Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

GLS Fase E (19 Agustus 2025)

Total questions: 5

Worksheet time: 1hrs 15mins

Name
Class
Date
1.

Jangkrik (Gryllidae) adalah serangga yang termasuk dalam ordo Orthoptera, berkerabat dekat dengan belalang. Serangga ini memiliki tubuh silindris memanjang dengan sepasang antena panjang dan dua pasang sayap, di mana sayap depan tebal seperti perkamen dan sayap belakang tipis. Ciri khas jangkrik yang paling menonjol adalah suaranya yang nyaring, dihasilkan oleh gesekan antara sayap depan mereka yang khusus. Bunyi ini, yang dikenal sebagai stridulasi, berfungsi sebagai panggilan kawin untuk menarik betina dan sebagai penanda teritori. Jangkrik memiliki alat pendengar, atau timpana, yang terletak di kaki depan mereka, memungkinkan mereka mendeteksi frekuensi suara dari jangkrik lain.

Jangkrik merupakan hewan nokturnal yang aktif mencari makan di malam hari. Makanan mereka bervariasi, meliputi tumbuhan, serangga kecil, dan bahkan bangkai, menjadikannya serangga omnivora. Habitatnya tersebar luas, mulai dari padang rumput, semak belukar, hingga area perkotaan di mana mereka sering ditemukan di sekitar rumah atau lahan kosong. Siklus hidup jangkrik dimulai dari telur yang diletakkan di tanah, lalu menetas menjadi nimfa, dan akhirnya berkembang menjadi jangkrik dewasa. Perilaku jangkrik sangat dipengaruhi oleh suhu lingkungan; semakin hangat suhu, semakin cepat mereka menggesekkan sayapnya, menghasilkan suara yang lebih keras dan lebih cepat.

Berdasarkan teks laporan, mengapa jangkrik yang hidup di daerah tropis cenderung memiliki tingkat stridulasi (frekuensi gesekan sayap) yang lebih tinggi dibandingkan dengan jangkrik di daerah beriklim sedang, terutama pada malam hari?

a)

Karena kelembaban tinggi di daerah tropis mempercepat proses metabolisme mereka.

b)

Karena sayap jangkrik di daerah tropis lebih tipis sehingga menghasilkan suara lebih nyaring.

c)

Karena predator alami jangkrik di daerah tropis lebih aktif di malam hari.

d)

Karena suhu yang lebih hangat di daerah tropis secara langsung memengaruhi aktivitas stridulasi sebagai respons biologis.

e)

Karena suhu ekstrem di malam hari memaksa mereka untuk menghasilkan suara guna menghangatkan tubuh.

2.

Jangkrik (Gryllidae) adalah serangga nokturnal dari ordo Orthoptera, yang berkerabat dekat dengan belalang. Ciri fisik mereka mencakup tubuh silindris memanjang dengan sepasang antena panjang dan sepasang sayap depan tebal yang unik. Suara nyaring yang menjadi ciri khas jangkrik jantan dihasilkan melalui proses yang disebut stridulasi, yaitu gesekan antara bagian-bagian khusus pada kedua sayap depannya. Bunyi ini memiliki tujuan ganda: sebagai panggilan kawin untuk menarik jangkrik betina dan sebagai penanda batas teritorial terhadap jantan lain. Untuk mendeteksi suara tersebut, jangkrik memiliki organ pendengaran yang disebut timpana, yang terletak di kaki depannya.

Jangkrik memiliki peran penting dalam ekosistem sebagai hewan omnivora yang memakan berbagai macam bahan organik, mulai dari daun, bunga, serangga yang lebih kecil, hingga sisa-sisa bangkai. Mereka aktif mencari makan di malam hari dan menghabiskan sebagian besar hidupnya di habitat yang beragam, seperti ladang, semak belukar, dan area berumput. Siklus hidup mereka sederhana: telur yang diletakkan di tanah menetas menjadi nimfa, yang kemudian mengalami beberapa kali pergantian kulit hingga mencapai fase dewasa. Perilaku stridulasi jangkrik sangat sensitif terhadap suhu lingkungan; semakin tinggi suhu, semakin cepat frekuensi gesekan sayapnya. Hal ini memungkinkan para ilmuwan untuk memperkirakan suhu hanya dengan menghitung laju suara jangkrik per menit.

