NEW
Font size
WorksheetsPENILAIAN SUMATIF 1 BAHASA INDONESIA SEMESTER GANJIL
Total questions: 20
Worksheet time: 44mins
Aku Anak Indonesia
Yuri berjalan menyusuri lorong sekolah. Bel berdentang, tanda jam pelajaran pertama akan segera dimulai. Seluruh siswa berlarian masuk ke kelas masing-masing. Pandangan Yuri teralihkan pada seorang pria paruh baya yang memasuki kelas berlambangkan VI di atas pintu. Yuri mengikuti arah perginya pria tersebut. Namun, setelah sampai di sebelah pintu masuk Yuri terdiam sesaat. Rasa gelisah mulai muncul karena ini adalah hari pertamanya masuk sekolah baru di Indonesia. Keluarganya baru saja pindah dari Seoul, Korea Selatan, tempat Ibunya menyelesaikan pendidikan doktor.
Pak Radit, guru kelas enam, melihat bayangan seseorang di jendela dekat pintu kelas. Pak Radit kemudian berjalan ke luar kelas.
"Ah, kamu pasti Yuri. Ayo masuk. Bapak carikan tempat duduk dulu untuk meletakkan tasmu, lalu berkenalan dengan teman-teman sekelasmu" sambut Pak Radit dengan senyuman lebar
Yuri mengangguk malu-malu. Seluruh mata di kelas ini hanya tertuju pada Yuri. Dia mendengar bisi-bisik meskipun tidak jelas. Dada Yuri bedegup begitu kecang dan raut wajahnya tampak cemas.
Pak Radit menyilakan Yuri untuk berdiri di depan kelas dan memperkenalkan diri. Yuri menarik nafas lalu mulai memperkenalkan diri "Selamat pagi teman-teman. Nama saya Yuri. Usia saya tiga belas tahun. Saya pindah dari Seoul, Korea Selatan, Ibu saya baru saja menamatkan kuliahnya di sana. Kami pindah ke kota ini karena Ibu dan Ayah saya akan bekerja di sini. Saya senang berkenalan dengan teman-teman di sini. Gamsahamnida. Eh. terima kasih. Yuri lega, kecemasannya berkurang ketika melihat senyum terkembang dari teman-teman sekelasnya.
"Terima kasih Yuri. Ada yang ingin kalian tanyakan pada Yuri?" ujar Pak Radit.
Seorang anak laki-laki mengacungkan tangan. "Kamu asalnya dari mana? Oh iya, Namaku Krisna. Salam kenal ya"
"Saya berasal dari Bali karena lahir di sana. Ayah saya berasal dari Korea dan Ibu saya berasal dari Sunda. Jadi, saya anak Indonesia" jawab Yuri
"Jadi, apa yang membuat kalian mengaku sebagai anak Indonesia?" tanya Pak Radit.
"Karena lahir di Indonesia" jawab Dicky sambil mengangkat tangan kanannya.
"Tapi adikku lahir di Amerika dan dia tetap anak Indonesia" sanggah Wina dengan tegas
"Kalian sama-sama benar. Anak Indonesia adalah anak-anak yang lahir atau tinggal di Indonesia, atau anak-anak yang ayah ibunya atau salah satu orang tuanya orang Indonesia" kata Pak Radit.
Tokoh utama pada cerita di atas merupakan siswa pindahan dari ...
Jepang
Amerika
Bali
Korea Selatan
Aku Anak Indonesia
Yuri berjalan menyusuri lorong sekolah. Bel berdentang, tanda jam pelajaran pertama akan segera dimulai. Seluruh siswa berlarian masuk ke kelas masing-masing. Pandangan Yuri teralihkan pada seorang pria paruh baya yang memasuki kelas berlambangkan VI di atas pintu. Yuri mengikuti arah perginya pria tersebut. Namun, setelah sampai di sebelah pintu masuk Yuri terdiam sesaat. Rasa gelisah mulai muncul karena ini adalah hari pertamanya masuk sekolah baru di Indonesia. Keluarganya baru saja pindah dari Seoul, Korea Selatan, tempat Ibunya menyelesaikan pendidikan doktor.
