Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kelas 10 BAB 1 Kerajaan Medang dan Majapahit

Total questions: 11

Worksheet time: 11mins

Name
Class
Date
1.

Kerajaan Medang/Mataram Kuno dapat mencapai zaman keemasan karena Dinasti Syailendra dan Sanjaya hidup berdampingan. Hal ini menunjukkan bahwa...

a)

Raja yang berkuasa saat itu sangat sakti dan disegani oleh rakyatnya

b)

Kerukunan antaragama menjadi kunci terciptanya kemakmuran

c)

Masyarakat Jawa Tengah hanya mengakui satu agama saja

d)

Peninggalan candi- candi hanya dibangun oleh Dinasti Syailendra saja

2.

Prasasti Kalurak (782 M) menunjukkan adanya penyamaan Bodhisattva Manjusri dengan Trimurti (Brahma, Vishnu, Shiva). Hal ini merupakan bukti adanya...

a)

Pertentangan antara Hindu dan Buddha

b)

Sinkretisme antara agama Hindu dan Buddha

c)

Penolakan masyarakat terhadap Bodhisattva

d)

Peralihan agama Buddha menjadi Hindu

3.

Jika Dinasti Syailendra dan Dinasti Sanjaya tidak bekerja sama dalam pembangunan candi, kemungkinan besar yang akan terjadi adalah...

a)

Kejayaan candi Borobudur akan semakin meningkat

b)

Terjadi perebutan wilayah dan kehancuran kerajaan

c)

Kemajuan seni pahat tetap berkembang pesat

d)

Peninggalan prasasti semakin melimpah

4.

Menurut Anda, Candi Kalasan dianggap penting dalam sejarah perkembangan agama Buddha di Jawa Tengah karena ....

a)

digunakan untuk pemujaan Dewi Tara dan peresmian Rupang Manjusri

b)

candi ini merupakan candi Hindu tertua di Jawa Tengah

c)

menjadi pusat pendidikan Hindu-Buddha di masa itu

d)

lebih megah daripada Borobudur

5.

Keberadaan candi-candi seperti Mendut, Pawon, Kalasan, dan Borobudur menunjukkan bahwa...

a)

Seniman pada masa itu tidak memiliki keterampilan memadai

b)

Ilmu pengetahuan dan seni pahat berkembang pesat

c)

Masyarakat hanya mengutamakan pembangunan kerajaan

d)

Semua candi bercorak agama Hindu

6.

Makna penting peninggalan candi-candi bercorak Hindu dan Buddha di Jawa Tengah bagi kehidupan bangsa Indonesia saat ini adalah ....

a)

Sebagai tempat wisata dan rekreasi belaka

b)

Sebagai bukti perpecahan antaragama pada masa lalu

c)

Sebagai warisan budaya yang mencerminkan toleransi dan kerukunan

d)

Sebagai simbol kejayaan satu dinasti dan perkembangan agama Buddha dan Hindu pada masa itu

7.

Raja Hayam Wuruk menunjuk dua penasihat kerajaan, yaitu Dharmadhyaksa Ring Kasogatan (Buddha) dan Dharmadhyaksa Ring Kasaiwan (Hindu). Hal ini menunjukkan bahwa...

a)

Kedua agama bersaing memperebutkan kedudukan di istana

b)

Toleransi antaragama sangat dijunjung tinggi di Majapahit

c)

Agama Buddha menjadi agama resmi kerajaan

d)

Hanya agama Hindu yang diprioritaskan raja

8.

Kalimat “Ciwa Buddha Bhinneka Tunggal Ika Tanhana Dharma Mangrwa” dari Kakawin Sutasoma mengandung nilai penting yang masih relevan hingga kini, yaitu...

a)

Menekankan perbedaan agama harus dipertajam

b)

Menyatakan bahwa kerajaan ini hanya satu agama yang benar

c)

Menjadi dasar persatuan bangsa di tengah perbedaan

d)

Membuktikan bahwa Majapahit menolak keberagaman

9.

Jika masyarakat Majapahit saat itu tidak menjunjung tinggi toleransi beragama, kemungkinan yang akan terjadi adalah ….

a)

Kerajaan Majapahit akan semakin jaya

b)

Kehidupan sosial masyarakat tetap harmonis

c)

Perselisihan antaragama bisa memecah belah kerajaan

d)

Ajaran Buddha dan Hindu menyatu tanpa hambatan

10.

Keberadaan candi-candi Hindu dan Buddha yang berdiri berdampingan di Majapahit merupakan bukti bahwa...

a)

Masyarakat tidak peduli dengan perbedaan keyakinan

b)

Kerajaan melarang masyarakat membangun tempat ibadah

c)

Kehidupan beragama dijalankan secara rukun dan damai

d)

Raja hanya mengizinkan agama Hindu berkembang

11.

Nilai yang dapat kita teladani dari umat Buddha masa Majapahit yang rajin menerjemahkan kitab, membangun candi, dan mengembangkan pendidikan agama adalah ….

a)

Semangat menjaga dan mengembangkan ajaran agama

b)

Hanya fokus pada pembangunan fisik kerajaan

c)

Menolak keberadaan agama lain di Nusantara

d)

Menyembunyikan ajaran Buddha dari masyarakat luas