Seorang ahli biologi mengamati populasi jangkrik jantan yang cacat bawaan, di mana sayap depannya tidak memiliki bagian khusus yang digunakan untuk stridulasi. Manakah dari pernyataan berikut yang paling akurat memprediksi dampak jangka panjang dari kondisi ini terhadap populasi jangkrik tersebut?

a)

Populasi akan mengalami pertumbuhan yang sangat pesat karena tidak ada lagi pertarungan teritorial.

b)

Jangkrik betina akan mencari cara baru untuk menemukan jantan, seperti menggunakan indra penciuman.

c)

Tingkat reproduksi jangkrik akan menurun drastis karena jantan tidak dapat menarik pasangan.

d)

Jangkrik akan mengembangkan perilaku baru untuk berkomunikasi, seperti gerakan tubuh atau isyarat visual.

e)

Populasi jangkrik jantan yang cacat akan punah, namun populasi jangkrik secara keseluruhan akan tetap stabil.

3.

Ngengat adalah serangga bersayap yang termasuk dalam ordo Lepidoptera, sama seperti kupu-kupu. Namun, berbeda dengan kupu-kupu yang aktif di siang hari, ngengat mayoritasnya adalah hewan nokturnal yang mencari makan dan beraktivitas di malam hari. Struktur tubuhnya terdiri dari tiga bagian utama: kepala, toraks, dan abdomen. Ngengat memiliki sepasang antena yang umumnya berbentuk seperti sisir atau bulu, berbeda dengan antena kupu-kupu yang berbentuk gada. Kupu-kupu malam juga memiliki sayap yang ditutupi sisik-sisik halus, yang sering kali memiliki corak atau pola yang lebih kusam dan samar dibandingkan dengan kupu-kupu. Perilaku khas ngengat adalah kecenderungannya untuk terbang mendekati sumber cahaya, sebuah fenomena yang dikenal sebagai fototaksis positif.

Ngengat memainkan peran penting dalam ekosistem sebagai penyerbuk (polinator) bagi banyak tumbuhan, termasuk bunga-bunga yang mekar di malam hari, seperti bunga kamboja. Selama proses mencari nektar, serbuk sari menempel pada tubuh ngengat dan kemudian dipindahkan ke bunga lain. Siklus hidup ngengat melalui metamorfosis sempurna: telur, larva (ulat), pupa (kepompong), dan imago (ngengat dewasa). Sebagian besar ngengat dewasa hidup dalam waktu singkat, berfokus pada reproduksi, sementara tahap larva adalah fase makan yang intens. Habitatnya sangat beragam, dari hutan hingga area perkotaan, dan mereka sering terlihat berterbangan di taman atau kebun rumah di malam hari.

Seorang ahli biologi menemukan spesies ngengat baru yang tidak menunjukkan perilaku fototaksis positif. Mengacu pada informasi dalam teks, manakah dari hipotesis berikut yang paling logis mengenai habitat dan strategi reproduksi spesies ngengat tersebut?

a)

Spesies ini kemungkinan besar adalah diurnal (aktif di siang hari) dan bereproduksi pada pagi hari.

b)

Ngengat ini mengandalkan sumber makanan dari hewan lain dan bukan dari nektar bunga.

c)

Spesies ini kemungkinan memiliki kemampuan navigasi lain (misalnya, melalui bau atau magnet bumi) dan hidup di habitat yang minim sumber cahaya buatan.

d)

Spesies ini telah mengembangkan antena yang lebih pendek untuk mengurangi risiko tertarik pada cahaya.

e)

Jantan dan betina dari spesies ini hanya dapat berkomunikasi melalui suara yang sangat rendah.

4.

Ngengat adalah serangga bersayap yang termasuk dalam ordo Lepidoptera, sama seperti kupu-kupu. Namun, berbeda dengan kupu-kupu yang aktif di siang hari, ngengat mayoritasnya adalah hewan nokturnal yang mencari makan dan beraktivitas di malam hari. Struktur tubuhnya terdiri dari tiga bagian utama: kepala, toraks, dan abdomen. Ngengat memiliki sepasang antena yang umumnya berbentuk seperti sisir atau bulu, berbeda dengan antena kupu-kupu yang berbentuk gada. Kupu-kupu malam juga memiliki sayap yang ditutupi sisik-sisik halus, yang sering kali memiliki corak atau pola yang lebih kusam dan samar dibandingkan dengan kupu-kupu. Perilaku khas ngengat adalah kecenderungannya untuk terbang mendekati sumber cahaya, sebuah fenomena yang dikenal sebagai fototaksis positif.