Pak Radit, guru kelas enam, melihat bayangan seseorang di jendela dekat pintu kelas. Pak Radit kemudian berjalan ke luar kelas.
"Ah, kamu pasti Yuri. Ayo masuk. Bapak carikan tempat duduk dulu untuk meletakkan tasmu, lalu berkenalan dengan teman-teman sekelasmu" sambut Pak Radit dengan senyuman lebar
Yuri mengangguk malu-malu. Seluruh mata di kelas ini hanya tertuju pada Yuri. Dia mendengar bisi-bisik meskipun tidak jelas. Dada Yuri bedegup begitu kecang dan raut wajahnya tampak cemas.
Pak Radit menyilakan Yuri untuk berdiri di depan kelas dan memperkenalkan diri. Yuri menarik nafas lalu mulai memperkenalkan diri "Selamat pagi teman-teman. Nama saya Yuri. Usia saya tiga belas tahun. Saya pindah dari Seoul, Korea Selatan, Ibu saya baru saja menamatkan kuliahnya di sana. Kami pindah ke kota ini karena Ibu dan Ayah saya akan bekerja di sini. Saya senang berkenalan dengan teman-teman di sini. Gamsahamnida. Eh. terima kasih. Yuri lega, kecemasannya berkurang ketika melihat senyum terkembang dari teman-teman sekelasnya.
"Terima kasih Yuri. Ada yang ingin kalian tanyakan pada Yuri?" ujar Pak Radit.
Seorang anak laki-laki mengacungkan tangan. "Kamu asalnya dari mana? Oh iya, Namaku Krisna. Salam kenal ya"
"Saya berasal dari Bali karena lahir di sana. Ayah saya berasal dari Korea dan Ibu saya berasal dari Sunda. Jadi, saya anak Indonesia" jawab Yuri
"Jadi, apa yang membuat kalian mengaku sebagai anak Indonesia?" tanya Pak Radit.
"Karena lahir di Indonesia" jawab Dicky sambil mengangkat tangan kanannya.
"Tapi adikku lahir di Amerika dan dia tetap anak Indonesia" sanggah Wina dengan tegas
"Kalian sama-sama benar. Anak Indonesia adalah anak-anak yang lahir atau tinggal di Indonesia, atau anak-anak yang ayah ibunya atau salah satu orang tuanya orang Indonesia" kata Pak Radit.
Latar tempat dari cerita yang berjudul "Aku Anak Indonesia" di atas yaitu ...
ruang kelas IV
ruang kelas VI
lobby sekolah
halaman sekolah
Aku Anak Indonesia
Yuri berjalan menyusuri lorong sekolah. Bel berdentang, tanda jam pelajaran pertama akan segera dimulai. Seluruh siswa berlarian masuk ke kelas masing-masing. Pandangan Yuri teralihkan pada seorang pria paruh baya yang memasuki kelas berlambangkan VI di atas pintu. Yuri mengikuti arah perginya pria tersebut. Namun, setelah sampai di sebelah pintu masuk Yuri terdiam sesaat. Rasa gelisah mulai muncul karena ini adalah hari pertamanya masuk sekolah baru di Indonesia. Keluarganya baru saja pindah dari Seoul, Korea Selatan, tempat Ibunya menyelesaikan pendidikan doktor.
Pak Radit, guru kelas enam, melihat bayangan seseorang di jendela dekat pintu kelas. Pak Radit kemudian berjalan ke luar kelas.
"Ah, kamu pasti Yuri. Ayo masuk. Bapak carikan tempat duduk dulu untuk meletakkan tasmu, lalu berkenalan dengan teman-teman sekelasmu" sambut Pak Radit dengan senyuman lebar
Yuri mengangguk malu-malu. Seluruh mata di kelas ini hanya tertuju pada Yuri. Dia mendengar bisi-bisik meskipun tidak jelas. Dada Yuri bedegup begitu kecang dan raut wajahnya tampak cemas.
