Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz Pemotongan PPh Pasal 21/26

Total questions: 84

Worksheet time: 42mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang dimaksud dengan PPh Pasal 21?

a)

Pajak Penghasilan untuk Badan Usaha

b)

Pajak Penghasilan untuk Wajib Pajak Orang Pribadi

c)

Pajak Pertambahan Nilai

d)

Pajak Bumi dan Bangunan

2.

Siapa yang berhak memotong PPh Pasal 21?

a)

Hanya perusahaan besar

b)

Hanya instansi pemerintah

c)

Pemberi kerja dan instansi pemerintah

d)

Hanya individu yang memiliki NPWP

3.

Apa yang menjadi dasar pengenaan PPh Pasal 21?

a)

Penghasilan Kena Pajak

b)

Penghasilan Bruto

c)

Penghasilan Tidak Kena Pajak

d)

Penghasilan Bersih

4.

Apa tarif pemotongan PPh Pasal 21 untuk pegawai tetap?

a)

5%

b)

0%

c)

Tarif progresif sesuai UU PPh

d)

20%

5.

Apa yang dimaksud dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)?

a)

Penghasilan yang tidak dilaporkan

b)

Penghasilan yang tidak dikenakan pajak

c)

Penghasilan yang dikenakan pajak progresif

d)

Penghasilan yang dikenakan pajak final

6.

Siapa yang tidak wajib memotong PPh Pasal 21?

a)

Kantor perwakilan negara asing

b)

Badan usaha milik negara

c)

Perusahaan swasta

d)

Instansi pemerintah

7.

Apa yang harus dilakukan pemotong PPh Pasal 21?

a)

Membuat bukti potong

b)

Semua jawaban benar

c)

Menyetorkan pajak ke kas negara

d)

Melaporkan hasil pemotongan

8.

Apa yang dimaksud dengan tarif efektif dalam pemotongan PPh Pasal 21?

a)

Tarif tetap untuk semua wajib pajak

b)

Tarif yang bervariasi berdasarkan penghasilan

c)

Tarif yang ditentukan oleh pemerintah

d)

Tarif yang tidak dikenakan pajak

9.

Apa yang menjadi objek penghasilan yang dipotong PPh Pasal 21?

a)

Gaji dan upah

b)

Bonus dan tunjangan

c)

Imbalan jasa

d)

Semua jawaban benar

10.

Apa yang harus dilakukan jika terdapat kelebihan pemotongan PPh Pasal 21?

a)

Tidak perlu melakukan apa-apa

b)

Mengembalikan kelebihan tersebut

c)

Melaporkan ke KPP

d)

Menyetorkan ke kas negara

11.

Apa yang dimaksud dengan pemotongan PPh Pasal 26?

a)

Pajak untuk individu yang tidak memiliki NPWP

b)

Pajak untuk badan usaha

c)

Pajak untuk penghasilan dalam negeri

d)

Pajak untuk penghasilan luar negeri

12.

Apa yang menjadi dasar pengenaan PPh Pasal 26?

a)

Tarif tetap 20%

b)

Semua jawaban benar

c)

Penghasilan Kena Pajak

d)

Penghasilan Bruto

13.

Apa yang harus dilakukan oleh pemotong PPh Pasal 21 saat melakukan pemotongan?

a)

Semua jawaban benar

b)

Melaporkan hasil pemotongan

c)

Menyimpan bukti potong

d)

Membuat catatan perhitungan

14.

Apa yang dimaksud dengan penghasilan bruto?

a)

Total penghasilan sebelum pajak

b)

Penghasilan setelah dikurangi pajak

c)

Penghasilan yang tidak dikenakan pajak

d)

Penghasilan dari luar negeri

15.

Apa yang menjadi hak dan kewajiban pemotong PPh Pasal 21?

a)

Hanya menyetorkan pajak

b)

Membuat bukti potong dan melaporkan

c)

Tidak ada kewajiban

d)

Hanya menghitung pajak

16.

Apa yang dimaksud dengan penghasilan tidak teratur?

a)

Penghasilan yang diterima tidak tetap

b)

Penghasilan yang tidak dikenakan pajak

c)

Penghasilan dari pekerjaan bebas

d)

Penghasilan yang diterima setiap bulan

17.

