wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Latihan Sumatif Kelas 10

Total questions: 110

Worksheet time: 55mins

Name
Class
Date
1.

Dharmaśastra adalah kitab yang menguraikan tentang ...

a)

Tapa dan samadhi

b)

Yajña dan kurban

c)

Hukum dan dharma dalam kehidupan

d)

Dana dan punia

e)

Yoga dan samadhi

2.

Tujuan utama Dharmaśastra adalah ...

a)

Menambah kekayaan

b)

Memberikan keadilan dan kemanfaatan

c)

Membuat perbedaan kasta

d)

Menentukan jenis yadnya

e)

Menjadi kitab ramalan

3.

Fungsi hukum dalam masyarakat menurut Dharmaśastra adalah ...

a)

Membuat pertentangan

b)

Memberikan ketidakpastian

c)

Menjaga ketertiban masyarakat

d)

Menjadi hiburan rakyat

e)

Mengurangi pengetahuan

4.

Zaman Krtayuga ditandai dengan corak kehidupan berupa ...

a)

Dana

b)

Jñana

c)

Yajña

d)

Tapa (pengendalian diri, yoga, samadhi)

e)

Aguron-guron

5.

Dharmaśastra yang berlaku pada zaman Krtayuga adalah ...

a)

Gautama

b)

Sankha-likhita

c)

Parasara

d)

Manu

e)

Yajurveda

6.

Nilai utama yang harus diterapkan pada zaman Krtayuga adalah ...

a)

Pengetahuan

b)

Yajña

c)

Dana punia

d)

Pengendalian diri dan kesetiaan pada dharma

e)

Kekuasaan

7.

Zaman Tretayuga ditandai oleh corak kehidupan berupa ...

a)

Dana

b)

Jñana (pengetahuan)

c)

Yajña

d)

Tapa

e)

Perdagangan

8.

Dharmaśastra yang berlaku pada zaman Tretayuga adalah ...

a)

Gautama

b)

Manu

c)

Parasara

d)

Vyasa

e)

Sankha-likhita

9.

Contoh nilai kebajikan pada masa Tretayuga adalah ...

a)

Bekerja tanpa pamrih

b)

Belajar dengan tulus dan disiplin pada guru

c)

Memberi dana punia

d)

Melaksanakan tapa brata

e)

Membagi makanan secara merata

10.

Aguron-guron adalah ajaran yang menekankan pada ...

a)

Hubungan guru dan murid

b)

Hubungan orang kaya dan miskin

c)

Hubungan dewa dan manusia

d)

Hubungan raja dan rakyat

e)

Hubungan antar tetangga

11.

Guru rupaka yang dimaksud dalam aguron-guron adalah ...

a)

Pemerintah

b)

Orang tua

c)

Guru sekolah

d)

Tuhan

e)

Dewa

12.

Guru wisesa yang dimaksud dalam aguron-guron adalah ...

a)

Pemerintah

b)

Orang tua

c)

Guru sekolah

d)

Dewa

e)

Sahabat

13.

Guru swadyaya adalah guru yang berupa ...

a)

Pemerintah

b)

Hyang Widhi Wasa/Tuhan

c)

Orang tua

d)

Guru sekolah

e)

Leluhur

14.

Zaman Dwaparayuga ditandai dengan corak kehidupan berupa ...

a)

Dana

b)

Yajña (kurban)

c)

Jñana

d)

Tapa

e)

Samadhi

15.

Dharmaśastra yang berlaku pada zaman Dwaparayuga adalah ...

a)

Gautama

b)

Manu

c)

Parasara

d)

Sankha-likhita

e)

Bharata

16.

Nilai utama yang diterapkan pada zaman Dwaparayuga adalah ...

a)

Pengendalian diri

b)

Pengorbanan tulus melalui yajña

c)

Sedekah harta

d)

Meningkatkan kekuasaan

e)

Belajar pada guru

17.

Persembahan yajña dalam Dwaparayuga dilakukan dengan dasar ...

a)

Kekuasaan

b)

Keserakahan

c)

Ketulusan dan ikhlas

d)

Persaingan

e)

Kewajiban sosial

18.

Zaman Kaliyuga ditandai oleh corak kehidupan berupa ...

a)

Jñana

b)

Yajña

c)

Tapa

d)

Dana (sedekah)

e)

Aguron-guron

19.

