Font size
WorksheetsNeurologi
Total questions: 99
Worksheet time: 50mins
Seorang laki-laki usia 55 tahun datang dengan keluhan nyeri punggung bawah sejak 3 bulan yang lalu, menjalar ke tungkai kiri sampai kaki. Nyeri memberat saat duduk lama atau berjalan, berkurang saat pasien duduk dengan badan condong ke depan. Pemeriksaan fisik menunjukkan Lasegue negatif, dan tidak ada defisit neurologis fokal. Diagnosis yang paling mungkin adalah:
Hernia Nukleus Pulposus
Spinal Stenosis Lumbal
Spondilosis lumbal
Sakroiliitis
Radikulopati L5
Seorang pria 70 tahun mengeluh nyeri hebat seperti terbakar dan menusuk di daerah dada kanan sejak 3 bulan terakhir. Sebelumnya terdapat riwayat lesi kulit seperti lenting di area yang sama, yang telah sembuh. Nyeri menetap meskipun kulit telah kembali normal. Pada pemeriksaan terdapat allodinia dan hiperalgesia di dermatom T5 kanan. Terapi lini pertama yang sesuai untuk pasien ini adalah:
Asiklovir
Tramadol
Gabapentin
NSAID
Parasetamol
Perempuan 38 tahun datang dengan keluhan nyeri di daerah leher dan bahu sebelah kanan sejak 1 bulan yang lalu. Nyeri terasa tumpul, hilang timbul, dan diperberat oleh aktivitas. Pasien menunjukkan adanya titik nyeri tekan (trigger point) pada otot trapezius kanan yang bila ditekan menjalar ke lengan kanan. Terapi pilihan utama untuk kondisi ini adalah:
NSAID oral
Kortikosteroid sistemik
Injeksi titik picu (trigger point injection)
Tramadol
Akupunktur
Laki-laki 60 tahun dengan riwayat DM 10 tahun, mengeluh nyeri seperti terbakar dan kesemutan di kedua kaki. Ia tidak dapat tidur nyenyak karena nyeri. Pemeriksaan menunjukkan penurunan sensasi vibrasi, propriosepsi, dan refleks tungkai bawah.Apa mekanisme utama yang mendasari keluhan pasien ini?
Demielinisasi saraf motorik akibat hipoglikemia kronik
Kerusakan saraf oleh radikal bebas akibat hiperglikemia kronik
Gangguan mikrosirkulasi perifer karena neuropati otonom
Akumulasi asam laktat akibat anaerobik metabolisme
Kekurangan vitamin B12 karena nefropati diabetik
Seorang wanita 45 tahun mengeluh nyeri dan kesemutan pada ibu jari, telunjuk, dan jari tengah tangan kanan. Keluhan memberat saat malam hari dan berkurang saat menggoyangkan tangan. Pemeriksaan memperlihatkan atrofi ringan otot thenar dan Phalen test positif. Manakah berikut ini yang paling mendukung patofisiologi nyeri pasien ini?
Kompresi nervus ulnaris di Guyon canal
Kompresi nervus medianus di canalis carpi
Peradangan tendon fleksor di regio palmar
Radikulopati servikal C6
Entrapment nervus interosseus anterior
Seorang wanita 62 tahun datang dengan keluhan nyeri lutut kanan sejak 3 tahun lalu. Nyeri memberat saat berjalan jauh atau naik tangga, dan berkurang dengan istirahat. Pasien merasa lututnya kaku di pagi hari sekitar 15 menit. Pemeriksaan fisik didapatkan krepitasi lutut saat digerakkan dan deformitas genu varum. Pemeriksaan radiologi menunjukkan penyempitan celah sendi medialis dengan adanya osteofit besar serta sklerosis subkondral.Berdasarkan temuan klinis dan radiologi, stadium OA genu pada pasien ini menurut Kellgren-Lawrence adalah:
Stadium I
Stadium II
Stadium III
Stadium IV
Stadium V
Seorang wanita 62 tahun datang dengan keluhan nyeri lutut kanan sejak 3 tahun lalu. Nyeri memberat saat berjalan jauh atau naik tangga, dan berkurang dengan istirahat. Pasien merasa lututnya kaku di pagi hari sekitar 15 menit. Pemeriksaan fisik didapatkan krepitasi lutut saat digerakkan dan deformitas genu varum. Pemeriksaan radiologi menunjukkan penyempitan celah sendi medialis dengan adanya osteofit besar serta sklerosis subkondral.