Apa yang harus dilakukan jika pemotong tidak membuat bukti potong?

a)

Semua jawaban benar

b)

Tidak ada konsekuensi

c)

Dikenakan sanksi

d)

Dikenakan denda

18.

Apa yang menjadi tujuan dari pemotongan PPh Pasal 21?

a)

Mengurangi pajak yang harus dibayar

b)

Meningkatkan kepatuhan pajak

c)

Mengurangi penghasilan wajib pajak

d)

Meningkatkan pengeluaran negara

19.

Apa yang dimaksud dengan tarif progresif dalam PPh?

a)

Tarif yang menurun

b)

Tarif yang tetap

c)

Tarif yang meningkat sesuai penghasilan

d)

Tarif yang tidak dikenakan pajak

20.

Apa yang menjadi dasar hukum pemotongan PPh Pasal 21?

a)

Peraturan Pemerintah

b)

Undang-Undang Pajak Penghasilan

c)

Semua jawaban benar

d)

Peraturan Menteri Keuangan

21.

Apa yang dimaksud dengan penghitungan pajak terutang?

a)

Menghitung total penghasilan

b)

Menghitung pajak yang harus dibayar

c)

Menghitung penghasilan tidak kena pajak

d)

Menghitung penghasilan bruto

22.

Apa yang menjadi komponen pengurang penghasilan bruto?

a)

Semua jawaban benar

b)

Tarif pajak

c)

Penghasilan bruto

d)

Biaya jabatan

23.

Apa yang harus dilakukan oleh pegawai tetap saat berhenti bekerja?

a)

Tidak perlu melaporkan pajak

b)

Membuat surat pernyataan

c)

Menghitung pajak terutang

d)

Semua jawaban benar

24.

Apa yang dimaksud dengan penghasilan yang dipotong PPh Pasal 21?

a)

Penghasilan yang dikenakan pajak

b)

Penghasilan dari luar negeri

c)

Penghasilan yang tidak dikenakan pajak

d)

Penghasilan yang tidak dilaporkan

25.

Apa yang menjadi kewajiban pemotong PPh Pasal 21?

a)

Membuat laporan pajak

b)

Menyimpan bukti potong

c)

Semua jawaban benar

d)

Melaporkan pajak yang dipotong

26.

Apa yang dimaksud dengan penghasilan tidak kena pajak bagi wanita kawin?

a)

Penghasilan yang tidak dilaporkan

b)

Penghasilan dari pekerjaan bebas

c)

Penghasilan yang dikenakan pajak final

d)

Penghasilan yang tidak dikenakan pajak

27.

Apa yang menjadi tarif pemotongan PPh Pasal 26?

a)

20%

b)

15%

c)

10%

d)

25%

28.

Apa yang harus dilakukan oleh pemotong jika terdapat kesalahan dalam SPT?

a)

Mengembalikan pajak yang dipotong

b)

Melaporkan ke KPP

c)

Menyampaikan pembetulan SPT

d)

Tidak perlu melakukan apa-apa

29.

Apa yang dimaksud dengan penghasilan yang dipotong PPh Pasal 21 untuk pegawai tidak tetap?

a)

Penghasilan yang diterima setiap bulan

b)

Penghasilan yang diterima tidak tetap

c)

Penghasilan yang tidak dikenakan pajak

d)

Penghasilan dari pekerjaan bebas

30.

Apa yang menjadi dasar pengenaan PPh Pasal 21 untuk pegawai tetap?

a)

Semua jawaban benar

b)

Tarif tetap

c)

Penghasilan Bruto

d)

Penghasilan Kena Pajak

31.

Apa yang dimaksud dengan penghasilan bruto pegawai tidak tetap?

a)

Total penghasilan sebelum pajak

b)

Penghasilan setelah dikurangi pajak

c)

Penghasilan yang tidak dikenakan pajak

d)

Penghasilan dari luar negeri

32.

Apa yang menjadi tarif pemotongan PPh Pasal 21 untuk pegawai tidak tetap?

a)

0%

b)

5%

c)

Tarif progresif

d)

20%

33.

Apa yang harus dilakukan oleh pegawai tetap saat menerima penghasilan dari lebih dari satu pemberi kerja?

a)

Menghitung pajak terutang

b)

Membuat laporan pajak

c)

Membuat bukti potong

d)

Semua jawaban benar

34.

