WorksheetsLITERASI 5 DAN 6 MIN 4 BIMA
Total questions: 7
Worksheet time: 1hrs 10mins
Jagung untuk Raja
Suatu hari, Raja Khan dari kerajaan Batule bersedih. Benih jagung manis kerajaan dengan kualitas terbaik dicuri burung saat petani kerajaan sedang menanamnya. Petani kerajaan memberikan usulan pada Raja Khan agar melakukan sayembara.
Den dan Hans ikut sayembara tersebut. Kebun jagung Den lebih luas dibanding kebun jagung Hans. Den selalu mengejek Hans karena hasil panennya lebih sedikit. Meskipun diejek, tetapi, Hans tidak pernah membalas Den.
“Hans, kau yakin akan mengikuti sayembara ini? Kau akan kalah denganku. Aku yakin benih jagungku yang akan menang,” ejek Den.
“Tidak apa-apa aku kalah, yang penting aku berani mencoba. Aku pergi dulu ya, Den. Aku ingin memberi benih jagung terbaik untuk Raja.”
Den sangat yakin jagungnya yang terpilih. Tetapi, raja memilih jagung milik Hans. Raja membeli ladang Hans dan memintanya bekerja di sana dengan bayaran besar.
“Yang Mulia, bisakah kau membeli ladang Den? Saya ingin berbagi kebahagiaan dengannya. Biar dia menanam benih dari ladang saya.”
Raja tampak berpikir.
“Baiklah, aku setuju.”
Hans berterima kasih pada Raja Khan dan berpamitan. Sampai di luar, Den langsung memeluk Hans.
“Terima kasih, Hans. Kau baik sekali. Maafkan aku yang selalu mengejekmu.”
“Kau sudah kumaafkan. Sekarang, kita berteman, ya? Mari kita pulang!”
Den dan Hans pun pulang. Sejak saat itu, mereka menjadi teman baik.
15. Siapa yang memenangkan sayembara?
Raja Khan
Petani kerajaan
Den
Hans
Jagung untuk Raja
Suatu hari, Raja Khan dari kerajaan Batule bersedih. Benih jagung manis kerajaan dengan kualitas terbaik dicuri burung saat petani kerajaan sedang menanamnya. Petani kerajaan memberikan usulan pada Raja Khan agar melakukan sayembara.
Den dan Hans ikut sayembara tersebut. Kebun jagung Den lebih luas dibanding kebun jagung Hans. Den selalu mengejek Hans karena hasil panennya lebih sedikit. Meskipun diejek, tetapi, Hans tidak pernah membalas Den.
“Hans, kau yakin akan mengikuti sayembara ini? Kau akan kalah denganku. Aku yakin benih jagungku yang akan menang,” ejek Den.
“Tidak apa-apa aku kalah, yang penting aku berani mencoba. Aku pergi dulu ya, Den. Aku ingin memberi benih jagung terbaik untuk Raja.”
Den sangat yakin jagungnya yang terpilih. Tetapi, raja memilih jagung milik Hans. Raja membeli ladang Hans dan memintanya bekerja di sana dengan bayaran besar.
“Yang Mulia, bisakah kau membeli ladang Den? Saya ingin berbagi kebahagiaan dengannya. Biar dia menanam benih dari ladang saya.”
Raja tampak berpikir.
“Baiklah, aku setuju.”
Hans berterima kasih pada Raja Khan dan berpamitan. Sampai di luar, Den langsung memeluk Hans.
“Terima kasih, Hans. Kau baik sekali. Maafkan aku yang selalu mengejekmu.”
“Kau sudah kumaafkan. Sekarang, kita berteman, ya? Mari kita pulang!”
Den dan Hans pun pulang. Sejak saat itu, mereka menjadi teman baik.
16. Bagaimanakah sosok Raja dan Hans dalam cerita tersebut?
Klik/hitamkan pada pilihan Raja atau Hans untuk setiap pernyataan berdasarkan isi teks!
Sosok yang penyabar.
Hans
Sosok yang bijaksana.
Raja
Sosok yang pemaaf.
Hans
Jagung untuk Raja
Suatu hari, Raja Khan dari kerajaan Batule bersedih. Benih jagung manis kerajaan dengan kualitas terbaik dicuri burung saat petani kerajaan sedang menanamnya. Petani kerajaan memberikan usulan pada Raja Khan agar melakukan sayembara.
