NEW
Font size
S
M
L
XL
WorksheetsPRETEST Departement OBGYN 2
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Name
Class
Date
1.
Perempuan 29 tahun, G1P0A0 usia kehamilan 34 minggu datang dengan keluhan gerakan janin berkurang. Pemeriksaan Leopold: kepala janin di fundus, bokong di bawah, DJJ terdengar di perut atas kanan. Presentasi janin yang paling mungkin adalah:
a)
Presentasi kepala
b)
Presentasi bokong
c)
Presentasi dahi
d)
Presentasi wajah
e)
Presentasi bahu
2.
Perempuan 36 tahun, G2P1A0 usia kehamilan 28 minggu dengan ketuban pecah dini. Tidak ada tanda infeksi. Tatalaksana yang tepat pada kasus adalah:
a)
Induksi persalinan segera
b)
Rawat inap, pemberian antibiotik, kortikosteroid
c)
Seksio sesarea segera
d)
Terminasi kehamilan
e)
Uterotonika
3.
Perempuan 35 tahun, G3P2A0 usia kehamilan 38 minggu dengan riwayat seksio sesarea sebelumnya, mengalami kontraksi kuat. Tiba-tiba nyeri perut hebat, syok, DJJ tidak terdengar. Diagnosis komplikasi tersering adalah:
a)
Solusio plasenta
b)
Atoni uteri
c)
Ruptur uteri
d)
Inversio uteri
e)
Perdarahan antepartum
4.
Seorang perempuan 25 tahun datang dengan keluhan menstruasi banyak, haid teratur, nyeri perut bawah. Pemeriksaan fisik: uterus membesar, teraba nodul padat. Diagnosis yang paling mungkin adalah:
a)
Adenomiosis
b)
Mioma uteri
c)
Endometriosis
d)
Polip endometrium
e)
Karsinoma serviks
5.
Perempuan 24 tahun, G0P0A0, keluhan nyeri hebat saat haid, infertilitas 2 tahun. Pemeriksaan dalam: nyeri tekan di forniks posterior. Pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis adalah:
a)
Laparoskopi
b)
HSG
c)
USG transabdominal
d)
CT scan pelvis
e)
MRI
6.
Perempuan 30 tahun, G2P1 usia kehamilan 37 minggu, datang dengan ketuban pecah dini disertai tanda korioamnionitis (demam, nyeri tekan uterus, cairan berbau). Tatalaksana yang tepat adalah:
a)
Observasi ketat
b)
Antibiotik saja
c)
Terminasi kehamilan segera
d)
Kortikosteroid
e)
Rawat inap konservatif
7.
Perempuan 19 tahun datang dengan perdarahan setelah berhubungan seksual. Pemeriksaan serviks menunjukkan lesi ulseratif mudah berdarah. Diagnosis yang paling mungkin adalah:
a)
Erosi serviks
b)
Polip serviks
c)
Karsinoma serviks
d)
Endometritis
e)
Klamidia servisitis
8.
Perempuan 35 tahun, G0P0, memiliki faktor risiko kanker serviks. Pemeriksaan skrining yang paling sesuai untuk deteksi dini adalah:
a)
Biopsi serviks
b)
USG transvaginal
c)
Pap smear
d)
MRI pelvis
e)
HSG
9.
Perempuan 28 tahun dengan mola hidatidosa yang telah dilakukan kuretase 6 minggu lalu. Pemeriksaan follow-up menunjukkan β-hCG meningkat. Komplikasi yang mungkin terjadi adalah:
a)
Infertilitas
b)
Koriokarsinoma
c)
Endometritis
d)
Mioma uteri
e)
Abses tuba
10.
Perempuan 22 tahun, G1P0A0 usia kehamilan 12 minggu datang dengan hiperemesis gravidarum berat. Pasien dehidrasi, hipotensi, hipokalemia. Tatalaksana awal yang tepat adalah:
a)
Vitamin B6 oral
b)
Rehidrasi intravena dan koreksi elektrolit
c)
Induksi persalinan
d)
Antibiotik
e)
Antiemetik suppositoria
Reset
