Font size
WorksheetsQuiz Jaringan dan MikroTik
Total questions: 100
Worksheet time: 1hrs 15mins
Manakah lapisan OSI yang bertanggung jawab atas pengalamatan IP?
Data Link
Network
Transport
Application
Protokol TCP bekerja pada layer OSI:
Session
Transport
Network
Data Link
Port default untuk HTTP adalah:
25
21
80
110
Fungsi utama protokol ARP adalah:
Mengubah hostname menjadi IP
Mengubah IP menjadi MAC
Mengubah MAC menjadi IP
Routing antar jaringan
IP kelas C memiliki range:
1-126
128-191
192-223
224-239
Topologi yang paling tahan terhadap kegagalan satu kabel adalah:
Bus
Star
Ring
Mesh
Topologi mesh biasanya digunakan pada:
Jaringan kecil
Data center
Wireless rumah
Topologi peer-to-peer
Pada topologi star, perangkat pusat biasanya berupa:
Hub/Switch
Router
Repeater
Firewall
Kekurangan utama topologi bus adalah:
Boros kabel
Sulit instalasi
Collision tinggi
Mahal
Topologi yang paling scalable untuk jaringan kampus:
Ring
Hybrid
Bus
Star
File upgrade MikroTik RouterOS biasanya berekstensi:
.bin
.npk
.exe
.cfg
Untuk melakukan reset RouterOS ke default configuration digunakan perintah:
/system reset-configuration
/system reboot
/system shutdown
/ip reset
Backup konfigurasi MikroTik dengan format binary menggunakan:
/export
/system backup save
/import
/system snapshot
Lisensi MikroTik ditentukan berdasarkan:
Model router
Level lisensi
Jumlah RAM
Jenis prosesor
Command untuk restore konfigurasi hasil export adalah:
/system import
/import file-name=nama_file.rsc
/system backup load
/system reset
Fungsi utama MikroTik RouterOS adalah:
Word processing
Routing dan switching
Game server
Media streaming
Winbox digunakan untuk:
Monitoring log
Remote configuration
Membuat script
Install package
MikroTik RouterOS berbasis sistem operasi:
Linux
Windows
FreeBSD
Unix
Fungsi "Torch" di MikroTik adalah untuk:
Firewall
Traffic monitoring
Bandwidth limiting
Wireless scanning
Untuk memantau lalu lintas real-time per interface digunakan:
Torch
Netwatch
Ping
Packet Sniffer
Perintah untuk mengaktifkan DHCP client pada MikroTik:
/ip dhcp-server add
/ip dhcp-client add
/ip dhcp-client enable
/ip address add
DHCP bekerja pada port:
67/68 UDP
80 TCP
21 TCP
110 UDP
Static ARP digunakan untuk:
Mengurangi collision
Mencegah spoofing
Membatasi bandwidth
Menentukan routing
Default lease time DHCP pada MikroTik adalah:
10m
1h
3d
1w
DHCP server memberikan:
Username
IP address
MAC Address
Domain
Fungsi utama bridge adalah:
Menghubungkan jaringan berbeda layer 3
Menyambungkan segmen layer 2
Membatasi bandwidth
Menyimpan routing table
Perintah menambahkan bridge:
/interface bridge add
/ip bridge add
/bridge add
/system bridge add
Switch beroperasi pada OSI layer:
2
3
4
7
STP (Spanning Tree Protocol) digunakan untuk:
Load balancing
Mencegah loop
Routing
DHCP
Fungsi "HW Offload" di MikroTik switch adalah:
Mempercepat routing
Memindahkan proses bridging ke hardware
Mengatur firewall
Membatasi bandwidth
Default gateway di MikroTik ditentukan oleh:
Address list
Static route
DHCP
Firewall
Perintah menambahkan static route:
/ip route add
/routing static add
/system route add
/ip route set
Administrative Distance (AD) pada routing menunjukkan:
Metric tercepat
Kepercayaan route
Kapasitas bandwidth
Jumlah hop
Administrative Distance (AD) pada routing menunjukkan:
Metric tercepat
Kepercayaan route ✅
Kapasitas bandwidth
Jumlah hop
Protokol OSPF bekerja pada layer:
Data Link
Network ✅
Transport
Application
BGP menggunakan port:
TCP 179 ✅
UDP 179
TCP 80
UDP 520
Standar 802.11ac bekerja pada frekuensi:
2.4 GHz
5 GHz ✅
900 MHz
60 GHz
Mode wireless "AP Bridge" digunakan untuk:
Client ke AP
Access point ✅
WDS
Monitoring
Wireless security yang paling lemah adalah:
WPA
WPA2
WEP ✅
WPA3
Channel width 20/40 MHz biasanya digunakan pada:
802.11b
802.11n ✅
802.11a
802.11g
Fitur "Connect List" di MikroTik wireless digunakan untuk:
Mengatur prioritas koneksi
Menentukan bandwidth
Membatasi DHCP
Membuat firewall
NAT digunakan untuk:
Filtering
Translasi IP ✅
Load balancing
DNS resolver
FastTrack di MikroTik berfungsi untuk:
Mempercepat firewall connection ✅
Menambah bandwidth
Mengurangi routing table
Mengaktifkan QoS
Firewall filter chain "forward" berfungsi untuk:
Traffic ke router
Traffic melewati router ✅
Output router
NAT translation
Address-list digunakan untuk:
Menyimpan daftar IP ✅
Routing policy
Static ARP
Bridge table
Default rule firewall MikroTik adalah:
Accept all
Drop all
Accept established & related ✅
Drop invalid
Fungsi simple queue adalah:
Membatasi bandwidth per IP ✅
Mengatur routing
Mengatur firewall
Membuat tunnel
Parameter "target" pada simple queue digunakan untuk:
IP tujuan
IP sumber ✅
Port tujuan
MAC Address
Burst digunakan untuk:
Membatasi bandwidth saat idle
Memberi bandwidth tambahan sesaat ✅
Membatasi latency
Menentukan prioritas routing
PCQ singkatan dari:
Per Connection Queue ✅
Personal Control Queue
Packet Class Queue
Public Connection Queue
Queue type default pada MikroTik adalah:
PCQ
FIFO ✅
RED
SFQ
PPPoE digunakan untuk:
VPN site-to-site
Akses broadband ✅
Routing
Wireless bridging
Tunnel yang terenkripsi adalah:
PPTP
L2TP/IPSec ✅
EoIP
GRE
Secure tunneling MikroTik menggunakan:
SSH
SSTP ✅
HTTP
WEP
IP Pool digunakan untuk:
Menyediakan IP dinamis ✅
Routing static
ARP Table
Queue
PPTP menggunakan port:
TCP 1723 ✅
UDP 1701
TCP 443
UDP 500
Netwatch digunakan untuk:
Monitoring host via ping ✅
Membatasi bandwidth
Melihat traffic
Membuat firewall
Tool "Ping" digunakan untuk:
Mengukur delay ✅
Routing
DHCP
Filtering
Fitur "Traceroute" digunakan untuk:
Melihat jalur routing ✅
Membatasi bandwidth
Filtering
DHCP server
Tool "Profile" digunakan untuk:
Melihat penggunaan CPU ✅
Monitoring bandwidth
Wireless scanning
Export konfigurasi
Fitur "Bandwidth Test" digunakan untuk:
Melihat koneksi VPN
Mengukur throughput ✅
Filtering firewall
Routing
Fungsi utama web proxy di MikroTik adalah:
NAT
Cache dan filtering ✅
DHCP
Routing
Transparent proxy artinya:
Proxy tanpa konfigurasi manual di client ✅
Proxy dengan otentikasi
Proxy hanya untuk HTTPS
Proxy menggunakan VPN
Port default web proxy MikroTik adalah:
8080 ✅
80
3128
443
Fitur access-list pada web proxy digunakan untuk:
Firewall
Kontrol akses web ✅
NAT
Routing
Untuk mengaktifkan web proxy:
/ip proxy set enabled=yes ✅
/web-proxy enable
/system proxy on
/tool proxy enable
Apa fungsi mangle di firewall MikroTik?
