NEW
Font size
WorksheetsUnsur Intrinsik Cerita Kelas 5
Total questions: 20
Worksheet time: 11mins
Dalam sebuah cerita terdapat unsur-unsur yang terkandung didalamnya,
salah satu nya adalah pesan yang ingin di sampaikan oleh pengarang. Pesan dalam unsur cerita dinamakan sebagai ....
alur
latar
amanat
sudut pandang
Jelaskan perbedaan antara tokoh utama dan tokoh pendukung!
Tokoh utama tidak memiliki peran dalam plot.
Tokoh pendukung selalu antagonis dalam cerita.
Tokoh utama berfokus pada pengembangan plot, sedangkan tokoh pendukung membantu tokoh utama.
Tokoh utama dan tokoh pendukung memiliki peran yang sama.
Siapa Tokoh utama dalam cerita tersebut ?
Raja, Ratu, Putri bungsu, Pangeran kodok
Raja, Putri Bungsu, seekor biawak
Ratu, putri sulung, seekor biawak
Raja, putri sulung dan seekor biawak
Dimana cerita tersebut terjadi ?
Lingkungan kerajaan
Pedesaan
Hutan belantara
Perkampungan
Bagaimanakah Putri Bungsu mengatasi masalahnya?
bijaksana
egois
sabar
cerdas
Apakah pesan dari cerita tersebut?
anak yang patuh kepada orang tua akan mendapatkan kemuliaan hidup
anak yang patuh kepada raja akan mendapat kemuliaan hidup
raja yang bijaksana akan dicintai rakyat
setiap perbuatan buruk akan mendapatkan balasan yang setimpal
Suatu hari, kawanan gajah yang besar datang ke hutan untuk mencari makan. Kehadiran gajah ini mengganggu kawanan semut yang tinggal di sana.
Banyak rumah semut hancur karena diinjak gajah yang mencari makan.
"Pergilah dari sini, gajah! Ini daerah tempat kami tinggal," kata salah satu semut. Mendengar ucapan itu, gajah hanya tertawa.
Ia tak peduli dan menganggap semut adalah binatang kecil yang tidak berbahaya.
Kawanan semut merasa kesal dan berencana untuk mengusir gajah-gajah itu dari hutan tempat mereka tinggal.
Keesokan harinya, semut-semut mencoba bicara pada kawanan gajah dan meminta mereka meninggalkan hutan.
Gajah menolak untuk meninggalkan hutan dan hal ini membuat kawanan semut semakin marah. Semut-semut itu pun menyerang kawasan gajah dengan menggigit kulit dan masuk ke dalam telinga hingga gajah-gajah terjatuh. Kawanan gajah akhirnya menyerah dan meninggalkan hutan.
Mereka sadar bahwa semut-semut itu tidak bisa diremehkan hanya karena memiliki badan kecil.
Amanat yang dapat kita pelajari dari cerita di atas yaitu ....
selalu menuruti nasihat orang tua
tidak meremehkan orang lain
tidak boleh iri hati dan dengki
kita harus saling tolong menolong
“Aku maju sedikit, membunyikan lonceng sepeda, bertepuk tangan, berdeham-deham, membuat bunyi-bunyian agar ia merayap pergi.
“Tapi lebih dari setengah perjalanan sudah, aku tak’kan kembali pulang gara-gara buaya bodoh ini.
Watak tokoh dalam kutipan novel tersebut adalah.....
penakut
ragu-ragu
pemberani
tidak percaya diri
Yang BUKAN termasuk unsur intrinsik cerita adalah . . .
Alur cerita
keadaan penulis
tema dan amanat
Latar
Siang hari, malam hari, di tepi pantai, merupakan contoh dari ....
alur
tema
latar
tokoh
Alur/Plot adalah ....
Rangkaian peristiwa dalam cerita dari awal hingga akhir
Rangkaian pesan yang terkandung dalam cerita
Rangkaian tokoh dalam cerita
Rangkaian tempat dan waktu dalam cerita
Aku pun bertanya, seperti biasanya, “Biar apa, Ayah?”
“Biar kamu tidak sombong jadi manusia, Zarah.” ujarnya sambil tersenyum, lalu mengecup keningku. Seperti biasanya.
Di tengah orang yang berlomba – lomba menjadi patung lilin, Ayah adalah salah satu dari sedikit orang yang memilih untuk tetap menjadi manusia.