Ngengat memainkan peran penting dalam ekosistem sebagai penyerbuk (polinator) bagi banyak tumbuhan, termasuk bunga-bunga yang mekar di malam hari, seperti bunga kamboja. Selama proses mencari nektar, serbuk sari menempel pada tubuh ngengat dan kemudian dipindahkan ke bunga lain. Siklus hidup ngengat melalui metamorfosis sempurna: telur, larva (ulat), pupa (kepompong), dan imago (ngengat dewasa). Sebagian besar ngengat dewasa hidup dalam waktu singkat, berfokus pada reproduksi, sementara tahap larva adalah fase makan yang intens. Habitatnya sangat beragam, dari hutan hingga area perkotaan, dan mereka sering terlihat berterbangan di taman atau kebun rumah di malam hari.

Jika terjadi polusi cahaya yang parah di sebuah kota, bagaimana dampak paling signifikan terhadap ekosistem bunga kamboja yang mengandalkan ngengat sebagai penyerbuk?

a)

Populasi ngengat akan meningkat karena mereka dapat menemukan bunga dengan lebih mudah.

b)

Ngengat akan beralih menjadi penyerbuk bunga yang mekar di siang hari.

c)

Kemampuan ngengat untuk menemukan pasangannya akan terganggu, yang dapat mengurangi populasi ngengat.

d)

Polusi cahaya akan mengganggu siklus reproduksi ngengat, menyebabkan populasi bunga kamboja menurun.

e)

Kualitas nektar pada bunga kamboja akan menurun drastis karena ngengat lebih fokus pada sumber cahaya.

5.

Ngengat adalah serangga bersayap yang termasuk dalam ordo Lepidoptera, sama seperti kupu-kupu. Namun, berbeda dengan kupu-kupu yang aktif di siang hari, ngengat mayoritasnya adalah hewan nokturnal yang mencari makan dan beraktivitas di malam hari. Struktur tubuhnya terdiri dari tiga bagian utama: kepala, toraks, dan abdomen. Ngengat memiliki sepasang antena yang umumnya berbentuk seperti sisir atau bulu, berbeda dengan antena kupu-kupu yang berbentuk gada. Kupu-kupu malam juga memiliki sayap yang ditutupi sisik-sisik halus, yang sering kali memiliki corak atau pola yang lebih kusam dan samar dibandingkan dengan kupu-kupu. Perilaku khas ngengat adalah kecenderungannya untuk terbang mendekati sumber cahaya, sebuah fenomena yang dikenal sebagai fototaksis positif.

Ngengat memainkan peran penting dalam ekosistem sebagai penyerbuk (polinator) bagi banyak tumbuhan, termasuk bunga-bunga yang mekar di malam hari, seperti bunga kamboja. Selama proses mencari nektar, serbuk sari menempel pada tubuh ngengat dan kemudian dipindahkan ke bunga lain. Siklus hidup ngengat melalui metamorfosis sempurna: telur, larva (ulat), pupa (kepompong), dan imago (ngengat dewasa). Sebagian besar ngengat dewasa hidup dalam waktu singkat, berfokus pada reproduksi, sementara tahap larva adalah fase makan yang intens. Habitatnya sangat beragam, dari hutan hingga area perkotaan, dan mereka sering terlihat berterbangan di taman atau kebun rumah di malam hari.

Mengapa tahap larva ngengat (ulat) dianggap sebagai fase terpenting dalam siklus hidupnya dari sudut pandang konservasi energi dan pertumbuhan?

a)

Karena pada tahap ini, ulat menjadi sumber makanan utama bagi serangga lain.

b)

Karena ulat menghasilkan kepompong, yang melindungi ngengat dari predator.

c)

Karena pada tahap ini, ulat mengonsumsi makanan dalam jumlah besar untuk mengumpulkan energi yang akan digunakan selama tahap dewasa dan reproduksi yang singkat.

d)

Karena ulat adalah satu-satunya tahap yang memiliki kemampuan untuk bergerak dan mencari makan secara aktif.

e)

Karena tahap larva adalah satu-satunya fase di mana ngengat dapat berkembang biak.