Membatasi bandwidth
Menandai packet/connection ✅
Routing default
NAT
Routing mark biasanya digunakan bersama dengan:
Static route ✅
Bridge
Apa fungsi mangle di firewall MikroTik?
Membatasi bandwidth
Menandai packet/connection
Routing default
NAT
Routing mark biasanya digunakan bersama dengan:
Static route
Bridge
ARP
DHCP
Fitur "Connection Tracking" digunakan untuk:
Monitoring session
Membatasi bandwidth
DHCP
Routing
Default identity MikroTik setelah reset adalah:
MikroTik
RouterOS
Admin
Router
Untuk masuk ke MikroTik via CLI digunakan:
Telnet/SSH
FTP
HTTP
SNMP
Default username MikroTik setelah instalasi adalah:
root
admin
mikrotik
user
Untuk mengaktifkan SNMP di MikroTik digunakan perintah:
/system snmp set enabled=yes
/snmp enable
/ip snmp add
/tool snmp set
Fitur yang digunakan untuk manajemen user login di MikroTik adalah:
User Manager
Winbox
Netwatch
Web Proxy
Port default Winbox adalah:
22
23
8291
8080
Mikrotik "Safe Mode" berfungsi untuk:
Mempercepat routing
Mencegah konfigurasi salah permanen
Mengamankan password
Membuat VPN
Command untuk melihat daftar interface di MikroTik:
/ip address print
/interface print
/system resource print
/interface show
Untuk mengaktifkan hotspot server digunakan menu:
/ip hotspot
/ip proxy
/system hotspot
/ip firewall
User profile di hotspot digunakan untuk:
Menentukan bandwidth & timeout
Routing static
DNS resolver
Firewall rules
Default port login HTTPS pada hotspot adalah:
443
8443
80
8291
Certificate pada MikroTik digunakan untuk:
DHCP
VPN & HTTPS secure
Routing
Firewall
Untuk melihat log di MikroTik digunakan:
/system logging
/log print
/system log
/tool log
DNS cache MikroTik diaktifkan dengan:
/ip dns set allow-remote-requests=yes
/system dns enable
/dns cache enable
/tool dns start
Default port MikroTik API adalah:
8728
8291
8080
8443
Mode wireless yang digunakan untuk point-to-point adalah:
AP bridge
Station bridge
WDS
Repeater
Mode "WDS" pada wireless digunakan untuk:
Repeater link
Routing
DHCP
Firewall
EoIP tunnel adalah protokol buatan:
Cisco
MikroTik
Juniper
Huawei
Fungsi utama VRRP adalah:
Load balancing
Redundansi gateway
Firewall
DHCP
Queue Tree berbeda dengan Simple Queue karena:
Queue Tree bisa hierarchical
Queue Tree hanya untuk wireless
Queue Tree lebih lambat
Queue Tree hanya untuk VPN
Perintah melihat resource hardware di MikroTik:
/system resource print
/tool resource print
/interface resource
/system print
Port default SSH MikroTik:
21
22
23
8291
Fungsi netinstall adalah:
Upgrade RouterOS via FTP
Instal ulang RouterOS dari PC
Backup konfigurasi
Membuat lisensi
MikroTik CHR digunakan untuk:
Virtual RouterOS
Hardware RouterOS
Web Proxy
Switch
Untuk monitoring wireless digunakan tool:
Torch
Frequency Usage
Traceroute
Ping
Protocol yang digunakan CAPsMAN:
CAPWAP
BGP
OSPF
RIP
Fungsi utama CAPsMAN adalah:
Kontrol terpusat AP wireless
Routing
DHCP
Firewall
Command untuk melihat ARP table di MikroTik:
/ip arp print
/ip arp show
/system arp
/interface arp print
Mode IP "src-nat" paling sering digunakan untuk:
Static routing
Internet sharing
Bridge
Queue