Pak Radit menyilakan Yuri untuk berdiri di depan kelas dan memperkenalkan diri. Yuri menarik nafas lalu mulai memperkenalkan diri "Selamat pagi teman-teman. Nama saya Yuri. Usia saya tiga belas tahun. Saya pindah dari Seoul, Korea Selatan, Ibu saya baru saja menamatkan kuliahnya di sana. Kami pindah ke kota ini karena Ibu dan Ayah saya akan bekerja di sini. Saya senang berkenalan dengan teman-teman di sini. Gamsahamnida. Eh. terima kasih. Yuri lega, kecemasannya berkurang ketika melihat senyum terkembang dari teman-teman sekelasnya.
"Terima kasih Yuri. Ada yang ingin kalian tanyakan pada Yuri?" ujar Pak Radit.
Seorang anak laki-laki mengacungkan tangan. "Kamu asalnya dari mana? Oh iya, Namaku Krisna. Salam kenal ya"
"Saya berasal dari Bali karena lahir di sana. Ayah saya berasal dari Korea dan Ibu saya berasal dari Sunda. Jadi, saya anak Indonesia" jawab Yuri
"Jadi, apa yang membuat kalian mengaku sebagai anak Indonesia?" tanya Pak Radit.
"Karena lahir di Indonesia" jawab Dicky sambil mengangkat tangan kanannya.
"Tapi adikku lahir di Amerika dan dia tetap anak Indonesia" sanggah Wina dengan tegas
"Kalian sama-sama benar. Anak Indonesia adalah anak-anak yang lahir atau tinggal di Indonesia, atau anak-anak yang ayah ibunya atau salah satu orang tuanya orang Indonesia" kata Pak Radit.
Pada cerita di atas, tokoh yang bernama Yuri kadang memiliki sifat cemas. Hal tersebut dipertegas melalui tindakannya yaitu. . . .
Yuri berjalan menyusuri lorong sekolah
Yuri terdiam sesaat di sebelah pintu
Yuri berdiri di depan kelas dan memperkenalkan diri
Semua pandangan siswa tertuju hanya pada Yuri
Aku Anak Indonesia
Yuri berjalan menyusuri lorong sekolah. Bel berdentang, tanda jam pelajaran pertama akan segera dimulai. Seluruh siswa berlarian masuk ke kelas masing-masing. Pandangan Yuri teralihkan pada seorang pria paruh baya yang memasuki kelas berlambangkan VI di atas pintu. Yuri mengikuti arah perginya pria tersebut. Namun, setelah sampai di sebelah pintu masuk Yuri terdiam sesaat. Rasa gelisah mulai muncul karena ini adalah hari pertamanya masuk sekolah baru di Indonesia. Keluarganya baru saja pindah dari Seoul, Korea Selatan, tempat Ibunya menyelesaikan pendidikan doktor.
Pak Radit, guru kelas enam, melihat bayangan seseorang di jendela dekat pintu kelas. Pak Radit kemudian berjalan ke luar kelas.
"Ah, kamu pasti Yuri. Ayo masuk. Bapak carikan tempat duduk dulu untuk meletakkan tasmu, lalu berkenalan dengan teman-teman sekelasmu" sambut Pak Radit dengan senyuman lebar
Yuri mengangguk malu-malu. Seluruh mata di kelas ini hanya tertuju pada Yuri. Dia mendengar bisi-bisik meskipun tidak jelas. Dada Yuri bedegup begitu kecang dan raut wajahnya tampak cemas.
