WorksheetsKelas 10 BAB 1 Kerajaan Medang dan Majapahit
Total questions: 11
Worksheet time: 11mins
Kerajaan Medang/Mataram Kuno dapat mencapai zaman keemasan karena Dinasti Syailendra dan Sanjaya hidup berdampingan. Hal ini menunjukkan bahwa...
Raja yang berkuasa saat itu sangat sakti dan disegani oleh rakyatnya
Kerukunan antaragama menjadi kunci terciptanya kemakmuran
Masyarakat Jawa Tengah hanya mengakui satu agama saja
Peninggalan candi- candi hanya dibangun oleh Dinasti Syailendra saja
Prasasti Kalurak (782 M) menunjukkan adanya penyamaan Bodhisattva Manjusri dengan Trimurti (Brahma, Vishnu, Shiva). Hal ini merupakan bukti adanya...
Pertentangan antara Hindu dan Buddha
Sinkretisme antara agama Hindu dan Buddha
Penolakan masyarakat terhadap Bodhisattva
Peralihan agama Buddha menjadi Hindu
Jika Dinasti Syailendra dan Dinasti Sanjaya tidak bekerja sama dalam pembangunan candi, kemungkinan besar yang akan terjadi adalah...
Kejayaan candi Borobudur akan semakin meningkat
Terjadi perebutan wilayah dan kehancuran kerajaan
Kemajuan seni pahat tetap berkembang pesat
Peninggalan prasasti semakin melimpah
Menurut Anda, Candi Kalasan dianggap penting dalam sejarah perkembangan agama Buddha di Jawa Tengah karena ....
digunakan untuk pemujaan Dewi Tara dan peresmian Rupang Manjusri
candi ini merupakan candi Hindu tertua di Jawa Tengah
menjadi pusat pendidikan Hindu-Buddha di masa itu
lebih megah daripada Borobudur
Keberadaan candi-candi seperti Mendut, Pawon, Kalasan, dan Borobudur menunjukkan bahwa...
Seniman pada masa itu tidak memiliki keterampilan memadai
Ilmu pengetahuan dan seni pahat berkembang pesat
Masyarakat hanya mengutamakan pembangunan kerajaan
Semua candi bercorak agama Hindu
Makna penting peninggalan candi-candi bercorak Hindu dan Buddha di Jawa Tengah bagi kehidupan bangsa Indonesia saat ini adalah ....
Sebagai tempat wisata dan rekreasi belaka
Sebagai bukti perpecahan antaragama pada masa lalu
Sebagai warisan budaya yang mencerminkan toleransi dan kerukunan
Sebagai simbol kejayaan satu dinasti dan perkembangan agama Buddha dan Hindu pada masa itu
Raja Hayam Wuruk menunjuk dua penasihat kerajaan, yaitu Dharmadhyaksa Ring Kasogatan (Buddha) dan Dharmadhyaksa Ring Kasaiwan (Hindu). Hal ini menunjukkan bahwa...
Kedua agama bersaing memperebutkan kedudukan di istana
Toleransi antaragama sangat dijunjung tinggi di Majapahit
Agama Buddha menjadi agama resmi kerajaan
Hanya agama Hindu yang diprioritaskan raja
Kalimat “Ciwa Buddha Bhinneka Tunggal Ika Tanhana Dharma Mangrwa” dari Kakawin Sutasoma mengandung nilai penting yang masih relevan hingga kini, yaitu...
Menekankan perbedaan agama harus dipertajam
Menyatakan bahwa kerajaan ini hanya satu agama yang benar
Menjadi dasar persatuan bangsa di tengah perbedaan
Membuktikan bahwa Majapahit menolak keberagaman
Jika masyarakat Majapahit saat itu tidak menjunjung tinggi toleransi beragama, kemungkinan yang akan terjadi adalah ….
Kerajaan Majapahit akan semakin jaya
Kehidupan sosial masyarakat tetap harmonis
Perselisihan antaragama bisa memecah belah kerajaan
Ajaran Buddha dan Hindu menyatu tanpa hambatan
Keberadaan candi-candi Hindu dan Buddha yang berdiri berdampingan di Majapahit merupakan bukti bahwa...
Masyarakat tidak peduli dengan perbedaan keyakinan
Kerajaan melarang masyarakat membangun tempat ibadah
Kehidupan beragama dijalankan secara rukun dan damai
Raja hanya mengizinkan agama Hindu berkembang
Nilai yang dapat kita teladani dari umat Buddha masa Majapahit yang rajin menerjemahkan kitab, membangun candi, dan mengembangkan pendidikan agama adalah ….
Semangat menjaga dan mengembangkan ajaran agama
Hanya fokus pada pembangunan fisik kerajaan
Menolak keberadaan agama lain di Nusantara
Menyembunyikan ajaran Buddha dari masyarakat luas
