Font size
WorksheetsLatihan PCK Jihan 1
Total questions: 82
Worksheet time: 2hrs 40mins
Seorang guru menemukan beberapa peserta didiknya sering mengganggu jalannya pembelajaran dan kurang kooperatif saat bekerja kelompok. Guru tersebut ingin menganalisis lebih dalam karakteristik mereka untuk menentukan strategi pengelolaan yang tepat. Berdasarkan situasi tersebut, apa langkah pertama yang paling tepat untuk dilakukan oleh guru?
Mengidentifikasi latar belakang keluarga dan lingkungan sosial peserta didik untuk memahami penyebab perilaku mereka.
Memberikan sanksi tegas agar peserta didik jera dan menghentikan perilaku yang mengganggu.
Menyampaikan teguran di depan kelas agar peserta didik menyadari kesalahannya.
Meminta peserta didik menulis surat permintaan maaf atas perilaku mereka yang tidak pantas.
Melakukan observasi dan refleksi terhadap perilaku peserta didik selama proses pembelajaran untuk memperoleh gambaran yang objektif.
Ibu Sari adalah seorang guru SMP yang mengajar di kelas VII. Ia menghadapi tantangan dengan beberapa peserta didik yang sering menolak instruksi, menunjukkan sikap pasif dalam diskusi kelompok, dan mudah marah ketika ditegur. Ibu Sari memperhatikan bahwa beberapa dari mereka tampak kurang percaya diri dan jarang berinteraksi dengan teman sekelas di luar pelajaran. Untuk membantu mereka, Ibu Sari ingin melakukan pendekatan yang sesuai agar dapat mengelola situasi ini dengan efektif dan mendukung perkembangan sosial-emosional peserta didik. Apa langkah paling tepat yang seharusnya dilakukan Ibu Sari dalam menganalisis karakteristik dan mengelola peserta didik yang sulit ini?
Memberikan tugas tambahan kepada peserta didik yang bermasalah agar mereka sibuk dan tidak lagi mengganggu.
Mengadakan observasi perilaku peserta didik di berbagai situasi (belajar, bermain, berinteraksi) untuk mengetahui pola-pola yang muncul.
Meminta wali kelas atau guru BK untuk memberikan sanksi agar perilaku mereka berubah.
Menyampaikan ceramah motivasi umum di kelas agar semua peserta didik merasa termotivasi untuk belajar lebih baik.
Melakukan wawancara singkat dengan peserta didik secara individual untuk memahami perasaan, kebutuhan, dan kesulitan yang mereka hadapi.
Di kelas Bu Rina, terdapat seorang peserta didik bernama Arif. Arif sering terlihat gelisah, kesulitan untuk duduk diam dalam waktu lama, dan mudah teralihkan perhatiannya. Saat diskusi kelompok, Arif cenderung memotong pembicaraan temannya atau pindah ke kelompok lain. Hal ini kadang mengganggu jalannya pembelajaran, meskipun Arif sebenarnya tampak antusias dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Analisis kondisi Arif menunjukkan kesulitan belajar …….
Disproksia
Diskalkulia
Disleksia
ADHD
Disgrafia
Di kelas Bu Rina, terdapat seorang peserta didik bernama Arif. Arif sering terlihat gelisah, kesulitan untuk duduk diam dalam waktu lama, dan mudah teralihkan perhatiannya. Saat diskusi kelompok, Arif cenderung memotong pembicaraan temannya atau pindah ke kelompok lain. Hal ini kadang mengganggu jalannya pembelajaran, meskipun Arif sebenarnya tampak antusias dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Apa langkah paling tepat yang seharusnya dilakukan Bu Rina untuk membantu Arif agar dapat terlibat secara positif dalam proses pembelajaran?
Memberikan sanksi tegas setiap kali Arif mengganggu teman-temannya agar ia belajar disiplin.
Membiarkan Arif bergerak semaunya karena itu adalah bagian dari kondisi ADHD.
Mengatur aktivitas pembelajaran dengan metode yang bervariasi dan melibatkan gerakan fisik yang terkontrol agar Arif tetap fokus.
Memindahkan Arif ke sudut kelas yang jauh agar tidak mengganggu teman-temannya.
Memberikan bimbingan individual secara rutin untuk membantu Arif mengelola fokus dan emosinya.
Berikut yang merupakan ciri dari peserta didik yang mengalami kesulitan belajar disleksia adalah ..... Pilihan Ganda Kompleks!
Saat menulis di papan tulis, Dina sering membalik huruf-huruf seperti “b” menjadi “d” atau “p” menjadi “q,” bahkan kadang-kadang terbalik menulis angka. Meski sudah mencoba keras, tulisannya sering tidak rapi dan banyak kesalahan ejaan
Rio merupakan siswa kelas 1 SD yang sering kali mengalami kesulitan mengingat angka dan huruf dengan baik dibandingkan kecepatan mengingat teman-teman di kelasnya.
Di kelas matematika SMA Pak Jaka, terdapat seorang siswa bernama Aldi yang selalu tampak kebingungan saat diminta menghitung. Meskipun ia rajin mencatat dan berusaha memahami materi, Aldi selalu kesulitan saat harus mengerjakan soal hitungan dasar, seperti penjumlahan atau perkalian sederhana. Ketika teman-temannya dengan mudah mengurutkan angka atau menjumlahkan bilangan desimal, Aldi justru terdiam lama, mencoba memikirkan langkah demi langkah.
Di kelas Bu Dini, ada seorang anak bernama Bima yang tampak sering canggung saat melakukan aktivitas fisik. Saat pelajaran olahraga, Bima kesulitan menangkap bola yang dilemparkan kepadanya dan gerakannya tampak kaku. Ketika diminta menulis di papan tulis, tulisannya tidak rapi dan huruf-
Sinta sering kali terbata-bata saat membaca keras di depan kelas, melewatkan beberapa kata, atau salah mengucapkan huruf tertentu. Ia juga membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami teks sederhana dibandingkan teman-temannya.
Bu Maya sedang mengamati anak-anak usia 6–7 tahun di kelasnya yang mulai menunjukkan kemampuan untuk memecahkan masalah secara logis dan memahami hubungan sebab-akibat. Namun, ketika diminta untuk memecahkan masalah yang bersifat abstrak atau membayangkan sesuatu yang tidak mereka lihat secara langsung, anak-anak itu masih kesulitan. Berdasarkan teori perkembangan kognitif Piaget, pada tahap apa anak-anak tersebut berada, dan bagaimana guru dapat menyesuaikan pembelajaran untuk mendukung perkembangan mereka?
Anak-anak berada pada tahap praoperasional; guru perlu menggunakan gambar dan simbol untuk membantu mereka berpikir abstrak.
Anak-anak berada pada tahap operasional konkret; guru dapat memberikan aktivitas yang melibatkan manipulasi objek nyata untuk mengembangkan pemikiran logis.
Anak-anak berada pada tahap operasional formal; guru perlu memberikan soal logika abstrak agar mereka semakin terlatih berpikir ilmiah.
Anak-anak berada pada tahap sensorimotor; guru perlu menggunakan banyak aktivitas motorik dasar untuk merangsang perkembangan kognitif.
Anak-anak berada pada transisi praoperasional ke operasional konkret; guru sebaiknya mengombinasikan penggunaan simbol sederhana dengan aktivitas konkret untuk menjembatani perkembangan berpikir.
Pak Seno sedang mengajar IPA di kelas V dan menemukan bahwa beberapa siswa mampu mengidentifikasi hubungan sebab-akibat dengan benda nyata, misalnya saat mempelajari bagaimana air menguap. Namun, saat ditanya tentang konsep energi potensial dan energi kinetik secara abstrak, banyak siswa kesulitan. Berdasarkan teori perkembangan kognitif Piaget, strategi pembelajaran yang paling tepat untuk memfasilitasi kebutuhan semua siswa dalam situasi ini adalah......
Memberikan lebih banyak pengalaman langsung melalui percobaan dan observasi nyata.
Memberikan diskusi dan pertanyaan abstrak agar semua siswa langsung terbiasa berpikir formal.
Menggunakan alat peraga dan simulasi yang membantu menjembatani konsep konkret ke abstrak.
Memaksa semua siswa untuk segera mempelajari konsep formal agar setara dengan teman yang sudah bisa.
Mengajak siswa mendiskusikan hipotesis secara abstrak tanpa perlu pengalaman nyata.