Pak Radit menyilakan Yuri untuk berdiri di depan kelas dan memperkenalkan diri. Yuri menarik nafas lalu mulai memperkenalkan diri "Selamat pagi teman-teman. Nama saya Yuri. Usia saya tiga belas tahun. Saya pindah dari Seoul, Korea Selatan, Ibu saya baru saja menamatkan kuliahnya di sana. Kami pindah ke kota ini karena Ibu dan Ayah saya akan bekerja di sini. Saya senang berkenalan dengan teman-teman di sini. Gamsahamnida. Eh. terima kasih. Yuri lega, kecemasannya berkurang ketika melihat senyum terkembang dari teman-teman sekelasnya.
"Terima kasih Yuri. Ada yang ingin kalian tanyakan pada Yuri?" ujar Pak Radit.
Seorang anak laki-laki mengacungkan tangan. "Kamu asalnya dari mana? Oh iya, Namaku Krisna. Salam kenal ya"
"Saya berasal dari Bali karena lahir di sana. Ayah saya berasal dari Korea dan Ibu saya berasal dari Sunda. Jadi, saya anak Indonesia" jawab Yuri
"Jadi, apa yang membuat kalian mengaku sebagai anak Indonesia?" tanya Pak Radit.
"Karena lahir di Indonesia" jawab Dicky sambil mengangkat tangan kanannya.
"Tapi adikku lahir di Amerika dan dia tetap anak Indonesia" sanggah Wina dengan tegas
"Kalian sama-sama benar. Anak Indonesia adalah anak-anak yang lahir atau tinggal di Indonesia, atau anak-anak yang ayah ibunya atau salah satu orang tuanya orang Indonesia" kata Pak Radit.
Tio merupakan anak dari ayah yang berasal dari Amerika dan ibu yang berasal dari Jepang. Tio lahir di Jawa Barat.
Berdasarkan penjelasan dari Pak Radit dalam cerita "Aku Anak Indonesia" tentang pengertian anak Indonesia, maka pernyataan berikut yang benar yaitu . . .
Tio merupakan anak Indonesia
Tio bukan anak Indonesia
Tio bisa berbahasa Indonesia
Tio tidak bisa berbahasa Indonesia
Perhatikan gambar berikut!
Razqa merupakan siswa kelas 6 di SDN Galaksi 10. Razqa ingin mengikuti lomba nyanyi di sekolahnya. Gambar tersebut merupakan pernyataan resmi berupa formulir ...
pemesanan
penilaian
pendaftaran
penerimaan
Aira bersama ayahnya pergi ke toko perlengkapan elektronik. Mereka ingin membeli lampu dan kabel listrik. Pramuniaga memberikan Aira sebuah formulir untuk diisi.
Formulir yang harus diisi Aira merupakan formulir. . .
permohonan
pendaftaran
pembelian
penilaian
Perhatikan unsur-unsur surat berikut!
1. Salam pembuka
2. Tanggal surat
3. Identitas pengirim
4. Kop surat
5. Nomor surat
Unsur-unsur surat yang hanya ada pada surat resmi dan tidak ada pada surat pribadi, ditunjukkan oleh nomor . . .
1 dan 2
2 dan 3
3 dan 4
4 dan 5
Urutan peristiwa atau kejadian dalam cerita disebut ....
Alur
Tokoh
Setting
Gaya bahasa
Perhatikan pernyataan berikut!
a. Menggunakan bahasa yang santai
b. Menggunakan ungkapan yang lebih pribadi
c. Tidak memiliki format baku
d. Menggunakan bahasa yang formal
e. Menggunakan kop surat
Ciri – ciri surat resmi ditujukan oleh ....
a dan b
b dan c
c dan d
d dan e
Contoh surat resmi yang benar adalah ....
Undangan rapat wali murid
Pengalaman liburan
Undangan ulang tahun
Undangan pesta perkawinan
Jena tidak masuk sekolah karena dia akan menghadiri acara pernikahan kakaknya. Jena membuat surat izin tidak masuk sekolah yang ditujukan kepada guru. Surat yang dibuat Jena termasuk surat . . . .
surat pibadi
Surat resmi
Surat formal
Nama lain dari Surat Elektronik ialah
Kartu Pos
Surat tangan
Surat komputer
Berikut ini adalah salah satu cara mengisi formulir yang baik dan benar adalah …
Mengisi formulir dengan jujur sesuai yang sebenarnya
Mengisi dengan dilebih-lebihkan agar tampak hebat dan menarik perhatian
Cukup mengisi nama dan tanggal lahirnya saja serta tempat lahirnya
Mengisi bagian yang disukai saja, yang tidak disukai tidak perlu
Bagian surat resmi yang tidak terdapat pada surat pribadi adalah ...