Dharmaśastra yang berlaku pada zaman Kaliyuga adalah ...

a)

Manu

b)

Gautama

c)

Parasara

d)

Sankha-likhita

e)

Vyasa

20.

Sedekah dalam Kaliyuga disebut juga dengan istilah ...

a)

Aguron-guron

b)

Dana punia

c)

Samadhi

d)

Tapasya

e)

Moksa

21.

Salah satu bentuk dana punia adalah ...

a)

Membuat keributan

b)

Membagi warisan

c)

Melakukan pitra yajña

d)

Membaca sastra

e)

Menari di pura

22.

Salah satu bentuk dana punia adalah ...

a)

Membuat keributan

b)

Membagi warisan

c)

Melakukan pitra yajña

d)

Membaca sastra

e)

Menari di pura

23.

Dana punia kepada leluhur disebut ...

a)

Dewa yajña

b)

Rsi yajña

c)

Pitra yajña

d)

Manusa yajña

e)

Bhuta yajña

24.

Dana punia kepada sesama manusia disebut ...

a)

Dewa yajña

b)

Rsi yajña

c)

Pitra yajña

d)

Manusa yajña

e)

Bhuta yajña

25.

Dana punia kepada alam semesta disebut ...

a)

Dewa yajña

b)

Rsi yajña

c)

Pitra yajña

d)

Manusa yajña

e)

Bhuta yajña

26.

Tujuan dari berbagi kepada sesama pada zaman Kaliyuga adalah ...

a)

Mendapat penghormatan

b)

Menambah kekayaan

c)

Mewujudkan gotong royong dan moderasi beragama

d)

Menguasai masyarakat

e)

Mendapat popularitas

27.

Pada zaman Krtayuga manusia mencapai kebahagiaan melalui ...

a)

Sedekah

b)

Pengendalian diri (tapa, yoga, samadhi)

c)

Membagi harta

d)

Melaksanakan yajña besar

e)

Belajar ilmu pengetahuan

28.

Pada zaman Tretayuga manusia mencapai kebahagiaan melalui ...

a)

Pengetahuan (jñana)

b)

Sedekah

c)

Dana punia

d)

Yajña besar

e)

Tapa brata

29.

Pada zaman Dwaparayuga manusia mencapai kebahagiaan melalui ...

a)

Dana punia

b)

Tapa brata

c)

Yajña dan pengorbanan tulus

d)

Belajar dengan guru

e)

Membaca sastra

30.

Pada zaman Kaliyuga manusia mencapai kebahagiaan melalui ...

a)

Pengendalian diri

b)

Dana punia/sedekah

c)

Tapa brata

d)

Yajña

e)

Jñana

31.

Kesamaan tujuan dari nilai-nilai Dharmaśastra pada setiap yuga adalah ...

a)

Kekuasaan duniawi

b)

Kebahagiaan dan pembebasan diri

c)

Kekayaan materi

d)

Perbedaan kasta

e)

Perang antar bangsa

32.

Pada Satya Yuga, Dharmaśāstra yang berlaku adalah Manu Dharmaśāstra. Nilai utama yang ditekankan adalah ...

a)

Pengetahuan mendalam

b)

Yajña yang khidmat

c)

Pengendalian diri

d)

Sedekah tulus

e)

Ketekunan belajar

33.

Mengapa pengendalian diri penting pada Satya Yuga menurut Manu Dharmaśāstra?

a)

Agar manusia mampu menguasai nafsu

b)

Agar manusia pandai dalam belajar

c)

Agar manusia tekun melaksanakan yajña

d)

Agar manusia dermawan dalam sedekah

e)

Agar manusia rajin dalam bekerja

34.

Nilai utama pada Treta Yuga adalah pengetahuan tentang sang diri. Hal ini terdapat dalam Dharmaśāstra ...

a)

Manu

b)

Apastamba

c)

Gautama

d)

Parāśara

e)

Yajurveda

35.

Pengetahuan tentang sang diri pada Treta Yuga berfungsi untuk ...

a)

Menemukan kebahagiaan sejati

b)

Melaksanakan yajña dengan tepat

c)

Mengendalikan nafsu material

d)

Memberikan sedekah kepada sesama

e)

Memperkuat keimanan pada guru

36.

Pada Dwapara Yuga, ajaran yang diprioritaskan adalah yajña. Mengapa yajña penting pada zaman ini?

a)

Sebagai sarana menjaga keseimbangan spiritual

b)

Sebagai latihan pengendalian diri

c)

Sebagai wujud rasa syukur pada guru

d)

Sebagai jalan mencapai pengetahuan

e)

Sebagai media mengendalikan makanan

37.

