WorksheetsPRODUK SETENGAH JADI DARI BAHAN HEWANI
Total questions: 49
Worksheet time: 25mins
Salah satu produk setengah jadi yang umum dijumpai dari bahan pangan hewani adalah:
Sosis
Daging kambing utuh
Susu segar
Keju mentah
Berikut ini adalah contoh produk setengah jadi dari ikan, kecuali:
Ikan fillet
Ikan asap
Ikan beku
Ikan segar utuh
Contoh produk setengah jadi yang merupakan hasil pengolahan dari telur adalah:
Telur rebus
Telur ayam mentah
Telur dadar
Telur asin
Produk setengah jadi yang sering digunakan dalam pembuatan pizza adalah:
Daging sapi cincang
Daging utuh
Ikan segar
Sayuran segar
Salah satu contoh produk setengah jadi dari daging ayam yang populer di pasaran adalah:
Ayam panggang utuh
Ayam potong
Nugget ayam
Ayam goreng
Salah satu contoh produk setengah jadi yang berasal dari susu adalah:
Susu cair
Yogurt
Keju segar
Susu bubuk
Contoh produk setengah jadi dari daging yang sering digunakan dalam masakan adalah:
Daging sapi utuh
Daging ayam fillet
Daging beku tanpa pemrosesan
Daging kambing segar
Produk setengah jadi yang dibuat dari ikan dan sering dijumpai di supermarket adalah:
Ikan utuh segar
Ikan fillet
Ikan bakar
Ikan goreng
Sosis merupakan contoh produk setengah jadi yang biasanya terbuat dari:
Daging sapi
Ikan segar
Sayuran
Telur
Salah satu contoh produk setengah jadi dari bahan pangan ikan adalah:
Ikan segar
Ikan asap
Ikan beku mentah
Ikan bakar
Nugget ayam merupakan contoh produk setengah jadi yang terbuat dari:
Daging ayam yang diolah dan dibentuk
Daging sapi yang dicincang
Ikan yang diproses menjadi makanan ringan
Daging yang dimasak tanpa bumbu
Berikut ini adalah contoh produk setengah jadi yang dibuat dari ikan:
Fillet ikan salmon yang sudah dibumbui
Ikan utuh yang tidak dimasak
Ikan mentah
Ikan bakar yang sudah disajikan
Teknik pengolahan daging yang dilakukan dengan cara memanaskan daging hingga matang disebut:
Pengasapan
Memasak
Mengukus
Menggoreng
Proses di mana daging atau ikan direndam dalam bumbu atau cairan untuk meningkatkan rasa dikenal sebagai:
Memasak
Marinasi
Memanggang
Menggoreng
Proses di mana daging atau ikan direndam dalam bumbu atau cairan untuk meningkatkan rasa dikenal sebagai:
Memasak
Marinasi
Pengasapan
Pembekuan
Teknik pengolahan yang digunakan untuk mengawetkan ikan dengan cara mengeluarkan air dan memberikan garam adalah:
Menggoreng
Mengasinkan
Mengukus
Memanggang
Proses yang digunakan untuk mengubah daging menjadi sosis melalui penggilingan dan pencampuran dengan bumbu disebut:
Pemotongan
Menggiling
Mengasinkan
Pemanggangan
Teknik pengolahan yang dilakukan dengan menggunakan uap air untuk memasak ikan atau daging adalah:
Menggoreng
Mengukus
Memanggang
Merebus
Pengolahan daging yang dilakukan dengan cara dipanggang di atas api terbuka atau dalam oven dikenal sebagai:
Merebus
Menggoreng
Memanggang
Mengasap
Teknik pengolahan ikan yang melibatkan pemanasan dalam minyak panas hingga renyah disebut:
Merebus
Menggoreng
Mengukus
Memanggang
Sosis merupakan contoh olahan pangan daging yang terbuat dari:
Ikan
Daging mentah yang dicampur bumbu dan bahan lain
Sayuran
Tahu
Contoh olahan daging yang biasanya dimasak dengan cara direbus dalam kuah dan populer di Indonesia adalah:
Rendang
Steak
Sate
Daging bumbu kecap
Daging yang diolah dengan cara digiling halus dan dicampur bumbu sebelum dibentuk menjadi bulatan kecil disebut:
Bakso
Nugget
Kebab
Katsu
Salah satu olahan daging yang terkenal dari Timur Tengah dan terbuat dari daging yang ditusuk sebelum dipanggang adalah:
Rendang
Kebab
Sate
Satay
Contoh olahan daging yang dipotong menjadi irisan tipis dan biasanya disajikan dengan saus adalah:
Steak
Daging asap
Daging bakar
Daging rebus
Badan yang bertanggung jawab untuk mengawasi keamanan pangan di Indonesia adalah:
Kementerian Pertanian
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
Kementerian Kesehatan
Badan Standarisasi Nasional
BPOM memiliki tugas utama untuk:
Mengatur harga pangan
Mengawasi produksi dan distribusi obat dan makanan
Mengembangkan produk pangan baru
Melakukan penelitian tentang pertanian
Salah satu fungsi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) adalah:
Menyusun undang-undang pangan
Memberikan izin edar untuk obat dan makanan
Memproduksi pangan
Mendistribusikan pangan ke masyarakat
Siapa yang memimpin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)?