Apa yang dimaksud dengan penghasilan tidak teratur bagi pegawai tetap?

a)

Penghasilan yang diterima setiap bulan

b)

Penghasilan yang diterima tidak tetap

c)

Penghasilan yang tidak dikenakan pajak

d)

Penghasilan dari pekerjaan bebas

35.

Apa yang dimaksud dengan PPh Pasal 21?

a)

Pajak atas penghasilan pegawai tetap

b)

Pajak atas penghasilan perusahaan

c)

Pajak atas penghasilan luar negeri

d)

Pajak atas penghasilan tidak tetap

36.

Siapa yang dikenakan PPh Pasal 21?

a)

Hanya pegawai tidak tetap

b)

Hanya perusahaan

c)

Hanya pegawai tetap

d)

Semua orang yang menerima penghasilan

37.

Apa tarif PPh Pasal 21 untuk pegawai tetap yang berstatus menikah?

a)

20%

b)

10%

c)

15%

d)

5%

38.

Berapa persen biaya jabatan yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto?

a)

5%

b)

20%

c)

10%

d)

15%

39.

Apa yang dimaksud dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)?

a)

Penghasilan yang dikenakan pajak setengah

b)

Penghasilan yang dikenakan pajak lebih tinggi

c)

Penghasilan yang dikenakan pajak penuh

d)

Penghasilan yang tidak dikenakan pajak

40.

Apa yang harus dilakukan Tuan A setelah menerima bukti pemotongan PPh Pasal 21?

a)

Menghitung ulang pajak

b)

Melaporkan dalam SPT Tahunan

c)

Menyimpan bukti pemotongan

d)

Mengabaikan bukti pemotongan

41.

Berapa jumlah penghasilan bruto Tuan A selama tahun 2024?

a)

Rp500.000.000

b)

Rp450.960.000

c)

Rp400.000.000

d)

Rp300.000.000

42.

Apa yang menjadi pengurang dalam penghitungan PPh Pasal 21?

a)

Hanya iuran pensiun

b)

Hanya biaya jabatan

c)

Biaya jabatan dan iuran pensiun

d)

Tidak ada pengurang

43.

Apa yang dimaksud dengan tarif efektif bulanan kategori A?

a)

Tarif pajak untuk pegawai tetap

b)

Tarif pajak untuk perusahaan

c)

Tarif pajak untuk pegawai tidak tetap

d)

Tarif pajak untuk penghasilan luar negeri

44.

Berapa jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong pada bulan Desember 2024 untuk Tuan A?

a)

Rp5.000.000

b)

Rp10.000.000

c)

Rp14.595.000

d)

Rp20.000.000

45.

Apa yang harus dilakukan Tuan B setelah menerima bukti pemotongan PPh Pasal 21?

a)

Menghitung ulang pajak

b)

Melaporkan dalam SPT Tahunan

c)

Menyimpan bukti pemotongan

d)

Mengabaikan bukti pemotongan

46.

Apa yang menjadi pengurang dalam penghitungan PPh Pasal 21 untuk Tuan B?

a)

Hanya iuran pensiun

b)

Tidak ada pengurang

c)

Hanya biaya jabatan

d)

Biaya jabatan dan iuran pensiun

47.

Berapa jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong pada bulan Desember 2024 untuk Tuan B?

a)

Rp5.000.000

b)

Rp3.255.000

c)

Rp2.975.000

d)

Rp1.000.000

48.

Apa yang dimaksud dengan PPh Pasal 26?

a)

Pajak atas penghasilan pegawai tetap

b)

Pajak atas penghasilan perusahaan

c)

Pajak atas penghasilan pegawai luar negeri

d)

Pajak atas penghasilan tidak tetap

49.

Apa tarif PPh Pasal 26 untuk pegawai luar negeri?

a)

15%

b)

20%

c)

5%

d)

10%

50.

Apa yang harus dilakukan Tuan C setelah menerima bukti pemotongan PPh Pasal 21?

a)

Mengabaikan bukti pemotongan

b)

Menyimpan bukti pemotongan

c)

Melaporkan dalam SPT Tahunan

d)

Menghitung ulang pajak

51.

