumpsuit, penutup sepatu

20.

RSUD Kab. Tangerang dalam penanganan sediaan sitostatika menggunakan BSC Kelas III yang memberikan tingkat perlindungan bagi pengguna,produk dan lingkungan, Sehingga dibutuhkan Aliran Udara yang bagaimana?

a)

Vertical Air Flow

b)

Horizontal Air Flow

c)

Aliran Udara Menyilang

d)

Aliran Udara Zigzag

e)

Tidak diperlukan aliran udara

21.

Setiap kejadian yang tidak disengaja dan kondisi yang mengakibatkan atau berpotensi mengakibatkan cedera yang dapat dicegah padapasien disebut…

a)

Kondisi Potensial Cedera

b)

Kejadian Nyaris Cedera

c)

Insiden Keselamatan Pasien

d)

Kejadian Tidak Diharapkan

e)

Near Miss

22.

Pasien A mendatangi Instalasi Farmasi dan mengatakan bahwa 2 hari yang lalu dia berobat dan memperoleh resep. Setelah di berikan penjelasan informasi obat oleh Apoteker pasien tidak memeriksa lagi obat yang biasa di konsumsinya. Setelah 2 hari meminum obat pasien menyadari bahwa obat yang di minum salah. Obat yang di minum biasanya adalah Amlodipin 10 mg tetapi yang di berikan farmasi adalah Amlodipin 5mg.

Dari kasus diatas termasuk kedalam Insiden…

a)

Kondisi Potensial Cedera (KPC)

b)

Kejadian Nyaris Cedera (KNC)

c)

Kejadian Tidak Cedera (KTC)

d)

Kejadian Tidak Diharapkan (KTD)

e)

Near miss

23.

Apa langkah awal dalam proses manajemen risiko?

a)

Menangani risiko

b)

Menganalisis risiko

c)

Menentukan konteks manajemen risiko

d)

Identifikasi risiko

e)

Evaluasi risiko

24.

Bagaimana cara Anda menangani risiko dalam manajemen risiko?

a)

A. Membandingkan risiko yang dianalisis dengan kebijakan kepemimpinan rumah sakit

b)

B. Melakukan sosialisasi terhadap kebijakan pimpinan RS

c)

C. Identifikasi opsi tindakan untuk menangani risiko

d)

A dan C benar

e)

B dan C benar

25.

Pada PMK Nomor 72 Tahun 2016 menetapkan standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit yang meliputi pengelolaan sediaan farmasi, alat Kesehatan, dan bahan medis habis pakai serta pelayanan farmasi klinik seperti pengkajian resep, penelusuran riwayat penggunaan obat, rekonsiliasi obat, pelayanan informasi obat, konseling, visite, dan pemantauan terapi obat.

      Apa yang dimaksud dengan rekonsiliasi obat ?

a)

A. Merupakan proses membandingkan instruksi pengobatan dengan obat yang telah didapat pasien

b)

B. Suatu proses yang mencakup kegiatan untuk memastikan terapi Obat yang aman, efektif dan rasional bagi pasien

c)

C. Kegiatan penyediaan dan pemberian informasi, rekomendasi Obat yang independen, akurat, tidak bias, terkini dan komprehensif yang dilakukan oleh Apoteker kepada dokter, Apoteker, perawat, profesi kesehatan lainnya serta pasien dan pihak lain di luar Rumah Sakit

d)

D. Suatu aktivitas pemberian nasihat atau saran terkait terapi Obat dari Apoteker (konselor) kepada pasien dan/atau keluarganya

e)

A dan B Benar

26.

Yang manakah di antara berikut ini bukan merupakan tahap untuk melakukan rekonsiliasi obat?

a)

Pengumpulan data

b)

Membandingkan data

c)

Konfirmasi dengan dokter jika ditemukan ketidaksesuaian dalam dokumentasi

d)

Konsultasi

e)

Komunikasi

27.

Distribusi pasokan farmasi dan pasokan kesehatan berdasarkan resep individu yang disiapkan dalam unit dosis tunggal untuk penggunaan sekali saja/pasien disebut?

a)

Individual prescription

b)

Ward floor stock

c)

One daily dose dispensing

d)

Unit Dose Dispensing

e)

Desentralisasi

28.

Sistem distribusi obat yang terdiri dari depo (cabang) disebut?

a)

Sentralisasi

b)

Desentralisasi

c)

Floor Stok

d)

UDD

e)

Sistem kombinasi

29.

Prosedur kerja yang meminimalkan kontaminan mikroba dan dapat mengurangi risiko paparan bagi staf adalah.....

a)

Teknik Aseptik

b)

Teknik Dispensing Steril

c)

Teknik J motion

d)

Teknik Cleaning

e)

Teknik Handling

30.

Tujuan dari Teknik J Motion adalah:

a)

Untuk menghilangkan gelembung udara

b)

Untuk mencampur obat

c)

Untuk menstabilkan suhu obat injeksi

d)

Untuk memfasilitasi pengambilan larutan obat

e)

Untuk melarutkan obat

31.

Jumlah standar apoteker rawat inap di rumah sakit menurut Permenkes No.72 Th.2016 adalah:

a)

1:50 lembar resep

b)

1:30 lembar resep

c)

1:30 tempat tidur

d)

1:40 lembar resep

e)

1:50 tempat tidur

32.

Metode proses seleksi di RSUD Kabupaten Tangerang adalah?

a)

Top Bottom

b)

Bottom Up

c)

Konsumsi

d)

Pengadaan layanan

e)

UDD

33.

Seorang apoteker membuat leaflet terkait cara pengunaan obat nasal spray. Hal tersebut termasuk contoh dari....

a)

PIO Aktif

b)

PIO Pasif

c)

Konseling

d)

PTO

e)

Komunikasi

34.

Apa saja yang tidak termasuk kedalam Three Prime Questions dalam konseling........

a)

Apa yang dokter jelaskan tentang kegunaan obat

b)

Apa yang dokter jelaskan tentang penyakit

c)

Apa yang dokter jelaskan tentang harapan setelah minum obat

d)

Apa yang dokter jelaskan tentang cara penggunaan obat

e)

Apa yang dokter jelaskan tentang jangka pemakaian obat

35.

Berikut ini adalah contoh obat yang termasuk dalam daftar Formularium Nasional (Fornas) kecuali....

a)

Amiodaron

b)

Alprazolam

c)

Benzatin penisilin

d)

Nalokson

e)

Ambroksol

36.

Formularium memiliki peran penting dalam pengendalian biaya obat di rumah sakit karena beberapa alasan utama berikut ini, kecuali :

a)

Memudahkan pemilihan obat yang rasional sehingga dokter dan tenaga kesehatan dapat memilih obat yang efektif dan sesuai kebutuhan tanpa memilih obat yang tidak perlu atau mahal

b)

Meminimalkan jenis obat yang digunakan di rumah sakit sehingga persediaan obat dapat lebih terkontrol dan tidak menimbulkan pemborosan akibat stok berlebih

c)

Mengurangi biaya pengobatan dengan memilih obat yang memiliki rasio manfaat biaya terbaik (cost-effective), tanpa mempertimbangkan harga obat

d)

Mengoptimalkan pelayanan kepada pasien dengan memastikan obat yang digunakan aman dan sesuai indikasi, sekaligus efisien dalam penggunaan anggaran obat

e)

Memudahkan perencanaan dan penyediaan obat sehingga manajemen pengadaan dapat membeli obat dalam jumlah yang optimal dan menghindari pembelian obat yang tidak diperlukan