wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Dokumentasi Askeb Nifas

Total questions: 10

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Seorang ibu berusia 30 tahun, Ny. A, datang ke puskesmas pada hari ke-3 masa nifas dengan keluhan rasa nyeri di perut bagian bawah dan mengeluh ASI belum lancar. Bidan melakukan pengkajian menyeluruh, termasuk kondisi uterus, lochea, dan keluhan ibu, lalu mencatat semua data dalam format SOAP. Apa tujuan utama dari dokumentasi yang dilakukan oleh bidan tersebut?

a)

Sebagai arsip administrasi saja

b)

Untuk mencatat biaya pelayanan

c)

Sebagai bukti legal tindakan pelayanan

d)

Untuk laporan ke Dinas Kesehatan

e)

Untuk menggantikan komunikasi antar profesi

2.

Ny. B, usia 28 tahun, datang ke klinik bersalin 10 hari pasca melahirkan untuk kontrol rutin. Bidan mencatat bahwa uterus sudah tidak teraba di atas simpisis, lochea serosa sedikit, dan tidak ada tanda infeksi. Dalam dokumentasi SOAP, bagian manakah yang tepat untuk mencantumkan data tersebut?

a)

Subjective

b)

Objective

c)

Assessment

d)

Planning

e)

Evaluasi akhir

3.

Pada hari ke-7 masa nifas, Ny. C, 32 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri payudara sebelah kanan dan demam ringan. Setelah pemeriksaan, bidan menduga terjadi mastitis ringan dan merencanakan edukasi teknik menyusui yang benar serta pemberian kompres hangat. Apa isi dari bagian Assessment dalam dokumentasi SOAP pada kasus ini?

a)

Nyeri payudara dan demam

b)

Pemeriksaan suhu tubuh 38°C

c)

Diagnosa mastitis ringan

d)

Edukasi teknik menyusui

e)

Penggunaan kompres hangat

4.

Ny. D, 26 tahun, datang kontrol nifas pada hari ke-14. Ia menyampaikan bahwa dirinya merasa cemas, mudah menangis, dan sulit tidur sejak melahirkan. Setelah asesmen, bidan mencatat kemungkinan baby blues syndrome. Bagaimana seharusnya bidan mencatat rencana tindakan dalam dokumentasi yang tepat?

a)

Menyuruh ibu istirahat

b)

Menganjurkan ke psikolog tanpa dokumentasi

c)

Menuliskan rencana tindak lanjut dan konseling

d)

Tidak perlu dicatat karena masalah psikologis

e)

Hanya mencatat kunjungan ulang

5.

Ny. E, usia 35 tahun, datang kontrol nifas hari ke-21 dengan hasil pemeriksaan semua normal. Bidan menuliskan catatan “ibu dan bayi dalam keadaan baik, tidak ada keluhan, disarankan tetap ASI eksklusif dan KB setelah masa nifas.” Mengapa bagian dokumentasi tersebut tetap penting meski kondisi pasien normal?

a)

Untuk pengarsipan puskesmas saja

b)

Agar terlihat sibuk mencatat

c)

Untuk menunjukkan pelayanan tetap diberikan meski tanpa keluhan

d)

Karena dokumentasi hanya untuk pasien dengan masalah

e)

Agar ibu percaya pada bidan

6.

Ny. F, 29 tahun, datang kontrol nifas hari ke-10. Ia mengatakan ASI-nya sudah mulai lancar dan tidak ada keluhan. Namun, dalam dokumentasi SOAP, bidan tidak mencantumkan apapun karena merasa tidak ada hal penting. Apa risiko dari kelalaian tersebut?

a)

Tidak berdampak apa-apa

b)

Membuat rekam medis terlalu panjang

c)

Bisa menyebabkan kehilangan data penting dan masalah hukum

d)

Ibu tidak bisa membaca catatan itu

e)

Membuat bidan lebih cepat selesai tugas

7.

Ny. G, 24 tahun, datang dengan keluhan keluar darah berwarna coklat dan berbau busuk pada hari ke-15 nifas. Setelah pemeriksaan, bidan mencurigai adanya infeksi nifas dan merujuk ibu ke rumah sakit. Apa yang harus dicatat dalam dokumentasi terkait tindakan rujukan?

a)

Hanya keluhannya saja

b)

Tanggal rujukan dan alasan rujukan

c)

Nama sopir ambulans

d)

Identitas rumah sakit tujuan saja

e)

Nomor kartu BPJS

8.

Ny. H, 33 tahun, datang untuk kunjungan nifas ketiga. Ia tampak murung dan menyampaikan rasa lelah yang berlebihan serta merasa tidak mampu menjadi ibu. Setelah asesmen, bidan menduga depresi postpartum dan membuat catatan lengkap. Mengapa penting bagi bidan mendokumentasikan masalah psikologis ini?

a)

Untuk disampaikan ke RT/RW*

b)

Untuk bahan penelitian pribadi

c)

Agar dapat menjadi bukti rujukan ke psikolog/psikiater

d)

Agar tidak ditanya-tanya ibu

e)

Untuk membuat laporan ke kelurahan

9.

Ny. I, 22 tahun, baru pertama kali nifas. Ia tidak tahu bagaimana cara merawat luka perineum. Bidan memberikan edukasi cara membersihkan luka, mengganti pembalut, dan tanda infeksi yang harus diwaspadai. Bagaimana seharusnya bidan mencatat aktivitas ini dalam dokumentasi?

a)

Mencatat hasil tanya jawab saja

b)

Menuliskan bahwa ibu sudah menyetujui tindakan

c)

Menuliskan isi edukasi dan respons ibu terhadap edukasi

d)

Menyuruh ibu mencatat sendiri

e)

Tidak perlu dicatat karena bukan tindakan medis

10.

Ny. J, 31 tahun, datang ke bidan praktek mandiri untuk kunjungan hari ke-40 masa nifas. Pemeriksaan menunjukkan semua normal dan bidan menyarankan ibu mulai menggunakan KB. Dalam dokumentasi, apa yang paling penting untuk dicantumkan agar asuhan KB ini terintegrasi dengan asuhan nifas?

a)

Hanya jenis KB yang dipilih

b)

Jumlah anak ibu saat ini

c)

Status menstruasi ibu

d)

Edukasi dan keputusan ibu tentang KB*

e)

Nama suami ibu