wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz Rotasi Departement OBGYN 1

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.
Seorang perempuan 24 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 10 minggu datang dengan perdarahan pervaginam disertai kram perut. Pemeriksaan fisik: serviks terbuka, keluar jaringan dari ostium uteri. Diagnosis yang paling mungkin adalah:
a)
Abortus imminens
b)
Abortus inkomplet
c)
Abortus komplet
d)
Kehamilan ektopik terganggu
e)
Mola hidatidosa
2.
Perempuan 32 tahun datang dengan amenore 6 minggu, nyeri perut bawah kanan, dan spotting. Pemeriksaan: nyeri tekan adneksa kanan, tes kehamilan positif. Pemeriksaan fisik khas pada kasus ini adalah:
a)
Nyeri goyang serviks negative
b)
Nyeri goyang serviks positif
c)
Nyeri tekan hipokondrium kanan
d)
Perut menonjol simetris
e)
Fundus uteri sesuai usia kehamilan
3.
Perempuan 27 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 8 minggu dengan perdarahan sedikit. Tes kehamilan positif. Pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menilai viabilitas janin adalah:
a)
Pemeriksaan Hb
b)
Foto abdomen
c)
USG transvaginal
d)
Pemeriksaan β-hCG urin
e)
CT-scan pelvis
4.
Perempuan 28 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 36 minggu dengan tekanan darah 170/110 mmHg, proteinuria +3, sakit kepala hebat, dan pandangan kabur. Tatalaksana utama adalah:
a)
Tirah baring total
b)
Terminasi kehamilan segera
c)
Terapi antihipertensi oral
d)
Suplementasi kalsium
e)
Kortikosteroid prenatal
5.
Perempuan 30 tahun dengan riwayat persalinan pervaginam sulit. Beberapa jam kemudian pasien syok, uterus tidak teraba, plasenta masih dalam rahim. Komplikasi yang terjadi adalah:
a)
Retensio plasenta
b)
Solusio plasenta
c)
Inversio uteri
d)
Ruptur uteri
e)
Atoni uteri
6.
Seorang perempuan 45 tahun datang dengan perdarahan pervaginam pascamenopause. Tidak ada nyeri perut. Pemeriksaan ginekologi: uterus normal, tidak ada massa adneksa. Diagnosis yang paling perlu dipikirkan adalah:
a)
Mioma uteri
b)
Polip serviks
c)
Karsinoma endometrium
d)
Endometriosis
e)
Kehamilan ektopik
7.
Perempuan 40 tahun dengan perdarahan pervaginam pascamenopause. Pemeriksaan penunjang utama untuk menegakkan diagnosis adalah:
a)
USG transabdominal
b)
Kuretase fraksional / biopsi endometrium
c)
Pemeriksaan β-hCG
d)
Histerosalpingografi
e)
Foto polos abdomen
8.
Perempuan 35 tahun, G3P2A0, usia kehamilan 20 minggu, datang dengan perdarahan tanpa nyeri perut. Pemeriksaan: fundus sesuai usia kehamilan, DJJ positif. Diagnosis placenta previa ditegakkan. Tatalaksana yang tepat adalah:
a)
Terminasi kehamilan segera
b)
Rawat inap dan observasi
c)
Induksi persalinan
d)
Seksio sesarea segera
e)
Pemberian uterotonika
9.
Perempuan 25 tahun, G2P1, usia kehamilan 39 minggu, inpartu kala II lama. Setelah bayi lahir, terjadi perdarahan masif. Uterus lembek, tinggi fundus meningkat. Komplikasi yang paling mungkin adalah:
a)
Retensio plasenta
b)
Solusio plasenta
c)
Ruptur uteri
d)
Atoni uteri
e)
Plasenta previa
10.
Perempuan 19 tahun datang dengan benjolan pada payudara kiri sejak 3 bulan, tidak nyeri, konsistensi kenyal, dapat digerakkan, permukaan halus. Diagnosis paling mungkin adalah:
a)
Karsinoma mammae
b)
Mastitis supuratif
c)
Fibrosis mammae
d)
Fibroadenoma mammae
e)
Abses mammae