NEW
Font size
S
M
L
XL
WorksheetsQuiz Rotasi Departement Anestesi 1
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Name
Class
Date
1.
Seorang laki-laki usia 68 tahun dengan hipertensi dan diabetes tipe 2 akan menjalani operasi kolektomi elektif. Preoperatif, denyut nadi 98x/menit dan teratur, tekanan darah 145/90 mmHg. Elektrokardiogram menunjukkan gelombang T inversi di sadapan anterior. Tindakan preoperatif yang paling tepat sebelum memutuskan untuk anestesi adalah:
a)
Memulai infus nitrogliserin
b)
Meminta konsultasi jantung dan evaluasi fungsi jantung lebih lanjut
c)
Menunda operasi dan mengevaluasi status jantungnya
d)
Melanjutkan anestesi dengan pemantauan ketat
e)
Memberikan beta-blocker oral
2.
Seorang perempuan usia 40 tahun, ASA I, akan menjalani anestesi umum untuk operasi kista ovarium. Setelah induksi dengan propofol dan pemberian suksinilkolin, mask ventilation menjadi sulit dan terdapat hambatan saat melakukan laringoskopi direk (Grade III Cormack-Lehane). Upaya pertama intubasi gagal. Tindakan selanjutnya yang paling tepat adalah:
a)
Melakukan krikotiroidotomi
b)
Melakukan intubasi dengan stylet
c)
Membangunkan pasien
d)
Memasukkan supraglottic airway device (contoh: LMA) untuk ventilasi dan oksigenasi
e)
Memberikan obat relaksan nondepolarizing
3.
Seorang pasien dewasa muda mengalami malignant hyperthermia saat menjalani anestesi umum dengan sevofluran. Setelah pemberian dantrolene, langkah selanjutnya yang paling penting adalah:
a)
Memberikan diuretik
b)
Mengoreksi asidosis dengan bikarbonat
c)
Melanjutkan pemberian dantrolene hingga gejala terkontrol dan memantau kekambuhan
d)
Mendinginkan pasien dengan selimut pendingin
e)
Memeriksa kadar kreatinin kinase
4.
Selama pemulihan di ruang pemulihan, seorang pasien pasca operasi ortopedi mengeluh mual, gelisah, dan nyeri dada. EKG menunjukkan elevasi segmen ST. Tindakan diagnostik pertama yang harus dilakukan adalah:
a)
Mengukur kadar troponin
b)
Melakukan pemeriksaan gas darah arteri untuk menyingkirkan hipoksia
c)
Memberikan nitrogliserin sublingual
d)
Meminta konsultasi jantung segera
e)
Memberikan morfin untuk nyeri dada
5.
Seorang neonatus usia 2 hari dengan diagnosis atresia esofagus akan menjalani operasi rekonstruksi. Pertimbangan anestesi yang paling kritis pada kasus ini adalah:
a)
Pemilihan obat induksi
b)
Penanganan jalan napas dan teknik intubasi yang mencegah regurgitasi dan aspirasi
c)
Pemantauan suhu tubuh
d)
Menghindari penggunaan opioid
e)
Penggunaan monitor neuromuscular
6.
Seorang pasien obesitas (BMI 38) menjalani laparoskopi kolesistektomi dengan anestesi umum. Setelah 30 menit pneumoperitoneum, terjadi peningkatan tekanan jalan napas peak pressure, penurunan saturasi oksigen, dan hipotensi. Tanda yang paling mengarah pada diagnosis sindrom kompartemen abdominal adalah:
a)
Takikardia
b)
Hiperkapnia
c)
Peningkatan drastis tekanan airway peak dan tekanan intra-abdomen
d)
Oliguria
e)
Ruam kulit
7.
Seorang laki-laki usia 70 tahun dengan fraktur femur akan menjalani operasi fiksasi dengan anestesi spinal. Pasien mengonsumsi clopidogrel untuk penyakit jantung koronernya. Prinsip penanganan yang paling tepat terkait waktu pemberian anestesi spinal adalah:
a)
A. Anestesi spinal dapat dilakukan segera
b)
Menunda anestesi spinal setidaknya 7 hari setelah penghentian clopidogrel
c)
Memilih anestesi umum tanpa mempertimbangkan obatnya
d)
Memberikan transfusi trombosit sebelum spinal
e)
Melakukan anestesi spinal dengan jarum yang lebih kecil (25G)
8.
Seorang perempuan usia 28 tahun, 160 cm, 80 kg, akan menjalani operasi sectio cesarea darurat dengan anestesi spinal. Setelah penyuntikan bupivakain hiperbarik, tekanan darah turun menjadi 80/40 mmHg dan pasien mengeluh mual. Tindakan segera yang dilakukan adalah
a)
Memberikan ondansetron
b)
Memiringkan pasien ke kiri
c)
Memberikan vasopressor (contoh: fenilefrin bolus atau efedrin) dan meningkatkan cairan IV
d)
Memberikan atropin
e)
Memposisikan pasien Trendelenburg
9.
Seorang anak laki-laki usia 6 tahun dengan riwayat asma akan menjalani tonsilektomi. Selama induksi dengan sevofluran, tiba-tiba terdengar wheezing dan terjadi penurunan saturasi oksigen dari 99% menjadi 90%. Tindakan pertama yang paling tepat adalah:
a)
Memberikan aminofilin intravena
b)
Melakukan intubasi endotrakeal segera
c)
Menambah depth of anesthesia dan memberikan bronkodilator inhalasi (salbutamol)
d)
Memberikan epinefrin intravena
e)
Membatalkan operasi
10.
Seorang pria usia 55 tahun dengan sirosis hati Child-Pugh B akan menjalani operasi darurat laparatomi eksplorasi akibat perforasi ulkus peptikum. Obat anestesi yang paling dihindari untuk pemeliharaan anestesi pada pasien ini adalah:
a)
Propofol
b)
Fentanyl
c)
Halotan
d)
Sevofluran
e)
Rocuronium
Reset
