Font size
WorksheetsRefleksi Awal - MGMP MTK
Total questions: 14
Worksheet time: 10mins
Sebuah persamaan linear satu variabel dituliskan sebagai 2x + 3 = 11. Berapa nilai x?
Mengingat
Memahami
Menerapkan
Menganalisis
Mengevaluasi
Jika panjang salah satu sisi segitiga siku-siku adalah 3 cm dan panjang sisi lainnya adalah 4 cm, berapa panjang sisi miringnya?
Mengingat
Memahami
Menerapkan
Menganalisis
Mengevaluasi
Dari data berikut: 2, 3, 5, 7, 11, berapa rata-rata dari data tersebut?
Mengingat
Memahami
Menerapkan
Menganalisis
Mengevaluasi
Sebuah data memiliki nilai rata-rata 20 dan nilai modus 15. Apa yang bisa disimpulkan tentang data tersebut?
Mengingat
Memahami
Menerapkan
Menganalisis
Mengevaluasi
Apa yang harus dipertimbangkan saat memilih jenis asesmen untuk siswa?
Hanya jenis asesmen yang paling mudah
Tujuan pembelajaran dan karakteristik siswa
Hanya jenis asesmen yang biasa digunakan guru
Jenis asesmen yang paling umum digunakan
Mengapa penting untuk menggunakan berbagai alat asesmen dalam pembelajaran?
Agar siswa tidak merasa bosan
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang kemampuan siswa
Karena semua alat asesmen sama efektifnya
Agar guru tidak perlu mengajar dengan baik
Apa yang harus dilakukan jika hasil asesmen menunjukkan bahwa banyak siswa yang tidak memahami materi?
Mengulangi materi tanpa perubahan
Menganalisis kesalahan dan merancang ulang pengajaran
Mengabaikan hasil tersebut
Mengganti materi pelajaran
Rancanglah sebuah asesmen yang dapat mengukur kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika!
Ujian pilihan ganda dengan satu jenis soal
Proyek kelompok yang melibatkan penyelesaian masalah nyata
Kuis dengan pertanyaan definisi
Ujian lisan tanpa persiapan
Model pembelajaran mana yang paling tepat untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dalam matematika?
Pembelajaran langsung
Pembelajaran berbasis proyek
Pembelajaran kooperatif
Pembelajaran berbasis masalah
Apa yang harus dilakukan guru untuk mengadaptasi materi ajar matematika agar sesuai dengan tujuan pembelajaran?
Menggunakan buku teks yang sama setiap tahun
Mengubah materi sesuai dengan kebutuhan siswa
Mengabaikan umpan balik siswa
Mengajarkan semua materi secara bersamaan
Apa langkah pertama dalam menganalisis tujuan pembelajaran matematika?
Menentukan materi yang akan diajarkan
Mengidentifikasi kebutuhan siswa
Menghitung nilai ujian
Menggunakan teknologi
Apa yang harus dilakukan guru untuk mengevaluasi efektivitas model pembelajaran yang digunakan?
Menghitung jumlah siswa yang hadir
Mengumpulkan umpan balik dari siswa dan hasil belajar
Menggunakan satu jenis ujian
Mengabaikan hasil belajar siswa
Bagaimana cara guru dapat mengadaptasi materi ajar untuk siswa dengan kebutuhan khusus dalam matematika?
Mengabaikan kebutuhan mereka
Menyediakan materi yang lebih sulit
Menyediakan materi yang sesuai dengan kemampuan mereka
Menggunakan satu metode pengajaran untuk semua siswa
Perhatikan cerita di bawah ini!
Bu Sari adalah seorang guru kelas 5 di SD Harapan Bangsa. Minggu ini, Bu Sari mengajar materi tentang Pecahan. Bu Sari menggunakan metode ceramah dan latihan soal di papan tulis. Untuk mengukur pemahaman murid setelah selesai menjelaskan konsep dasar pecahan, Bu Sari kemudian melakukan penilaian formatif dengan kuis individu yaitu 5 soal pilihan ganda tentang pecahan. Berdasarkan penilaian formatif tersebut, diketahui dari sejumlah 30 murid, hanya 6 murid yang menjawab dengan benar, sedangkan murid lainnya belum mampu menyederhanakan pecahan dan menemukan pecahan yang setara. Melihat hasil tersebut, Bu Sari menyadari bahwa metode ceramah dan latihan soal saja tidak cukup efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran dan pemahaman mendalam pada murid, selain itu sebagian besar murid di kelasnya juga memiliki gaya belajar visual dan kinestetik. Berdasarkan hasil refleksi tersebut, Bu Sari memutuskan untuk mencoba menggunakan Media Pembelajaran dan model Problem Based Learning pada pertemuan berikutnya.
Bu Sari membawa kue ulang tahun mainan yang dapat dipotong menjadi beberapa bagian serta potongan karton berbentuk lingkaran dan persegi yang dibagi dalam berbagai bagian. murid diminta bekerja dalam kelompok kecil untuk menyusun potongan-potongan tersebut dan menemukan pecahan senilai secara langsung melalui aktivitas manipulatif. Ia juga menggunakan permainan edukatif "Pasangan Pecahan Senilai" di mana murid mencocokkan dua potongan yang memiliki nilai yang sama. Selanjutnya murid menganalisis studi kasus penerapan konsep pecahan dalam kehidupan sehari-hari melalui video pembelajaran, murid memecahkan masalah pada video secara berkelompok.
Bu Sari kembali melakukan penilaian formatif dengan tes unjuk kerja, yaitu murid mendemonstrasikan pecahan senilai menggunakan kertas karton dan menjelaskannya secara lisan. Berdasarkan penilaian formatif ini, diketahui hasil penilaian meningkat signifikan dibandingkan dengan hasil penilaian formatif sebelumnya. Sejumlah 25 dari 30 murid mampu menunjukan pecahan senilai dengan tepat menggunakan media pembelajaran. Bahkan, murid yang sebelumnya kesulitan menjadi lebih aktif dan kritis saat menggunakan media pembelajaran pecahan.
Bu Sari menyadari bahwa penilaian formatif bersifat berkelanjutan penting dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan mencapai tujuan pembelajaran.
Setelah membaca cerita tersebut, bagaimana pendapat Bapak/Ibu terhadap fungsi dari penilaian formatif dalam pembelajaran?
