WorksheetsKeterampilan dan Kemauan dalam Coaching
Total questions: 10
Worksheet time: 10mins
Seorang anggota tim penjualan, Rian, secara konsisten melampaui target penjualannya (Keterampilan Tinggi), namun akhir-akhir ini ia sering datang terlambat dan tampak tidak bersemangat dalam rapat tim (Kemauan Rendah). Berdasarkan Matriks Keterampilan vs. Kemauan, pendekatan apa yang paling tepat untuk Rian?
Memberikan instruksi langkah demi langkah yang lebih ketat untuk meningkatkan disiplinnya (Directing).
Mendelegasikan proyek baru yang lebih menantang untuk memberinya otonomi (Delegating/Mentoring).
Mengadakan sesi coaching untuk menggali akar penyebab demotivasinya dan menghubungkan kembali pekerjaannya dengan tujuannya (Coaching).
Memberikan bimbingan teknis tambahan dan membangun kepercayaan dirinya (Coaching & Directing).
Anda sedang melakukan sesi coaching dengan model GROW. Anda sudah menetapkan Goal yang spesifik. Sekarang, Anda ingin memahami situasi saat ini secara mendalam. Pertanyaan manakah yang paling efektif untuk fase Reality?
"Jika tidak ada batasan sama sekali, langkah ideal apa yang akan kamu ambil?"
"Langkah spesifik apa yang akan kamu lakukan sebelum pertemuan kita minggu depan untuk mencapai tujuan itu?"
"Apa saja hambatan terbesar yang kamu hadapi saat ini dalam mencapai target tersebut?"
"Selain solusi yang sudah kita diskusikan, alternatif lain apa yang mungkin ada?"
Seorang supervisor ingin membantu anggota tim juniornya, Dina, dalam merencanakan pengembangan kariernya untuk 2-3 tahun ke depan. Supervisor tersebut memiliki banyak pengalaman di industri dan ingin membagikan wawasannya. Pendekatan dan kerangka kerja yang paling sesuai adalah...
Coaching dengan model GROW, berfokus pada target kinerja Dina bulan ini.
Mentoring dengan model SARL, di mana supervisor berbagi cerita tentang pengalamannya mengatasi tantangan karier.
Umpan balik dengan model SBI, dengan fokus pada perilaku Dina selama presentasi terakhirnya.
Directing, dengan memberikan daftar tugas yang harus diselesaikan Dina untuk promosi.
Saat memberikan umpan balik menggunakan model SBI, seorang manajer berkata kepada stafnya: "Saat rapat dengan klien kemarin (Situation), kamu terlihat kurang persiapan (Behavior), yang membuat kita hampir kehilangan proyek tersebut (Impact)." Apa kelemahan utama dari penyampaian umpan balik ini?
Impact yang disampaikan terlalu negatif dan dapat menurunkan motivasi.
Situation yang disebutkan kurang spesifik mengenai waktu dan tempatnya.
Behavior yang dideskripsikan bersifat penilaian ("kurang persiapan") bukan fakta yang dapat diamati.
Seharusnya diakhiri dengan pertanyaan coaching untuk membuka diskusi.
Menurut modul, "Jebakan Umum dalam Coaching" salah satunya adalah "Jawaban Tersirat". Manakah dari pertanyaan berikut yang merupakan contoh paling jelas dari jebakan tersebut?
"Menurutmu, apa langkah pertama yang bisa kamu ambil untuk mengatasi ini?"
"Bagaimana jika kita mencoba mendekati klien X terlebih dahulu, bukankah itu ide yang bagus?"
"Bisa ceritakan lebih lanjut tentang tantangan yang kamu hadapi dengan sistem CRM yang baru?"
"Apa saja pilihan yang kamu miliki untuk
Manakah dari tindakan berikut yang paling mencerminkan peran sebagai "Konektor"?
Menominasikan mentee untuk program pengembangan talenta internal.
Memberikan umpan balik positif tentang kinerja mentee kepada manajemen senior.
Memperkenalkan mentee kepada kepala departemen lain yang relevan dengan jalur kariernya.
Membantu mentee menyusun rencana pengembangan pribadi untuk 6 bulan ke depan.
Seorang anggota tim baru menunjukkan semangat yang sangat tinggi dan kemauan belajar yang kuat, namun ia belum menguasai semua proses teknis yang diperlukan untuk pekerjaannya (Keterampilan Rendah, Kemauan Tinggi). Pendekatan yang paling efektif menurut modul adalah...
Murni Coaching untuk membantunya menemukan solusi sendiri.
Murni Mentoring untuk pengembangan jangka panjang.
Kombinasi Directing (arahan teknis yang jelas) dan Coaching (untuk membangun kepercayaan diri).
Delegating, memberinya tanggung jawab penuh untuk mempercepat pembelajaran.
Apa perbedaan paling fundamental antara fokus utama Coaching dan Mentoring seperti yang dijelaskan dalam modul?
Coaching didorong oleh Coachee, sedangkan Mentoring selalu didorong oleh Mentor.
Coaching berakar dari psikologi olahraga, sedangkan Mentoring dari model magang (apprenticeship).
Coaching berfokus pada pengembangan kapabilitas jangka panjang, sedangkan Mentoring pada kinerja jangka pendek.
Coaching berfokus pada optimalisasi kinerja spesifik (Performance-Driven), sedangkan Mentoring pada pengembangan karier dan wawasan (Development-Driven).
Dalam menerapkan model GROW untuk menangani kinerja yang buruk, apa penekanan utama pada tahap Will (Komitmen)?
Menerima jawaban "Saya akan coba" sebagai bentuk komitmen awal.
Memastikan komitmen tersebut terdokumentasi dengan jadwal tindak lanjut yang jelas dan terukur.
Mengeksplorasi sebanyak mungkin pilihan tindakan korektif sebelum meminta komitmen.
Fokus pada data dan fakta, bukan opini, saat membangun komitmen.
Formula 3T digunakan untuk membantu memutuskan kapan menggunakan Coaching vs. Mentoring. Seorang supervisor perlu membantu anggotanya yang sangat berpotensi (Talenta) untuk mempersiapkan diri mengambil peran yang lebih besar dalam 2 tahun ke depan (Trajektori Karier). Pendekatan mana yang paling sesuai menurut formula 3T?
Coaching, karena berfokus pada Tugas, Tenggat, dan Target yang jelas.
Mentoring, karena berfokus pada Talenta, Trajektori, dan Transformasi.
Keduanya tidak cocok, seharusnya menggunakan pendekatan Directing.
Coaching dan Mentoring harus digunakan dengan porsi yang sama persis.
