WorksheetsSejarah Turun dan Penulisan Al-Qur`an
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Proses turunnya Al-Qur’an melalui tiga tahap utama, yaitu dari Lauh Mahfudz ke Baitul ‘Izza dan dari Baitul ‘Izza ke Nabi Muhammad SAW. Apa implikasi teologis dari konsep ini terhadap keotentikan Al-Qur’an?
Menunjukkan Al-Qur’an hanya bersifat sejarah
Menguatkan keyakinan bahwa Al-Qur’an adalah ciptaan Nabi
Menjadi bukti kesucian dan penjagaan Allah atas Al-Qur’an
Membuktikan bahwa Al-Qur’an sama dengan kitab-kitab sebelumnya
Membolehkan adanya perubahan teks sesuai konteks zaman
Mengapa Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW?
Agar umat Islam dapat mengubah ayat sesuai kebutuhan
Supaya Nabi dapat menghafal lebih cepat
Untuk menyesuaikan dengan situasi dan kondisi dakwah Nabi
Karena malaikat Jibril tidak mampu menurunkan sekaligus
Karena Mushaf belum tersedia saat itu
Ayat yang menjelaskan turunnya Al-Qur’an sekaligus ke Baitul ‘Izza di langit dunia adalah…
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
بِالْبَيِّنَاتِ وَالزُّبُرِ ۗ وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
وَمَا كَانَ هَٰذَا الْقُرْآنُ أَنْ يُفْتَرَىٰ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَٰكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ الْكِتَابِ لَا رَيْبَ فِيهِ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Strategi turunnya Al-Qur’an secara bertahap memiliki hikmah utama berupa:
Memberi peluang untuk menyembunyikan ayat-ayat tertentu
Memudahkan proses internalisasi nilai dalam kehidupan umat
Menunjukkan kelemahan Nabi dalam menerima wahyu
Membuktikan perbedaan Al-Qur’an dengan kitab Taurat
Membolehkan adanya ayat yang terlupakan
Pada masa Nabi Muhammad SAW, penulisan Al-Qur’an dilakukan dengan cara…
Membukukan Al-Qur’an menjadi mushaf tunggal
Menulis di berbagai media sederhana seperti pelepah kurma, batu, kulit
Membuat kodifikasi lengkap dengan tanda baca
Mencetak menggunakan mesin sederhana
Menyimpan dalam bentuk hafalan saja tanpa tulisan
Kodifikasi Al-Qur’an menjadi mushaf pertama kali dilakukan pada masa khalifah…
Abu Bakar ash-Shiddiq
Umar bin Khattab
Utsman bin Affan
Ali bin Abi Thalib
Muawiyah bin Abi Sufyan
Mengapa Khalifah Abu Bakar merasa perlu membukukan Al-Qur’an?
Karena wahyu masih terus turun
Karena banyak sahabat penghafal Al-Qur’an gugur dalam perang Yamamah
Karena sudah ada teknologi percetakan
Karena sahabat tidak mampu menghafal
Karena ingin menambahkan tafsir dalam mushaf
Khalifah Utsman bin Affan memerintahkan penyeragaman mushaf untuk mencegah…
Kehilangan hafalan sahabat
Perbedaan qiraat yang membahayakan persatuan umat
Masuknya tafsir ke dalam mushaf
Penyebaran mushaf ke luar Jazirah Arab
Penulisan mushaf di media baru
Perkembangan penulisan Al-Qur’an pasca rasm Utsmani ditandai dengan…
Dihapusnya tanda baca dan titik huruf
Penambahan syakal, harakat, dan tanda baca untuk memudahkan non-Arab
Pengurangan jumlah surat untuk penyederhanaan
Pembuatan mushaf baru yang berbeda dengan rasm Utsmani
Penyeragaman tafsir dalam mushaf
Hikmah utama dari penulisan Al-Qur’an pada berbagai periode (masa Nabi, Khulafaur Rasyidin, pasca rasm Utsmani) adalah…
Menunjukkan perubahan isi sesuai kebutuhan zaman
Membuktikan bahwa Al-Qur’an adalah buatan sahabat
Menjadi bukti terjaganya otentisitas Al-Qur’an sepanjang masa
Memberi peluang munculnya mushaf baru
Membolehkan penambahan ayat sesuai ijtihad ulama