Apa yang menjadi pengurang dalam penghitungan PPh Pasal 21 untuk Tuan C?

a)

Biaya jabatan dan sumbangan keagamaan

b)

Hanya sumbangan keagamaan

c)

Tidak ada pengurang

d)

Hanya biaya jabatan

52.

Berapa jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong pada bulan Desember 2024 untuk Tuan C?

a)

Rp5.000.000

b)

Rp1.000.000

c)

Rp3.225.000

d)

Rp580.000

53.

Apa yang harus dilakukan Tuan D setelah menerima bukti pemotongan PPh Pasal 21?

a)

Melaporkan dalam SPT Tahunan

b)

Menyimpan bukti pemotongan

c)

Menghitung ulang pajak

d)

Mengabaikan bukti pemotongan

54.

Apa yang menjadi pengurang dalam penghitungan PPh Pasal 21 untuk Tuan D?

a)

Hanya biaya jabatan

b)

Tidak ada pengurang

c)

Biaya jabatan dan iuran pensiun

d)

Hanya iuran pensiun

55.

Berapa jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong pada bulan Desember 2024 untuk Tuan D?

a)

Rp4.395.000

b)

Rp1.000.000

c)

Rp3.620.000

d)

Rp5.000.000

56.

Apa yang harus dilakukan Tuan E setelah menerima bukti pemotongan PPh Pasal 21?

a)

Menghitung ulang pajak

b)

Mengabaikan bukti pemotongan

c)

Menyimpan bukti pemotongan

d)

Melaporkan dalam SPT Tahunan

57.

Apa yang menjadi pengurang dalam penghitungan PPh Pasal 21 untuk Tuan E?

a)

Hanya biaya jabatan

b)

Biaya jabatan

c)

Tidak ada pengurang

d)

Hanya iuran pensiun

58.

Berapa jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong pada bulan Agustus 2024 untuk Tuan E?

a)

Rp3.000.000

b)

Rp1.000.000

c)

Rp1.200.000

d)

Rp2.000.000

59.

Apa yang harus dilakukan Tuan F setelah menerima bukti pemotongan PPh Pasal 21?

a)

Melaporkan dalam SPT Tahunan

b)

Menyimpan bukti pemotongan

c)

Mengabaikan bukti pemotongan

d)

Menghitung ulang pajak

60.

Apa yang menjadi pengurang dalam penghitungan PPh Pasal 21 untuk Tuan F?

a)

Hanya iuran pensiun

b)

Biaya jabatan

c)

Hanya biaya jabatan

d)

Tidak ada pengurang

61.

Berapa jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong pada bulan Januari 2024 untuk Tuan F?

a)

Rp3.300.000

b)

Rp5.000.000

c)

Rp2.000.000

d)

Rp1.000.000

62.

Apa yang harus dilakukan Tuan G setelah menerima bukti pemotongan PPh Pasal 21?

a)

Melaporkan dalam SPT Tahunan

b)

Menghitung ulang pajak

c)

Menyimpan bukti pemotongan

d)

Mengabaikan bukti pemotongan

63.

Apa yang menjadi pengurang dalam penghitungan PPh Pasal 21 untuk Tuan G?

a)

Biaya jabatan

b)

Hanya biaya jabatan

c)

Hanya iuran pensiun

d)

Tidak ada pengurang

64.

Berapa jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong pada bulan Agustus 2024 untuk Tuan G?

a)

Rp20.000.000

b)

Rp10.000.000

c)

Rp13.777.062

d)

Rp5.000.000

65.

Apa yang harus dilakukan Tuan H setelah menerima bukti pemotongan PPh Pasal 21?

a)

Menyimpan bukti pemotongan

b)

Mengabaikan bukti pemotongan

c)

Menghitung ulang pajak

d)

Melaporkan dalam SPT Tahunan

66.

Apa yang menjadi pengurang dalam penghitungan PPh Pasal 21 untuk Tuan H?

a)

Biaya jabatan

b)

Tidak ada pengurang

c)

Hanya biaya jabatan

d)

Hanya iuran pensiun

67.

Berapa jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong pada bulan Juli 2024 untuk Tuan H?

a)

Rp5.000.000

b)

Rp2.000.000

c)

Rp1.000.000

d)

Rp34.000

68.