Pak Anton mengamati bahwa di kelas XI, ada beberapa siswa yang tampak sangat aktif dalam organisasi dan diskusi kelompok. Mereka suka berbagi ide, mencoba hal-hal baru, dan tampak percaya diri saat presentasi. Namun, ada juga siswa yang lebih banyak diam, tampak ragu untuk berbicara, dan bahkan terlihat tidak yakin dengan pendapat mereka sendiri. Ketika diajak bekerja kelompok, mereka kerap setuju saja dengan ide teman tanpa menambahkan pendapat. Pak Anton menduga ini terkait dengan perkembangan psikososial remaja yang sedang mereka alami. Berdasarkan teori Erikson, tahap yang sedang dialami sebagian besar siswa SMA dan strategi guru untuk membantu perkembangan positif mereka adalah...
Tahap inisiatif vs rasa bersalah; guru perlu memberi tantangan baru agar siswa lebih percaya diri berbicara.
Tahap identitas vs kebingungan identitas; guru perlu membantu siswa mengeksplorasi minat dan nilai diri agar mereka menemukan jati diri.
Tahap industri vs inferioritas; guru harus menekankan persaingan akademik agar mereka merasa kompeten.
Tahap keintiman vs isolasi; guru harus fokus pada hubungan antar teman dan membantu mereka berinteraksi lebih akrab.
Tahap generativitas vs stagnasi; guru perlu memberi kesempatan siswa berkontribusi dalam kegiatan sosial agar mereka merasa bermanfaat.
Berikut perkembangan tahap perkembangan psikososial yang tepat adalah ……
Rendi, siswa kelas XI, sering terlihat mencoba berbagai gaya dan aktivitas, dari menjadi anggota OSIS hingga ikut lomba desain grafis. Namun, dia juga sering tampak bingung dan ragu saat harus memilih mana yang benar-benar mencerminkan dirinya. Meski senang bereksperimen, ia sering mengeluh bahwa ia belum menemukan apa yang benar-benar “dia.” (Tahap Industry vs Infeority)
Setelah lulus kuliah, Ardi mulai merasa ingin memiliki hubungan yang lebih dalam dengan orang lain. Dia sering terlihat akrab dengan teman-temannya, bahkan mulai merencanakan masa depan dengan pasangannya. (Tahap Intimacy vs Isolation)
Di kelas IV, Rika selalu terlihat antusias saat diminta membantu menyiapkan alat peraga untuk presentasi. Ia dengan bangga memperlihatkan hasil karyanya pada teman-teman dan guru. Namun, ada juga saat ketika ia merasa minder setelah melihat teman-temannya yang lebih cepat dan lebih rapi dalam bekerja. Meski begitu, Rika tetap berusaha keras, karena ia ingin menunjukkan bahwa ia mampu dan tidak kalah dengan teman-temannya. (Tahap Identity vs Role Confusion)
Bayi Lala yang baru berusia enam bulan selalu tersenyum dan tampak tenang setiap kali ibunya menggendongnya. Setiap Lala menangis, ibunya segera
menenangkan dengan sentuhan lembut dan suara penuh kasih. (Tahap Trust vs Mistrust)
Rendi, siswa kelas XI, sering terlihat mencoba berbagai gaya dan aktivitas, dari menjadi anggota OSIS hingga ikut lomba desain grafis. Namun, dia juga sering tampak bingung dan ragu saat harus memilih mana yang benar-benar mencerminkan dirinya. Meski senang bereksperimen, ia sering mengeluh bahwa ia belum menemukan apa yang benar-benar “dia.” (Tahap Identity vs Role Confusion)
Di kelas VII, Bu Tika menyadari bahwa beberapa siswa terlihat lebih mudah cemas dan marah saat mengalami konflik kecil dengan teman. Mereka kadang menangis, sementara yang lain justru lebih mudah menutup diri dan tidak mau berbicara. Bu Tika ingin memahami apa yang menjadi penyebab perbedaan reaksi emosional tersebut dan bagaimana membantunya. Berdasarkan teori perkembangan emosional, apa yang paling tepat dapat dilakukan guru untuk membantu perkembangan emosional para siswa?
Memberikan hukuman tegas kepada siswa yang cengeng agar mereka belajar mengendalikan emosi.
Menciptakan lingkungan kelas yang aman dan mendukung, di mana siswa merasa diterima dan dihargai.
Membiarkan siswa menyelesaikan konflik sendiri agar mereka belajar dari pengalaman tanpa intervensi.
Mengabaikan perbedaan emosi karena hal itu akan hilang seiring bertambahnya usia.
Mengajarkan keterampilan sosial-emosional melalui diskusi kelas, role play, atau refleksi bersama untuk membantu siswa mengenali dan mengelola emosi mereka.
Pak Surya memperhatikan bahwa beberapa siswa SMP di kelasnya memiliki cara berbeda dalam menghadapi kegagalan. Ada yang mudah marah dan menyerah, sementara yang lain justru mencoba bangkit dan belajar dari kesalahan. Pak Surya ingin membantu semua siswa agar bisa berkembang secara emosional dan menghadapi tantangan dengan lebih baik. Apa yang sebaiknya dilakukan Pak Surya untuk membantu perkembangan emosional siswa-siswanya?
Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbicara tentang perasaan mereka dan mendengarkan dengan empati.
Menekankan pentingnya persaingan di kelas agar siswa semakin termotivasi dan tidak cengeng.
Memberikan umpan balik positif yang membantu siswa memahami bahwa kegagalan adalah bagian dari belajar.
Mengabaikan perbedaan emosi antar siswa karena mereka akan belajar sendiri seiring waktu.
Membantu siswa mengidentifikasi dan mengelola emosinya melalui aktivitas refleksi dan diskusi.
Menekankan pentingnya keterkaitan antara pengetahuan baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki oleh peserta didik merupakan teori pembelajaran dari David Ausubel. Teori pembelajaran ini dikenal dengan teori belajar bermakna (meaningful learning) dari David Ausubel. Dalam teori ini, Ausubel menyatakan bahwa pengetahuan baru akan lebih mudah dipahami dan diingat jika dikaitkan dengan pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya oleh peserta didik (apa yang ia sebut sebagai advance organizer).
TRUE
FALSE
Di kelas Bu Sari, pembelajaran selalu mengikuti langkah-langkah sebagai berikut. memancing rasa ingin tahu siswa dengan gambar unik, menjelaskan tujuan pembelajaran, dan mengaitkan materi baru dengan pengalaman mereka sebelumnya. Ia lalu menyajikan materi secara menarik dan memandu diskusi interaktif. Saat siswa
mencoba sendiri, Bu Sari memberikan bimbingan dan umpan balik. Akhirnya, ia mengevaluasi hasil belajar dan membantu siswa mempraktikkan ilmu tersebut dalam kegiatan sehari-hari. Peryataan tersebut merupakan teori belajar dari .....
Jean Piaget
David Ausubel
Gagne
Carrol Ann Tomlinson
Lev Vygotsky
Di kelas XI, Bu Lala menghadapi tantangan karena siswanya sangat beragam. Ada siswa yang cepat menangkap pelajaran, ada juga yang butuh waktu lebih lama. Bu Lala ingin memastikan bahwa setiap siswa merasa dihargai dan termotivasi. Untuk itu, ia mencoba beberapa strategi, seperti mengadakan diskusi kelompok, memberikan pilihan tugas sesuai minat siswa, serta memfasilitasi kegiatan mandiri di rumah. Namun, ada juga guru lain yang justru hanya fokus pada materi buku teks dan beranggapan semua siswa harus mengikuti kecepatan yang sama. Berdasarkan cerita tersebut, manakah strategi pembelajaran yang paling berpihak pada peserta didik?
Memberikan berbagai pilihan tugas sesuai minat dan kemampuan siswa.
Mengadakan diskusi kelompok yang mendorong partisipasi aktif setiap siswa.
Mengajarkan materi sesuai urutan buku teks tanpa melihat perbedaan siswa.
Mengabaikan variasi kemampuan siswa agar mereka belajar lebih keras dan tidak manja.
Memberikan kegiatan mandiri di rumah untuk mendukung kebutuhan belajar siswa.
Berikut yang menggambarkan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah
Di kelas IPA, Pak Budi mengajarkan tentang fotosintesis. Beliau membawa siswa keluar kelas untuk mengamati tumbuhan di sekitar sekolah. Setelah itu, siswa berdiskusi tentang bagaimana tumbuhan memanfaatkan cahaya matahari, air, dan karbon dioksida, sambil mengaitkannya dengan teori yang dipelajari.
Di kelas Bahasa Indonesia, pak Indra meminta setiap siswa menceritakan dongeng atau legenda daerah asal mereka. Pak Indra lalu mengaitkan cerita-cerita tersebut dengan materi teks narasi yang sedang dipelajari.
Di kelas IPS, Pak Ardi mengajarkan materi perdagangan internasional. Ia memulai dengan meminta siswa membawa berita atau artikel tentang ekspor-impor di Indonesia. Pak Ardi kemudian memfasilitasi diskusi tentang bagaimana berita tersebut berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, seperti harga barang-barang di pasar atau peluang kerja di sekitar mereka.