Dharmaśāstra yang berlaku pada Dwapara Yuga adalah ...

a)

Manu Dharmaśāstra

b)

Gautama Dharmaśāstra

c)

Apastamba Dharmaśāstra

d)

Parāśara Dharmaśāstra

e)

Baudhayana Dharmaśāstra

38.

Pelaksanaan yajña di Dwapara Yuga dipandang penting karena ...

a)

Menghubungkan manusia dengan Hyang Widhi

b)

Membantu pengendalian indra

c)

Menumbuhkan kepedulian sosial

d)

Membimbing menuju pengetahuan

e)

Menumbuhkan disiplin dalam bekerja

39.

Pada Kali Yuga, Dharmaśāstra yang paling relevan adalah ...

a)

Manu

b)

Gautama

c)

Apastamba

d)

Parāśara

e)

Narada

40.

Nilai utama yang diprioritaskan dalam Parāśara Dharmaśāstra pada Kali Yuga adalah ...

a)

Pengendalian diri

b)

Pengetahuan

c)

Yajña

d)

Sedekah (dāna)

e)

Kesucian makanan

41.

Mengapa sedekah (dāna) dianggap sebagai jalan utama pada Kali Yuga?

a)

Karena sedekah menebus dosa dan menguatkan kebajikan

b)

Karena sedekah membuat manusia pandai

c)

Karena sedekah melatih pengendalian diri

d)

Karena sedekah menjadi sumber pengetahuan

e)

Karena sedekah menggantikan yajña

42.

Hubungan antara Manu Dharmaśāstra dan Satya Yuga adalah ...

a)

Manu Dharmaśāstra menekankan pengendalian diri

b)

Manu Dharmaśāstra menekankan pengetahuan

c)

Manu Dharmaśāstra menekankan yajña

d)

Manu Dharmaśāstra menekankan sedekah

e)

Manu Dharmaśāstra menekankan kesucian makanan

43.

Gautama Dharmaśāstra pada Treta Yuga berfokus pada ...

a)

Yajña besar

b)

Pengetahuan tentang sang diri

c)

Sedekah pada sesama

d)

Pengendalian makanan

e)

Keberanian dalam perang

44.

Apastamba Dharmaśāstra dihubungkan dengan Dwapara Yuga karena ...

a)

Memberikan ajaran yajña sebagai pusat kehidupan

b)

Mengajarkan sedekah sebagai utama

c)

Mengajarkan pengendalian makanan

d)

Mengajarkan ilmu pengetahuan tentang alam

e)

Mengajarkan pengetahuan tentang guru

45.

Parāśara Dharmaśāstra cocok untuk Kali Yuga karena ...

a)

Zaman Kali penuh tantangan spiritual sehingga sedekah lebih mudah dipraktikkan

b)

Zaman Kali menekankan pengetahuan tinggi

c)

Zaman Kali mengutamakan yajña besar

d)

Zaman Kali identik dengan pengendalian nafsu

e)

Zaman Kali menuntut penguasaan teknologi

46.

Jika pada Satya Yuga manusia fokus pada pengendalian diri, maka pada Treta Yuga manusia lebih fokus pada ...

a)

Sedekah

b)

Pengetahuan

c)

Yajña

d)

Pengendalian makanan

e)

Keberanian

47.

Jika pada Dwapara Yuga manusia menjaga keseimbangan dengan yajña, maka pada Kali Yuga manusia diarahkan pada ...

a)

Pengetahuan mendalam

b)

Sedekah

c)

Pengendalian diri

d)

Kesucian makanan

e)

Disiplin belajar

48.

Hubungan antar-yuga menunjukkan adanya perubahan fokus. Urutan yang benar adalah ...

a)

Pengendalian diri → Pengetahuan → Yajña → Sedekah

b)

Pengetahuan → Yajña → Sedekah → Pengendalian diri

c)

Sedekah → Yajña → Pengetahuan → Pengendalian diri

d)

Yajña → Pengendalian diri → Sedekah → Pengetahuan

e)

Pengetahuan → Sedekah → Yajña → Dharma

49.

Mengapa terjadi perbedaan fokus dharma pada setiap Yuga?

a)

Karena kondisi moral manusia berbeda di setiap zaman

b)

Karena dewa-dewa memberi hukum berbeda

c)

Karena yajña selalu berubah bentuk

d)

Karena manusia berubah warna kulit

e)

Karena kitab suci berubah isinya

50.

