WorksheetsSUMATIF 1 Sejarah Kelas XII Ganjil 2025/2026
Total questions: 25
Worksheet time: 59mins
Keresidenan Pantai Timur Sumatra merupakan daerah pusat Perkebunan di Indonesia yang hasilnya digunakan untuk keperluan ekspor pada masa kolonial Belanda dan Jepang. Tak lama setelah Indonesia merdeka, terjadi pergolakan di daerah ini yang disebut Revolusi Sosial Sumatra Timur. Berikut ini yang melatarbelakangi revolusi tersebut adalah…..
perebutan kekuasaan dengan sultan atau pemimpin daerah setempat
kaum bangsawan menyalahgunakan kekuasaan dan mengambil keuntungan besar dari hasil sewa tanah para petani
ada tentara Belanda yang menginjak lencana merah putih
banyaknya orang-orang Belanda yang menetap dan menguasai Perkebunan di wilayah ini
banyak keturunan Indo-Eropa bekas budak Chastelein yang menguasai tanah-tanah petani di Sumatra Timur
Perhatikan pernyatan-pernyataan berikut!
(1) Menerima penyerahan kekuasaan dari tangan Belanda
(2) Membebaskan para tawanan perang Sekutu
(3) Melucuti dan mengumpulkan orang Jepang untuk kemudian dipulangkan
(4) Menegakkan dan mempertahankan keadaan damai untuk kemudian diserahkan kepada pemerintah sipil
(5) Menjadi penengah dalam Perundingan Renville antara Indonesia dengan Belanda
Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas yang tidak termasuk tugas AFNEI
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Pada tanggal 27 Oktober pertempuran antara laskar-laskar pemuda dengan tentara Sekutu di Surabaya meletus. Untuk meredakan pertempuran ini, Soekarno, Mohammad Hatta, serta Amir Syarifudin mendatangi Surabaya untuk merundingkan gencatan senjata. Kendatipun sudah saling bersepakat untuk gencatan senjata, di beberapa tempat masih terjadi pertempuran. Salah satu penanggung jawab dari pihak Sekutu di Surabaya yang menjadi korban pada pertempuran ini adalah…..
A.W.S. Mallaby
Van Mook
Jenderal Hawthorn
Lord Killearn
Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh
Berikut yang merupakan kesepakatan dari Perundingan Linggarjati adalah…..
Belanda mengakui wilayah Indonesia meliputi Jawa, Sulawesi, dan Madura
dibentuknya Uni Indonesia-Belanda
Indonesia dijadikan negara persemakmuran berbentuk federasi
dibentuknya Republik Indonesia yang demokratis
Belanda berjanji tidak akan melakukan politik devide et impera
Hasil perundingan ini diingkari Belanda . Kemudian pasukan penjajah tersebut melancarkan agresi militernya yang pertama. Perundingan yang diingkari Belanda itu bernama…..
Perundingan Renville
Perundingan Roem-Royen
Perundingan Linggarjati
Perundingan Konferensi Meja Bundar
Konferensi Inter-Indonesia
Peristiwa yang terjadi pada masa Revolusi Indonesia yang disebabkan oleh ultimatum Kolonel MacDonald dikenal dengan peristiwa…..
Palagan Ambarawa
Palagan Lima Dina
Puputan Margarana
Gedoran Depok
Bandung Lautan Api
Perhatikan pernyataan berikut!
(1) Tentara Indonesia menghentikan segala perang gerilya
(2) Bekerja sama dalam mengembalikan perdamaian dan menjaga keamanan serta ketertiban
(3) Kembalinya pemerintah RI ke Yogyakarta dan turut serta dalam Konferensi Meja Bundar di Belanda untuk mempercepat penyerahan kedaulatan yang sungguh dan utuh kepada Republik Indonesia Serikat tanpa syarat
Poin-poin di atas merupakan isi dari Perjanjian…..
Roem-Royen
Linggarjati
Konferensi Meja Bundar
Konferensi Malino
Konferensi Inter-Indonesia
Konferensi Meja Bundar diselenggarakan di Ridderzaal (Bangsal Ksatria), Den Haag, Belanda, pada tanggal 23 Agustus 1949. Delegasi Indonesia diketuai oleh…..
Mr. Mohammad Roem
Sultan Hamid II
Sutan Sjahrir
Mohammad Hatta
Agus Salim
Perhatikan pernyataan berikut!
Berdasarkan pernyatan tersebut, pilihlah jawaban yang paling tepat di bawah ini!
pernyataan benar, alasan benar, keduanya menunjukkan hubungan sebab akibat
pernyataan benar, alasan benar, tetapi keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab akibat
pernyataan benar dan alasan salah
pernyataan salah dan alasan benar
pernyataan dan alasan, keduanya salah
Pada masa Revolusi, banyak seniman yang menghasilkan karya yang menjadi pembakar semangat rakyat dan para pejuang. Salah satunya melalui lagu “Maju Tak Gentar” dan Sorak-Sorak Bergembira” yang diciptakan oleh…..
Affandi
Hendra Gunawan
Cornel Simanjuntak
Ismail Marzuki
Pramoedya Ananta Toer
Tentara Sekutu (AFNEI) yang datang ke Surabaya untuk pertama kalinya berada di bawah pimpinan…..
