NEW
Font size
WorksheetsPre-Test MK Aplikasi Pengkondisian Sinyal 2025
Total questions: 25
Worksheet time: 3600secs
Komponen pasif di bawah ini beserta fungsinya yang benar adalah ….
1 Resistor → menghambat arus listrik
2 Kapasitor → menyimpan muatan listrik
3 Induktor → menyimpan energi dalam medan magnet
4 Dioda → menyearahkan arus
1 dan 2 benar
1, 2, dan 3 benar
semua benar
hanya 4 yang benar
Suatu rangkaian seri terdiri dari tiga resistor R1=100Ω, R2=200Ω, dan R3=300Ω,
diberi sumber tegangan DC 12 V. Pernyataan berikut yang benar adalah ….
1. Arus rangkaian sebesar 0,02 A
2. Tegangan jatuh di R2 sebesar 4 V
3. Tegangan jatuh di R3 sebesar 6 V
4. Total hambatan sebesar 600 Ω
1 dan 2 benar
1, 2, dan 3 benar
2, 3, dan 4 benar
semua benar
Dalam penggunaan software simulasi elektronika (Proteus, Multisim, LTSpice), langkah yang tidak tepat adalah ….
Menentukan komponen yang diperlukan dan meletakkannya pada workspace
Menghubungkan komponen sesuai rangkaian yang diinginkan
Memberikan sumber tegangan atau sinyal input
Menjalankan simulasi tanpa menambahkan ground/reference node
Perhatikan rangkaian dioda penyearah setengah gelombang dengan resistor beban. Pernyataan berikut yang benar adalah ….
1) Dioda hanya menghantarkan pada saat siklus positif dari sinyal AC.
2) Tegangan keluaran rata-rata lebih besar dari nol.
3) Output mengandung riak (ripple) jika tidak diberi kapasitor filter.
4) Output murni DC tanpa fluktuasi meskipun tanpa filter.
1 dan 2 benar
1, 2, dan 3 benar
1, 3, dan 4 benar
Semua benar
Seorang mahasiswa merancang rangkaian LED dengan resistor pembatas arus di software simulasi. Sumber tegangan 9 V DC, LED memiliki tegangan maju 2 V, arus kerja 20 mA. Pernyataan yang benar adalah ….
1) Nilai resistor pembatas sebaiknya sekitar 350 Ω
2) Jika resistor terlalu kecil, LED bisa rusak karena arus berlebih
3) Jika polaritas LED terbalik, LED tidak akan menyala
4) Simulasi dapat digunakan untuk memverifikasi arus yang lewat LED
1 dan 2 benar
1, 2, dan 3 benar
2, 3, dan 4 benar
Semua benar
PIV (Peak Inverse Voltage) per dioda pada penyearah full-wave center-tap dibanding bridge (untuk puncak sekunder yang sama Vm) adalah…
CT: Vm;
Bridge: 2Vm
CT: 2Vm;
Bridge: Vm
Sama
Tergantung nilai beban
Trafo 18 Vrms, penyearah bridge dan kapasitor, Vf dioda 0,7 V, beban 0,5 A, C = 2200 µF, pada frekuensi 50 Hz. Perkiraan VDC berbeban adalah…
20,0 V
21,5 V
22,9 V
24,1 V
Diinginkan sebuah catu daya 5 V/0,2 A dari bridge + kapasitor 2200 µF pada frekuensi 50 Hz. Ambil ΔVr(pp) ≈ I/(2·f·C). Tegangan puncak minimum setelah jembatan agar Vmin > 7 V adalah sekitar…
8,0 V
9,3 V
10,6 V
12,0 V
Diketahui Zener 5,1 V sebagai regulator shunt dari 12 V. Beban 80 mA, arus zener minimum 10 mA. Nilai resistor seri yang paling tepat adalah…
56 Ω
68 Ω
75 Ω
100 Ω
Sumber 12 Vpp (±6 V) dari function generator disearahkan bridge (total drop ~1,4 V) dan difilter dengan kapasitor C besar (tanpa beban), mengapa 7805 cenderung gagal regulasi bila sumbernya hanya 12 Vpp dari function generator?