Bagaimana cara menerapkan ajaran Parāśara Dharmaśāstra pada masa kini?

a)

Dengan rajin berbagi dan bersedekah

b)

Dengan melakukan yajña besar

c)

Dengan menghafalkan seluruh sloka

d)

Dengan meninggalkan kehidupan sosial

e)

Dengan hanya berfokus pada materi

51.

Jika seorang siswa SMA melatih disiplin dan tidak mudah terpengaruh godaan, ia sedang menerapkan ajaran dari ...

a)

Parāśara Dharmaśāstra (Kali Yuga)

b)

Apastamba Dharmaśāstra (Dwapara Yuga)

c)

Gautama Dharmaśāstra (Treta Yuga)

d)

Manu Dharmaśāstra (Satya Yuga)

e)

Baudhayana Dharmaśāstra (Dwapara Yuga)

52.

Salah satu ajaran penting dalam Parāśara Dharmaśastra yang relevan di Kaliyuga adalah danam. Yang dimaksud dengan danam adalah...

a)

Melatih pikiran agar selalu tenang

b)

Memberikan amal atau sedekah secara tulus

c)

Mengendalikan indera dengan penuh disiplin

d)

Menjaga hubungan dengan guru secara suci

e)

Menyucikan diri melalui tapa brata

53.

Pada zaman Kali, Parāśara Dharmaśāstra menekankan bahwa manusia yang berdosa itu adalah...

a)

Karena pengaruh lingkungan semata

b)

Karena nasib buruk yang sudah ditentukan

c)

Dirinya sendiri melalui perbuatannya

d)

Karena kesalahan leluhur yang diwariskan

e)

Karena campur tangan kekuatan luar

54.

Mengapa danam (amal sedekah) dianggap penting dalam Kaliyuga?

a)

Karena dapat memperkuat persaudaraan dan mengurangi keserakahan

b)

Karena membuat seseorang lebih kaya secara material

c)

Karena menjadi kewajiban untuk mendapatkan penghargaan

d)

Karena dapat menunjukkan status sosial di masyarakat

e)

Karena hanya berlaku untuk golongan tertentu

55.

Parāśara Dharmaśāstra menekankan bahwa sumber hukum khusus berlaku di Kaliyuga. Hal ini bertujuan agar...

a)

Manusia mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman

b)

Semua orang bebas melakukan apapun yang diinginkan

c)

Kehidupan rohani boleh diabaikan demi materi

d)

Setiap aturan hanya berlaku bagi kaum brahmana saja

e)

Masyarakat tidak perlu lagi mengikuti Weda

56.

Pada zaman Kali, seseorang dapat merendahkan derajatnya sendiri melalui...

a)

Perbuatan buruk yang ia lakukan

b)

Kekayaan yang berlimpah

c)

Ilmu pengetahuan yang dimiliki

d)

Hubungan baik dengan gurunya

e)

Kehidupan yang sederhana dan tulus

57.

Salah satu pesan Parāśara Dharmaśāstra adalah bahwa makanan merupakan sumber energi utama di Kaliyuga. Hal ini menekankan pentingnya...

a)

Menjaga pola makan yang sehat dan suci

b)

Mengumpulkan makanan sebanyak mungkin

c)

Makan tanpa aturan untuk kepuasan diri

d)

Menikmati makanan sebagai tujuan utama hidup

e)

Mengutamakan makanan hanya untuk keluarga sendiri

58.

Zaman Kali disebut sebagai zaman pertengkaran karena...

a)

Nafsu indrawi mendominasi kehidupan manusia

b)

Manusia lebih banyak bermeditasi

c)

Hubungan antar manusia penuh kedamaian

d)

Semua orang setia pada ajaran Weda

e)

Kehidupan hanya fokus pada kesederhanaan

59.

Api nafsu yang dituruti terus-menerus dalam Kaliyuga diibaratkan seperti...

a)

Api yang disiram air

b)

Api yang semakin padam

c)

Api yang disiram minyak tanah atau bensin

d)

Api yang tidak berbahaya

e)

Api yang membawa kesejukan

60.

Implementasi ajaran Parāśara Dharmaśastra di Kaliyuga sangat penting karena...

a)

Kehidupan manusia lebih berorientasi pada hal-hal material

b)

Semua orang sudah hidup suci dan murni

c)

Tidak ada lagi kebutuhan akan aturan

d)

Perbuatan dosa dianggap tidak berbahaya

e)

Manusia sudah terlepas dari penderitaan

61.