Salam pembuka
Isi Surat
Nomor surat
Penutup surat
Keuntungan menulis surat elektronik dibandingkan surat konvensional adalah...
Sejarah Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan kaya, berawal dari bahasa Melayu yang digunakan sebagai lingua franca di Nusantara. Pada masa kerajaan-kerajaan maritim seperti Sriwijaya dan Majapahit, bahasa Melayu digunakan untuk perdagangan dan komunikasi antar suku dan bangsa. Bahasa Melayu ini kemudian berkembang dan mengalami berbagai perubahan seiring dengan masuknya pengaruh dari bahasa-bahasa lain seperti Sanskerta, Arab, Portugis, Belanda, dan Inggris.
Pada tahun 1928, dalam Kongres Pemuda II, bahasa Melayu diresmikan sebagai bahasa persatuan dengan nama Bahasa Indonesia. Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928 menyatakan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan yang akan digunakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam sejarah bahasa Indonesia, karena menunjukkan komitmen para pemuda untuk bersatu di bawah satu bahasa.
Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, bahasa Indonesia diresmikan sebagai bahasa nasional dan bahasa resmi negara. Peran bahasa Indonesia semakin kuat dengan diadopsinya dalam sistem pendidikan, pemerintahan, dan media massa. Pemerintah Indonesia juga membentuk lembaga-lembaga seperti Pusat Bahasa (sekarang Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa) untuk mengembangkan dan memelihara bahasa Indonesia.
Pemilihan bahasa Melayu sebagai dasar bahasa Indonesia, bukan bahasa Jawa, didasarkan pada beberapa pertimbangan. Bahasa Melayu sudah lama digunakan sebagai bahasa perdagangan dan komunikasi antar suku di Nusantara, sehingga lebih dikenal dan diterima oleh berbagai kelompok etnis. Selain itu, bahasa Melayu memiliki struktur yang lebih sederhana dibandingkan bahasa Jawa, yang memiliki tingkatan bahasa dan aturan tata krama yang kompleks. Hal ini membuat bahasa Melayu lebih mudah dipelajari dan digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat.
Hingga saat ini, bahasa Indonesia terus berkembang dan mengalami pembaruan. Berbagai kata baru terus ditambahkan ke dalam kosakata bahasa Indonesia untuk mengikuti perkembangan zaman dan teknologi. Bahasa Indonesia juga diajarkan di berbagai negara sebagai bahasa asing, menunjukkan pengaruh dan pentingnya bahasa ini di kancah internasional. Dengan sejarah yang kaya dan peran yang penting, bahasa Indonesia menjadi simbol identitas dan kebanggaan bangsa Indonesia.
Bahasa Indonesia memiliki sejarah yang panjang dalam penggunannya. Bahasa Indonesia diresmikan sebagai bahasa nasional dan bahasa resmi negara pada tahun . . . .
1928
1945
2010
2025
Sejarah Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan kaya, berawal dari bahasa Melayu yang digunakan sebagai lingua franca di Nusantara. Pada masa kerajaan-kerajaan maritim seperti Sriwijaya dan Majapahit, bahasa Melayu digunakan untuk perdagangan dan komunikasi antar suku dan bangsa. Bahasa Melayu ini kemudian berkembang dan mengalami berbagai perubahan seiring dengan masuknya pengaruh dari bahasa-bahasa lain seperti Sanskerta, Arab, Portugis, Belanda, dan Inggris.
