wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

ALIRAN ILMU KALAM

Total questions: 20

Worksheet time: 3hrs 20mins

Name
Class
Date
1.

Dalam sejarah pemikiran Islam, muncul berbagai aliran yang berusaha memahami ajaran agama secara rasional. Ilmu Kalam berkembang seiring dengan kebutuhan umat Islam untuk mempertahankan keyakinan mereka dari serangan pemikiran lain, seperti filsafat Yunani dan agama-agama non-Islam. Ilmu ini tidak hanya memuat argumen logis, tetapi juga bersandar pada Al-Qur'an dan Hadis. Berdasarkan bacaan, pengertian Ilmu Kalam yang paling tepat adalah...

a)

Ilmu yang membahas hukum Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis.

b)

Ilmu yang membahas hubungan sosial antarumat Islam.

c)

Ilmu yang membahas akidah Islam dengan pendekatan rasional dan logis.

d)

Ilmu yang menjelaskan sejarah para nabi dan rasul.

e)

Ilmu yang menafsirkan ayat-ayat hukum dalam Al-Qur'an.

2.

Setelah Rasulullah wafat, umat Islam mengalami perdebatan serius mengenai siapa yang berhak memimpin umat. Perbedaan pandangan ini meluas menjadi konflik politik, bahkan sampai pada pertumpahan darah dalam Perang Jamal dan Perang Shiffin. Perselisihan ini memunculkan kelompok-kelompok yang tidak hanya berbeda dalam politik, tetapi juga dalam memahami konsep keimanan dan kekhalifahan. Salah satu faktor internal yang mendorong munculnya aliran-aliran dalam Islam adalah...

a)

Perbedaan tafsir antara agama Islam dan Kristen

b)

Perbedaan pendapat tentang kepemimpinan pasca wafat Nabi

c)

Pengaruh budaya Persia terhadap umat Islam

d)

Munculnya filsafat Yunani dalam pemikiran Islam

e)

Perluasan wilayah Islam ke Afrika Utara dan Andalusia

3.

Setiap pemimpin setelah wafatnya Nabi menghadapi tantangan dalam menyatukan umat. Namun, tidak semua umat menerima keputusan politik secara seragam. Penolakan terhadap kekuasaan tertentu bahkan memicu lahirnya kelompok dengan pemahaman keislaman yang berbeda, seperti Syi’ah yang meyakini kepemimpinan harus dari keluarga Nabi. Faktor internal yang berperan dalam munculnya aliran-aliran Islam berdasarkan bacaan di atas adalah...

a)

Pemaksaan budaya asing terhadap umat Islam

b)

Intervensi kekuatan asing dalam politik Islam

c)

Ketidakseimbangan ekonomi antar wilayah

d)

Penolakan terhadap kepemimpinan yang tidak berasal dari keluarga Nabi

e)

Perbedaan dalam pelaksanaan ibadah salat dan puasa

4.

Peristiwa tahkim dalam sejarah Islam terjadi setelah…

a)

Perang Badar.

b)

Perang Uhud.

c)

Perang Hunain.

d)

Perang Shiffin

e)

Perang Tabuk

5.

Bila prinsip keadilan tidak dijadikan landasan dalam tahkim, maka dampak yang paling mungkin adalah…

a)

Kedua pihak akan tetap menerima hasil tahkim karena menghindari perang.

b)

Hasil tahkim akan dianggap netral oleh semua pihak yang berselisih

c)

Salah satu pihak merasa tidak puas dan membuka ruang perpecahan.

d)

Penyelesaian konflik akan berlangsung lebih cepat dan efisien.

e)

Terbentuknya aliansi strategis antar pihak yang bertikai.

6.

Jika peristiwa tahkim tidak dilakukan, maka kemungkinan yang paling logis adalah…

a)

Pertempuran antara Ali dan Muawiyah berlanjut dan menyebabkan lebih banyak korban.

b)

Kelompok Khawarij akan muncul lebih cepat sebagai bentuk dukungan kepada Ali.

c)

Musyawarah akan tetap dilakukan oleh kedua belah pihak tanpa pihak ketiga.

d)

Muawiyah akan mundur dan menyerahkan kekuasaan kepada Khalifah Ali.

e)

Persatuan umat Islam akan semakin kokoh tanpa ada penengah dari luar.

7.

Salah satu hikmah dari peristiwa tahkim adalah…

a)

Pentingnya kekerasan untuk mengakhiri konflik.

b)

. Mengutamakan kepentingan pribadi di atas umat.

c)

Menyerahkan keputusan kepada pihak yang menang.

d)

Mengabaikan pendapat minoritas.

e)

Perlunya prinsip keadilan dalam menyelesaikan sengketa.

8.

Di antara rencana aksi Khawārij adalah melancarkan pembunuhan terhadap tokoh-tokoh yang dianggap bertanggung jawab dalam peristiwa tahkīm, berikut adalah para eksekutor yang ditugaskan untuk melaksanakan aksi tersebut...

a)

Ibnu Muljam ditugaskan untuk membunuh Ali bin Abi Ṭhālib di Kufah.

b)

Hajjaj bin Abdullah ditugaskan untuk membunuh Ali bin Abi Ṭhālib di Kufah.

c)

Amr bin Bakar ditugaskan untuk membunuh Mu’awiyah di Syam/Damaskus.

d)

Amr bin Bakar ditugaskan untuk membunuh Ali bin Abi Ṭhālib di Kufah.

e)

Hajjaj bin Abdullah ditugaskan untuk membunuh Amr bin Ash di Mesir.

