wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz Pembuatan Laporan Pengawasan Konstruksi Perumahan

Total questions: 30

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang dimaksud dengan bobot pekerjaan dalam pengawasan konstruksi?

a)

Persentase dari setiap jenis pekerjaan

b)

Durasi waktu pekerjaan

c)

Nilai total proyek

d)

Jumlah tenaga kerja

2.

Mengapa penting untuk menghitung progres fisik di lapangan?

a)

Untuk menentukan biaya proyek

b)

Untuk mengontrol anggaran dan alokasi dana

c)

Untuk membuat laporan mingguan

d)

Untuk menentukan jenis bahan yang dibutuhkan

3.

Apa yang harus dilakukan setelah mengidentifikasi seluruh jenis pekerjaan?

a)

Menghitung kebutuhan bahan

b)

Membuat time schedule

c)

Menyusun laporan harian

d)

Menghitung RAB

4.

Apa yang dimaksud dengan time schedule dalam proyek konstruksi?

a)

Jadwal terperinci pekerjaan

b)

Daftar bahan yang dibutuhkan

c)

Laporan harian

d)

Analisis masalah

5.

Apa bentuk grafik yang menggambarkan akumulasi persentase bobot pekerjaan terhadap waktu?

a)

Bagan Progres

b)

Gantt Chart

c)

Kurva S

d)

Diagram Alir

6.

Mengapa penting untuk memperhatikan ketergantungan antar pekerjaan saat menyusun time schedule?

a)

Agar semua pekerjaan selesai bersamaan

b)

Untuk menghindari pemborosan bahan

c)

Agar proyek selesai tepat waktu

d)

Untuk mengurangi jumlah tenaga kerja

7.

Apa prinsip dasar dalam menghitung kebutuhan bahan?

a)

Menghitung waktu yang dibutuhkan

b)

Membuat daftar semua pekerja

c)

Menghitung total biaya proyek

d)

Menggunakan analisa harga satuan pekerjaan

8.

Dalam perhitungan kebutuhan bata, jika luas dinding adalah 50 m² dan kebutuhan bata per m² adalah 70, berapa total kebutuhan bata?

a)

3500 buah

b)

2500 buah

c)

5000 buah

d)

7000 buah

9.

Apa yang harus dicatat dalam laporan harian?

a)

Hanya jumlah tenaga kerja

b)

Cuaca dan kendala

c)

Hanya jenis pekerjaan

d)

Hanya progres fisik

10.

Apa isi dari laporan mingguan?

a)

Ringkasan biaya proyek

b)

Ringkasan pekerjaan mingguan

c)

Ringkasan pekerjaan harian

d)

Ringkasan pekerjaan bulanan

11.

Apa yang harus dianalisis dalam laporan mingguan?

a)

Jumlah tenaga kerja

b)

Kondisi cuaca

c)

Kebutuhan bahan

d)

Progres kumulatif

12.

Apa yang menjadi fokus utama dalam laporan bulanan?

a)

Progres fisik dan keuangan

b)

Kendala yang dihadapi

c)

Jumlah tenaga kerja

d)

Rencana waktu

13.

Apa yang harus dilakukan jika ada kendala dalam proyek?

a)

Membuat laporan harian

b)

Menghentikan proyek

c)

Mencatat dan mencari solusi

d)

Mengabaikannya

14.

Diketahui Analisis Harga Satuan 1 m3 pekerjaan pemasangan batu kosong

Bahan : 1,2 m3 Batu belah ukuran 10-15 cm & 15-20 cm; 0,3 m3 Pasir Urug

Tenaga Kerja : 0,78 Pekerja; 0,39 Tukang Batu; 0,039 Kepala Tukang

Berdasarkan analisis tersebut,

1 orang tukang batu dapat mengerjakan pekerjaan pemasangan batu kosong berapa m3?

a)

2,35 m3

b)

2,56 m3

c)

2,75 m3

d)

2,86 m3

15.

Dalam sebuah laporan mingguan, pengawas mencatat kemajuan pekerjaan pemasangan bata sebesar 25% dari total target. Jika target pekerjaan adalah 400 m2 dan satu tim pekerja dapat menyelesaikan 20 m2 per hari, berapakah jumlah hari kerja yang dibutuhkan untuk mencapai kemajuan tersebut?

a)

4 hari

b)

5 hari

c)

6 hari

d)

7 hari

16.

Apa yang menjadi dasar pembuatan laporan pengawasan?

a)

Progres fisik

b)

Kebutuhan bahan

c)

Bobot pekerjaan

d)

Rencana anggaran biaya

17.

Apa yang harus dilakukan setelah menghitung kebutuhan bahan?

a)

Membuat laporan harian

b)

Memverifikasi di lapangan

c)

Menghitung progres

d)

Menyusun time schedule

18.

1m2 Pasangan bata merah tebal 1/2 bata, 1 Pc : 3 Ps

Koefisien untuk pasir pasang adalah 0,032 satuan m3

Jika, volume pekerjaan pasang bata merah tebal 1/2 bata adalah 150 m2,

Berapakah kebutuhan pasir pasang?

a)

3,75 m3

b)

4,8 m3

c)

5,2 m3

d)

6,0 m3

19.