Ajaran danam dalam Kaliyuga sejalan dengan prinsip hidup modern karena...

a)

Menumbuhkan kepedulian sosial di tengah individualisme

b)

Membuat seseorang lebih kaya secara materi

c)

Menghapus kewajiban belajar dari guru

d)

Membolehkan hidup tanpa disiplin

e)

Mengajarkan cara menghindari tanggung jawab

62.

Mengapa Parāśara Dharmaśastra disebut sebagai sumber hukum khusus di Kaliyuga?

a)

Karena disesuaikan dengan kondisi spiritual manusia di zaman Kali

b)

Karena hanya diturunkan untuk kaum tertentu saja

c)

Karena tidak ada kitab lain yang berlaku

d)

Karena sudah tidak ada guru yang membimbing

e)

Karena hanya berfokus pada makanan semata

63.

Pesan utama Parāśara Dharmaśastra tentang dosa di Kaliyuga adalah...

a)

Dosa ditentukan oleh karma leluhur

b)

Dosa muncul karena keadaan ekonomi

c)

Dosa timbul dari perbuatan diri sendiri

d)

Dosa dapat hilang tanpa usaha

e)

Dosa hanya berlaku bagi golongan tertentu

64.

Mengapa makanan dianggap penting dalam menjaga kesucian spiritual di Kaliyuga?

a)

Karena makanan memengaruhi energi tubuh dan pikiran

b)

Karena makanan hanya sekadar kebutuhan fisik

c)

Karena makanan menentukan status sosial

d)

Karena makanan hanya penting untuk kesehatan jasmani

e)

Karena makanan hanya berfungsi sebagai budaya

65.

Salah satu cara manusia dapat tetap menjaga kesucian di Kaliyuga adalah...

a)

Menjalankan amal sedekah dengan tulus

b)

Menuruti hawa nafsu agar merasa puas

c)

Mengabaikan peran guru dalam kehidupan

d)

Hanya fokus pada kemewahan dunia

e)

Melakukan pertengkaran untuk membela diri

66.

Sloka Parāśara Dharmaśastra menyebutkan bahwa kudus, terberkahi, dan terbebas dari dosa dapat dicapai melalui...

a)

Kepatuhan pada aturan kebajikan dan keimanan

b)

Kepuasan indrawi tanpa batas

c)

Kemewahan materi semata

d)

Hubungan yang penuh pertengkaran

e)

Menghindari tanggung jawab sosial

67.

Mengapa pada zaman Kali seseorang mudah jatuh dalam penderitaan?

a)

Karena terlalu mengikuti nafsu indrawi

b)

Karena selalu mendekat pada kebajikan

c)

Karena disiplin dalam belajar

d)

Karena setia kepada guru

e)

Karena rajin dalam meditasi

68.

Nilai utama yang ditekankan dalam ajaran Parāśara di Kaliyuga adalah...

a)

Kesederhanaan, kepedulian, dan pengendalian diri

b)

Kemewahan, kesenangan, dan kebebasan penuh

c)

Pertengkaran, kekuasaan, dan kekayaan

d)

Keinginan tanpa batas dan kepuasan diri

e)

Kebebasan tanpa aturan dan tanggung jawab

69.

Bagaimana cara menghindari penurunan derajat diri menurut ajaran Dharmaśastra di Kaliyuga?

a)

Dengan menjaga perilaku sesuai dharma

b)

Dengan mencari kesenangan dunia semata

c)

Dengan mengabaikan aturan moral

d)

Dengan melawan guru dan orang tua

e)

Dengan memuaskan semua keinginan

70.

Nilai utama Dharmaśastra pada Dwaparayuga adalah melaksanakan yajña. Tujuan utama yajña adalah ...

a)

menciptakan keharmonisan dengan alam semesta

b)

mendekatkan diri kepada Hyang Widhi Wasa

c)

menjaga hubungan baik dengan sesama manusia

d)

menumbuhkan sikap tulus dan ikhlas dalam kehidupan

e)

mencapai kesejahteraan lahir dan batin

71.

