WorksheetsPERSEDIAAN BARANG DAGANG
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Aset lancar perusahaan dagang yang dimiliki dengan tujuan untuk dijual kembali dalam kegiatan operasional normal perusahaan disebut...
Piutang usaha
Utang usaha
Beban dibayar di muka
Persediaan barang dagangan
Peralatan kantor
Sistem pencatatan persediaan yang tidak memiliki catatan detail setiap kali terjadi pembelian atau penjualan, dan persediaan akhir ditentukan melalui perhitungan fisik, adalah...
Sistem perpetual
Sistem periodik
Sistem akrual
Sistem kas
Sistem hibrida
Alat pencatat persediaan yang menjadi inti dari sistem perpetual, yang menunjukkan setiap mutasi (masuk, keluar, dan saldo) barang baik dalam unit maupun dalam nilai, adalah...
Buku besar umum
Jurnal penjualan
Kartu utang
Kartu persediaan
Faktur pembelian
Metode penilaian persediaan yang mengasumsikan barang yang pertama kali masuk adalah yang pertama kali keluar adalah...
LIFO
FIFO
Rata-rata bergerak
Rata-rata sederhana
Identifikasi khusus
Ketika terjadi penjualan barang dagangan dalam sistem perpetual, dua akun yang akan didebet adalah...
Kas dan Penjualan
Piutang Usaha dan Persediaan Barang Dagangan
Harga Pokok Penjualan dan Piutang Usaha
Kas/Piutang Usaha dan Harga Pokok Penjualan
Penjualan dan Persediaan Barang Dagangan
Jika perusahaan membeli barang dagangan secara kredit dalam sistem perpetual, jurnal yang dibuat adalah...
Pembelian (D), Utang Usaha (K)
Persediaan Barang Dagangan (D), Utang Usaha (K)
Utang Usaha (D), Kas (K)
Kas (D), Persediaan Barang Dagangan (K)
Beban Pembelian (D), Kas (K)
Manfaat utama dari sistem perpetual dibandingkan sistem periodik adalah...
Lebih mudah dalam perhitungan fisik persediaan.
Tidak memerlukan pencatatan setiap transaksi pembelian dan penjualan.
Memberikan informasi stok dan HPP secara real-time.
Selalu menghasilkan laba bersih yang lebih tinggi.
Hanya cocok untuk perusahaan jasa.
Pada kondisi harga barang yang cenderung naik (inflasi), metode FIFO akan menghasilkan...
Harga Pokok Penjualan (HPP) yang lebih tinggi.
Nilai persediaan akhir yang lebih rendah.
Laba kotor yang lebih tinggi.
Beban pajak penghasilan yang lebih rendah.
Laba bersih yang sama dengan metode LIFO.
Kolom "Harga Jual/HPP" pada kartu persediaan dalam metode FIFO saat terjadi penjualan akan diisi dengan harga...
Rata-rata dari semua pembelian.
Pembelian terakhir.
Pembelian pertama (yang paling awal masuk).
Penjualan aktual kepada pelanggan.
Pembelian paling tinggi.
Ketika perusahaan melakukan retur penjualan barang dagangan dalam sistem perpetual, maka akun yang akan didebet untuk mengembalikan nilai persediaan adalah...
Retur Penjualan
Harga Pokok Penjualan
Kas
Piutang Usaha
Persediaan Barang Dagangan
(HOTS) PT Gemilang menggunakan metode rata-rata bergerak. Data persediaan barang X adalah sebagai berikut: Saldo Awal: 100 unit @ Rp 10.000 Pembelian 1: 50 unit @ Rp 12.000 Penjualan: 80 unit Pembelian 2: 70 unit @ Rp 11.000 Berapakah Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk penjualan 80 unit tersebut?
Rp 800.000
Rp 8.800.000
Rp 840.000
Rp 8.400.000
Rp 8.640.000
Di bawah kondisi inflasi (harga cenderung naik), manakah metode penilaian persediaan yang akan menghasilkan laba kotor paling tinggi dan mengapa?
LIFO, karena menggunakan biaya barang terakhir yang lebih tinggi untuk HPP.
FIFO, karena menggunakan biaya barang pertama yang lebih rendah untuk HPP.
Rata-rata bergerak, karena meratakan fluktuasi harga.
Periodik, karena tidak memperhitungkan HPP secara langsung.
Identifikasi khusus, karena HPP disesuaikan dengan setiap barang.
Jika suatu perusahaan ingin menunjukkan laba bersih yang lebih rendah untuk tujuan penghematan pajak di masa inflasi, metode penilaian persediaan yang paling mungkin mereka pilih (jika diizinkan) adalah...
FIFO
LIFO
Rata-rata bergerak
Identifikasi khusus
Periodik
Dokumen sumber yang menjadi bukti terjadinya retur pembelian adalah...
Faktur penjualan
Kwitansi
Surat jalan
Memo kredit (dari pemasok)
Faktur pembelian
Ketika terjadi pembelian barang dagangan secara tunai dalam sistem perpetual, akun yang akan dikredit adalah...
Pembelian
Persediaan Barang Dagangan
Kas
Utang Usaha
Beban Pembelian
Yang bukan merupakan tujuan utama pengelolaan persediaan adalah...
Memastikan ketersediaan barang.
Mengoptimalkan biaya penyimpanan.
Meningkatkan utang usaha perusahaan.
Menentukan harga pokok penjualan yang akurat.
Menyajikan laporan keuangan yang tepat.
Sebuah perusahaan menggunakan sistem perpetual dan metode FIFO. Saldo awal 50 unit @ Rp 5.000. Pembelian: 100 unit @ Rp 5.500. Penjualan: 80 unit. Berapakah nilai persediaan akhir setelah penjualan?
Rp 330.000
Rp 385.000
Rp 412.500
Rp 350.000
Rp 440.000
Mengapa metode LIFO tidak diizinkan oleh Standar Akuntansi Keuangan (SAK) di Indonesia?
Karena terlalu rumit untuk diterapkan.
Karena tidak mencerminkan aliran fisik barang yang sebenarnya.
Karena selalu menghasilkan laba kotor yang terlalu rendah.
Karena hanya cocok untuk perusahaan jasa.
Karena bertentangan dengan prinsip kehati-hatian.
PT Bahari menggunakan sistem perpetual. Pada tanggal 1 Agustus, mereka memiliki 20 unit barang Y @ Rp 10.000. Pada 5 Agustus, membeli 30 unit @ Rp 11.000. Pada 10 Agustus, menjual 35 unit. Jika PT Bahari menggunakan metode FIFO, berapa nilai persediaan barang Y per 10 Agustus?
Rp 150.000
Rp 165.000
Rp 175.000
Rp 200.000
Rp 220.000
Sebuah perusahaan baru berdiri dan ingin memilih metode penilaian persediaan. Manajemen memprediksi bahwa harga beli barang dagangan cenderung akan stabil dalam beberapa tahun ke depan, tetapi ada kemungkinan fluktuasi kecil. Jika perusahaan menginginkan nilai persediaan akhir di neraca yang paling mendekati harga pasar saat ini, metode mana yang paling tepat untuk digunakan?
FIFO, karena mencerminkan biaya terbaru di persediaan akhir.
LIFO, karena membebankan biaya terbaru ke HPP.
Rata-rata bergerak, karena menghaluskan efek fluktuasi harga.
Periodik, karena mudah diterapkan.
Identifikasi khusus, karena sangat akurat untuk setiap barang.
