Font size
WorksheetsKUIS 18 KOMPETENSI
Total questions: 32
Worksheet time: 24mins
Sebelum memberikan pelayanan kepada pasien, asisten keeperawatan harus melakukan
Memperkenalkan diri
Mempersilahkan untuk duduk
Meminta KTP
Menanyakan sakitnya
Sumber terjadinya infeksi nosokomial adalah yang tersebut dibawah ini, kecuali
pasien/klien
keluarga pasien/klien
asisten keperawatan/perawat
Petugas parkir
Pengunjung
Prinsip etik/moral keperawatan yang tersebut dibawah ini, kecuali
Kejujuran
Menghargai otonomi
Kebebasan
Komunikasi yang baik
Tidak merugikan
Sebelum melakukan tindakan vulva hygiene, tempatkan pasien pada posisi yang nyaman untuk memudahkan tindakan. Posisi apakah yang benar untuk vulva hygiene?
Dorsal recumbent
Semi fowler
Supine
Prone
Lateral
Salah satu perlengkapan alat dalam mempersiapkan tempat tidur adalah stik laken. Hal apa saja yang terkait dengan stik laken?
Dipergunakan untuk menutup tempat tidur sebagai tempat tidur tertutup
Kain penutup pasien supaya merasa lebih hangat
Sebagai alat untuk membersihkan kasur pasien
Kain melintang di atas perlak
Panjang kain 2,5 meter
Penggunaan sarung tangan diwajibkan penggunaannya pada saat
Mengukur tanda-tanda vital
Membantu/pasien mandi di kamar mandi
Mengukur output urine
Memberi makan pasien
Mendorong pasien/klien untuk pemeriksaan rontgen
Apa yang dimaksud dengan tempat tidur tertutup?
Tempat tidur yang dimaksudkan untuk pasien yang akan segera masuk rumah sakit atau di rawat, sehingga sudah siap digunakan
Tempat tidur yang disiapkan untuk persiapan pasien baru yang belum ditentukan waktunya
Tempat tidur dengan seprai besar setelah dipasang seprai, perlak, selimut, dan sarung bantal
Tempat tidur yang dibuka khusus pasien UGD
Tempat tidur khusus untuk pasien VIP
Berapakah suhu yang dibutuhkan untuk mensterilisasi alat dengan cara direbus!
(a)
Tanda-tanda psikososial menjelang kematian
Napas kasar
Dilatasi pupil
Nadi naik turun
Tekanan darah turun
Menolak penyakit terminal
Manakah pernyataan berikut yang terkait hubungan kematian dengan proses pertumbuhan dan perkembangan?
Kematian merupakan peristiwa sosial yang sangat bermakna bagi seluruh masyarakat
Individu tidak dapat disembuhkan atau diselamatkan dari ajal
Kematian dianggap sebagai kejadian yang sifatnya pribadi
Penyangkalan merupakan tahapan dukacita
Menjelang kematian terjadi dilatasi pupil
Pasien didiagnosa mengalami sakit terminal. Pasien menolak dirawat oleh asisten perawat dan mengusir dari ruang perawatan sambil mengatakan "saya tidak perlu anda, pergi jauh". Pasien berada pada tahap duka cita mana?
Tawar menawar (bargaining)
Penerimaan (acceptance)
Penyangkalan (denial)
Depresi (depression)
Marah (anger)
Indikator yang tepat untuk pemberian buli-buli panas pada pasien
Memperlancar sirkulasi darah
Mengurangi rasa sakit
Merangsang peristaltik usus
Spasme otot
Kejang demam
Dibawah ini yang tidak termasuk dalam tujuan melakukan kompres hangat kering adalah
Memperlancar sirkulasi darah
Mengurangi rasa sakit
Merangsang peristaltik usus
Mencegah terjadinya perdarahan
Mencegah terjadinya hipertermi
DO : Terdapat memar di kaki sebelah kanan bila asisten perawat menemukan kasus diatas, tindakan apa yang harus dilakukan oleh asisten perawat
Memasang kirbat es
Memasang buli-buli panas
Memberi kompres hangat basah
Memberi kompres dingin
Memberi kompres hangat
Identifikasi kebutuhan pasien atau baca status pasien, cuci tangan sesuai SPO, siapkan alat-alat, bawa alat-alat ke dekat pasien. Data tersebut merupakan kegiatan melakukan tindakan keperawatan pada tahapan
Persiapan alat
Terminasi
Orientasi
Interaksi
Kerja
Dibawah ini yang merupakan kontra indikasi pemasangan kirbat es
Menurunkan suhu tubuh
Mencegah peradangan meluas
Klien dengan suhu tubuh yang tinggi
Klien dengan batuk dan muntah darah
Klien dengan luka terbuka
Ada beberapa cara melakukan tindakan keperawatan memasang kirbat es salah satunya menggunakan kirbat es yang telah diisi dengan potongan-potongan es. Dilakukan pada klien dengan suhu tinggi, klien dengan perdarahan hebat dan yang mengalami kesakitan hal ini merupakan cara
