NEW
Font size
WorksheetsSoal Pilihan Ganda Physical Warehouse Design Data
Total questions: 22
Worksheet time: 7mins
Apa tujuan utama dari desain fisik data warehouse?
Meningkatkan keamanan data dengan enkripsi tingkat lanjut dan kontrol akses berlapis
Memastikan waktu respons query yang memadai melalui teknik optimasi performa
Mengurangi redundansi data hingga mencapai normalisasi bentuk ketiga
Mempermudah integrasi dengan sistem OLTP yang sudah ada
Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai kelebihan dan kekurangan materialized views?
Kelebihannya adalah otomatis ter-update real-time, kekurangannya adalah membebani sistem saat peak hours
Kelebihannya adalah menghemat ruang penyimpanan, kekurangannya adalah query menjadi lebih lambat karena harus menghitung ulang
Kelebihannya adalah mudah diimplementasikan tanpa konfigurasi khusus, kekurangannya adalah tidak mendukung agregasi kompleks
Kelebihannya adalah mempercepat performa query dengan precalculating operasi mahal, kekurangannya adalah membutuhkan ruang penyimpanan tambahan dan maintenance saat data berubah
Apa yang dimaksud dengan incremental view maintenance?
Teknik partisi view berdasarkan rentang waktu tertentu
Proses menambahkan view baru secara bertahap sesuai kebutuhan bisnis
Strategi backup view secara berkala untuk disaster recovery
Metode update view dengan menghitung perubahan dari modifikasi base table tanpa rekomputasi penuh
Perbedaan utama antara algoritma view maintenance dengan informasi penuh dan parsial adalah:
Informasi penuh mendukung semua jenis agregasi, parsial hanya SUM dan COUNT
Informasi penuh lebih cepat karena mengakses semua data, parsial lebih lambat karena terbatas
Informasi penuh menggunakan view dan base relations, sedangkan parsial hanya menggunakan materialized views dan key constraints
Informasi penuh untuk OLTP, parsial khusus untuk OLAP
View manakah yang termasuk self-maintainable terhadap deletion?
View yang hanya mengandung operasi UNION tanpa kondisi WHERE
View dengan agregasi MIN/MAX pada semua kolom
Select-project-join view dimana key attributes dari setiap kemunculan relasi R ada di view atau sama dengan konstanta
Semua view dengan single table tanpa join
Dalam summary-delta algorithm, fase propagate berfungsi untuk:
Mengoptimasi query plan untuk akses summary table
Menghapus data lama dari summary table
Melakukan full refresh pada seluruh materialized view
Membuat summary-delta table yang menyimpan net changes dari perubahan source data
Teknik optimasi "share-sorts" dalam komputasi data cube bertujuan untuk:
Mengurutkan dimensi berdasarkan kardinalitas
Membagi data secara merata ke multiple processors
Menyimpan hasil sorting di cache memory
Berbagi biaya sorting antara beberapa agregasi untuk efisiensi
Konsep utama PipeSort algorithm adalah:
Melakukan sorting paralel pada semua dimensi secara bersamaan
Menghitung nodes dengan prefix umum dalam single scan menggunakan pipelined evaluation
Menggunakan hash function untuk distribusi data yang merata
Memilih subset views terkecil untuk dimaterialisasi
Metode sampling-based untuk estimasi ukuran data cube bekerja dengan cara:
Menghitung distinct elements menggunakan algoritma probabilistik
Menganalisis query log historis untuk prediksi ukuran
Menggunakan rumus Feller dengan asumsi distribusi uniform
Menghitung cube dari random subset database lalu mengekstrapolasi hasilnya
Kelemahan utama dari view selection algorithm yang greedy adalah:
Membutuhkan waktu komputasi eksponensial
Tidak mendukung hierarchical dimensions
Tidak mempertimbangkan frekuensi query pada setiap view
Hanya bekerja untuk agregasi sederhana tanpa join
Bitmap index paling efisien digunakan untuk:
Foreign key pada tabel transaksi besar
Kolom numerik dengan range nilai kontinyu
Primary key dengan nilai unik tinggi
Atribut dengan kardinalitas rendah seperti status atau kategori
Untuk query range "products dengan harga 100-200", bitmap index menggunakan operasi:
Hash join antara multiple bitmap segments
Binary search pada compressed bitmap structure
Melakukan scan sekuensial pada semua bit vectors
OR pada vectors dalam range, kemudian AND dengan kondisi lain jika ada
Run-length encoding pada bitmap compression bekerja dengan prinsip:
Menerapkan Huffman coding pada bit sequences
Mengganti rangkaian bit '0' berulang dengan jumlah kemunculannya
Membagi bitmap menjadi fixed-size blocks untuk kompresi
Menggunakan dictionary untuk pattern bit yang sering muncul
Skema indexing yang optimal untuk star schema adalah:
Hash index pada measure columns
B+-tree pada semua kolom fact table
Clustered index pada setiap foreign key
B+-tree pada dimension keys dan bitmap pada atribut dimensi berkardinalitas rendah
Bitmap join index meningkatkan performa dengan cara:
Menggunakan parallel processing untuk join operations
Menyimpan hasil agregasi dalam format terkompresi
Caching frequent join results di memory
Pre-computing join dan membuat bitmap untuk nilai atribut dimensi pada fact table
Join index paling efisien untuk query jenis:
Query untuk real-time analytics
Query agregasi kompleks dengan multiple GROUP BY
Query yang membutuhkan join antara fact dan dimension tables pada foreign key
Query dengan subqueries bertingkat
Perbedaan mendasar antara horizontal dan vertical partitioning adalah:
Horizontal untuk data historis, vertical untuk data aktif
Horizontal lebih cepat, vertical lebih hemat storage
Horizontal untuk OLTP, vertical untuk OLAP
Horizontal membagi records, vertical membagi attributes
Range partitioning paling cocok digunakan ketika:
Query sering mengakses data berdasarkan periode waktu tertentu
Data terdistribusi merata dan query bersifat random
Data memiliki high cardinality pada partition key
Semua partisi harus memiliki ukuran yang sama persis
Partition pruning meningkatkan performa query dengan:
Mendistribusikan partisi ke multiple servers
Membuat index terpisah untuk setiap partisi
Hanya mengakses subset partisi yang relevan dengan query
Mengkompresi data dalam setiap partisi
Dalam PostgreSQL, komponen Gather dalam parallel query berfungsi untuk:
Mengoptimasi query plan sebelum eksekusi
Mengumpulkan hasil dari workers untuk dikombinasikan
Mengelola shared memory antar workers
Membagi blocks relasi ke workers
Karakteristik HOLAP storage mode yang membedakannya adalah:
Menyimpan semua data dan agregasi dalam struktur multidimensi
Tidak menyimpan agregasi sama sekali untuk real-time access
Menyimpan agregasi dalam struktur multidimensi tetapi tidak menyimpan copy source data
Menyimpan semua data dalam indexed views di database relasional
Perbedaan utama indexed views di SQL Server dengan materialized views adalah:
Indexed views tidak membutuhkan storage tambahan
Indexed views hanya mendukung agregasi sederhana
Indexed views memerlukan unique clustered index dan harus deterministik
Indexed views tidak bisa di-update secara incremental
