WorksheetsAssessment Routing Static
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Routing statis adalah …
Rute yang ditentukan secara otomatis oleh router
Rute yang ditentukan secara manual oleh administrator jaringan
Rute yang dibuat berdasarkan algoritma shortest path
Rute sementara yang hanya berlaku saat router menyala
Perintah dasar untuk menambahkan routing statis di Cisco IOS adalah …
ip add route
ip route [network] [subnet mask] [next-hop]
route add [destination] [mask] [gateway]
add route [network] [gateway]
Apa kelemahan utama routing statis dibandingkan routing dinamis?
Tidak membutuhkan konfigurasi manual
Tidak cocok untuk jaringan besar dan kompleks
Mengonsumsi lebih banyak bandwidth
Router saling bertukar informasi routing
Routing statis biasanya digunakan pada kondisi berikut, kecuali …
.Jaringan kecil dengan topologi sederhana
Jaringan dengan sedikit perubahan rute
Jaringan besar dengan ribuan router yang sering berubah
Untuk koneksi default gateway menuju ISP
Apa fungsi dari default static route dalam konfigurasi routing statis?
Menentukan semua jalur rute manual secara detail
Menjadi rute cadangan jika rute dinamis gagal
Menangani trafik menuju jaringan yang tidak dikenal dalam tabel routing
Mengganti semua rute dinamis dengan rute manualMengganti semua rute dinamis dengan rute manual
Diberikan topologi jaringan: R1 terhubung ke R2 R2 terhubung ke R3 R1 dan R3 tidak terhubung langsung Administrator ingin agar data dari jaringan R1 ke R3 bisa berjalan lancar menggunakan static routing. Apa yang harus dilakukan?
Konfigurasi rute langsung dari R1 ke R3 tanpa melibatkan R2
Konfigurasi static route dari R1 ke jaringan R3 melalui next-hop R2, dan sebaliknya
Gunakan dynamic routing agar R2 otomatis meneruskan paket
Ganti topologi agar R1 dan R3 saling terhubung langsung
Seorang administrator jaringan mengonfigurasi static routing antara dua router, namun perangkat di jaringan tujuan tidak dapat dijangkau. Setelah dicek, semua konfigurasi tampak benar. Apa langkah analisis paling logis yang sebaiknya dilakukan selanjutnya?
Menghapus dan menginstal ulang sistem operasi router
Memeriksa koneksi fisik dan status interface pada kedua router
Mengaktifkan fitur dynamic routing untuk menggantikan static routing
Menambahkan lebih banyak rute default pada router
Sebuah administrator jaringan mengonfigurasi static routing pada sebuah router. Namun, salah satu jaringan tujuan tidak bisa dijangkau. Setelah dicek, perintah konfigurasi berikut ditemukan: ip route 192.168.20.0 255.255.255.0 192.168.10.2 Jaringan 192.168.10.0/24 ternyata tidak memiliki koneksi ke router dengan IP 192.168.10.2. Apa solusi terbaik untuk memperbaiki masalah ini?
Menambahkan rute dinamis menggunakan OSPF
Mengubah next-hop menjadi IP yang sesuai dalam jaringan yang terhubung langsung
Menghapus rute tersebut dan membiarkannya tidak dikonfigurasi
Menambahkan rute default agar semua lalu lintas dikirim ke internet
Seorang teknisi mengonfigurasi static routing antara dua router. Setelah konfigurasi selesai, ia tidak dapat melakukan ping ke jaringan tujuan. Semua rute tampak benar di tabel routing. Apa langkah logis selanjutnya untuk menemukan masalah?
Menambahkan rute dinamis ke semua router
Mengecek apakah interface yang digunakan aktif dan terhubung dengan benar
Mengganti alamat IP pada router
Menyalakan DHCP server untuk membantu routing
Seorang administrator jaringan mengonfigurasi static routing di dua router yang menghubungkan dua jaringan. Konfigurasi ip route sudah benar, namun perangkat antar jaringan tetap tidak bisa saling terhubung. Apa kemungkinan penyebabnya?
Subnet mask pada perangkat akhir terlalu besar
Salah satu router belum diberi hostname
Konfigurasi routing hanya dilakukan pada satu router
Terjadi gangguan pada server DHCP
