Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Pre Test Quiz Pola Zero Waste

Total questions: 33

Worksheet time: 17mins

Name
Class
Date
1.

1. Apa yang membedakan pola zero waste (Nol Limbah) dengan pola konvensional?

a)

Pola konvensional lebih rumit

b)

Pola zero waste dirancang tanpa menyisakan limbah

c)

Pola konvensional dibuat dari kain daur ulang

d)

Pola zero waste selalu berbentuk persegi

e)

Pola konvensional hanya digunakan dalam haute couture

2.

Saat membandingkan pola spiral dan pola geometris dalam zero waste, yang menjadi perbedaan utamanya adalah:

a)

Bahan yang digunakan

b)

Warna busana

c)

Bentuk potongan dan arah jatuh kain

d)

Pola zero waste selalu berbentuk persegi

e)

Ukuran pakaian

3.

Mengapa pola T-shape dianggap efisien dalam desain zero waste?

a)

Karena desainnya hanya bisa digunakan untuk pria

b)

Karena tidak memerlukan mesin jahit

c)

Karena menggunakan bahan sintetis

d)

Karena menggunakan kain tanpa sisa

e)

Karena mudah dicuci

4.

Salah satu perbedaan mendasar antara teknik draping zero waste dan teknik konvensional adalah:

a)

Draping dilakukan di atas komputer

b)

Draping memerlukan bahan lebih tebal

c)

Draping dilakukan langsung di atas tubuh

d)

Draping lebih hemat waktu

e)

Draping tidak memerlukan pola

5.

Apa yang menjadi fokus utama dalam membandingkan antara sustainable fashion dan zero waste pattern?

a)

Kualitas jahitan

b)

Efisiensi bahan

c)

Pilihan warna

d)

Harga jual produk

e)

Kemasan produk

6.

Jika sebuah pola konvensional menghasilkan 15% limbah dan pola zero waste 2%, maka efisiensi zero waste dibandingkan konvensional adalah:

a)

Masih wajar

b)

Hampir mendekati Nol Limbah

c)

Hanya dari segi estetika

d)

Menambah pekerjaan

e)

Menurunkan nilai seni

7.

Dalam situasi produksi massal busana, teknik pola mana yang paling menguntungkan secara lingkungan dan biaya?

a)

T-shape

b)

Spiral

c)

Geometris

d)

Draping

e)

Pola konvensional

8.

Apa kelebihan utama teknik spiral dibandingkan dengan teknik lainnya?

a)

Mudah dijahit

b)

Pola tidak bisa digunakan ulang

c)

Memberi efek visual dinamis

d)

Cocok hanya untuk kain keras

e)

Hanya bisa untuk pria

9.

Ketika harus memilih teknik zero waste untuk pakaian bertema "kontemporer", pilihan terbaik adalah:

a)

Geometris formal

b)

Draping artistik

c)

T-shape kasual

d)

Pola klasik

e)

Blazer konvensional

10.

Pada gambar berikut ini menggambarkan bentuk jadi rok ran rancangan Polanya, menurut anda apakah Teknik ini menggunakan Teknik Zero Waste?

a)

ya, Namun Polanya perlu direvisi.

b)

Ya, karena cara pemakaiannya cukup di lipat atau di Draping.

c)

tidak, karena Teknik pembuatannya menggunakan pola konstruksi.

d)

Ya, Meskipun masih menyisahkan percah.

e)

Tidak, Meskipun masih menyisahkan percah.

11.

Dari gambar dibawah ini ditampilkan Teknik pembuatan pola dengan Teknik Tradisional dan Teknik Zero waste, dari tampilan layout polanya pada Teknik tradisional menyisakan 15% dari Total bahan 2 m. Berapakah siswa bahan dari Teknik tradisional tersebut?

a)

30 cm

b)

25 cm

c)

20 cm

d)

15 cm

e)

sisanya tidak bisa diukur, karena berupa percah

12.

Desainer Holly McQuillan dikenal karena:

a)

Membuat jeans zero waste

b)

Menggunakan pola patchwork

c)

Mengembangkan proyek Make/Use zero waste

d)

Menciptakan batik modern

e)

Merancang kebaya konvensional

13.

Dalam evaluasi akhir proyek zero waste, indikator keberhasilan utama adalah:

a)

Banyaknya siswa yang menjahit

b)

Jumlah presentasi kelompok

c)

Persentase efisiensi bahan dan hasil desain

d)

Kecepatan penyelesaian proyek

e)

Banyaknya potongan kecil

14.

Dalam proyek mendesain outer zero waste, langkah pertama dalam proses kreatif adalah:

a)

Menentukan nama brand

b)

Memilih benang

c)

Menentukan bentuk dasar geometris

d)

Menjahit langsung kain

e)

Menentukan warna bordir

15.

Jika kamu ingin membuat blouse dengan teknik T-shape, bahan yang paling sesuai digunakan adalah:

a)

Organza tebal

b)

Denim stretch

c)

Katun ringan dan fleksibel

d)

Kulit sintetis

e)

Rajutan kasar

16.

Dalam membuat pola rok zero waste, bagaimana kamu menyusun pola agar tidak menyisakan limbah?

a)

Mengatur posisi pola dalam bidang kain seefisien mungkin

b)

Menggunakan kain cadangan

c)

Menambah garis pinggang

d)

Mencetak label merek

e)

Memotong pola kecil-kecil

17.