Panca yajña dalam Dharmaśastra Dwaparayuga mencakup beberapa bentuk pengorbanan suci. Manusa yajña bermakna ...

a)

membantu mereka yang kurang mampu

b)

melayani guru dengan sepenuh hati

c)

mendukung kegiatan pemerintah

d)

menjaga kesucian keluarga leluhur

e)

mengabdi kepada Hyang Widhi Wasa

72.

Pitra yajña dalam kehidupan sehari-hari dapat diterapkan melalui ...

a)

menghormati leluhur dengan upacara

b)

menjaga kelestarian lingkungan

c)

membimbing generasi muda dengan pengetahuan

d)

memberikan pelayanan kepada sesama manusia

e)

berbagi rezeki kepada yang membutuhkan

73.

Rsi yajña bermakna pengabdian kepada ...

a)

Hyang Widhi Wasa

b)

leluhur dan keluarga

c)

guru dan orang suci

d)

masyarakat luas

e)

alam semesta

74.

Bhuta yajña dalam ajaran Hindu lebih menekankan pada ...

a)

melestarikan budaya leluhur

b)

menjaga hubungan baik dengan guru

c)

menghormati orang tua dan keluarga

d)

menjaga keseimbangan alam semesta

e)

membantu mereka yang miskin

75.

Nilai utama dari yajña adalah lascarya, yang artinya ...

a)

keikhlasan dan ketulusan dalam berkorban

b)

keberanian untuk menegakkan kebenaran

c)

ketekunan dalam menjalankan kewajiban

d)

kesetiaan pada guru dan orang tua

e)

kebersamaan dalam melaksanakan dharma

76.

Hubungan yajña dengan konsep Tri Hita Karana tampak pada ...

a)

Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan

b)

Sraddha, Bhakti, dan Karma

c)

Panca Yajña, Catur Guru, dan Dasa Yama

d)

Manusa Dharma, Rsi Dharma, dan Bhuta Dharma

e)

Dharma, Artha, Kama, dan Moksha

77.

Pada Kaliyuga, nilai utama Dharmaśastra adalah danam . Danam bermakna ...

a)

sedekah atau berbagi kepada yang membutuhkan

b)

menjaga kesucian diri dengan disiplin

c)

berbakti pada orang tua dan guru

d)

mengendalikan hawa nafsu dan pikiran

e)

mendekatkan diri kepada Tuhan melalui tapa

78.

Menurut Parasara Dharmaśastra, sedekah yang diberikan pada keluarga miskin, khususnya Brahmana yang menguasai Veda, memberikan hasil berupa ...

a)

umur panjang bagi pemberi

b)

kebahagiaan dalam keluarga

c)

keharmonisan dalam masyarakat

d)

kelancaran dalam pekerjaan

e)

keselamatan dalam kehidupan

79.

Nilai moral dari ajaran danam adalah ...

a)

menggunakan kekayaan untuk kepentingan dharma

b)

mengembangkan rasa kasih sayang kepada alam

c)

mendidik generasi muda dengan ilmu pengetahuan

d)

meningkatkan kepatuhan kepada orang tua

e)

mengutamakan kesetiaan kepada guru

80.

Implementasi dewa yajña dalam kehidupan modern dapat berupa ...

a)

sembahyang dan mempersembahkan sesajen

b)

menolong sesama tanpa pamrih

c)

membersihkan lingkungan sekitar

d)

mendukung kegiatan sosial di sekolah

e)

menghormati guru dan orang tua

81.

Nilai manusa yajña yang paling sederhana dan mudah dilakukan oleh siswa SMA adalah ...

a)

berbagi makanan dengan teman yang membutuhkan

b)

memberikan sesajen di sanggah keluarga

c)

menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah

d)

mengikuti kegiatan keagamaan sekolah

e)

mendengarkan wejangan guru dengan disiplin

82.

Gotong royong dalam masyarakat merupakan salah satu bentuk ...

a)

manusa yajña

b)

pitra yajña

c)

rsi yajña

d)

dewa yajña

e)

bhuta yajña

83.

Nilai-nilai Dharmaśastra pada Kaliyuga menekankan pada ...

a)

amal, sedekah, dan berbagi

b)

tapa, brata, dan yoga

c)

menghormati guru dan orang tua

d)

kesucian diri melalui pengendalian nafsu

e)

upacara yadnya untuk leluhur

84.

Etika dalam memberikan sedekah menurut ajaran Dharmaśastra adalah ...

a)

tulus, ikhlas, dan tanpa pamrih

b)

berani, jujur, dan penuh semangat

c)

disiplin, tertib, dan bertanggung jawab

d)

setia, sabar, dan menghargai waktu

e)

tekun, rajin, dan pantang menyerah

85.

