Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Pre-test bimbingan utop 1 kesmas

Total questions: 20

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat mendefinisikan konsep "Sehat" menurut World Health Organization (WHO)?

a)

Keadaan bebas dari segala jenis penyakit fisik.

b)

Kemampuan untuk melakukan aktivitas produktif secara sosial dan ekonomi.

c)

Suatu keadaan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang lengkap, dan bukan sekadar tidak adanya penyakit atau kelemahan.

d)

Proses adaptasi individu secara terus-menerus terhadap lingkungannya.

e)

Kondisi di mana semua organ tubuh berfungsi secara normal sesuai standar medis.

2.

Dalam model segitiga epidemiologi (The Epidemiologic Triangle), manakah yang termasuk dalam komponen 'Host'?

a)

Bakteri Mycobacterium tuberculosis

b)

Sanitasi lingkungan yang buruk

c)

Status gizi dan kekebalan tubuh individu

d)

Iklim dan cuaca di suatu daerah

e)

Ketersediaan fasilitas kesehatan

3.

Pemerintah membuat kebijakan untuk membangun jalur sepeda dan ruang terbuka hijau di perkotaan untuk mendorong aktivitas fisik dan mencegah munculnya faktor risiko penyakit tidak menular seperti obesitas di kalangan masyarakat. Upaya pencegahan ini termasuk dalam tingkat...

a)

Pencegahan Primordial

b)

Pencegahan Primer

c)

Pencegahan Sekunder

d)

Pencegahan Tersier

e)

Rehabilitasi

4.

Seorang dokter menjelaskan kepada pasien penderita hipertensi tentang pentingnya mengurangi asupan garam. Dokter tersebut memberikan informasi mengenai risiko stroke dan penyakit jantung jika tekanan darah tidak terkontrol. Tindakan dokter ini merupakan implementasi dari peran 7-Star Doctor sebagai...

a)

Manager

b)

Researcher

c)

Communicator

d)

Community Leader

e)

Care Provider

5.

Menurut teori H.L. Blum, faktor manakah yang memiliki pengaruh paling besar terhadap derajat kesehatan masyarakat?

a)

Faktor Pelayanan Kesehatan

b)

Faktor Genetika (Keturunan)

c)

Faktor Perilaku

d)

Faktor Lingkungan

e)

Faktor Ekonomi

6.

Sebuah negara memiliki populasi 10.000.000 jiwa. Dalam setahun, tercatat ada 200.000 kelahiran dan 50.000 kematian. Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate) di negara tersebut adalah...

a)

5 per 1.000 penduduk

b)

10 per 1.000 penduduk

c)

15 per 1.000 penduduk

d)

20 per 1.000 penduduk

e)

25 per 1.000 penduduk

7.

Seorang pasien didiagnosis menderita diabetes melitus tipe 2. Dokter memberikan edukasi dan obat untuk mengontrol gula darahnya agar tidak terjadi komplikasi lebih lanjut seperti gagal ginjal atau kerusakan mata. Upaya yang dilakukan dokter ini merupakan contoh dari...

a)

Health Promotion

b)

Specific Protection

c)

Early Diagnosis and Prompt Treatment

d)

Disability Limitation

e)

Rehabilitation

8.

Seorang anak perempuan berusia 9 bulan memiliki berat 6 kg dan panjang badan 63 cm. Berdasarkan tabel Z-score, status gizinya adalah underweight (BB/U antara -3 SD dan -2 SD), stunted (PB/U antara -3 SD dan -2 SD), namun status BB/PB-nya normal (antara -2 SD dan +1 SD). Interpretasi klinis yang paling tepat dari kombinasi hasil ini adalah...

a)

Anak mengalami malnutrisi akut yang parah (severe acute malnutrition).

b)

Anak mengalami gizi lebih (overweight) yang menyebabkan perawakan pendek.

c)

Anak memiliki riwayat kekurangan gizi kronis di masa lalu, namun status gizinya saat ini proporsional (tidak kurus).

d)

Anak tersebut sehat, karena perbandingan berat dan panjang badannya normal.

e)

Data antropometri tersebut tidak valid dan perlu dilakukan pengukuran ulang.