Kirbat es leher
Kirbat es gantung
Kirbat es biasa
Kirbat es samping
Kirbat es bawah
Pasien Ny. S datang ke rumah sakit dengan keluhan demam, menggigil, kepala pusing, dan mual, yang sudah dirasakan selama 1 minggu ini. Ny. S terlihat pucat dan lemas, suhu badan 38,5, TD: 100/70 mmhg, RR 24 x/menit, N: 78 x/menit, apakah masalah keperawatan yang paling utama pada kasus diatas
Hipertermi
Intoleransi aktivitas
Anoreksia
Gangguan Nutrisi
Gangguan intake output cairan
Pasien Ny. A datang ke rumah sakit dengan keluhan sesak nafas, setelah di kaji pernafasan pasien cepat dan dangkal, usia pasien 58 tahun, tekanan darah pasien 135/90 mmhg, suhu tubuh pasien 35 ° c. Dari hasil pengkajian diatas diperoleh hasil tekanan darah pasien 135/90 mmhg bila dilihat dari segi usia pasien apakah pasien tersebut mengalami gangguan
Pasien mengalami gangguan hipertensi
Pasien mengalami gnagguan hipotensi
Tekanan darah dikategorikan normal
Pasien mengalami takhikardi
Pasien mengalami stertor
Suhu tubuh pasien 35°C bila dilihat dari usia pasien 58 tahun termasuk dalam kategori
Hipoksia
Hiperplasia
Hipertermi
Hipotermi
Febris
Berapakah nilai normal pH tubuh manusia
3,5 - 4,5
5,5 - 8,5
4,5 - 8,5
6,3 - 9,5
7,3 - 7,4
Pasien yang kemampuan otot sphincternya tidak dapat untuk mengontrol eksresi urin disebut
Retensi urine
Inkontinensia urine
Enuresis
Stress
Tonus otot
Pada saat melakukan prosedur kerja membantu pasien Buang Air Kecil (BAK) pada tahapan kerja urutan yang tepat setelah meletakkan perlak di bawah gluteal adalah
Gunakan Handscoon dan masker
Atur posisi pasien (dorsal recumbent)
Lepas pakaian bawah pasien
Anjurkan pasien untuk berkemih
Letakkan urinal
Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi defekasi adalah
Obat-obatan
Inkontinensia
Enuresis
Stress
Tonus otot
Salah satu karakteristik feses abnormal dapat dilihat dari warna, bila warna feses agak pucat dari warna normal dapat dikatakan terjadi gangguan pada
Jantung
Hati
Empedu
Perdarahan pada rektum
Gangguan pada spinchter ani
Pada saat melakukan prosedur kerja membabntu pasien Buang Air Besar (BAB) pada tahapan kerja urutan yang tepat setelah meletakkan perlak di bawah gluteal adalah
Gunakan Handscoon dan masker
Atur posisi pasien (dorsal recumbent)
Lepas pakaian bawah pasien
Anjurkan pasien untuk buang air besar
Letakkan urinal di bawah gluteal
Pada perasat pemberian kompres dingin basah setelah mencuci tangan, tindakan selanjutnya
Menjelaskan prosedur
Memasang pengalas
mengukur suhu tubuh
Membasahi kain dengan air dingin
Menjelaskan tujuan
Teori gate control emnjelaskan bahwa stimulasi kulit dpaat mengaktifkan transmisi serabut saraf yaitu
Sensori A-beta yang lebih besar dan lebih cepat
Sensori A-beta yang lebih besar dan lebih lambat
Sensori B-beta yang lebih besar dan lebih cepat
Sensori B-beta yang lebih besar dan lebih lambat
Sensori C-beta yang lebih besar dan lebih cepat
Kompres dingin adalah salah satu cara untuk menurunkan rasa nyeri dengan pemberian rangsangan pada kulit yang disebut stimulasi kulit. Stimulasi kulit menyebabkan pelepasan hormon
Endofrin
Epinefrin
Endokrin
Isotonic
Diuretic
Kompres hangat adalah salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan aman, nyaman pasien, dibawah ini merupakan tujuan dari pemberian kompres hangat kecuali
Mengurangi nyeri
Memberikan rasa hangat
Menurunkan spasmus otot
Menghilangkan edema
Menurunkan perdarahan
Jenis-jenis kompres hangat dapat digunakan secara lokal, untuk konduksi panas, dengan menggunakan botol air panas, bantalan pemanas elektrik, bantuan akuatermia atau kemasan pemanas disposable penjelasan diatas merupakan jenis kompres dingin
Kompres hangat kering
Kompres hangat basah
Kompres hangat
Kompres hangat sistemik
Kompres hangat rebound
Dibawah ini yang bukan merupakan indikasi pemberian kompres hangat adalah
Klien yang kedinginan (suhu tubuh rendah)
Klien dengan perut kembung
Klien yang punya penyakit peradangan, seperti radang persendian
Spasme otot
Perdarahan