Di kelas Biologi, Bu Rani mengajak siswa melakukan praktik langsung menanam bibit tanaman di kebun sekolah. Selama kegiatan, siswa belajar cara menanam, merawat, dan mencatat pertumbuhan tanaman.
Di kelas Matematika, Bu Sinta mengajarkan konsep perbandingan. Ia meminta siswa menghitung perbandingan harga barang di warung dekat sekolah dengan minimarket, lalu mendiskusikan mengapa harga bisa berbeda dan bagaimana hal itu memengaruhi pilihan konsumen.
Perhatikan peryataan berikut:
1. Guru memberikan contoh nyata (model) atau mendemonstrasikan keterampilan yang relevan dengan materi pembelajaran.
2. Guru mengevaluasi hasil belajar siswa dengan tugas-tugas yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
3. Siswa melakukan eksplorasi dan bertanya untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam.
4. Siswa bekerja sama dan berdiskusi dalam kelompok, saling berbagi pengalaman dan pemahaman.
5. Siswa membangun pengetahuan baru berdasarkan pengalaman atau pengetahuan yang sudah dimiliki.
6. Siswa melakukan refleksi tentang apa yang telah dipelajari dan bagaimana hubungannya dengan pengalaman mereka.
Urutkan langkah-langkah kegiatan pembelajaran berikut sesuai dengan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)
5-1-6-4-3-2
5-1-6-3-4-2
1-5-3-6-2-4
1-3-4-5-2-6
5-3-1-4-6-2
Di kelas IPS, Pak Arif memaparkan masalah tentang banjir yang sering terjadi di sekitar lingkungan sekolah. Setelah mendengar masalah tersebut, Pak Arif membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil. Ia membantu setiap kelompok untuk menentukan siapa yang akan menjadi pencatat, siapa yang akan menjadi penyaji, dan siapa yang akan menjadi peneliti. Selain itu, Pak Arif memandu siswa merumuskan pertanyaan kunci, seperti “Apa penyebab banjir di lingkungan kita?” dan “Bagaimana cara mengurangi dampak banjir di masa depan?” Dengan begitu, setiap siswa memiliki peran yang jelas dan fokus yang tepat untuk mencari solusi bersama. Berdasarkan situasi tersebut jika dimasukkan ke dalam salah satu sintak Problem Based Learning (PBL), termasuk sintak yang manakah.....
Pengorganisasian siswa
Membimbing penyelidikan
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
Mengorientasikan siswa pada masalah
Perhatikan peryataan berikut:
1. Guru menghargai latar belakang budaya siswa.
2. Mengaitkan materi pembelajaran dengan pengalaman budaya dan kehidupan siswa.
3. Mendorong partisipasi aktif dan membangun rasa percaya diri siswa.
4. Menggunakan strategi pembelajaran yang sesuai dengan konteks budaya siswa.
5. Memberikan kesempatan siswa untuk berbagi cerita atau pengalaman budaya mereka sendiri.
Berdasarkan ciri-ciri berikut termasuk pendekatan apakah yang digunakan …….
Contextual Teaching and Learning (CTL)
Culturally Responsive Teaching (CRT)
Teaching at The Right Level
Pendekatan Saintifik
Cooperative Learning
Sebagai guru, saya menyadari pentingnya pembelajaran yang relevan dan bermakna agar siswa merasa terhubung dengan materi. Saya ingin membuat suasana belajar yang menumbuhkan rasa memiliki dan kebanggaan akan materi pelajaran. Bagaimana saya bisa membuat pembelajaran menjadi relevan dan bermakna bagi siswa?
Mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari siswa, menggunakan contoh dari dunia nyata, dan menilai hasil belajar dengan tes tertulis saja.
Mengaitkan materi dengan pengalaman siswa, memberikan kesempatan untuk berbagi cerita, dan mendukung diskusi tentang pengalaman nyata mereka.
Memberikan materi yang disusun dari buku teks siswa, mengadakan ulangan harian rutin, dan mengevaluasi hasil dengan rubrik.
Menggunakan metode ceramah yang menarik, memanfaatkan alat peraga yang menarik, dan menilai hasil belajar secara berkelompok.
Memberikan proyek berbasis masalah nyata di lingkungan sekitar siswa, sehingga mereka dapat belajar sambil mencari solusi yang berdampak langsung pada kehidupan mereka.
Dalam sebuah kelas Matematika, Pak Dedi menerapkan pembelajaran berbasis proyek. Ia meminta siswa untuk merancang sebuah taman mini yang memperhitungkan luas, keliling, dan perbandingan ukuran dalam denah yang mereka buat. Selama kegiatan, Pak Dedi membagi siswa menjadi kelompok kecil, memberikan kebebasan untuk mendiskusikan ide-ide kreatif, dan membantu mereka menyelesaikan perhitungan yang lebih rumit. Namun, beberapa siswa merasa kesulitan memulai proyek ini karena tidak terbiasa bekerja sama dan belum memahami sepenuhnya konsep matematika yang dibutuhkan. Sebagai guru, langkah-langkah yang tepat untuk membantu siswa dalam situasi ini adalah ….
Mendorong siswa untuk bertanya dan memberikan ruang diskusi terbuka.
Menjelaskan ulang konsep matematika yang relevan dan memberikan contoh konkret.
Meminta siswa untuk menyelesaikan proyek sendiri tanpa kolaborasi.
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk mencoba-coba dan belajar dari kesalahan mereka.
Mengabaikan kesulitan siswa agar mereka belajar mandiri sepenuhnya.
Di kelas, saya berusaha menciptakan suasana yang mendukung, yaitu suasana yang membuat siswa merasa diterima dan dihargai sepenuhnya. Saya mengajak mereka untuk saling mengenal, menunjukkan empati, dan mendukung satu sama lain dalam kegiatan pembelajaran. Melalui diskusi kelompok dan aktivitas refleksi, siswa belajar merasakan pentingnya kebersamaan dan saling peduli. Dengan demikian, mereka merasa nyaman untuk menjadi diri sendiri, berpartisipasi aktif, dan tumbuh menjadi individu yang positif.
Berdasarkan CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning) situasi diatas menggambarkan situasi…..
Having
Loving
Being
Health
Belonging
Berikut yang merupakan situasi yang benar berdasarkan penerapan pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) adalah ….
Setelah 2 minggu kegiatan, guru mengadakan kuis singkat untuk melihat kemajuan setiap anak. Ia lalu memperbarui kelompok.
Guru menggunakan aktivitas “Bingo Kata” untuk kelompok yang sudah lancar membaca, sedangkan untuk kelompok yang sedang belajar membaca, ia membuat aktivitas “Tebak Huruf” dengan kartu gambar.
Guru membagi siswa menjadi tiga kelompok: Kelompok yang sudah lancar membaca. kelompok yang sedang belajar membaca kalimat sederhana dan kelompok yang masih mengenal huruf dan suku kata
Saat mempelajari tentang daur air, guru mengajak siswa mengamati lingkungan sekitar sekolah, seperti kolam atau sungai kecil.
Dalam pembelajaran IPS, guru memasukkan topik tentang sejarah dan budaya lokal yang dikenal siswa.
Bagaimanakah penerapan pembelajaran yang baik berdasarkan Carol Ann Tomlinson
Pembelajaran yang mengintegrasikan budaya, nilai, dan pengalaman siswa ke dalam proses belajar agar lebih relevan dan bermakna bagi mereka.
Pembelajaran yang menyesuaikan metode dan materi dengan kebutuhan dan kemampuan setiap siswa agar semua dapat belajar secara efektif.
Pembelajaran yang menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Pembelajaran di mana siswa belajar dengan memecahkan masalah nyata.
Pembelajaran yang menekankan hafalan materi dari buku teks agar semua siswa memperoleh pemahaman yang sama.
Urutkan situasi tersebut yang harus dilakukan bu Rina pada penerapan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) ……
1. Hasil asesmen menunjukkan ada tiga kelompok: siswa yang lancar, siswa yang terbata-bata, dan siswa yang baru belajar mengeja.
2. Setiap dua minggu, Bu Rina melakukan asesmen ulang untuk memantau kemajuan dan memindahkan anak-anak yang sudah siap ke level berikutnya.
3. Bu Rina lalu mengelompokkan anak-anak berdasarkan level kemampuan mereka.
4. Bu Rina memberikan materi membaca berbeda: siswa pemula berlatih mengeja kata, sementara yang lebih mahir membaca cerita dan berdiskusi.