Watak tokoh ayah pada kutipan cerpen tersebut adalah ….
sombong
rendah hati
religius
bijaksana
Aku duduk sendirian di halte depan sekolah menunggu angkot yang akan mengantarku pulang. Kini aku harus membiasakan diri karena tak ada lagi mobil mewah dan sopir pribadi.
(Utami Panca Dewi, "Luka Hati Sabrina")
Latar tempat kutipan teks cerpen tersebut adalah ....
halte depan sekolah
terminal
depan rumah
di halte dekat rumah
... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.
"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"
"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."
(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")
Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....
ramah, telaten, dermawan
rajin, pemarah, teliti
ceroboh, malas, kaya
cermat, pelit, perhitungan
Seekor tupai dan burung hantu baru saja menemukan hutan kecil. Mereka hidup bersahabat. Suatu saat tupai mengajak burung hantu untuk membangun tempat berlindung.
Mereka bahu membahu membangun sarangnya masing-masing dan sesekali saling membantu. Pada akhirnya, sarang mereka sudah terbentuk dengan baik.
Tiba-tiba langit mulai mendung, hujan deras mengguyur tempat tersebut. Bahkan angin kencang mulai bersautan. Di saat suasana mulai mencekam, sarang tupai yang dibangun di batang kecil mulai rusak.
“Pai … tupai!” burung hantu berteriak memanggil sahabatnya.
Berlindunglah di sini, sarangku cukup kuat menghadapi badai ini!” burung hantu berusaha meyakinkan sahabatnya.
Akhirnya badai berlalu malam itu, mereka pun dapat beristirahat dengan tenang di sarang burung hantu.
Amanat dalam cerita tersebut adalah kitaharus….
tolong-menolong
persahabatan
berbagi pada sesama
rajindalambekerja
“Ah, nanti saja kalau sudah sore, masih panas gini,” jawab si Kelinci sambil berebahan di rerumputan. Pak Tupai berlalu membawa makanannya pulang ke rumah.
Latar waktu penggalan cerita tersebut adalah … hari
pagi
siang
sore
malam
Rama Harimau memiliki seorang putra namanya si loreng. Tidak seperti Rama harimau, yang terkenal sangat bijaksana dan juga dikagumi hewan-hewan di hutan, si loreng binatang di hutan. selain sangat jahil. dia juga sombong. Sering si Loreng menindas binatang yang ada di hutan. Suatu hari si loreng menemukan sarang semut merah. Segera sarang itu ditutup dengan batu.
Tokoh yang berwatak antagonis adalah ...
semut merah
si Loreng
Rama Harimau
Rama dan si Loreng
Perhatikan penggalan cerita berikut!
Para binatang di sebuah peternakan meributkan siapa yang menjadi pemimpin mereka. Aku binatang paling besar dan paling kuat di peternakan ini, kata kerbau.
watak tokoh kerbau dalam cerita tersebut adalah ...
lemah
kuat
sombong
dermawan
Kerajaan Jenggala memiliki seorang putri yang sangat cantik bernama Putri Juita. Sayangnya kecantikan fisiknya tidak sebaik sikapnya. Putri Juita sering membanggakan kecantikannya. Dayang-dayang juga sering mengeluhkan sifatnya yang kurang penyabar. Jika keinginan sang putri tidak terpenuhi ia akan menghukum siapa saja orang di dekatnya.
Tokoh utama dalam teks tersebut adalah ....
Raja Jenggala
Putri Juita
Dayang-dayang
Fisik
“Huek, pahit, Nek. Dinda nggak suka. Nggak mau kopi ah!”
Nenek Aida tetap tersenyum. Ia teruskan kegiatannya membuat kopi. Setelah dua cangkir kopi itu jadi, dengan enggan kubantu nenek membawa salah satu cangkir kopi itu ke ruang tamu.
“Dinda nggak mau kopinya, Nek... pahit... kopi Dinda buat Nenek aja deh....”
“Dalam kehidupan ini mungkin kita mengalami berbagai kejadian. Tahukah Dinda, semua kepedihan dan kebahagiaan itu menjadikan hidup lebih istimewa. Mengerti?”
Pesan dalam kutipan cerpen tersebut yaitu....
A. Dalam kehidupan ini kita akan mengalami berbagai kejadian yang menyenangkan.
B. Hidup yang istimewa adalah hidup yang dapat menerima kepedihan.
C. Kita harus menerima kenyataan bahwa dalam hidup ada peristiwa membahagiakan dan menyedihkan.
D. Dalam hidup dengarkanlah nasehat orang tua yang sudah berpengalaman dalam hidup.