9.

Pemerintah kota A berfokus pada strategi high-risk untuk pencegahan penyakit kardiovaskular dengan melakukan skrining dan intervensi intensif pada individu dengan hipertensi dan dislipidemia. Sementara itu, kota B menerapkan strategi population dengan kampanye pengurangan konsumsi garam dan lemak jenuh di seluruh lapisan masyarakat. Jika kedua strategi berhasil, manakah pernyataan yang paling mungkin benar mengenai dampaknya?

a)

Strategi kota A akan memberikan manfaat kecil bagi setiap individu yang diskrining, namun dampak populasinya besar.

b)

Strategi kota B lebih sesuai secara perilaku bagi individu karena menargetkan seluruh populasi.

c)

Strategi kota A lebih radikal dan memiliki potensi pencegahan yang lebih besar untuk seluruh populasi.

d)

Strategi kota B dapat menimbulkan "Prevention Paradox", di mana manfaat besar bagi populasi berasal dari manfaat kecil yang diterima oleh setiap individu.

e)

Motivasi dokter dan subjek akan lebih tinggi pada strategi populasi di kota B.

10.

Di sebuah negara maju, piramida penduduk menunjukkan dasar yang lebih sempit dibandingkan bagian tengah dan atasnya (constrictive). Manakah implikasi kebijakan kesehatan jangka panjang yang paling tidak relevan untuk negara dengan struktur demografi seperti ini?

a)

Peningkatan anggaran untuk layanan geriatri dan penyakit degeneratif

b)

Reformasi sistem jaminan pensiun dan jaminan sosial hari tua.

c)

Peningkatan masif kapasitas program imunisasi dasar untuk balita.

d)

Pengembangan layanan perawatan jangka panjang (long-term care).

e)

Perencanaan untuk mengatasi potensi kekurangan tenaga kerja di masa depan.

11.

Seorang remaja enggan menggunakan helm saat berkendara karena merasa tidak keren dan teman-temannya juga tidak ada yang memakai. Menurut teori Lawrence Green, perilaku teman-temannya yang tidak memakai helm berfungsi sebagai...

a)

Predisposing factor, karena membentuk keyakinan remaja tersebut.

b)

Enabling factor, karena memungkinkan ia untuk tidak memakai helm.

c)

Reinforcing factor, karena memperkuat perilaku negatif yang sudah ada.

d)

Behavioral factor yang tidak dapat diubah.

e)

Cultural factor yang berasal dari lingkungan.

12.

Upaya pemerintah untuk memberlakukan undang-undang yang melarang iklan rokok dan menaikkan cukai tembakau agar sulit dijangkau oleh remaja merupakan contoh intervensi yang menargetkan perubahan perilaku pada level...

a)

Individu

b)

Keluarga

c)

Komunitas

d)

Institusi dan sosial

e)

Kebijakan dan sistem

13.

Seorang pasien pasca-stroke mengalami kelumpuhan pada sisi kanan tubuhnya (hemiplegia). Kondisi kelumpuhan ini, yang merupakan kehilangan fungsi anatomis dan fisiologis, dalam klasifikasi WHO disebut sebagai...

a)

Disease

b)

Impairment

c)

Disability

d)

Handicap

e)

Rehabilitation

14.

Anda sedang melakukan penelitian dan menemukan kode diagnosis "I10" pada rekam medis seorang pasien. Menurut struktur ICD-10, kode ini kemungkinan besar merujuk pada...

a)

Penyakit infeksi dan parasit tertentu

b)

Neoplasma

c)

Penyakit pada sistem sirkulasi

d)

Gangguan mental dan perilaku

e)

Gejala, tanda, dan temuan klinis abnormal

15.

Seorang ahli gizi masyarakat ingin merancang intervensi untuk mengurangi obesitas pada anak sekolah. Ia berpendapat bahwa mengubah lingkungan sekolah (misalnya, menyediakan kantin sehat dan jadwal olahraga wajib) lebih efektif daripada hanya memberikan konseling individu kepada anak yang sudah obesitas. Pendekatan yang diusungnya lebih mencerminkan...

a)

Strategi pencegahan tersier

b)

Strategi high-risk

c)

Strategi populasi (population strategy)

d)

Pendekatan klinis murni

e)

Model Health Belief

16.