5. Bu Rina mulai dengan asesmen awal: Bu Rina mengundang setiap anak membaca teks pendek untuk melihat kemampuan mereka.
5,1,3,2,4
5,3,1,2,4
5,1,3,4,2
5,2,4,3,1
5, 1, 4, 3, 2
Dalam kegiatan merumuskan indikator kompetensi untuk materi “Menulis Teks Eksposisi” di kelas 8 Bahasa Indonesia, seorang guru ingin memastikan bahwa indikator yang dirumuskan sudah sesuai dengan prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound) dan mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTs). Berikut beberapa contoh indikator yang dirumuskan:
1. Siswa mampu menemukan struktur dan kaidah kebahasaan teks eksposisi dari teks yang dibaca.
2. Siswa mampu membuat teks eksposisi yang memuat minimal dua argumen yang logis.
3. Siswa mampu mendiskusikan kelebihan dan kekurangan teks eksposisi yang disusun oleh teman sekelompok.
4. Siswa mampu menghafal definisi teks eksposisi.
Indikator yang sudah tepat dan mencerminkan HOTs adalah...
1 dan 2
1, 2, dan 3
3 dan 4
2 dan 4
1, 3, dan 4
Seorang guru merancang pembelajaran untuk topik “Menganalisis Cerpen” di kelas XI SMA. Guru tersebut membuat beberapa indikator kompetensi berikut:
1. Siswa mampu menyebutkan unsur intrinsik cerpen.
2. Siswa mampu menyusun kerangka analisis cerpen berdasarkan unsur intrinsik dan ekstrinsik.
3. Siswa mampu memberikan alasan yang logis saat menafsirkan makna simbol dalam cerpen.
4. Siswa mampu menyimpulkan pesan moral dari cerpen dengan berdiskusi bersama teman.
Indikator yang lebih tinggi tingkat berpikirnya (HOTs) adalah...
1 dan 2
2 dan 3
3 dan 4
1 dan 4
1 dan 3
Berikut ini penulisan tujuan pembelajaran yang tepat adalah …
Siswa mampu mendeskripsikan tokoh dalam teks narasi yang dibaca di kelas dengan benar minimal 3 karakteristik.
Siswa membaca teks narasi yang dibagikan guru dan memahami maknanya.
Guru menjelaskan materi tentang tokoh dalam teks narasi secara detail.
Siswa dapat menyebutkan nama-nama tokoh dalam teks narasi yang dibaca di kelas.
Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai tokoh dalam teks narasi dengan penuh perhatian.
Seorang guru Matematika kelas VIII merancang bahan ajar dan media pembelajaran interaktif tentang “Lingkaran”. Ia ingin menyesuaikan bahan ajar dan media yang digunakan dengan karakteristik peserta didik dan konteks pembelajaran di sekolah. Berikut beberapa langkah yang dilakukan guru:
1. Mengidentifikasi karakteristik peserta didik, seperti minat, gaya belajar, dan tingkat pemahaman.
2. Menentukan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
3. Memilih media pembelajaran yang relevan dan interaktif.
4. Mengembangkan bahan ajar yang sesuai dengan media pembelajaran.
5. Mencetak bahan ajar dan menilai ketercapaian hasil belajar peserta didik.
Langkah-langkah yang sesuai dengan prinsip pengembangan bahan ajar dan media pembelajaran adalah …
1, 2, dan 3
2, 3, dan 4
1, 2, 3, dan 4
1, 3, 4, dan 5
1, 3, 4, dan 5
Seorang guru kelas V SD merencanakan pembelajaran IPA tentang “Perubahan Wujud Benda”. Berikut beberapa langkah yang dilakukan:
1. Mengidentifikasi karakteristik peserta didik, seperti kemampuan awal, gaya belajar, dan minat.
2. Menentukan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
3. Memilih materi pokok dan sumber belajar yang sesuai.
4. Menyusun kegiatan pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara aktif.
5. Menentukan media pembelajaran yang menarik.
6. Menyusun alat penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Langkah-langkah tersebut menunjukkan aspek perencanaan pembelajaran, kecuali …
1
2
3
4
Tidak ada yang salah
Pak Danu sedang mengajarkan materi ekosistem kepada siswa kelas 6 SD. Saat pembelajaran berlangsung, Pak Danu memberikan tugas kelompok untuk membuat peta konsep tentang rantai makanan. Dari hasil pengamatan diskusi kelompok, Pak Danu menyadari ada beberapa siswa yang masih keliru dalam menghubungkan produsen, konsumen, dan olistic r. Untuk membantu siswa, Pak Danu memberikan umpan balik langsung dan memperbaiki kesalahan yang muncul. Setelahnya, Pak Danu memberikan contoh tambahan tentang rantai makanan di lingkungan sekitar. Asesmen yang dilakukan oleh Pak Danu termasuk …
Asesmen of learning
Asesmen for learning
Asesmen as learning
Penilaian sumatif
Penilaian diagnostik
Salah satu prinsip asesmen adalah bahwa asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitas pembelajaran, dan penyedia informasi yang holistic, sebagai umpan balik bagi pendidik, peserta didik, dan orang tua/ wali siswa dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya. Adapun penerapan yang tepat asesmen dalam pembelajaran tergambar berikut ….
Pendidik menggunakan teknik asesmen yang beragam sesuai dengan fungsi dan tujuan asesmen. Hasil dari asesmen formatif digunakan untuk umpan balik pembelajaran sementara hasil dari asesmen sumatif digunakan untuk acuan ketuntasan pembelajaran
Pendidik menyediakan alokasi waktu yang cukup agar asesmen menjadi proses pembelajaran dan bukan hanya untuk kepentingan nilai.
Pendidik menentukan kriteria ketercapaian pembelajaran pada peserta didik, sehingga mereka dapat memahami target yang perlu dicapai.
Pendidik merencanakan pembelajaran dengan merujuk pada tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan memberikan umpan balik agar peserta didik dapat menentukan langkah untuk perbaikan selanjutnya.
Pendidik melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses asesmen, misalnya melalui penilaian diri dan penilaian teman sebaya, agar mereka lebih memahami kekuatan dan kelemahan belajar masing-masing.
Saat mengajarkan materi “Perkalian Pecahan”, guru memberikan latihan soal di tengah pembelajaran. Hasil latihan tersebut tidak langsung dinilai sebagai nilai akhir, tetapi guru memeriksa jawaban dan memberi umpan balik kepada siswa mana yang sudah benar, mana yang perlu diperbaiki. Guru juga memberikan pembahasan tambahan dan latihan remedial bagi siswa yang masih mengalami kesulitan.
Situasi diatas merupakan bentuk dari pemanfaatan asemen yang mana …..
Asesmen as learning
Asesmen of learning
Asesmen for learning
Asesmen diagnostic
Asesmen sumatif
Berikut yang bukan merupakan media pembelajaran berbasis IT abad ke-21 adalah ….
Quizziz
Paper card
Youtube
Classroom
Power Point
Pak Ali merupakan guru kelas 4 yang akan membahas materi terkait “NKRI”. Pak Ali berencana menerapkan model pembelajaran Project Based Learning. Alur tujuan pembelajaran yang dibuat pak Ali salah satunya adalah memahami bahwa lingkungan masyarakat merupakan bagian dari wilayah NKRI. Untuk melatih meningkatkan kemampuan kreatif berbasis IPTEK pada pembelajaran yang bisa dilakukan guru sesuai alur tujuan pembelajaran yaitu ……
Siswa diminta mengikuti kegiatan sosial di masyarakat kemudian meminta temannya untuk melakukan pembagian video dari kegiatannya
Siswa diminta menjelaskan keragaman budaya yang ada di lingkungan masyarakat
Siswa diminta membantu tetangga sekitarnya gotong royong dan medeskripsikan kegiatannya pada laporan sederhana.
Siswa diminta menjelaskan keragaman budaya yang ada di lingkungan masyarakat
Siswa diminta membuat vlog singkat tentang aktivitas masyarakat di sekitarnya yang mencerminkan semangat gotong royong sebagai bagian dari NKRI.
Memahami hubungan dua konsep atau lebih yang membentuk hukum tertentu, seperti “pada suhu 100 derajat Celsius air akan mendidih” termasuk ke dalam salah satu tipe belajar yang dikemukakan oleh Gagne yaitu …..
Rule learning
Signal learning
Stimulus response learning
Verbal association learning
Concept learning
Jika seorang guru melakukan aktivitas pembelajaran sebagai berikut:
1. Kegiatan berjenjang, semua siswa bekerja membangun pemahaman dan keterampilan yang sama. Dilakukan dengan dukungan dan tantangan kompleks yang berbeda-beda.
2. Membuat agenda individu untuk siswa. Guru membuat tugas untuk dikerjakan siswa. Sebagai pekerjaan umum untuk seluruh kelas dan pekerjaan yang berkaitan dengan tugas individu. Setelah selesai mengerjakan tugas pekerjaan umum maka siswa boleh mengerjakan tugas individu khusus.