Menteri Kesehatan
Kepala BPOM
Gubernur
Menteri Pertanian
Salah satu peran penting BPOM dalam melindungi konsumen adalah:
Mengatur harga bahan makanan
Memastikan produk makanan dan obat bebas dari zat berbahaya
Mempromosikan produk makanan lokal
Mengawasi pelaksanaan perdagangan internasional
Badan pengawas makanan yang sering terlibat dalam edukasi masyarakat tentang pangan adalah:
BPOM
Kementerian Perdagangan
Kementerian Lingkungan Hidup
Badan Nasional Penanggulangan Bencana
BPOM juga berperan dalam melakukan penelitian dan pengembangan tentang:
Teknologi komunikasi
Kebijakan perdagangan
Keamanan pangan
Infrastruktur
Dalam konteks pengawasan pangan, BPOM memiliki wewenang untuk:
Menghapus produk dari pasaran
Menjual produk makanan
Menetapkan harga produk pangan
Meningkatkan produksi pangan
Mengapa produk olahan setengah jadi harus memenuhi regulasi keamanan pangan?
Untuk meningkatkan penjualan produk
Untuk memastikan produk memiliki rasa yang baik
Untuk melindungi kesehatan konsumen dari kontaminasi dan bahaya pangan
Untuk memenuhi standar estetika kemasan
Salah satu alasan utama produk olahan setengah jadi perlu memenuhi regulasi keamanan pangan adalah:
Agar produk dapat dijual di luar negeri
Untuk memastikan kualitas rasa produk
Agar produk dapat bertahan lebih lama
Untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh makanan yang tidak aman
Regulasi keamanan pangan pada produk olahan setengah jadi bertujuan untuk:
Meningkatkan harga jual produk
Mengurangi biaya produksi
Menjamin keamanan dan mutu produk untuk konsumen
Meningkatkan daya saing produk di pasar
Salah satu risiko yang dapat ditimbulkan jika produk olahan setengah jadi tidak memenuhi regulasi keamanan pangan adalah:
Kehilangan konsumen
Munculnya alergi pada konsumen
Produk menjadi lebih enak
Meningkatnya penjualan
Penerapan regulasi keamanan pangan penting untuk produk olahan setengah jadi agar:
Konsumen merasa nyaman membeli produk
Produsen dapat mengurangi biaya produksi
Produk dapat dipasarkan tanpa batasan
Semua produk bisa dijual tanpa inspeksi
Salah satu manfaat dari memenuhi regulasi keamanan pangan bagi produsen adalah:
Meningkatkan reputasi dan kepercayaan konsumen terhadap produk
Mengurangi jumlah produk yang terjual
Memperpanjang waktu produksi
Menambah biaya produksi
Apa yang dapat terjadi jika produk olahan setengah jadi tidak memenuhi standar keamanan pangan?
Produk akan lebih menarik bagi konsumen
Terjadi penarikan produk dari pasar dan kemungkinan tuntutan hukum
Penjualan produk akan meningkat
Semua konsumen akan tetap membeli produk
Mengapa regulasi keamanan pangan menjadi sangat penting dalam produksi olahan setengah jadi?
Agar produk memiliki kemasan yang menarik
Untuk menjamin bahwa produk tidak mengandung zat berbahaya yang dapat merugikan kesehatan
Agar produk lebih mudah dipasarkan
Untuk menurunkan harga produk
Kontaminasi yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus, dan jamur disebut:
Kontaminasi fisik
Kontaminasi kimia
Kontaminasi biologis
Kontaminasi mekanis
Salah satu contoh kontaminasi fisik yang perlu dihindari dalam produk olahan setengah jadi adalah:
Pestisida dari sayuran
Kuman dari tangan pengolah
Pecahan kaca atau plastik
Bahan pengawet yang berlebihan
Kontaminasi yang terjadi akibat penggunaan bahan kimia berbahaya dalam proses produksi dikenal sebagai:
Kontaminasi fisik
Kontaminasi biologis
Kontaminasi kimia
Kontaminasi lingkungan
Salah satu cara untuk menghindari kontaminasi biologis dalam produk olahan setengah jadi adalah:
Menggunakan bahan baku berkualitas rendah
Mengabaikan kebersihan alat masak
Mencuci tangan sebelum memproses makanan
Menyimpan produk di suhu kamar
Contoh bahan kimia yang bisa menyebabkan kontaminasi pada produk olahan setengah jadi adalah:
Garam dapur
Pestisida
Minyak goreng
Air bersih
Kontaminasi yang dapat terjadi karena alat dan perlengkapan yang tidak bersih saat pengolahan disebut:
Kontaminasi lingkungan
Kontaminasi fisik
Kontaminasi biologis
Kontaminasi kimia
Salah satu cara untuk mencegah kontaminasi kimia pada produk olahan setengah jadi adalah:
Menggunakan bahan pengawet yang tidak terdaftar
Menggunakan peralatan yang tidak cocok
Menggunakan bahan baku segar dan aman
Tidak memperhatikan label bahan kimia
Apa yang dapat menyebabkan kontaminasi biologis pada produk olahan setengah jadi?
Menggunakan bahan berkualitas tinggi
Penyimpanan yang tidak tepat dan kebersihan yang buruk
Memasak dengan suhu yang tepat
Menggunakan alat yang steril