Seorang individu ragu untuk melakukan vaksinasi COVID-19 karena khawatir akan efek samping yang diberitakan di media sosial, meskipun ia tahu bahwa risiko terkena COVID-19 yang parah lebih tinggi. Dalam konteks Health Belief Model, keraguannya ini paling dominan dipengaruhi oleh...

a)

Perceived Susceptibility yang rendah terhadap COVID-19.

b)

Perceived Severity yang rendah terhadap COVID-19

c)

Perceived Barriers (persepsi hambatan/risiko dari vaksin) yang tinggi

d)

Perceived Benefits (persepsi manfaat vaksin) yang rendah

e)

Self-Efficacy yang rendah untuk datang ke tempat vaksinasi

17.

Perbedaan mendasar antara Eliminasi dan Eradikasi suatu penyakit adalah...

a)

Eliminasi berarti insidensi turun ke nol di seluruh dunia, sedangkan eradikasi hanya di wilayah geografis tertentu.

b)

Eliminasi tidak memerlukan upaya pencegahan berkelanjutan, sedangkan eradikasi memerlukannya.

c)

Eliminasi adalah penurunan insidensi penyakit secara signifikan, sedangkan eradikasi adalah penurunan hingga nol.

d)

Eliminasi berarti insidensi turun ke nol di suatu wilayah geografis tertentu dan masih memerlukan upaya pencegahan, sedangkan eradikasi berarti penyakit tersebut tidak ada lagi di seluruh dunia dan upaya pencegahan dapat dihentikan.

e)

Eliminasi hanya berlaku untuk penyakit menular, sedangkan eradikasi berlaku untuk semua jenis penyakit.

18.

Seorang kepala puskesmas menghitung Angka Kematian Bayi (AKB) di wilayah kerjanya. Data yang ia butuhkan sebagai numerator dan denominator dalam perhitungannya adalah...

a)

Num: Jumlah kematian balita; Den: Jumlah seluruh penduduk.

b)

Num: Jumlah kematian bayi (<1 tahun); Den: Jumlah seluruh kelahiran hidup pada tahun yang sama.

c)

Num: Jumlah kematian bayi (<1 tahun); Den: Jumlah seluruh penduduk.

d)

Num: Jumlah kematian neonatus; Den: Jumlah seluruh kelahiran hidup.

e)

Num: Jumlah kematian balita; Den: Jumlah balita di wilayah tersebut.

19.

Menurut UU Kesehatan RI, definisi sehat tidak hanya mencakup aspek fisik, tetapi juga mental (jiwa) dan sosial, serta kemampuan untuk hidup produktif. Manakah dari kondisi berikut yang dapat dianggap "tidak sehat" menurut definisi luas tersebut, meskipun secara fisik tidak ada kelainan?

a)

Seorang atlet yang sedang istirahat setelah latihan intensif.

b)

Seorang lansia yang mengalami penurunan fungsi pendengaran alami.

c)

Seorang pekerja yang mengalami stres berat (burnout) hingga tidak mampu bekerja dan menarik diri dari lingkungan sosial.

d)

Seorang anak yang sedang dalam masa pertumbuhan pesat.

e)

Seseorang dengan bekas luka di kulit yang sudah sembuh total.

20.

Sebuah program kesehatan bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat dari buang air besar di sungai menjadi di jamban sehat. Setelah penyuluhan (meningkatkan pengetahuan), masyarakat mulai menunjukkan sikap setuju. Tahapan selanjutnya dalam "Tangga Perubahan Perilaku" agar perubahan ini dapat diadopsi adalah...

a)

Masyarakat langsung mengadopsi perilaku baru.

b)

Mendorong dan memotivasi agar masyarakat mau mencoba menggunakan jamban.

c)

Memberikan penghargaan kepada yang sudah menggunakan jamban.

d)

Memberikan informasi ulang tentang pentingnya jamban.

e)

Menunggu terjadinya perubahan alamiah.