3. Memvariasikan lama waktu untuk menyelesaikan tugas, untuk memberikan dukungan tambahan, mendorong siswa memanfaatkan waktu. Memberikan siswa waktu agar dapat mempelajari topik secara mendalam.
4. Mengembangkan kegiatan bervariasi mengoordinasi gaya belajar visual, audiotori dan kinestetik.
Maka guru tersebut dapat dikatakan menggunakan strategi pembelajaran yang berbasis…..
Diferensiasi konten
Diferensiasi produk
Diferensiasi proses
Diferensiasi lingkungan belajar
Diferensiasi kesiapan belajar siswa
Di kelas Bu Sinta, setiap hari Jumat diadakan sesi diskusi kelompok di mana siswa saling berbagi pengalaman dan mendengarkan cerita teman-teman mereka. Bu Sinta selalu mendorong para siswa untuk menghargai perbedaan pendapat dan berempati kepada teman yang sedang menghadapi masalah. Dengan kegiatan ini, siswa belajar memahami perspektif orang lain, merasakan emosi teman, serta belajar bagaimana menanggapi dengan rasa hormat dan empati.
Pendekatan ini adalah wujud nyata dari teori CASEL, yaitu ……
Self Awarness
Social awareness
Relationships skill
Self-Management
Responsible Decision Making
Salah satu sintaks Problem Based Learning adalah mengorientasikan peserta didik untuk belajar. Contoh aktivitas pembelajarannya adalah ….
Kelompok melakukan diskusi untuk menghasilkan solusi pemecahan masalah
Siswa melakukan penyelidikan (mencari data/referensi/sumber untuk bahan diskusi)
Siswa berdiskusi dan membagi tugas untuk mencari data/bahan-bahan/ alat yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah
Kelompok mengamati dan memahami masalah yang disampaikan guru atau yang diperbolehkan dari bahan bacaan.
Siswa mempresentasikan hasil temuan kelompok di depan kelas
Berikut ini gambaran suasana pembelajaran yang tepat menurut teori yang dikembangkan oleh Abraham Maslow pada tahun 1943 adalah ……..
Belajar dengan penemuan yang bermakna memungkinkan siswa untuk menggali dan menemukan sendiri konsep atau informasi yang relevan
Guru harus menyesuaikan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, minat, kesiapan, dan gaya belajar siswa yang beragam.
Pembelajaran harus mengintegrasikan budaya dan lingkungan sekitar peserta didik.
Membina hubungan sehat dan penuh kasih sayang antara guru dan peserta didik termasuk sikap saling percaya
Memberikan tantangan belajar yang memacu siswa untuk berpikir tingkat tinggi (HOTS).
Di kelas VIII SMP Negeri 5, guru IPA mengalami masalah dengan partisipasi aktif siswa selama pembelajaran. Ketika guru menjelaskan materi tentang ekosistem, hanya sebagian kecil siswa yang aktif bertanya dan menjawab pertanyaan. Sebagian besar siswa tampak pasif dan hanya mendengarkan, bahkan beberapa di antaranya terlihat kurang fokus dan asyik berbicara dengan teman. Guru merasa metode ceramah yang selama ini digunakan kurang menarik dan tidak cukup mendorong keaktifan siswa. Guru memutuskan untuk mencoba model pembelajaran berbasis diskusi kelompok untuk meningkatkan partisipasi aktif siswa.
Berdasarkan situasi tersebut, bagaimanakah rumusan masalah PTK yang tepat ……
Bagaimana penerapan model pembelajaran diskusi kelompok dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa pada materi ekosistem di kelas VIII SMP Negeri 5?
Apakah penerapan model pembelajaran diskusi kelompok dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi ekosistem di kelas VIII SMP Negeri 5?
Bagaimana guru IPA membagikan materi tentang ekosistem secara detail di kelas VIII SMP Negeri 5?
Apa saja faktor yang menyebabkan guru IPA kurang semangat dalam mengajar materi ekosistem di kelas VIII SMP Negeri 5?
Bagaimana strategi guru mengelola waktu agar pembelajaran ekosistem lebih efektif di kelas VIII SMP Negeri 5?
Seorang guru merancang indikator pembelajaran untuk KD yang berpusat pada peserta didik. Guru menyadari bahwa indikator di domain afektif. Sebagai guru yang kreatif, bagaimana cara Anda mengembangkan indikator afektif yang bermakna dan kontekstual untuk materi pembelajaran “Wawasan Lingkungan Hidup” …..
Dengan menyusun indikator yang menekankan pada identifikasi materi terkait “Wawasan Lingkungan”
Dengan merumuskan indikator yang mencakup pengamatan langsung sikap peduli siswa dan membimbing mereka untuk konsisten menerapkannya di lingkungan sekitar.
Dengan merumuskan indikator yang berfokus pada hasil akhir peserta didik.
Dengan merumuskan indikator yang menilai seberapa aktif partisipasi peserta didik dalam merefleksikan materi “Wawasan Lingkungan Hidup”
Dengan menyusun indikator yang hanya menekankan pada kemampuan kognitif siswa dalam memahami konsep lingkungan.
Diketahui Capaian pembelajaran untuk mata pelajaran Agrobisnis di kelas X adalah: “Memahami prinsip dasar agronomi, manajemen usaha tani, dan agribisnis.” Sebagai guru Agrobisnis, Anda ingin menyusun tujuan pembelajaran yang mengarah pada capaian tersebut dan sesuai dengan prinsip pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Bagaimana Anda merumuskan tujuan pembelajaran yang tepat, lengkap dengan unsur perilaku, kondisi, dan kriteria minimal yang dapat diukur?
Siswa mampu mendeskripsikan dan mendiskusikan prinsip dasar agronomi, manajemen usaha tani, dan agribisnis melalui diskusi kelompok dengan benar.
Siswa mampu membaca materi tentang prinsip dasar agronomi dan menyimpulkan secara mandiri
Siswa mampu menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi hasil panen di kebun sekolah.
Siswa mampu melakukan kegiatan praktik di kebun sekolah tanpa pendampingan guru.
Siswa mampu menghafalkan definisi agronomi, manajemen usaha tani, dan agribisnis tanpa melakukan diskusi maupun praktik.
Bu Intan merupakan guru TIK yang akan merancang pembelajaran terhadap peserta didik dengan rumuskan capaian pembelajaran “Menjelaskan cara menyimpan dokumen dan memberi nama file di Microsoft Word, serta dapat mempraktikkan langkah-langkah menyimpan dokumen dengan benar.
Berdasarkan CP tersebut tujuan pembelajaran yang kurang tepat adalah …..
Siswa dapat menjelaskan langkah-langkah menyimpan dokumen di Microsoft Word dengan runtut dan benar
Siswa dapat mempraktikkan langkah-langkah menyimpan pada dokumen dengan nama file yang sesuai di Microsoft Word dengan benar.
Siswa dapat menjelaskan prosedur menyimpan dokumen di Microsoft Word secara runtut.
Siswa dapat mendemonstrasikan memberi nama dokumen serta menyimpan dokumen Microsoft Word.
Siswa dapat mengidentifikasi manfaat penyimpanan dokumen di Microsoft Word tanpa mempraktikkan langkah-langkahnya.
Pada pembelajaran IPS kelas V dengan materi Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Penjajah, pak Gio ingin menyajikan pembelajaran yang menyenangkan dan mudah diingat serta dimengerti oleh anak didiknya. Media apa yang harus digunakan pak Gio …….
Video
Slide
Corel draw
Radio
Poster
Dalam mengembangkan instrument penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar, harus memperhatikan …..
Substansi, konstruksi, bahasa
Substansi, konstruksi, validasi, skor
Substansi, bahasa konstruksi, skor
Substansi, validasi, bahasa, reliabilitas
Substansi, konstruksi, bahasa, reliabilitas
Ada banyak model pembelajaran yang dapat digunakan dalam mengimplementasikan pendekatan saintifik, salah satu diantaranya adalah model pembelajaran Kooperatif adalah
Strategi pembelajaran yang menyajikan situasi permasalahan kepada siswa dan dapat berfungsi sebagai batu loncatan dalam penyelidikan.
Strategi pembelajaran yang mengintegrasikan metode, bahan ajar dan media pembelajaran secara sistematis.
Strategi pembelajaran yang melibatkan perilaku koreksi diri.
Strategi pembelajaran individual yang terstruktur secara sistematis dimana siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil.
Strategi pembelajaran yang menekankan interaksi sosial antar siswa melalui kerja sama kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
Ketika guru hendak ingin merancang pengayaan bagi peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar optimal tampak dalam kegiatan guru sebagai berikut …..
Memberikan tambahan materi berupa sumber ajar dari pengarang yang berbeda.
