wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Post-Test Pelatihan Kokurikuler

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Sebuah sekolah di daerah agraris merancang proyek kokurikuler "Dari Kebun ke Meja" di mana murid belajar biologi (pertumbuhan tanaman), matematika (menghitung biaya dan keuntungan), dan prakarya (mengolah hasil panen). Bentuk kegiatan ini adalah contoh penerapan...

a)

Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH).

b)

Pembelajaran Kolaboratif Lintas Disiplin Ilmu.

c)

Kegiatan monodisiplin berbasis nilai sekolah.

d)

Asesmen sumatif terpadu.

2.

Guru Budi memberikan penilaian akhir berupa rubrik terhadap poster kampanye hemat energi yang dibuat oleh kelompok murid. Aktivitas penilaian yang dilakukan Guru Budi adalah contoh dari...

a)

Asesmen Formatif.

b)

Refleksi Diri.

c)

Asesmen Sumatif.

d)

Observasi Partisipatif.

3.

Setelah melakukan analisis, sebuah sekolah menemukan bahwa banyak murid kurang mampu menyaring informasi hoaks. Untuk mengatasi ini, dimensi profil lulusan yang paling relevan untuk dikuatkan melalui kokurikuler adalah...

a)

Kemandirian.

b)

Kolaborasi.

c)

Penalaran Kritis.

d)

Kesehatan.

4.

Seorang koordinator kokurikuler bertugas memastikan adanya kolaborasi antar guru dan membuka jejaring dengan narasumber dari luar (misalnya praktisi atau komunitas). Tugas ini menunjukkan peran koordinator dalam...

a)

Hanya melakukan asesmen murid.

b)

Menyiapkan sarana dan prasarana.

c)

Mengelola sistem dan membangun kolaborasi.

d)

Menentukan kurikulum nasional.

5.

Hasil evaluasi program kokurikuler menunjukkan bahwa kegiatan kurang diminati murid. Berdasarkan panduan, tindak lanjut yang paling tepat adalah...

a)

Menghentikan semua program kokurikuler untuk selamanya.

b)

Membuat kegiatan menjadi wajib dengan sanksi bagi yang tidak ikut.

c)

Melakukan pendekatan kreatif untuk menarik minat dan menciptakan lingkungan yang inklusif.

d)

Mengabaikan hasil evaluasi dan melanjutkan program seperti biasa.

6.

Sekolah berasrama ingin menguatkan nilai-nilai keislaman melalui kegiatan mengaji rutin dan praktik ibadah harian yang terstruktur. Bentuk kokurikuler yang paling tepat untuk mewadahi kegiatan ini adalah...

a)

Pembelajaran Lintas Disiplin Ilmu.

b)

Cara Lainnya, berbasis nilai-nilai khas satuan pendidikan.

c)

Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH).

d)

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

7.

Dalam sebuah proyek, murid diajak untuk mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data, menganalisis temuan, dan merancang solusi secara mandiri. Pengalaman belajar ini paling dominan mengembangkan dimensi...

a)

Kewargaan.

b)

Penalaran Kritis dan Kemandirian.

c)

Kesehatan dan Komunikasi.

d)

Keimanan dan Ketakwaan.

8.

Pengelolaan alokasi waktu kokurikuler dalam satu tahun ajaran diatur oleh satuan pendidikan dengan prinsip...

a)

Kaku dan tidak boleh diubah setelah ditetapkan di awal.

b)

Fleksibel, di mana alokasi untuk setiap kegiatan tidak harus sama.

c)

Harus selalu dijadwalkan di akhir pekan agar tidak mengganggu intrakurikuler.

d)

Sama rata untuk semua jenjang kelas, dari SD hingga SMA.

9.

Saat merancang aktivitas kokurikuler, guru memastikan ada tahapan di mana murid diajak merenungkan kembali proses yang telah dijalani dan makna yang didapat. Tahapan ini sesuai dengan pengalaman belajar dalam pembelajaran mendalam, yaitu...

a)

Mengaplikasi.

b)

Memahami.

c)

Merefleksi.

d)

Menguji.

10.

Sebuah satuan pendidikan menemukan bahwa program kokurikuler mereka sudah baik, namun kompetensi guru dalam memfasilitasi pembelajaran berbasis proyek masih perlu ditingkatkan. Tindak lanjut evaluasi yang paling tepat adalah...

a)

Mengganti semua guru yang terlibat dalam program.

b)

Memberikan pelatihan atau workshop untuk peningkatan kompetensi guru.

c)

Mengurangi jumlah jam kokurikuler agar beban guru lebih ringan.

d)

Meniadakan semua kegiatan berbasis proyek.