Den dan Hans ikut sayembara tersebut. Kebun jagung Den lebih luas dibanding kebun jagung Hans. Den selalu mengejek Hans karena hasil panennya lebih sedikit. Meskipun diejek, tetapi, Hans tidak pernah membalas Den.
“Hans, kau yakin akan mengikuti sayembara ini? Kau akan kalah denganku. Aku yakin benih jagungku yang akan menang,” ejek Den.
“Tidak apa-apa aku kalah, yang penting aku berani mencoba. Aku pergi dulu ya, Den. Aku ingin memberi benih jagung terbaik untuk Raja.”
Den sangat yakin jagungnya yang terpilih. Tetapi, raja memilih jagung milik Hans. Raja membeli ladang Hans dan memintanya bekerja di sana dengan bayaran besar.
“Yang Mulia, bisakah kau membeli ladang Den? Saya ingin berbagi kebahagiaan dengannya. Biar dia menanam benih dari ladang saya.”
Raja tampak berpikir.
“Baiklah, aku setuju.”
Hans berterima kasih pada Raja Khan dan berpamitan. Sampai di luar, Den langsung memeluk Hans.
“Terima kasih, Hans. Kau baik sekali. Maafkan aku yang selalu mengejekmu.”
“Kau sudah kumaafkan. Sekarang, kita berteman, ya? Mari kita pulang!”
Den dan Hans pun pulang. Sejak saat itu, mereka menjadi teman baik.
17, Saat ulangan harian, temanmu mendapat nilai yang lebih bagus darimu. Apa yang akan kamu lakukan?
Memberinya selamat karena ia berhasil mendapatkan nilai yang bagus.
Mengikuti cara belajarnya agar bisa mendapat nilai yang bagus juga.
Merasa iri hati melihat keberhasilan teman lain mendapat nilai baik.
Apa itu budaya 5-S? Budaya 5-S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun) merupakan suatu sikap yang dilakukan oleh seseorang ketika sedang berkomunikasi kepada orang lain.
Budaya senyum adalah hal yang paling mudah untuk kita lakukan. Senyuman itu bisa menular lho! Dengan sedikit senyuman saja, kita bisa membuat orang lain ikut tersenyum. Ajaib bukan?
Sementara itu, budaya salam dan sapa ternyata juga sudah sering kita lakukan. Misalnya, dengan mengucap salam dan menyapa teman ketika bertemu. Coba bayangkan jika kamu berpapasan dengan temanmu, tapi didiamkan saja. Pasti kamu akan merasa sedih bukan?
Budaya sopan dan santun dapat kita lihat ketika seseorang sedang berbicara dan bersikap. Orang yang menerapkan budaya ini pasti sangat anggun. Mereka akan terhindar dari kebiasaan berbicara kasar.
Sudahkah kamu berbudaya? Sebagai anak muda, kita diwajibkan untuk melaksanakan budaya 5-S. Terutama kepada orang yang lebih tua. Membiasakan diri untuk bersikap berbudaya akan membawa kita pada karakter berbudi.
Menjaga ucapan dan sikap akan menjadikan diri kita berharga di mata orang lain. Terbiasa menjalankan sikap berbudaya akan membuat kita dihargai oleh orang lain. Selain itu, kita akan terbebas dari perselisihan.
18. Berdasarkan informasi tersebut, dampak positif apa yang dapat diperoleh seseorang setelah menerapkan budaya 5-S?
Terbebas dari berbicara kasar.
Terhindar dari iri dan dengki.
Terhindar dari prasangka buruk.
Terbebas dari perselisihan.
Apa itu budaya 5-S? Budaya 5-S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun) merupakan suatu sikap yang dilakukan oleh seseorang ketika sedang berkomunikasi kepada orang lain.
Budaya senyum adalah hal yang paling mudah untuk kita lakukan. Senyuman itu bisa menular lho! Dengan sedikit senyuman saja, kita bisa membuat orang lain ikut tersenyum. Ajaib bukan?
Sementara itu, budaya salam dan sapa ternyata juga sudah sering kita lakukan. Misalnya, dengan mengucap salam dan menyapa teman ketika bertemu. Coba bayangkan jika kamu berpapasan dengan temanmu, tapi didiamkan saja. Pasti kamu akan merasa sedih bukan?