9.

Bagi Mu’tazilah, orang mukmin yang melakukan dosa besar akan ditempatkan di antara surga dan neraka, dan dihukumi...

a)

Mukmin.

b)

Musyrik.

c)

Fasik.

d)

Muslim.

e)

Kafir.

10.

Yang menjadi pimpinan delegasi dari pihak Ali bin Abi Tholib dalam peristiwa tahkīm adalah .…

a)

Amr Bin Ash.

b)

Zubair.

c)

Mu’awiyah bin Abi Sufyan.

d)

Abu Hasan al-Asy’ari.

e)

Abu Musa al-Asy’ari.

11.

Kondisi mental masyarakat yang apatis, tidak mau merubah keadaan, pasrah terhadap nasib, sangat menguntungkan pemerintahan Bani Umayyah, sehingga saat itu ada beberapa mutakallimin yang berusaha membangitkan semangat untuk merubah keadaan. Pada akhirnya, pemikiran para mutakallimin ini dirumuskan dalam suatu ajaran yang dikenal dengan pemikiran…

a)

Syi’ah.

b)

Khawārīj.

c)

Jabariyah.

d)

Mu’tazilah.

e)

Qadariyah.

12.

Ada beberapa doktrin ajaran yang berkaitan dengan hukum pelaku dosa besar, misalnya:

(1) menyerahkan keputusan kepada Allah terhadap pelaku dosa besar,

(2) kafir dan kekal di dalam neraka,

(3) memberikan kesempatan kepada muslimin yang melakukan dosa besar untuk bertaubat.

Adapun paham Mu’tazilah adalah…

a)

Menyerahkan keputusan kepada Allah terhadap pelaku dosa besar.

b)

Al-manzilatu bainal manzilataini.

c)

Memberikan kesempatan kepada muslimin yang melakukan dosa besar untuk

bertaubat.

d)

Kafir dan masuk neraka selama-lamanya.

e)

Fasik dan kekal di dalam neraka

13.

Kalau ada orang atau sekelompok orang berpendapat bahwa pelaku dosa besar adalah termasuk kafir, kemudian dengan mudahnya menggunakan doktrin ini untuk menghukumi kafir kepada siapapun yang di luar kelompoknya, maka sesungguhnya orang tersebut sependapat dengan paham …

a)

Ahlussunnah wal jamaah

b)

Mu’tazilah.

c)

Khawārīj.

d)

Murji’ah.

e)

Syi’ah.

14.

Aliran yang berpendirian bahwa keimaman/kekhalifahan itu berdasarkan pengangkatan dan pendelegasian (nashwashiyah) baik dilakukan secara terbuka maupun secara sembunyi-sembunyi atau rahasia, dan mereka yang percaya bahwa keimaman itu tidaklah terlepas dari anak keturunan Ali bin Abi Ṭālib adalah ...

a)

Khawārij

b)

Syi’ah

c)

Jabariyah

d)

Murji’ah

e)

Qadariyah

15.

Munculnya aliran Syi’ah tidak dapat dipisahkan dari tokoh kontroversial yang

bernama ...

a)

Abu al-Hudzail.

b)

Al-Ghazali.

c)

Abdullāh Ibnu Saba’

d)

Abu Hasan ash-Salehi

e)

Ma’bad al-Juhani.

16.

Ajaran yang dianggap berbahaya, karena akan membawa kepada moral atitude, yaitu sikap memperlemah ikatan-ikatan moral, atau masyarakat yang bersifat permissive, yaitu masyarakat yang dapat mentolerir penyimpangan-penyimpangan dari norma-norma akhlak yang berlaku adalah ...

a)

Khawārij

b)

Syi’ah

c)

Jabariyah

d)

Murji’ah

e)

Qadariyah

17.

Bagaimana Peristiwa Tahkim mencerminkan pentingnya penyelesaian konflik dalam Islam?

a)

Peristiwa Tahkim mencerminkan pentingnya penyelesaian konflik dalam Islam karena merupakan proses perang saudara

b)

Peristiwa Tahkim mencerminkan pentingnya penyelesaian konflik dalam Islam karena merupakan proses mediasi atau arbitrase yang diatur oleh hukum Islam untuk menyelesaikan perselisihan secara adil dan damai.

c)

Peristiwa Tahkim mencerminkan pentingnya penyelesaian konflik dalam Islam karena merupakan proses pembalasan dendam

d)

Peristiwa Tahkim mencerminkan pentingnya penyelesaian konflik dalam Islam karena merupakan proses penjara bagi pihak yang kalah

18.

Firqoh pertama yang mencetuskan kekafiran bagi pelaku dosa besar adalah...

a)

Mu'tazilah

b)

Asy'ariyah

c)

Murjiah

d)

Qodariyah

e)

Khawarij

19.

Golongan yang menganut paham “free will and free act adalah...

a)

Syi'ah

b)

Khawarij

c)

Qadariyah

d)

Mu'tazilah

e)

Jabariyah

20.

Apa yang dimaksud dengan Peristiwa Tahkim dalam Sejarah Islam?

a)

Peristiwa Tahkim terjadi pada tahun 700 M

b)

Peristiwa Tahkim adalah penyelesaian perselisihan antara Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah bin Abi Sufyan melalui arbitrase pada tahun 658 M.

c)

Peristiwa Tahkim adalah perang antara Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah bin Abi Sufyan

d)

Peristiwa Tahkim adalah penyelesaian perselisihan antara Ali bin Abi Thalib dan Umar bin Khattab