Pada tahun 1928, dalam Kongres Pemuda II, bahasa Melayu diresmikan sebagai bahasa persatuan dengan nama Bahasa Indonesia. Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928 menyatakan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan yang akan digunakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam sejarah bahasa Indonesia, karena menunjukkan komitmen para pemuda untuk bersatu di bawah satu bahasa.
Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, bahasa Indonesia diresmikan sebagai bahasa nasional dan bahasa resmi negara. Peran bahasa Indonesia semakin kuat dengan diadopsinya dalam sistem pendidikan, pemerintahan, dan media massa. Pemerintah Indonesia juga membentuk lembaga-lembaga seperti Pusat Bahasa (sekarang Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa) untuk mengembangkan dan memelihara bahasa Indonesia.
Pemilihan bahasa Melayu sebagai dasar bahasa Indonesia, bukan bahasa Jawa, didasarkan pada beberapa pertimbangan. Bahasa Melayu sudah lama digunakan sebagai bahasa perdagangan dan komunikasi antar suku di Nusantara, sehingga lebih dikenal dan diterima oleh berbagai kelompok etnis. Selain itu, bahasa Melayu memiliki struktur yang lebih sederhana dibandingkan bahasa Jawa, yang memiliki tingkatan bahasa dan aturan tata krama yang kompleks. Hal ini membuat bahasa Melayu lebih mudah dipelajari dan digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat.
Hingga saat ini, bahasa Indonesia terus berkembang dan mengalami pembaruan. Berbagai kata baru terus ditambahkan ke dalam kosakata bahasa Indonesia untuk mengikuti perkembangan zaman dan teknologi. Bahasa Indonesia juga diajarkan di berbagai negara sebagai bahasa asing, menunjukkan pengaruh dan pentingnya bahasa ini di kancah internasional. Dengan sejarah yang kaya dan peran yang penting, bahasa Indonesia menjadi simbol identitas dan kebanggaan bangsa Indonesia.
Pemilihan bahasa Melayu sebagai dasar bahasa Indonesia, bukan bahasa Jawa karena . . . .
lebih lengkap (kompleks) dan mudah dipahami
sudah lama digunakan untuk komunikasi antar suku
sudah disepakati sebelum Kongres Pemuda II
jumlah penuturnya (pembicaranya) sangat besar
Fungsi surat resmi adalah...
Menyampaikan pesan secara santai
Menyampaikan informasi resmi atau penting
Menulis catatan harian
Berkomunikasi dengan teman dekat
Bagian yang biasanya terdapat pada formulir pendaftaran adalah...
Nama lengkap, alamat, dan nomor telepon
Cerita pengalaman pribadi
Puisi atau pantun
Rencana liburan
Perhatikan surat berikut!
PT. Maju Jaya
Jl. Merdeka No. 123 Jakarta, Indonesia Telp: (021) 1234567
Jakarta, 10 Agustus 2025
Nomor: 001/HRD/8/2025
Lampiran: -
Perihal: Undangan Rapat
Kepada Yth. Bapak/Ibu Karyawan
PT. Maju Jaya
Di Tempat
Dengan hormat,
Sehubungan dengan akan diadakannya rapat koordinasi bulanan, kami mengundang Bapak/Ibu untuk hadir pada:
Hari/Tanggal: Rabu/13 Agustus 2025
Waktu : Pukul 10.00 WIB - selesai
Tempat : Ruang Rapat Utama, Lantai 2, Gedung PT. Maju Jaya
Agenda rapat adalah sebagai berikut:
Evaluasi kinerja bulan Juli 2025
Rencana kerja bulan Agustus 2025
Pembahasan masalah internal
Lain-lain
Kami sangat mengharapkan kehadiran Bapak/Ibu tepat waktu. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
[TTD]
Rudi Hartono
Manajer HRD
PT. Maju Jaya
Pernyataan berikut yang tepat tentang surat di atas yaitu . . . .
surat resmi berupa surat undangan
surat resmi berupa surat perjanjian
surat pribadi berupa surat undangan
surat pribadi berupa surat perjanjian
