WorksheetsAsessment UH_Tahap 1
Total questions: 25
Worksheet time: 13mins
Dalam Bahasa Arab, lafazh Hadits (حَدِيْثٌ) bentuk jamaknya Ahadits (أَحَادِيْثٌ). secara bahasa memiliki pengertian seperti disebutkan di bawah ini, kecuali .....
اَلَجدِيْدُ (yang baru),
kebalikan dari اَلْقَدِيْمُ (yang lama),
اَلْقَرِيْبُ (yang dekat: yang belum lama terjadi)
اَلْخَبَرُ (khabar/berita)
Kebalikan dari اَلْقَرِيْبُ (yang dekat: yang belum lama terjadi)
Secara istilah, hadits bisa didefinisikan dengan .....
Segala sesuatu yang disandarkan pada Nabi baik berupa ucapan, perbuatan, sifat maupun ketetapan.
Segala sesuatu yang disandarkan pada Allah SWT. baik berupa ucapan, perbuatan, sifat maupun ketetapan.
Segala sesuatu yang disandarkan pada Shahabat baik berupa ucapan, perbuatan, sifat maupun ketetapan.
Segala sesuatu yang disandarkan pada Tabi’in baik berupa ucapan, perbuatan, sifat maupun ketetapan.
Segala sesuatu yang disandarkan pada Allah, Nabi dan Shahabat baik berupa ucapan, perbuatan, sifat maupun ketetapan.
Yang bukan merupakan bagian-bagian hadits adalah .....
Matan
Rawi
Sanad
Mukharrij
Mudallis
Orang yang menukil, memindahkan atau menuliskan hadits dengan sanadnya baik itu laki-laki maupun perempuan disebut dengan .....
Matan
Rawi
Sanad
Mukharrij
Musnad
Rantai para periwayat hadits (para rawi) yang menghubungkan pada matan hadits (isi hadits), yang bersambung sampai sumber penukilnya disebut dengan .....
Matan
Rawi
Sanad
Mukharrij
Mu’allaq.
Orang yang meriwayatkan hadits dengan menyandarkan pada para perawi yang mukhrij disebut dengan .....
Matan
Rawi
Sanad
Mukharrij
Mursal.
Perkataan yang diover oleh sanad yang terakhir dalam sebuah hadits atau isi materi suatu hadits disebut dengan ....
Matan
Rawi
Sanad
Mukharrij
Munqathi’.
Jika ada hadits yang diriwayatkan dengan mempergunakan redaksi periwayatan: حَدَّثَنِى atau حّدَّثَنَا (seorang telah bercerita kepada ku/kami), atau أَخْبَرَنِى atau أَخْبَرَنَا (seorang telah mengkhabarkan kepada ku/kami), atau سَمِعْتُ فُلآَنَا (saya telah mendengar seorang), atau أَنْبَأَنَا (seorang telah memberitakan kepada kami), ذَكَرَلَنَافُلاَن (seorang telah menuturkan kepada kami), atau قَالَ لَنَا فُلاَن (seorang telah berkata kepada kami), maka hadits tersebut di riwayatkan dengan metode .....
As Sama’ (السماع),
Al ‘Ardu (العرض),
Al Ijazah (الاجازة),
Al Munawalah (المناولة)
Al Mukatabah (المكاتبة)
Hadits yang diriwayatkan dari Nabi SAW. dan beliau menyandarkan kepada Allah Ta’ala disebut dengan .....
Hadits Nabi
Hadits Qauli
Hadits Fi’liyyah
Hadits Qudsi
Hadits Taqririyah
Kita mengenal ada Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi. Yang bukan merupakan perbedaan diantara keduanya adalah .....
Hadits nabi sanadnya berakhir kepada Rasulullah SAW., sedangkan hadits qudsi berlanjut sandanya sampai kepada Allah SWT.
Hadits qudsi dinisbahkan kepada Allah Ta’ala, dan hadits nabi disandarkan kepada Rasulullah SAW.
Hadits qudsi jumlahnya tak sebanyak hadits nabi.
Semua pilihan benar
Semua pilihan salah
Hadits qudsi memiliki ciri khas dan memiliki tema utama yang dikandungnya. Seperti disebutkan dalam pilihan di bawah ini, kecuali .....
Menekankan ketauhidan atau kepercayaan kepada Allah Ta’ala, dengan membersihkan keyakinan dari bentuk-bentuk syirik dan keraguan serta menerangkan keagungan-Nya,
Pelaksanaan ibadah yang baik dengan penuh keihlasan mengharap ridha-Nya serta kekhusyukan dalam shalat, shaum, zakat, haji, zikir, dan amalan lainnya,
Persiapan menghadapi hari akhir dengan apa-apa yang disyariatkan kepada para hamba,
Berisi tentang kisah para nabi saja.
Mengabdikan sepenuhnya di jalan Allah SWT. dengan menerima ketetapan-Nya, mencintai perintah-Nya, menjunjung diri demi ketaatan kepada-Nya.
Dilihat dari sumber penyandarannya, hadits nabi dibagi menjadi beberapa bagian. Setiap hadits yang dinisbahkan kepada Nabi SAW., baik perkataan, pekerjaan, taqrir (ketetapan) atau sifat disebut dengan hadits …..
Hadits marfu’.
Hadits mauquf.
Hadits maqtu’.