Ripple terlalu kecil
Headroom di input 7805 kurang dari kebutuhan dropout
Dioda terbalik
7805 butuh tegangan negatif
Sebuah op-amp inverting memiliki Rin1 = 10 kΩ, Rin2 = 20 kΩ, dan Rf = 100 kΩ. Jika input ganda diberikan Vin1 = 0.5 V dan Vin2 = 1 V, maka output adalah …
–7.5 V
–10 V
–12.5 V
–15 V
Dalam op-amp riil, perbedaan kecil antara dua input menghasilkan tegangan output walaupun input idealnya nol. Hal ini disebabkan oleh …
Slew rate
Offset voltage
Common mode rejection ratio (CMRR)
Input bias currentInput bias current
Jika sebuah op-amp digunakan sebagai integrator dengan R = 10 kΩ dan C = 0.1 μF, maka fungsi alihnya adalah …
Vout(s)/Vin(s) =
-1/(RCs)
Vout(s)/Vin(s) =
-RCs
Vout(s)/Vin(s) =
1/(RCs)
Vout(s)/Vin(s) =
RCs
Sebuah op-amp digunakan sebagai differentiator dengan R = 20 kΩ dan C = 0.01 μF. Fungsi alih rangkaian ini adalah …
Vout(s)/Vin(s) =
-RCs
Vout(s)/Vin(s) =
-1/(RCs)
Vout(s)/Vin(s) =
RCs
Vout(s)/Vin(s) =
1/(RCs)
Pada summing amplifier inverting, dua input V1 dan V2 masing-masing masuk melalui resistor 10 kΩ dan 20 kΩ. Agar kontribusi keduanya sama besar pada output, maka nilai resistor feedback Rf yang tepat adalah …
20 kΩ
30 kΩ
40 kΩ
200 kΩ
LDR memiliki karakteristik RLDR=kI−α , dengan I adalah intensitas cahaya. Tujuan penggunaan rangkaian linierisasi pada kondisi ini adalah …
Mengubah hubungan eksponensial menjadi hubungan logaritmik terhadap variabel pengukuran
Mengubah hubungan non-linear menjadi linear terhadap variabel pengukuran
Menurunkan nilai resistansi LDR agar sesuai dengan penguat operasional
Menghilangkan ketergantungan terhadap intensitas cahaya
Dalam konfigurasi pembagi tegangan, Vout=Vin R+RLDRR . Supaya hubungan Vout lebih mendekati linear terhadap intensitas cahaya, nilai R sebaiknya dipilih …
Jauh lebih kecil dari RLDR minimum
Jauh lebih besar dari RLDR maksimum
Mendekati nilai rata-rata RLDR
Sama dengan RLDR saat intensitas cahaya nol
Zero span calibration pada sensor LDR diperlukan agar ...
Kurva output sesuai dengan rentang
Sensor tetap bekerja meski resistansinya berubah sangat besar
Output selalu konstan meskipun cahaya berubah
Sensor bekerja tanpa op-amp tambahan
Dalam sistem pengukuran, jika LDR digunakan sebagai input ke ADC 8-bit (0–5 V), maka agar seluruh rentang ADC dapat dimanfaatkan diperlukan …
Zero-span
Filter RC
Pull-up resistor
Transformator
Jika setelah kalibrasi zero–span diperoleh persamaan kalibrasi Vout=0,02I + 0,1Vout dengan I dalam lux, maka tegangan output untuk cahaya 200 lux adalah ...
4,1 V
5 V
2,1 V
0,5 V
Dalam sebuah rangkaian counter, komponen dasar yang berfungsi sebagai unit penyimpan data sementara (latch) dan menjadi pondasi utama dari rangkaian counter adalah...
Gerbang Logika
Seven Segment
Flowmeter
Flip-Flop
Fungsi utama dari sensor flowmeter dalam sebuah rangkaian counter adalah...
Menghasilkan sinyal clock dengan frekuensi yang stabil dan dapat diatur.
Mengubah besaran fisik kecepatan aliran fluida menjadi sinyal pulsa digital.
Menampilkan hasil perhitungan dalam bentuk angka numerik.
Menerjemahkan data BCD (Binary-Coded Decimal) dari pencacah.
Sebuah rangkaian astable multivibrator menggunakan IC 555 dengan komponen R1 = 20 kΩ, R2 = 50 kΩ, dan C1 = 10 µF. Berapakah durasi waktu pulsa output dalam keadaan 'low' (Rendah)?
140 ms
350 ms
490 ms
840 ms
Pada sebuah rangkaian astable multivibrator (R1 = 20 kΩ, R2 = 50 kΩ, C1 = 10 µF), hitunglah durasi waktu pulsa output dalam keadaan 'high' (Tinggi).
140 ms
350 ms
490 ms
840 ms
Jika sebuah rangkaian IC 555 memiliki R1 = 10 kΩ, R2 = 15 kΩ, dan C1 = 100 µF, berapakah total periode (waktu 'high' + waktu 'low') dari sinyal output yang dihasilkannya?
1,05 detik
1,75 detik
2,80 detik
3,25 detik