Saat membuat proyek kelompok desain busana zero waste, kamu memilih membuat setelan tunik dan kulot. Untuk mencapai hasil maksimal, kamu dan tim harus:

a)

Membuat desain populer dari internet

b)

Mengurangi ukuran pakaian

c)

Merancang pola tanpa sisa kain dengan simulasi terlebih dahulu

d)

Memesan bahan tambahan

e)

Menambahkan aksesoris plastik

18.

Langkah kreatif yang dapat dilakukan untuk memodifikasi pola zero waste menjadi lebih estetis adalah:

a)

Mengurangi ukurannya

b)

Menambah ornamen dari limbah sisa

c)

Mengganti bahan dengan nilon

d)

Menyalin pola lain

e)

Membuat label harga

19.

Seorang siswa diminta menciptakan pakaian dari satu kain utuh ukuran 100×150 cm tanpa sisa. Teknik yang paling cocok digunakan adalah:

a)

Draping bebas

b)

Patchwork

c)

Geometris dan spiral

d)

Pleats dan lipit

e)

Lining dan interfacing

20.

Pola bolero berbasis zero waste sebaiknya dikembangkan dengan:

a)

Draping pinggul

b)

Teknik spiral minimalis

c)

Pola persegi panjang simetris

d)

Patchwork asimetris

e)

Pola standard tailoring

21.

Dalam menciptakan pola gaun tanpa limbah, pendekatan kreatif bisa dimulai dari:

a)

simulai Gambar desain 3D

b)

Melipat kain dan membuat satu potongan utama multifungsi

c)

Menyalin dari majalah

d)

Menggunakan CAD/ Pola digital

e)

Menentukan brand

22.

Ketika mengevaluasi pola desain blouse zero waste milik teman, aspek paling penting yang harus kamu perhatikan adalah:

a)

Warna benang yang digunakan

b)

Banyaknya potongan tambahan

c)

Efisiensi penggunaan bahan dan estetika desain

d)

Ukuran kancing

e)

Teknik bordir yang dipilih

23.

Dalam merancang pola celana kulot zero waste, kamu menemukan bahwa pola spiral menyisakan sisa 10% bahan. Solusi kreatif yang paling tepat adalah:

a)

Menjual sisa bahan

b)

Membuang sisanya

c)

Mengubah tata letak pola agar lebih padat

d)

Mengurangi ukuran celana

e)

Menambahkan dekorasi di tempat sisa bahan

24.

Apa alasan utama mengapa teknik draping dinilai lebih kompleks dalam desain zero waste dibanding teknik geometris?

a)

Karena memerlukan software khusus

b)

Karena membutuhkan bentuk tubuh model dan eksplorasi kain secara langsung

c)

Karena hanya bisa dilakukan dengan bahan mahal

d)

Karena teknik ini melibatkan pewarnaan kain

e)

Karena menggunakan banyak sambungan

25.

Sebuah desain Gaun zero waste dinilai memiliki estetika bagus tetapi efisiensi bahan hanya 80%. Bagaimana kamu mengevaluasi desain ini?

a)

Estetika lebih penting daripada efisiensi

b)

Perlu ditolak karena tidak 100% zero waste

c)

Desain harus direvisi agar seimbang antara estetika dan efisiensi

d)

Efisiensi bisa diabaikan

e)

Estetika dinilai dari warna saja

26.

Sebagai siswa SMK Tata Busana, bentuk kepedulian lingkungan yang paling sesuai adalah:

a)

Memproduksi lebih banyak pakaian

b)

Mendesain busana dengan mempertimbangkan efisiensi bahan

c)

Membuat pola sekompleks mungkin

d)

Menggunakan pewarna kimia berlebihan

e)

Mengabaikan sisa kain

27.

Dalam proyek kelompok zero waste, kamu melihat teman membuang sisa kain kecil. Apa sikap yang paling tepat?

a)

Membiarkannya

b)

Menegur dan mengajak memanfaatkan sisa kain

c)

Memarahi teman

d)

Diam saja

e)

Mengumpulkan sendiri tanpa bicara

28.

Langkah yang dapat menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dalam membuat busana adalah:

a)

Memilih bahan mahal

b)

Mengurangi penggunaan bahan dengan desain efisien

c)

Mengikuti tren saja

d)

Membuat banyak sampel

e)

Menambah sisa kain untuk dekorasi

29.

Zero waste pattern membantu siswa SMK agar lebih:

a)

Konsumtif

b)

Kreatif dan peduli lingkungan

c)

Sering membeli kain baru

d)

Menambah koleksi pribadi

e)

Cepat memproduksi

30.

Apa sikap peduli lingkungan yang bisa ditunjukkan siswa setelah belajar zero waste pattern?

a)

Selalu membeli pakaian baru

b)

Membuat pola tanpa memikirkan sisa kain

c)

Mendesain dengan memperhatikan limbah

d)

Menggunakan kain lebih banyak untuk gaya

e)

Mengabaikan saran guru

31.

Jika desain zero waste ternyata masih menyisakan sedikit kain, yang terbaik adalah:

a)

Membuangnya

b)

Menjualnya sebagai limbah

c)

Memanfaatkan untuk aksesoris atau detail tambahan

d)

Membakar sisa kain

e)

Mendesain ulang

32.

Sikap berikut yang bukan termasuk kepedulian terhadap lingkungan adalah:

a)

Merancang busana minim limbah

b)

Mengabaikan sisa kain

c)

Membuat pola lebih efisien

d)

Mencari ide desain ramah lingkungan

e)

Mengedukasi teman tentang zero waste

33.

Mengapa penting bagi siswa SMK memahami zero waste pattern?

a)

Supaya terkenal

b)

Supaya cepat lulus

c)

peduli lingkungan

d)

Supaya produknya mahal

e)

Supaya lebih cepat menjahit