Memberikan tes tambahan dengan tingkat kesukaran yang lebih tinggi.
Memberikan tambahan sumber bacaan yang lebih mendalam dan tingkat variasi yang lebih tinggi dengan instrument tesnya yang sesuai.
Diberikan materi bahan ajar yang lebih tinggi tingkatanya dan pengerjaan soal-soalnya yang memiliki kesulitan tinggi.
Memberikan proyek atau tugas kreatif yang menantang untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan inovatif.
Pada teori behavioristik belajar merupakan perubahan tingkah laku sebagai akibat adanya interaksi antara stimulus (tangsangan) dan respons (tanggapan). Pada dasarnya teori ini menekankan pada …..
Kepandaian siswa
Kecerdasan siswa
Perkembangan siswa
Hasil belajar
Proses berpikir internal
Program pengembangan keprofesian berkelanjutan merupakan suatu upaya bagi para guru untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan mereka dalam hal pedagogik maupun profesional. Program ini memungkinkan guru untuk mengasah kemampuan mengajar, memimpin, dan berinovasi di kelas, sehingga kualitas pembelajaran pun dapat meningkat.
Beberapa contoh kegiatan yang bukan termasuk dalam program pengembangan keprofesian berkelanjutan ini antara lain ……
Menggunakan media konvensional agar tetap berlanjut
Mengikuti lokakarya (workshop) tentang strategi pengajaran yang lebih efektif.
Mengikuti kursus daring untuk memperdalam teknik manajemen kelas.
Menulis artikel ilmiah di jurnal pendidikan guna berbagi pengalaman mengajar
Membuat perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Sistem among menekankan prinsip kebebasan dalam belajar, dengan guru berperan sebagai pembimbing yang memberi dorongan dari belakang (tut wuri handayani). Disisi lain, banyak sekolah saat ini lebih menerapkan capaian akademik dan ujian kelulusan.
Dalam situasi seperti ini, manakah strategi berikut yang paling mencerminkan penerapan Sistem Among secara tepat dan relevan di sekolah modern…
Memberi tugas tambahan kepada siswa yang nilainya rendah agar mereka belajar lebih giat dan tidak ketinggalan.
Menyusun pembelajaran berbasis proyek sesuai minat siswa, sambil tetap mengaitkannya dengan materi kurikulum.
Meminta semua siswa mengikuti bimbingan belajar si luar jam sekolah agar siap menghadapi ujian kelulusa
Memberikan hukukman kepada siswa yang tidak mengerjakan PR agar mereka disiplin dan tidak mengulangi kesalahannya
Memberikan ruang eksplorasi kreativitas melalui kegiatan ekstrakurikuler yang dipilih sesuai bakat dan minat siswa.
Dalam merancang pembelajaran berbasis proyek, guru perlu merancang asesmen secara tepat. Pernyataan berikut berkaitan dengan asesmen dalam pembelajaran.
Asesmen hanya dilakukan di akhir pembelajaran. (a)
Rubrik penilaian disiapkan sebelum pelaksanaan pembelajaran. (b)
Asesmen formatif dapat dilakukan dengan observasi. (c)
Refleksi siswa tidak termasuk dalam bentuk asesmen. (d)
Guru dapat menggunakan asesmen diagnostik sebelum pembelajaran dimulai. (e)
Ibu Rini adalah guru kelas IV SD. Ia mengamati bahwa sebagian muridnya lebih nyaman belajar sambil bergerak atau melalui aktivitas praktik. Sebaliknya, ada pula murid yang lebih menyukai membaca diam-diam mencatat. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Ibu Rini membuat dua pusat belajar dalam kelas: satu untuk eksplorasi aktif, satu untuk refleksi mandiri. Ia juga memberi murid kebebasan memilih metode saat mengerjakan tugas. Di akhir kegiatan, ia mengajak murid berdiskusi untuk mengevaluasi kenyamanan belajar masing-masing.
Guru memberikan kebebasan tanpa batas sehingga murid bisa memilih tanpa arahan. (a)
Guru menghargai keberagaman gaya belajar murid. (b)
Guru menstandarkan tugas yang sama untuk semua murid agar adil dan seragam. (c)
Tindakan guru mencerminkan pendekatan diferensiasi dalam pembelajaran. (d)
Guru melibatkan murid dalam evaluasi pembelajaran sebagai bentuk pengakuan suara anak. (e)
Seorang guru merancang pembelajaran berbasis proyek. Dalam proyek tersebut, siswa diminta menciptakan alat sederhana dari bahan daur ulang. Guru ingin mengukur kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kerja sama siswa. Langkah asesmen apa yang sebaiknya dilakukan guru untuk merencanakan penilaian secara menyeluruh?
Memberikan rubrik hanya untuk hasil akhir produk yang dibuat siswa.
Menyusun rubrik penilaian yang mencakup proses, produk, dan presentasi siswa.
Menyediakan soal pilihan ganda untuk mengetahui penguasaan teori daur ulang.
Menentukan nilai berdasarkan keaktifan siswa selama kegiatan saja.
Menggunakan nilai kuis sebagai indikator utama penilaian proyek.
Guru mengajak siswa membuat video kampanye tentang pentingnya menjaga lingkungan dengan pendekatan kolaboratif. Siswa dibagi dalam kelompok dan menggunakan ponsel mereka untuk merekam, menulis naskah, dan mengedit video.
Kegiatan tersebut melatih keterampilan abad-21 seperti komunikasi, kolaborasi, dan berpikir kritis. (a)
Pembelajaran berbasis proyek seperti ini tidak sesuai untuk siswa di tingkat SMP karena terlalu kompleks. (b)
Penggunaan teknologi dalam pembelajaran membantu siswa menjadi pembelajar aktif dan kreatif. (c)
Penerapan literasi digital dalam konteks nyata mendukung capaian kompetensi abad-21. (d)
Kolaborasi antarsiswa tidak terlalu penting dalam pembelajaran karena bisa menimbulkan perdebatan. (e)
Seorang guru ingin menerapkan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) pada materi ekosistem. Ia ingin peserta didik aktif menemukan solusi untuk menjaga keseimbangan ekosistem lokal. Langkah awal yang harus dirancang guru dalam desain model tersebut adalah...
Menyediakan video tentang ekosistem untuk siswa pelajari di rumah.
Memberikan lembar kerja berisi soal-soal pilihan ganda.
Menyajikan masalah autentik yang kontekstual dan dekat dengan lingkungan siswa.
Menjelaskan teori tentang ekosistem secara rinci di awal pembelajaran.
Menguji siswa terlebih dahulu dengan pretest untuk mengetahui pemahaman awal.
Dalam kelas terdapat seorang siswa yang sering melanggar aturan karena merasa tidak dianggap oleh guru dan teman-temannya. Tindakan guru yang mencerminkan prinsip pendidikan berpihak pada anak adalah...
Mengeluarkan siswa dari kelas agar tidak mengganggu siswa lain.
Memberikan sanksi tertulis dan memanggil orang tua siswa.
Mengajak siswa terlibat dalam kegiatan kelas dan mendengarkan pendapatnya.
Memberikan tambahan tugas sebagai bentuk hukuman atas pelanggarannya.
Memindahkan siswa ke kelas lain yang lebih tertib.
Bu Nuraini akan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi pada materi mitigasi bencana. Strategi yang tepat untuk diterapkan oleh Bu Nuraini adalah...
Menggunakan berbagai sumber bacaan.
Melakukan berbagai strategi pengelompokan siswa.
Memvariasikan media pembelajaran yang digunakan.
Memberikan tugas yang lebih banyak untuk murid-murid yang memiliki kemampuan tinggi.
Meminta siswa menunjukkan pemahaman dalam satu cara.
Salah satu tujuan pembelajaran bahasa Indonesia adalah peserta didik dapat mengungkapkan ide, gagasan, ataupun kritik berkonteks lingkungan dalam bentuk puisi baru. Dalam pembelajaran tersebut, guru menyusun beberapa langkah pembelajaran. Berikut ini langkah pembelajaran yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran adalah...
Peserta didik menyunting puisi yang telah disusun.
Peserta didik mengamati lingkungan sekitar sekolah.
Peserta didik menyimak penjelasan ciri-ciri puisi baru melalui video.
Peserta didik mencari ide penulisan puisi.
Peserta didik merangkai kata-kata dalam bentuk kalimat.
Bu Najwa akan menyampaikan materi pembelajaran tentang menghargai budaya lokal. Pada pembelajaran tersebut, Bu Najwa menggunakan model pembelajaran Project Based Learning. Bu Najwa telah menentukan kelompok yang disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik. Setiap kelompok akan diberikan tugas sesuai dengan gaya belajarnya. Kelompok 1 dengan gaya belajar visual, kelompok 2 dengan gaya belajar kinestetik, kelompok 3 dengan gaya belajar auditori. Jika Bu Najwa akan menentukan kegiatan untuk kelompok dengan gaya belajar auditori, maka tugas yang sebaiknya dipilih Bu Njawa adalah...