Memberikan sedekah kepada tamu (atithi) yang datang merupakan wujud dari ...

a)

danam pada Kaliyuga

b)

pitra yajña dalam keluarga

c)

bhuta yajña dalam lingkungan

d)

rsi yajña kepada guru

e)

dewa yajña kepada Tuhan

86.

Salah satu perbedaan nilai Dharmaśastra antara Dwaparayuga dan Kaliyuga adalah ...

a)

Dwaparayuga menekankan yajña, Kaliyuga menekankan danam

b)

Dwaparayuga menekankan tapa, Kaliyuga menekankan karma

c)

Dwaparayuga menekankan bhakti, Kaliyuga menekankan sraddha

d)

Dwaparayuga menekankan kesucian, Kaliyuga menekankan pengendalian

e)

Dwaparayuga menekankan moksha, Kaliyuga menekankan artha

87.

Konsep Parahyangan dalam Tri Hita Karana selaras dengan pelaksanaan ...

a)

dewa yajña dan pitra yajña

b)

rsi yajña dan manusa yajña

c)

bhuta yajña dan manusa yajña

d)

tapa dan brata yajña

e)

danam dan aguron-guron

88.

Dalam konteks Kaliyuga, berbagi makanan kepada anak yatim merupakan contoh ...

a)

manusa yajña

b)

dewa yajña

c)

pitra yajña

d)

rsi yajña

e)

bhuta yajña

89.

Tujuan akhir dari penerapan Dharmaśastra pada setiap yuga adalah ...

a)

mencapai kebahagiaan dan moksha

b)

menambah kekayaan dan kesejahteraan

c)

menjaga hubungan baik dengan guru

d)

melaksanakan upacara sesuai tradisi

e)

memperoleh penghormatan dari masyar

90.

Fokus utama kehidupan pada zaman Tretayuga adalah...

a)

Melaksanakan yajña secara teratur

b)

Menjalankan tapa dan meditasi

c)

Memahami pengetahuan tentang sang diri

d)

Menjalankan parisudha dalam kehidupan sosial

e)

Memperkuat hubungan antarumat beragama

91.

Melalui pengetahuan tentang sang diri, manusia pada zaman Tretayuga dapat mencapai...

a)

Kesucian spiritual semata

b)

Kebahagiaan dan pelepasan dari penderitaan

c)

Kekuatan fisik yang luar biasa

d)

Kekuasaan dalam kehidupan dunia

e)

Kekayaan untuk menunjang kehidupan sosial

92.

Nilai kebajikan Brahmacari dalam Tretayuga menekankan pada...

a)

Disiplin mengikuti arahan guru dan orang tua

b)

Menjalankan meditasi secara rutin

c)

Membantu sesama dengan tulus ikhlas

d)

Menyembah kepada leluhur dengan penuh bhakti

e)

Menjalankan tapa brata tanpa henti

93.

Salah satu contoh sikap dalam ajaran Aguron-guron adalah...

a)

Menghormati dan berbakti kepada guru

b)

Mengendalikan pikiran agar tetap tenang

c)

Menjalankan parisudha dalam ucapan

d)

Menjalin hubungan baik dengan sesama teman

e)

Rajin sembahyang pada hari-hari suci

94.

Guru yang dimaksud dalam ajaran Aguron-guron adalah berikut, kecuali...

a)

Guru Rupaka (orang tua)

b)

Guru Pengajian (guru sekolah)

c)

Guru Wisesa (pemerintah)

d)

Guru Swadhyaya (Tuhan Yang Maha Esa)

e)

Guru Kala (alam semesta)

95.

Dalam Tretayuga, pengetahuan tentang sang diri menjadi budaya kehidupan karena...

a)

Memberikan jalan untuk mendapatkan kekayaan

b)

Mengarahkan manusia menuju pelepasan penderitaan

c)

Menjadikan manusia lebih berkuasa di dunia

d)

Mempererat hubungan antarwarga masyarakat

e)

Mendorong manusia hidup penuh hiburan

96.

Ajaran Brahmacari sangat penting bagi peserta didik karena...

a)

Membuat mereka pandai berbicara di depan umum

b)

Melatih disiplin dan pengendalian murni

c)

Membantu mendapatkan pekerjaan dengan cepat

d)

Menumbuhkan jiwa kepemimpinan di masyarakat

e)

Menjadikan siswa mampu hidup mandiri sejak kecil

97.

