wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

ILMU KEPENDUDUKAN

Total questions: 15

Worksheet time: 8mins

Name
Class
Date
1.

Manfaat registrasi mortalitas dalam sistem kesehatan adalah...

a)

Menentukan pola penyakit dan penyebab kematian

b)

Mengetahui tingkat pendidikan masyarakat

c)

Menghitung angka pengangguran

d)

Mengetahui jumlah rumah tangga sehat

2.

Di Indonesia, lembaga yang berwenang melakukan pencatatan peristiwa vital adalah...

a)

BKKBN

b)

Dinas Kesehatan

c)

Dukcapil

d)

Badan Pusat Statistik

3.

Registrasi vital berbeda dengan sensus karena...

a)

Registrasi vital dilakukan oleh pemerintah pusat, sensus oleh pemerintah daerah

b)

Registrasi vital mencatat peristiwa sepanjang waktu, sensus dilakukan periodik

c)

Registrasi vital hanya mencatat kematian, sensus mencatat semua peristiwa

d)

Registrasi vital dilakukan setiap 10 tahun, sensus setiap 5 tahun

4.

Contoh indikator kesehatan yang diperoleh dari data registrasi vital adalah...

a)

Angka Melek Huruf

b)

Angka Harapan Hidup

c)

Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

d)

Produk Domestik Bruto (PDB)

5.

Suatu desa melaporkan 200 kelahiran hidup dan 15 kematian bayi dalam satu tahun. Data ini diperoleh dari registrasi vital. Indikator kesehatan yang bisa dihitung adalah...

a)

Angka Kematian Balita

b)

Angka Kematian Bayi (IMR)

c)

Angka Fertilitas Total

d)

Angka Harapan Hidup

6.

Seorang peneliti ingin menghitung Angka Kematian Maternal (MMR). Data utama yang diperlukan dari registrasi vital adalah...

a)

Jumlah ibu melahirkan dan jumlah ibu meninggal karena sebab apapun

b)

Jumlah kelahiran hidup dan jumlah kematian ibu terkait kehamilan, persalinan, dan nifas

c)

Jumlah perempuan usia subur dan jumlah ibu yang menikah

d)

Jumlah ibu melahirkan di fasilitas kesehatan

7.

Angka Kematian Bayi (IMR) didefinisikan sebagai...

a)

Jumlah kematian bayi <1 tahun per 100 kelahiran hidup

b)

Jumlah kematian balita <5 tahun per 1.000 kelahiran hidup

c)

Jumlah kematian ibu saat hamil per 100.000 kelahiran hidup

d)

Jumlah bayi lahir mati per 100 kelahiran hidup

8.

Bila suatu daerah memiliki 25 kematian bayi dari 2.000 kelahiran hidup, maka IMR daerah tersebut adalah...

a)

10 per 1.000 KH

b)

12,5 per 1.000 KH

c)

20 per 1.000 KH

d)

25 per 1.000 KH

9.

Jika angka harapan hidup meningkat, biasanya indikator mortalitas yang menurun adalah...

a)

Crude Death Rate

b)

Infant Mortality Rate

c)

Case Fatality Rate

d)

Semua indikator mortalitas

10.

Sebuah kabupaten hanya memiliki 60% cakupan pencatatan kematian. Apa risiko utamanya bagi analisis kesehatan masyarakat?

a)

Angka kematian bayi akan meningkat tajam

b)

Data penyebab kematian tidak representatif dan cenderung bias

c)

Angka harapan hidup lebih akurat

d)

Angka kelahiran sulit dihitung

11.

Mahasiswa menemukan bahwa beberapa kematian di desa tidak tercatat karena jarak jauh ke kantor Dukcapil. Solusi yang paling tepat untuk meningkatkan kualitas registrasi vital adalah...

a)

Menambah tenaga medis di desa

b)

Membuat layanan pencatatan online atau jemput bola

c)

Mengadakan sensus penduduk setiap tahun

d)

Mengurangi biaya perawatan kesehatan

12.

Rumus menghitung Crude Death Rate (CDR) adalah...

a)

(Jumlah kelahiran hidup ÷ Jumlah penduduk) × 1.000

b)

(Jumlah kematian ÷ Jumlah penduduk pertengahan tahun) × 1.000

c)

(Jumlah kematian bayi ÷ Jumlah kelahiran hidup) × 1.000

d)

(Jumlah kematian ibu ÷ Jumlah kelahiran hidup) × 100.000

13.

Bila jumlah kematian dalam kelompok umur 15–49 tahun dihitung, maka indikator yang digunakan adalah...

a)

Crude Death Rate

b)

Maternal Mortality Ratio

c)

Age Specific Death Rate

d)

Case Fatality Rate

14.

Di Kabupaten X, terdapat 1.200 kematian dari total penduduk 200.000 orang pada tahun 2024. Berapa Crude Death Rate (CDR) kabupaten tersebut?

a)

4 per 1.000 penduduk

b)

6 per 1.000 penduduk

c)

8 per 1.000 penduduk

d)

12 per 1.000 penduduk

15.

Seorang peneliti menemukan 30 kematian bayi dari 2.500 kelahiran hidup. Apa interpretasi indikator ini?

a)

IMR = 12 per 1.000 KH, kondisi baik

b)

IMR = 30 per 1.000 KH, kondisi masih perlu perhatian

c)

IMR = 120 per 1.000 KH, kondisi sangat buruk

d)

IMR = 3 per 1.000 KH, kondisi sangat baik