Budaya sopan dan santun dapat kita lihat ketika seseorang sedang berbicara dan bersikap. Orang yang menerapkan budaya ini pasti sangat anggun. Mereka akan terhindar dari kebiasaan berbicara kasar.
Sudahkah kamu berbudaya? Sebagai anak muda, kita diwajibkan untuk melaksanakan budaya 5-S. Terutama kepada orang yang lebih tua. Membiasakan diri untuk bersikap berbudaya akan membawa kita pada karakter berbudi.
Menjaga ucapan dan sikap akan menjadikan diri kita berharga di mata orang lain. Terbiasa menjalankan sikap berbudaya akan membuat kita dihargai oleh orang lain. Selain itu, kita akan terbebas dari perselisihan.
19. Gambar apa yang perlu ditambahkan dalam wacana tersebut?
Klik/tandai pada setiap pilihan jawaban benar! Jawaban benar lebih dari satu.
Gambar penjelasan budaya 5-S.
Gambar orang saling menyapa.
Gambar orang memberi salam.
Apa itu budaya 5-S? Budaya 5-S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun) merupakan suatu sikap yang dilakukan oleh seseorang ketika sedang berkomunikasi kepada orang lain.
Budaya senyum adalah hal yang paling mudah untuk kita lakukan. Senyuman itu bisa menular lho! Dengan sedikit senyuman saja, kita bisa membuat orang lain ikut tersenyum. Ajaib bukan?
Sementara itu, budaya salam dan sapa ternyata juga sudah sering kita lakukan. Misalnya, dengan mengucap salam dan menyapa teman ketika bertemu. Coba bayangkan jika kamu berpapasan dengan temanmu, tapi didiamkan saja. Pasti kamu akan merasa sedih bukan?
Budaya sopan dan santun dapat kita lihat ketika seseorang sedang berbicara dan bersikap. Orang yang menerapkan budaya ini pasti sangat anggun. Mereka akan terhindar dari kebiasaan berbicara kasar.
Sudahkah kamu berbudaya? Sebagai anak muda, kita diwajibkan untuk melaksanakan budaya 5-S. Terutama kepada orang yang lebih tua. Membiasakan diri untuk bersikap berbudaya akan membawa kita pada karakter berbudi.
Menjaga ucapan dan sikap akan menjadikan diri kita berharga di mata orang lain. Terbiasa menjalankan sikap berbudaya akan membuat kita dihargai oleh orang lain. Selain itu, kita akan terbebas dari perselisihan.
19. Seseorang yang sudah menerapkan budaya sopan santun akan terlihat pada caranya ketika berbicara dan
(a)
Apa itu budaya 5-S? Budaya 5-S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun) merupakan suatu sikap yang dilakukan oleh seseorang ketika sedang berkomunikasi kepada orang lain.
Budaya senyum adalah hal yang paling mudah untuk kita lakukan. Senyuman itu bisa menular lho! Dengan sedikit senyuman saja, kita bisa membuat orang lain ikut tersenyum. Ajaib bukan?
Sementara itu, budaya salam dan sapa ternyata juga sudah sering kita lakukan. Misalnya, dengan mengucap salam dan menyapa teman ketika bertemu. Coba bayangkan jika kamu berpapasan dengan temanmu, tapi didiamkan saja. Pasti kamu akan merasa sedih bukan?
Budaya sopan dan santun dapat kita lihat ketika seseorang sedang berbicara dan bersikap. Orang yang menerapkan budaya ini pasti sangat anggun. Mereka akan terhindar dari kebiasaan berbicara kasar.
Sudahkah kamu berbudaya? Sebagai anak muda, kita diwajibkan untuk melaksanakan budaya 5-S. Terutama kepada orang yang lebih tua. Membiasakan diri untuk bersikap berbudaya akan membawa kita pada karakter berbudi.
Menjaga ucapan dan sikap akan menjadikan diri kita berharga di mata orang lain. Terbiasa menjalankan sikap berbudaya akan membuat kita dihargai oleh orang lain. Selain itu, kita akan terbebas dari perselisihan.
20. Seseorang yang sudah menerapkan budaya sopan santun akan terlihat pada caranya ketika berbicara dan
(a)