Bentuk penghormatan kepada Guru Swadhyaya adalah...

a)

Rajin sembahyang kepada Hyang Widhi Wasa

b)

Menyumbang harta untuk sekolah

c)

Berbicara sopan kepada guru di kelas

d)

Menyediakan fasilitas belajar yang nyaman

e)

Membantu teman dalam kesulitan

98.

Salah satu sikap yang mencerminkan ajaran Aguron-guron dalam kehidupan modern adalah...

a)

Mendengarkan arahan guru dengan patuh

b)

Menghafal pelajaran untuk ujian

c)

Membaca buku setiap malam

d)

Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler

e)

Rajin berolahraga untuk menjaga kesehatan

99.

Hubungan guru dan murid dalam ajaran Aguron-guron bertujuan untuk...

a)

Memperoleh nilai akademik tinggi

b)

Menumbuhkan disiplin dan sikap horm

100.

Hubungan guru dan murid dalam ajaran Aguron-guron bertujuan untuk...

a)

Memperoleh nilai akademik tinggi

b)

Menumbuhkan disiplin dan sikap hormat

c)

Mendapatkan pekerjaan setelah lulus

d)

Menjadi populer di lingkungan sekolah

e)

Menguasai keterampilan teknologi modern

101.

Nilai Brahmacari menekankan pentingnya...

a)

Hidup hemat dalam penggunaan uang

b)

Mengendalikan diri dalam belajar

c)

Mencari hiburan untuk menenangkan pikiran

d)

Menjadi aktif dalam organisasi sosial

e)

Menjadi kaya agar dihormati banyak orang

102.

Penerapan nilai Aguron-guron di rumah dapat dilakukan dengan cara...

a)

Membantu pekerjaan rumah orang tua

b)

Bermain bersama teman setiap sore

c)

Belajar hanya ketika ada ujian

d)

Menyisihkan uang untuk jajan

e)

Menghindari berbicara dengan orang tua

103.

Guru Wisesa dalam ajaran Tretayuga merujuk pada...

a)

Pemerintah

b)

Orang tua

c)

Guru sekolah

d)

Hyang Widhi

e)

Alam semesta

104.

Siswa yang menjalankan nilai Brahmacari dengan baik akan...

a)

Disiplin dan patuh pada kewajiban belajar

b)

Rajin bermain dan bersosialisasi

c)

Memiliki banyak uang dari hasil kerja

d)

Dikenal oleh banyak orang di masyarakat

e)

Bebas berbuat tanpa aturan

105.

Salah satu manfaat mempraktikkan Aguron-guron adalah...

a)

Terjaganya keharmonisan antara guru dan murid

b)

Mendapatkan nilai tinggi tanpa belajar

c)

Memiliki banyak teman sebaya

d)

Hidup lebih bebas tanpa aturan

e)

Mempunyai kekayaan materi yang berlimpah

106.

Pengetahuan tentang sang diri dalam Tretayuga terutama membantu manusia untuk...

a)

Menjadi bijaksana dalam menghadapi penderitaan

b)

Mendapatkan hiburan ketika bosan

c)

Memiliki banyak relasi sosial

d)

Menjadi lebih populer di masyarakat

e)

Memperoleh kekuasaan politik

107.

Disiplin mengikuti arahan guru dan orang tua merupakan wujud dari nilai...

a)

Brahmacari

b)

Aguron-guron

c)

Bhuta Yajña

d)

Kayika Parisudha

e)

Tapa Brata

108.

Menghormati guru di sekolah dan pemerintah termasuk nilai...

a)

Aguron-guron

b)

Brahmacari

c)

Wacika Parisudha

d)

Bhakti Marga

e)

Karma Marga

109.

Siswa yang rajin berdoa kepada Tuhan sebelum belajar mencerminkan sikap terhadap...

a)

Guru Swadhyaya

b)

Guru Rupaka

c)

Guru Wisesa

d)

Guru Pengajian

e)

Guru Desa

110.

Nilai kebajikan pada zaman Tretayuga yang dapat diterapkan oleh pelajar masa kini adalah...

a)

Disiplin belajar dan menghormati guru

b)

Mengejar kekayaan dan popularitas

c)

Mengandalkan hiburan dalam kehidupan

d)

Hidup tanpa aturan demi kebebasan

e)

Mementingkan diri sendiri di atas segalanya