NEW
Font size
WorksheetsPrediksi Soal TAM Modul 1 Topik 1
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Mengapa ayat-ayat muhkamat dijadikan dasar dalam menafsirkan ayat-ayat mutasyabihat?
Karena ayat muhkamat lebih banyak jumlahnya
Karena ayat muhkamat memiliki makna global
Karena ayat muhkamat memiliki makna yang pasti dan jelas
Karena ayat muhkamat hanya dipahami oleh ulama
Jika seorang siswa menafsirkan ayat mutasyabihat secara literal tanpa ilmu yang cukup, risiko apa yang mungkin timbul?
Ia akan mudah menghafalnya
Ia akan keliru memahami makna sebenarnya
Ia akan lebih cepat memahami tafsir
Ia akan disukai oleh teman-temannya
Dalam konteks pendidikan, bagaimana guru seharusnya memperkenalkan ayat-ayat mutasyabihat kepada siswa sekolah menengah?
Dengan menugaskan mereka menghafal semua ayat
Dengan memberi tafsir tunggal tanpa ruang diskusi
Dengan membuka ruang dialog dan pendekatan kontekstual
Dengan melarang mereka membahasnya sama sekali
Seorang peneliti Al-Qur’an menafsirkan ayat tentang 'tangan Allah' secara simbolik. Pendekatan tafsir apa yang digunakan?
Tafsir bil lughah
Tafsir bi al-Ma’tsur
Tafsir bi al-Ra’yi
Tafsir secara literal
Mengapa sebagian ayat diturunkan dalam bentuk mutasyabihat menurut Q.S. Ali Imran: 7?
Untuk memudahkan penghafalan
Untuk menguji keimanan dan mendorong pencarian ilmu
Untuk menunjukkan superioritas bahasa Arab
Untuk mempersulit pemahaman manusia
Berikut ini yang merupakan contoh penerapan prinsip memahami ayat mutasyabihat secara bijak adalah...
Menafsirkan berdasarkan pendapat mayoritas tanpa telaah
Menghindari ayat tersebut karena sulit dipahami
Menyerahkan maknanya kepada Allah sambil tetap mencari pemahaman ilmiah
Menjadikan ayat mutasyabihat sebagai bahan perdebatan
Apa peran rasikhuna fil ‘ilm dalam memahami ayat mutasyabihat?
Mengklaim semua ayat bisa ditafsirkan dengan akal
Menolak semua penafsiran selain dari mereka
Memahami ayat dengan landasan ilmu dan kerendahan hati
Menciptakan tafsir baru untuk semua ayat
Dalam menghadapi ayat-ayat mutasyabihat, sikap yang paling tepat bagi seorang pelajar adalah...
Membaca terjemahan seadanya dan langsung menarik kesimpulan
Mengabaikannya karena sulit dimengerti
Bertanya kepada guru atau ulama dan terus belajar tafsir
Mencari makna dari sumber sembarangan di internet
Apa implikasi dari salah memahami ayat mutasyabihat dalam kehidupan bermasyarakat?
Membantu memperkuat ukhuwah Islamiyah
Menimbulkan kesalahpahaman dan konflik pemahaman
Meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an
Menyederhanakan ajaran Islam
Bagaimana pendekatan sufistik memahami ayat mutasyabihat berbeda dari pendekatan literal?
Menekankan aspek hukum yang tegas
Menafsirkan dengan cara rasional sepenuhnya
Mengedepankan makna simbolik dan spiritualitas ayat
Menghindari semua bentuk penafsiran
Berdasarkan ayat tersebut, mengapa ayat muhkamat disebut sebagai pokok isi Al-Qur’an?
Karena hanya Allah yang mengetahui maknanya
Karena ayat tersebut tidak bisa ditafsirkan
Karena maknanya jelas dan menjadi dasar hukum
Karena ayat tersebut mengandung simbol dan makna tersembunyi
Pendapat tersebut kurang tepat karena...
Al-Qur’an hanya dapat dipahami oleh ulama tafsir
Sebagian ayat Al-Qur’an bersifat mutasyabihat dan butuh penafsiran
Seluruh ayat Al-Qur’an bersifat rahasia dan tidak bisa dipahami manusia
Penafsiran hanya bisa dilakukan melalui mimpi
Berdasarkan stimulus tersebut, apa yang membedakan keduanya?
Ayat hukum waris bersifat mutasyabihat karena perlu ijtihad
Ayat sifat Allah tergolong muhkamat karena maknanya literal
Ayat hukum waris tergolong muhkamat karena jelas dan rinci
Semua ayat termasuk mutasyabihat karena memiliki makna ganda
Apa makna implikatif dari pernyataan tersebut dalam konteks pendidikan?
Siswa harus menghafal semua ayat mutasyabihat
Ayat mutasyabihat tidak layak diajarkan di sekolah
Siswa dilatih berpikir kritis dan mendalam dalam memahami Al-Qur’an
Tafsir terhadap mutasyabihat bersifat final dan mutlak
Ustazah Laila mengajarkan tafsir ayat-ayat mutasyabihat dengan pendekatan linguistik dan filosofis kepada murid SMA. Mengapa pendekatan tersebut penting dalam memahami ayat mutasyabihat?
Untuk menolak tafsir lama yang sudah usang
Untuk menghindari pemahaman tekstual yang keliru
Agar ayat muhkamat bisa lebih fleksibel
Agar siswa bisa menulis tafsir versi mereka sendiri
Q.S. Al-Baqarah ayat 2 menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa. Bagaimana posisi ayat-ayat muhkamat dalam konteks petunjuk tersebut?
Sebagai alat uji keimanan semata
Sebagai aturan dasar yang langsung diamalkan
Sebagai simbol yang tak perlu dimengerti
Sebagai ayat yang belum tentu bisa diterapkan
Dalam diskusi kelas, seorang siswa berpendapat bahwa tidak semua manusia mampu memahami ayat mutasyabihat. Sikap terbaik yang ditunjukkan terhadap pernyataan tersebut adalah...
Menolak mempelajari ayat mutasyabihat
Menyerahkan sepenuhnya kepada guru tafsir
Berusaha memahami dengan ilmu, lalu menyerahkan kepada Allah jika belum jelas
Menafsirkan sebebas-bebasnya sesuai pemikiran pribadi
Ayat yang menyebut “tangan Allah” sering menjadi perdebatan tafsir karena tampak menyamakan Allah dengan makhluk. Bagaimana pendekatan tafsir yang tepat untuk memahami ayat tersebut?
Mengambil arti literal tanpa mempertimbangkan konteks
Mengabaikan ayat tersebut karena membingungkan
Memahami sebagai metafora keagungan dan kekuasaan Allah
Menyimpulkan bahwa Allah memiliki fisik seperti manusia
Dalam Al-Qur’an ada ayat tentang kursi Allah dan arasy-Nya yang sangat agung. Apa tantangan utama dalam menafsirkan ayat-ayat semacam ini?
Tidak adanya sumber hadis yang menjelaskan ayat tersebut
Berpotensi salah paham jika ditafsirkan tanpa ilmu
Ayat tersebut sudah tidak relevan dalam konteks modern
Sulit diterjemahkan ke dalam bahasa asing
Rasikhuna fil 'ilm adalah golongan orang yang disebut dalam Q.S. Ali Imran: 7. Apa sikap mereka terhadap ayat mutasyabihat?
Menolak semua bentuk takwil dan tafsir
Menafsirkan semua ayat secara literal
Berusaha memahami berdasarkan ilmu, dan mengembalikan makna kepada Allah
Mengklaim mengetahui seluruh makna Al-Qur’an