Apa yang menjadi tujuan dari membuat laporan pengawasan konstruksi?

a)

Menghitung biaya proyek

b)

Mencatat semua kegiatan

c)

Menyusun rencana waktu

d)

Menjadi bukti tertulis kegiatan

20.

Apa yang harus diperhatikan saat menyusun rencana anggaran biaya?

a)

Daftar semua jenis pekerjaan

b)

Estimasi waktu penyelesaian

c)

Semua biaya yang terkait

d)

Analisis risiko proyek

21.

Apa yang dimaksud dengan analisis risiko dalam proyek konstruksi?

a)

Pengaturan jadwal kerja

b)

Penyusunan laporan harian

c)

Perhitungan biaya proyek

d)

Identifikasi potensi masalah

22.

Apa yang dimaksud dengan analisis progres dalam proyek konstruksi?

a)

Evaluasi waktu penyelesaian

b)

Pengukuran hasil kerja dibandingkan rencana

c)

Perhitungan biaya yang dikeluarkan

d)

Penyusunan laporan akhir proyek

23.

Pengawas menemukan bahwa material semen yang disimpan di lokasi proyek terkena air hujan,

mengakibatkan 10% dari total stok menjadi rusak.

Jika stok awal adalah 50 sak semen dan harga per sak adalah Rp50.000,00,

berapakah total kerugian material yang harus dicatat dalam laporan harian?

a)

Rp. 200.000,-

b)

Rp. 225.000,-

c)

Rp. 250.000,-

d)

Rp. 275.000,-

24.

Apa yang harus dilakukan jika progres proyek tidak sesuai dengan rencana?

a)

Menunda proyek hingga waktu yang tidak ditentukan

b)

Menambah jumlah tenaga kerja

c)

Membuat laporan dan mencari solusi

d)

Mengubah rencana anggaran

25.

Dalam metode Kurva 'S', manakah yang menjadi sumbu vertikal (y-axis)

dan sumbu horizontal (x-axis) pada grafik kemajuan proyek?

a)

y-axis: Kemajuan Fisik/Kumulatif, x-axis: Durasi

b)

y-axis: Biaya Komulatif, x-axis: Kemajuan Fisik

c)

y-axis: Biaya Komulatif, x-axis: Durasi waktu

d)

y-axis: Jumlah Tenaga Kerja, x-axis: Kemajuan Fisik

26.

Dalam laporan pengawasan harian, pengawas mencatat adanya tiga kecelakaan kerja ringan.

Apa tindakan yang harus diambil oleh pengawas dan didokumentasikan dalam laporan?

a)

Memberikan sanksi langsung kepada pekerja yang terlibat tanpa penyelidikan.

b)

Mendokumentasikan penyebab kecelakaan, tindakan pertolongan, dan langkah pencegahan yang akan diambil di masa depan.

c)

Mencatat kejadiannya saja tanpa detail lebih lanjut karena bukan kecelakaan fatal.

d)

Menyembunyikan informasi kecelakaan agar tidak memperburuk citra proyek.

27.

Dalam laporan pengawasan, apa yang dimaksud dengan 'pekerjaan minor'

dan mengapa pengawas harus tetap mencatatnya meskipun dampaknya kecil?

a)

Pekerjaan minor adalah pekerjaan yang tidak memerlukan tenaga kerja banyak; dicatat untuk tujuan administratif saja.

b)

Pekerjaan minor adalah pekerjaan dengan biaya rendah; dicatat untuk memastikan pengeluaran proyek tetap terkendali.

c)

Pekerjaan minor adalah pekerjaan yang tidak memiliki bobot proyek; dicatat sebagai catatan tambahan untuk kontraktor.

d)

Pekerjaan minor adalah pekerjaan non-struktural yang tidak kritis; dicatat untuk melacak kemajuan harian dan mengidentifikasi potensi masalah yang bisa menjadi besar di masa depan.

28.

Pada laporan kemajuan mingguan, pengawas mencatat bahwa pekerjaan atap perumahan mengalami keterlambatan.

Jika target kemajuan atap adalah 80% pada minggu ke-10, tetapi realisasinya baru mencapai 65%,

berapakah selisih persentase keterlambatan yang harus dilaporkan?

a)

15 %

b)

20 %

c)

25 %

d)

30 %

29.

Jika seorang pengawas mencatat deviasi pada ketinggian lantai beton sebesar +2.5 cm dari elevasi rencana,

tindakan korektif apa yang paling tepat untuk dicatat dalam laporan?

a)

Mengubah rencana elevasi untuk menyesuaikan dengan kondisi aktual.

b)

Menginstruksikan pemotongan atau grinding permukaan beton yang terlalu tinggi untuk mencapai elevasi yang diinginkan.

c)

Mencatat deviasi tetapi tidak mengambil tindakan apapun karena dianggap minor.

d)

Menambahkan lapisan beton tambahan pada area yang terlalu rendah agar beton tetap rata.

30.

Dalam konteks laporan pengawasan, apa yang dimaksud dengan 'as-built drawing' dan mengapa ini penting?

a)

Gambar yang digunakan untuk mengajukan izin bangunan kepada pemerintah daerah.

b)

Gambar yang dibuat untuk mereplikasi desain bangunan yang sudah ada.

c)

Gambar yang mencatat semua perubahan desain dan konstruksi selama proyek berlangsung

d)

Gambar yang digunakan oleh arsitek untuk visualisasi 3D proyek.