Membuat mind mapping
Membuat infografis
Membuat poster
Membuat video
Membuat podcast
Pada proses pembelajaran di kelas, Bu Jihan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning. Mayoritas peserta didik di kelas memiliki kebutuhan belajar secara audio visual. Media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan guru agar sesuai dengan kebutuhan peserta didik tersebut adalah...
Menayangkan video pembelajaran.
Menyajikan powerpoint
Menyajikan infografis
Menyajikan pembelajaran berbasis film
Menyajikan podcast.
Suatu modul ajar berisi konten pembelajaran yang membahas konsep gerak benda dan gaya. Peserta didik belajar tentang berbagai jenis gaya yang mempengaruhi gerak benda di kehidupan sehari-hari. Guru ingin mengukur pemahaman peserta didik tentang konsep tersebut. Indikator soal HOTS level kognitif C5 yang dapat digunakan untuk mengukur pemahaman peserta didik tentang gerak benda dan gaya adalah peserta didik dapat...
Mengidentifikasi benda-benda di sekitar dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Mengikuti instruksi gerakan sederhana dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Memprediksi gerak benda ketika gaya diterapkan pada benda dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Memilih jenis-jenis gaya yang mempengaruhi gerak benda dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Mengukur kecepatan benda dengan alat ukur dan penerapnnya dalam kehidupan sehari-hari.
Bu Syifa dihadapkan dengan peserta didik yang memiliki gaya belajar auditori dan kinestetik. Hani lebih suka belajar melalui mendengarkan penjelasan dan diskusi, sementara Edo lebih menyukai dengan melakukan percobaan langsung. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan Bu Syifa dalam menyusun pembelajaran yang cocok untuk kedua peserta didik tersebut yaitu...
Mengabaikan preferensi belajar peserta didik dan menggunakan metode belajar standar.
Memberikan penjelasan lisan tanpa interaksi.
Menyediakan kesempatan bagi peserta didik untuk melakukan percobaan.
Mengintegrasikan diskusi, penjelasan lisan, dan percobaan dalam pembelajaran.
Memberikan tugas tulis sebagai metode utama dalam evaluasi.
Bu Wulan akan mengajar dengan tujuan pembelajaran: "Peserta didik dapat menyampaikan hasil pengamatan dan meyakinkan pembaca akan hasil pengamatan tentang situs warisan dunia." Bu Wulan akan mendesain kerja kelompok dalam proyek menulis, untuk itu diperlukan kerjasama antarpeserta didik. Namun, ada satu peserta didik lain serta tidak mau berkelompok. Supaya pembelajaran dapat berjalan dengan baik, langkah pembelajaran yang tepat adalah...
Memberikan penguatan tentang kebermaknaan belajar bersama dalam mencari informasi tentang situs warisan dunia. (a)
Meminta setiap peserta didik untuk menceritakan hasil pengamatan yang pernah mereka lakukan tentang situs warisan di Indonesia. (b)
Memberikan penugasan setiap peserta didik dalam kelompok untuk menyimak dan menganalisis berbagai situs warisan dunia dari tayangan video dan melaporkan hasilnya di dalam kelompok. (c)
Melakukan curah gagasan tentang asal usul dan pentingnya situs warisan dunia untuk dipelajari di sekolah. (d)
Menyusun jadwal dan membentuk kelompok dengan memposisikan peserta didik tersebut sebagai ketua kelompok yang bertugas mengkoordinir kegiatan kelompok. (e)
Pak Nino memberikan pilihan tugas kepada peserta didiknya untuk membuat proyek akhir tentang mengenal lambang negara. Pak Nino memfasilitasi pembelajaran sesuai dengan gaya belajar dari peserta didiknya. Bentuk penugasan yang sesuai untuk peserta didiknya adalah...
Tugas menggambar lambang negara bagi peserta didik yang bergaya belajar visual.
Tugas menggambar lambang negara bagi peserta didik yang bergaya belajar kinestetik.
Tugas menggambar lambang negara bagi peserta didik yang bergaya belajar auditori.
Tugas menggambar lambang negara bagi peserta didik yang bergaya belajar verbal.
Tugas menggambar lambang negara bagi peserta didik yang bergaya belajar non verbal.
Sebagai guru di suatu sekolah yang memiliki keterbatasan sumber belajar, Anda menyadari bahwa buku teks dan sumber belajar lainnya seringkali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan semua siswa. Tindakan Anda yang paling tepat untuk memastikan bahwa semua siswa mendapatkan akses yang sama terhadap materi pembelajaran adalah...
Mengizinkan siswa untuk berbagi buku dalam kelompok besar dan mengandalkan ceramah lisan sebagai metode pengajaran utama.
Mencari sumber belajar online atau digital yang dapat diakses oleh semua siswa dan memberi tahu mereka untuk memanfaatkannya.
Mengabaikan kekurangan sumber belajar dan berharap siswa bisa mencari materi tambahan sendiri di luar sekolah.
Melakukan fotokopi materi penting dari buku teks dan mendistribusikannya kepada siswa yang tidak memiliki buku.
Mengadakan pertemuan dengan komite sekolah atau orang tua untuk mendiskusikan kemungkinan pendanaan tambahan atau donasi buku.
Salah satu peserta didik di kelas Anda sangat menganggu proses pembelajaran. Siswa tersebut tidak dapat duduk dan selalu berjalan mengelilingi kelas. Dia menganggu temannya satu per satu dan tidak pernah memperhatikan penjelasan guru. Anda sudah hampir kehilangan kesabaran menghadapi siswa tersebut. Yang seharusnya Anda lakukan untuk merespons masalah tersebut adalah...
Melakukan pendekatan personal serta memberikan perhatian khusus, bimbingan, dan nasihat secara berkelanjutan kepada siswa tersebut.
Merasa empati kepada siswa tersebut dengan mencari informasi lengkap dan penyebab perilaku siswa tersebut.
Menegur dan mencari informasi lengkap tentang penyebab perilaku siswa tersebut serta memberinya nasihat untuk tidak lagi menganggu pembelajaran.
Tetap fokus mengajar sebagai tugas utama saya, masalah siswa yang selalu menganggu tersebut merupakan hal yang biasa yang tidak perlu dirisaukan.
Menganggap perilaku siswa tersebut salah, namun saya tidak dapat berbuat banyak karena setiap siswa berasal dari keluarga berbeda yang memiliki pola asuh berbeda.
Pak Idam adalah guru yang lingkungan sekolah tempatnya mengajar merupakan area persawahan dengan mayoritas pekerjaan orang tua adalah petani. Pada pertemuan yang akan datang, Pak Idam akan mengajak peserta didiknya belajar materi luas persegi panjang. Desain pembelajaran yang dilakukan Pak Idam yang sesuai dengan kondisi lingkungan peserta didiknya adalah...
Menjelaskan cara menentukan luas persegi panjang, kemudian meminta semua peserta didiknya mengerjakan soal latihan.
Mengajak peserta didiknya belajar di luar dengan mengamati petak sawah yang berbentuk persegi panjang dan mengukur panjang, lebar, serta luas petak sawah.
Menampilkan slide presentasi bangun persegi panjang dan contoh menghitung luas persegi panjang.
Mengajak peserta didik berdiskusi di kelas tentang soal-soal keliling persegi panjang di sawah.
Mengajak peserta didiknya melihat tayangan video di sawah tentang permainan sepak bola dan streaming video.
Peserta didik sedang membaca teks informasi tentang kebersihan diri. Guru meminta peserta didik mendata kosakata baru terkait topik tersebut. Kemudian peserta didik membacakan kosa kata tersebut di depan kelas. Beberapa peserta didik fasih membacakannya, tetapi sebagian besar peserta didik masih kesulitan. Umpan balik yang sesuai dengan situasi tersebut adalah...
Memotivasi peserta didik agar bisa membaca cepat.
Menyampaikan evaluasi pembelajaran pada hari itu.
Memberikan tips-tips menghafal isi teks secara efektif.
Menyodorkan berbagai metode membaca pemahaman.
Mengulang pembelajaran dengan bantuan tutor sebaya.
Dalam pembelajaran, Bu Susan mengintegrasikan pemain jungkat-jungkit dalam proses pembelajaran tentang pesawat sederhana. Penting bagi Bu Susan untuk memilih jenis permainan yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran. Klik pilihlah benar atau salah untuk setiap pernyataan jenis permainan yang paling efektif yang sesuai!