Hadits mudallas.
Hadits munqathi’.
Sedangan setiap hadis yag dinisbahkan kepada Shahabat, baik berupa perkataan, perbuatan atau berupa taqrir disebut dengan hadits .....
Hadits marfu’.
Hadits mauquf.
Hadits maqtu’.
Hadits mudallas.
Hadits munqathi’.
Jika dilihat dari isi matannya, hadits nabi dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya adalah .....
Hadits marfu, hadits mauquf dan hadits maqtu’.
Hadits qudsi dan hadits nabawi.
Hadits qudsi dan hadits ilahi.
Hadits qauliyyah, hadits fi’liyyah dan hadits taqririyyah.
Hadits mu’an ‘an dan hadits mu’annan.
Jika sebuah hadits diawali dengan dengan lafazh Qoola Rasulullahi (قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ), atau “Anin Nabiyi SAW Qoola” (عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ), atau “Rasulullahi Yaqquulu” (رَسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يقول), maka hadits tersebut disebut dengan hadits .....
Marfu’.
Mauquf.
Qauliyyah.
Fi’liyyah.
Taqririyah.
Jika suatu hadits menggunakan ungkapan awal berupa lafadz “Ra-aitu”, artinya “Aku Melihat ….”, atau atau berupa lafazh “Anna Rasulullah Kana”, yang artinya “Sesungguhnya Rasulullah …”, maka hadits tersebut termasuk hadits .....
Marfu’.
Mauquf.
Qauliyyah.
Fi’liyyah.
Taqririyah.
Jika kita membaca hadits berikut:
Dari Jabir bin Abdillah ra., dia berkata,
رَأَيْتُ النبيَّ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ يَرْمِي علَى رَاحِلَتِهِ يَومَ النَّحْرِ، ويقولُ: لِتَأْخُذُوا مَنَاسِكَكُمْ، فإنِّي لا أَدْرِي لَعَلِّي لا أَحُجُّ بَعْدَ حَجَّتي هذِه.
“Aku melihat Rasulullah SAW melemparkan jumrahnya pada hari Nahr (hari raya Idul Adha) dan bersabda, “Hendaklah kalian pelajari manasik kalian dariku karena aku tidak tahu bisa jadi aku tidak akan bisa melaksanakan haji setelah hajiku ini”. [H.R. Muslim, No. 1297. Shahih.]
Dapat disimpulkan bahwa hadits tersebut termasuk hadits .....
Marfu’.
Mauquf.
Qauliyyah.
Fi’liyyah.
Taqririyah.
Hadits mutawatir memiliki beberapa kriteria, diantaranya adalah .....
Periwayatan yang disampaikan para rawi harus berdasarkan tangkapan panca indra
Jumlah rowi-rowinya harus mencapai suatu ketentuan yang tidak memungkinkan mereka bersepakat untuk berbohong
Adanya keseimbangan jumlah antara rawi-rawi dalam thabaqah pertama dengan jumlah rawi-rawi dalam thabaqah berikutnya.
Semua jawaban benar
semua opsi jawaban salah
Para ahli ushul membagi hadits mutawatir kepada dua bagian, yaitu …..
Hadits mutawatir lafdzi dan mutawatir taqriri.
Hadits mutawatir lafdzi dan mutawatir qauli
Hadits mutawatir lafdzi dan mutawatir ma’nawi.
Hadits mutawatir fi’li dan mutawatir ma’nawi.
Hadits mutawatir qauli dan mutawatir ma’nawi.
Hadits yang diriwayatkan oleh lebih dari dua jalan, tiga rawi atau lebih dan tidak sampai pada batasan mutawatir disebut dengan …..
Hadits ahad.
Hadits gharib.
Hadits masyhur.
Hadits syadz.
Haditz aziz
Hadits yang secara kualitas dinilai tingkatannya paling tinggi disebut dengan …..
Hadits ahad.
Hadits gharib.
Hadits masyhur.
Hadits shahih.
Haditz aziz
Yang tidak termasuk sayarat-syarat hadits shahih adalah .....
Sanadnya bersambung.
Para rawi (periwayat)nya adil dan dlabith.
Tidak ada syadz (keganjilan).
Tidak ada ilah (cacat).
Haditsnya harus memenuhi syarat mutawatir.
Yang dimaksud dengan adil dalam kriteria periwayat hadits shahih adalah .....
kemampuan seorang rawi untuk menghafal hadis dari gurunya
selalu mengajarkan hadits di manapun ia berada.
menentukan perkara-perkara hukum dengan bijaksana.
memegang teguh taqwa dan kehormatan diri, serta menjauhi perbuatan buruk, seperti syirik, kefasikan dan bid’ah.
Semua jawaban benar.
Hadits shahih dibagi menjadi dua bagian, yaitu …..
Hadits shahih lidzatihi dan liqaulihi.
Hadits shahih lidzatihi dan lifi’lihi.
Hadits shahih lidzatihi dan lighairihi.
Hadits shahih lighairihi dan liqaulihi.
Hadits shahih lidzatihi dan litaqririhi.
Suatu hadits disebutkan hadits dha’if bisa dikarenakan beberapa sebab, diantaranya karena …..
Cacatnya sanad.
Cacatnya rawi.
Cacatnya matan karena illat atau syadz.
Semua jawaban benar
Semua jawaban salah