Mayor Jenderal Hawthorn
Kapten Shaw
Kolonel Huiyer
Mayor Jenderal Douglas
A.W.S. Mallaby
Terdapat sebuah peristiwa yang dipimpin oleh I Gusti Ngurah Rai. Pertempuran ini dilakukan untuk mengusir Sekutu. Peristiwa yang dimaksud adalah…..
Pertempuran Surabaya
Pertempuran Ambarawa
Peristiwa Bandung Lautan Api
Pertempuran Medan Area
Puputan Margarana
Setelah mendapatkan wilayah Indonesia bagian Timur, Gubernur Jenderal Hindia Belanda Hubertus van Mook berkeinginan agar wilayah-wilayah di Indonesia Timur tersebut disatukan untuk kemudian menjadi negara sendiri. Untuk memuluskan rencananya ini, van Mook mengadakan…..
Konferensi Malino
Perundingan Linggarjati
Agresi Militer Belanda I
Perundingan Renville
Agresi Militer Belanda II
Peristiwa Tiga Daerah menjadi salah satu revolusi sosial yang terjadi pada masa awal kemerdekaan. Peristiwa ini terjadi pada bulan Oktober hingga Desember 1945 di tiga Kabupaten, yaitu…..
Brebes, Tegal, dan Semarang
Pekalongan, Pemalang, dan Magelang
Brebes, Tegal, dan Pemalang
Pekalongan, Pemalang, dan Salatiga
Brebes, Semarang, dan Jepara
Pihak Sekutu kemudian membagi Indonesia menjadi dua daerah operasi. Sumatra dimasukkan ke dalam wilayah operasional…..
wilayah operasi NICA (zona selatan)
wilayah operasi Sekutu (zona utara)
wilayah operasi Sekutu (zona selatan)
wilayah operasi Sekutu (zona timur)
wilayah operasi NICA (zona barat)
Pada saat pertempuran Ambarawa, Kolonel Isdiman gugur dan digantikan Kolonel Sudirman. Kolonel Sudirman dan pasukannya berhasil memenangkan pertempuran dengan menggunakan strategi…..
Perang asimetris
taktik salami
strategi psikologis
taktik supit urang
perang kilat
Hasil perundingan Renville sangat merugikan Indonesia. Kecaman keras pun datang dari berbagai pihak terhadap gagalnya diplomasi Indonesia ini. Akibatnya Kabinet ….. jatuh.
Kabinet Amir Syarifudin
Kabinet Sjahrir
Kabinet Natsir
Kabinet Kerja dan Dwikora
Kabinet Reformasi Pembangunan
Konferensi Inter-Indonesia dilakukan sebanyak dua kali. Pertama dilakukan di Yogyakarta pada tanggal 19-22 Juli 1949 yang dipimpin oleh Moh. Hatta, sedangkan yang kedua dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 30 Juli – 2 Agustus 1949 di bawah pimpinan…..
Ali Sostroamidjojo
Sultan Hamid II
Insinyur Djuanda
Prof. Soepomo
Mr. Latuharhary
Pada saat Indonesia berbentuk negara federal, banyak pertentangan antara masyarakat yang menginginkan negara kesatuan dengan masyarakat yang tetap menginginkan bentuk serikat atau federal. Salah satu contoh gerakan yang menentang untuk kembali ke negara kesatuan adalah…..
Gerakan Pemberontakan PKI Madiun
Gerakan Pemberontakan DI/TII
Gerakan Pemberontakan APRA
Gerakan Republik Permesta
Gerakan Republik Maluku Selatan (RMS)
Pembentukan perkumpulan-perkumpulan pelajar di beberapa wilayah di Indonesia pada masa revolusi melatarbelakangi lahirnya organisasi…..
Tentara Keamanan Rakyat (TKR)
Nahdlatul Ulama (NU)
Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI)
Partai Nasional Indonesia (PNI)
Perhimpunan Indonesia
Situasi Indonesia pada masa awal kemerdekaan sangat kacau dan terjadi pergolakan di berbagai daerah. Secara umum, pergolakan di masa awal revolusi ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu revolusi sosial dan pergolakan melawan tentara asing. Jelaskan apa yang dimaksud dengan revolusi sosial dan berikan contohnya!
(a)
Awalnya kedatangan pasukan Sekutu disambut dengan sikap terbuka oleh pihak Indonesia. Namun kondisi berubah dan terjadi bentrokan dimana-mana antara rakyat Indonesia dengan Sekutu pada masa awal Revolusi. Contohnya terjadi pertempuran di Surabaya. Apa yang melatarbelakangi terjadinya pertempuran tersebut?
(a)
Perundingan Linggarjati antara Indonesia dan Belanda menghasilkan beberapa kesepakatan. Sebutkan hasil dari perundingan tersebut!
(a)
Mengapa hasil perundingan Linggarjati menuai kritik dari beberapa tokoh pejuang?
(a)
Republik Indonesia Serikat rupanya tak bertahan lama. Mayoritas masyarakat Indonesia beserta tokoh-tokoh nasional menghendaki Indonesia kembali menjadi negara kesatuan. Mengapa banyak masyarakat dan tokoh nasional yang menginginkan Indonesia kembali menjadi negara kesatuan?
(a)