Permainan yang bersifat kompetitif. (a)
Permainan yang bersifat kolaboratif. (b)
Permainan yang tidak terkait dengan materi pembelajaran. (c)
Permainan yang hanya dilakukan di luar kelas. (d)
Permainan yang melibatkan interaksi antarpeserta didik. (e)
Seorang guru memberikan pilihan tugas kepada peserta didiknya untuk membuat proyek akhir tentang norma dan aturan di masyarakat berdasarkan gaya belajar masing-masing. Bentuk tugas proyek yang sesuai untuk peserta didiknya adalah...
Tugas membuat laporan dari hasil pengamatan di lingkungan sekolah bagi peserta didik bergaya belajar kinestetik.
Tugas membuat laporan dari hasil pengamatan di lingkungan sekolah bagi peserta didik bergaya belajar auditori.
Tugas membuat laporan dari hasil pengamatan di lingkungan sekolah bagi peserta didik bergaya belajar visual.
Tugas membuat laporan dari hasil pengamatan di lingkungan sekolah bagi peserta didik bergaya belajar verbal.
Tugas membuat laporan dari hasil pengamatan di lingkungan sekolah bagi peserta didik bergaya belajar non-verbal.
Sekolah Anda menerima laporan bahwa salah satu guru terlibat dalam tindakan yang tidak etis dan mencemarkan nama baik sekolah. Kepala sekolah meminta Anda untuk menangani situasi tersebut. Yang akan Anda lakukan adalah...
Fokus pada nama baik sekolah dalam investigasi dan tindak lanjut hasil investigasi.
Melakukan investigasi serta tindak lanjut berdasarkan hasil investigasi.
Menutup-nutupi kejadian dan berharap masalah hilang dengan sendirinya.
Fokus pada pemulihan dan pengatasan trauma pada pihak-pihak yang dirugikan.
Fokus pada penyebab mengapa hal itu terjadi agar peristiwa serupa tidak terjadi di kemudian hari.
Seorang guru ingin melibatkan orangtua/walimurid dan masyarakat dengan menghadirkannya dalam pembelajaran untuk menambah pengalaman belajar peserta didik dan membuat pemblajaran lebih berpusat pada peserta didik. Tindakan yang seharusnya guru lakukan adalah...
Menghadirkan orangtua/wali untuk datang ke kelas hanya saat acara-acara tertentu seperti pameran karya peserta didik, tanpa melibatkan mereka secara rutin dalam pembelajaran.
Menyusun modul ajar yang sepenuhnya disusun oleh guru, kemudian meminta orang tua/wali untuk memastikan anak-anak mereka menyelesaikan tugas-tugas di rumah.
Mengirimkan survei kepada orang tua/wali untuk mengetahui minat mereka untuk berpartisipasi dalam pembelajaran, namun tidak menindaklanjutinya dengan tindakan konkret.
Mengadakan sesi wawancara kepada orang tua/wali untuk memahami profesi, keahlian, dan pengalaman mereka yang bisa dibagikan dalam kelas, lalu menyusun jadwal kunjungan atau sesi berbagi di kelas.
Menyusun program pembelajaran yang berbasis profesi orangtua/masyarakat, namun tidak berkonsultasi terlebih dahulu dengan orang tua/wali dan masyarakat tentang kontribusi mereka.
Seorang guru meminta siswa untuk melakukan pentas drama sebagai bagian dari penilaian pembelajaran. Guru menilai keterampilan siswa saat memerankan tokoh, ekspresi, penghayatan, serta kerja sama dalam kelompok. Jenis asesmen yang dilakukan guru tersebut termasuk asesmen...
Produk
Proyek
Praktik
Portofolio
Sikap
Faktor berikut dapat memengaruhi pembelajaran di kelas:
1. Kesehatan fisik guru sering terganggu.
2. Lingkungan sekolah bising.
3. Motivasi belajar siswa rendah.
4. Kompetensi pedagogik guru baik.
5. orang tua kurang mendukung pembelajaran di rumah. Manakah yang termasuk faktor internal guru?
1
2
3
4
5
Tentukan setiap pernyataan berikut Benar atau Salah
Motivasi belajar siswa termasuk faktor internal. (a)
Fasilitas sekolah yang lengkap termasuk faktor internal siswa. (b)
Kesehatan fisik guru yang sering terganggu termasuk faktor eksternal. (c)
Dukungan orang tua terhadap proses belajar termasuk faktor eksternal siswa. (d)
Kreativitas guru dalam merancang media pembelajaran termasuk faktor internal guru. - (e)
Remaja 15 tahun diberi kesempatan mengeksplorasi minat dan identitas diri melalui kegiatan organisasi sekolah. Tahap yang mendukung perkembangan ini adalah...
1. Identity vs Role Confusion
2. Initiative vs Guilt
3. Industry vs Inferiority
4. Intimacy vs Isolation
5. Generativity vs Stagnation
1
2
3
4
5
Ciri model Inquiry Learning yang sesuai adalah...
Siswa dilibatkan untuk merumuskan pertanyaan dan permasalahan.
Guru memberikan semua data sehingga siswa tinggal menyimpulkan.
Proses pembelajaran menekankan kegiatan bertanya, menyelidiki, dan menganalisis.
Semua jawaban harus berasal dari buku teks agar validitas terjamin.
Penekanan pembelajaran lebih pada proses berpikir daripada hasil akhir.
Di sebuah sekolah, guru kelas VIII sedang menerapkan program pembelajaran sosial dan emosional (SEL) berdasarkan kerangka CASEL. Guru meminta siswa untuk lebih mengenal diri sendiri, belajar mengelola emosi, menghargai perbedaan teman, menjalin kerja sama, serta mengambil keputusan yang bertanggung jawab dalam kegiatan sehari-hari di sekolah. Berdasarkan situasi tersebut, tentukan apakah pernyataan berikut benar (B) atau Salah (S)?
Siswa yang mampu mengenali kekuatan dan kelemahan dirinya sebelum menyusun target belajar menunjukkan kompetensi Self-Awareness. - (a)
Siswa yang memilih diam saat melihat temannya dibully mencerminkan Social Awareness yang baik. - (b)
Siswa yang membuat keputusan untuk menyontek karena ingin mempertahankan nilai tinggi merupakan penerapan Responsible Decision-Making. - (c)
Mengatur waktu belajar dan istirahat secara seimbang sebelum ujian termasuk Self-Management. - (d)
Mengajak teman baru ikut serta dalam diskusi kelompok dapat menunjukkan Relationship Skills. - (e)
Berikut manakah tindakan yang dapat dilakukan guru agar pembelajaran berpihak kepada peserta didik ....
Memberikan beberapa pilihan topik proyek. Peserta dapat memilih proyek yang akan diminati. (a)
Memberikan semua peserta didik kesempatan untuk menyampaikan ide dan pendapatnya. (b)
Menyediakan berbagai aktivitas dan cara belajar sesuai kemampuan peserta didik. (c)
Mengintegrasikan materi ajar dengan budaya dan lingkungan peserta didik (d)
Berikut yang merupakan situasi yang benar berdasarkan penerapan pendekatan Teaching at The Right Level adalah ….
Setelah 2 minggu kegiatan, guru mengadakan kuis singkat untuk melihat kemajuan setiap anak. Ia lalu memperbarui kelompok. (a)
Guru menggunakan aktivitas “Bingo Kata” untuk kelompok yang sudah lancar membaca, sedangkan untuk kelompok yang sedang belajar membaca, ia membuat aktivitas “Tebak Huruf” dengan kartu gambar. (b)
Guru membagi siswa menjadi tiga kelompok: Kelompok yang sudah lancar membaca. kelompok yang sedang belajar membaca kalimat sederhana dan kelompok yang masih mengenal huruf dan suku kata. (c)
Saat mempelajari tentang daur air, guru mengajak siswa mengamati lingkungan sekitar sekolah, seperti kolam atau sungai kecil. (d)
Dalam pembelajaran IPS, guru memasukkan topik tentang sejarah dan budaya lokal yang dikenal siswa. (e)
Jika anda di berikan kesempatan untuk menjadi wali kelas, upaya apa saja yang anda lakukan agar di lingkungan sekolah untuk tidak terjadi perundungan, seperti kelas, lorong, gerbang sekolah dan perpustakaan. jelaskan upaya apa yang anda lakukan di empat titik rawan perundungan di sekolah tersebut.
Pak Jono seorang guru tetapi kurang mampu dalam berkomunikasi secara efektif. Terkadang ia menyinggung perasaan orang lain yang di ajak bicara, seperti ketika bersama rekan guru lainnya maupun dengan kepala sekolah. selain itu, ia juga berkomunikasi di luar topik pembicaraan. Jelaskan menurut anda empat komponen apa yang harus diperhatikan ketika berkomunikasi.