Apa yang harus dilakukan Tuan I setelah menerima bukti pemotongan PPh Pasal 21?

a)

Menyimpan bukti pemotongan

b)

Menghitung ulang pajak

c)

Melaporkan dalam SPT Tahunan

d)

Mengabaikan bukti pemotongan

69.

Apa yang menjadi pengurang dalam penghitungan PPh Pasal 21 untuk Tuan I?

a)

Biaya jabatan

b)

Hanya biaya jabatan

c)

Hanya iuran pensiun

d)

Tidak ada pengurang

70.

Berapa jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong pada bulan Januari 2024 untuk Tuan I?

a)

Rp1.000.000

b)

Rp2.000.000

c)

Rp10.545.000

d)

Rp5.000.000

71.

Apa yang harus dilakukan Tuan J setelah menerima bukti pemotongan PPh Pasal 21?

a)

Menyimpan bukti pemotongan

b)

Menghitung ulang pajak

c)

Mengabaikan bukti pemotongan

d)

Melaporkan dalam SPT Tahunan

72.

Apa yang menjadi pengurang dalam penghitungan PPh Pasal 21 untuk Tuan J?

a)

Tidak ada pengurang

b)

Hanya iuran pensiun

c)

Hanya biaya jabatan

d)

Biaya pensiun

73.

Berapa jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong pada bulan Desember 2024 untuk Tuan J?

a)

Rp1.000.000

b)

Rp5.000.000

c)

Rp111.750

d)

Rp2.000.000

74.

Apa yang harus dilakukan Tuan K setelah menerima bukti pemotongan PPh Pasal 21?

a)

Mengabaikan bukti pemotongan

b)

Menghitung ulang pajak

c)

Menyimpan bukti pemotongan

d)

Melaporkan dalam SPT Tahunan

75.

Apa yang menjadi pengurang dalam penghitungan PPh Pasal 21 untuk Tuan K?

a)

Hanya iuran pensiun

b)

Hanya biaya jabatan

c)

Biaya jabatan

d)

Tidak ada pengurang

76.

Berapa jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong pada bulan Januari 2024 untuk Tuan K?

a)

Rp2.500

b)

Rp1.000.000

c)

Rp2.000.000

d)

Rp5.000.000

77.

Apa yang harus dilakukan Tuan L setelah menerima bukti pemotongan PPh Pasal 21?

a)

Menyimpan bukti pemotongan

b)

Melaporkan dalam SPT Tahunan

c)

Mengabaikan bukti pemotongan

d)

Menghitung ulang pajak

78.

Apa yang menjadi pengurang dalam penghitungan PPh Pasal 21 untuk Tuan L?

a)

Tidak ada pengurang

b)

Hanya iuran pensiun

c)

Hanya biaya jabatan

d)

Biaya jabatan

79.

Berapa jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong pada bulan Juni 2024 untuk Tuan L?

a)

Rp0

b)

Rp1.000.000

c)

Rp5.000.000

d)

Rp2.000.000

80.

Apa yang harus dilakukan Tuan M setelah menerima bukti pemotongan PPh Pasal 21?

a)

Melaporkan dalam SPT Tahunan

b)

Menyimpan bukti pemotongan

c)

Mengabaikan bukti pemotongan

d)

Menghitung ulang pajak

81.

Apa yang menjadi pengurang dalam penghitungan PPh Pasal 21 untuk Tuan M?

a)

Tidak ada pengurang

b)

Hanya biaya jabatan

c)

Biaya jabatan

d)

Hanya iuran pensiun

82.

Berapa jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong pada bulan Desember 2024 untuk Tuan M?

a)

Rp75.000

b)

Rp1.000.000

c)

Rp5.000.000

d)

Rp2.000.000

83.

Apa yang harus dilakukan Tuan N setelah menerima bukti pemotongan PPh Pasal 21?

a)

Menyimpan bukti pemotongan

b)

Melaporkan dalam SPT Tahunan

c)

Mengabaikan bukti pemotongan

d)

Menghitung ulang pajak

84.

Apa yang menjadi pengurang dalam penghitungan PPh Pasal 21 untuk Tuan N?

a)

Biaya jabatan

b)

Hanya biaya jabatan

c)

Hanya iuran pensiun

d)

Tidak ada pengurang