Terapi medikamentosa yang tidak tepat diberikan pada pasien ini adalah :
Asetaminofen
Gabapentin
Selective COX-2 inhibitor
Opioid
Injeksi hyaluronic acid intra artikuler
Seorang pria berusia 52 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri bahu kiri sejak 8 bulan terakhir. Nyeri memberat saat pasien menyisir rambut, memakai baju, atau mengangkat barang di atas kepala. Riwayat trauma akut disangkal. Pasien telah mencoba obat pereda nyeri tetapi keluhan masih ada. Pada pemeriksaan fisik, saat lengan pasien ditekuk 90° di depan tubuh, kemudian siku difleksikan 90° dan bahu dipaksa berotasi ke arah dalam, pasien mengeluh nyeri tajam pada bahu bagian atas.
Pemeriksaan fisik yang dilakukan pada pasien ini disebut :
Pemeriksaan Neer
Pemeriksaan Empty can
Pemeriksaan Hawkins-Kennedy
Pemeriksaan Supine impingement
Drop arm test
Seorang pria 65 tahun dengan riwayat diabetes melitus tipe 2 selama 15 tahun datang ke poliklinik saraf dengan keluhan rasa terbakar, kesemutan, dan nyeri seperti tersetrum pada kedua tungkai sejak 6 bulan terakhir. Keluhan terutama muncul saat malam hari dan mengganggu tidurnya. Pemeriksaan fisik menunjukkan hipoestesia pada stocking area, allodynia pada dorsum kaki, dan refleks Achilles menurun. Pasien sudah menggunakan OAINS tanpa perbaikan. Ia juga memiliki riwayat gagal ginjal kronik stadium 3 dan sedang mengonsumsi insulin serta ACE inhibitor.
Terapi farmakologis yang paling tepat untuk nyeri pada kasus ini adalah:
Amitriptilin dosis rendah
Duloxetine
Carbamazepine
Gabapentin
Tramadol
Seorang pria 58 tahun dengan kanker paru stadium IV datang dengan keluhan nyeri hebat di daerah toraks kanan sejak 2 minggu terakhir. Nyeri digambarkan seperti tertusuk dan menusuk, memberat saat batuk. Pasien juga sudah lama mengalami nyeri tumpul terus-menerus di punggung sejak 6 bulan lalu yang makin progresif.Manakah pernyataan yang benar mengenai perbedaan sindrom nyeri kanker akut dan kronis?
Nyeri kanker akut biasanya bersifat persisten >3 bulan, sedangkan nyeri kronis muncul mendadak dan hilang cepat
Nyeri kanker akut lebih sering berhubungan dengan trauma jaringan atau intervensi, sedangkan nyeri kanker kronis berhubungan dengan progresivitas penyakit
Nyeri kanker akut memerlukan tata laksana jangka panjang dengan pendekatan multimodal, sedangkan nyeri kanker kronis cukup dengan analgesik sederhana
Nyeri kanker akut jarang menyebabkan distress psikologis, sedangkan nyeri kronis tidak berhubungan dengan aspek psikososial
Nyeri kanker akut tidak pernah membutuhkan opioid, sedangkan nyeri kanker kronis selalu membutuhkan opioid kuat
Seorang pria berusia 63 tahun datang dengan keluhan nyeri punggung bawah sejak 1 tahun terakhir, memberat sejak 2 bulan terakhir. Nyeri menjalar dari pinggang ke paha belakang hingga betis kiri, terutama saat berdiri lama atau berjalan jauh, dan berkurang saat duduk atau membungkuk ke depan. Pasien juga mengeluh kesemutan di tungkai kiri. Pada pemeriksaan fisik didapatkan Tes Youman dan SLR positif, Faber test negatif dan ROM terbatas pada ekstensi lumbal.
Manakah interpretasi yang paling tepat mengenai temuan pemeriksaan di atas?
Nyeri radikular khas dari foramen intervertebralis yang sempit ditunjukkan oleh hasil tes Youman positif
SLR positif pada 40° menyingkirkan adanya iritasi radiks lumbosacral
FABER negatif menunjukkan nyeri berasal dari sendi sakroiliaka, bukan foramen intervertebralis
Keterbatasan ekstensi lumbal bukan khas pada foraminal stenosis
Semua pemeriksaan di atas lebih menunjang diagnosis piriformis syndrome
Seorang wanita berusia 47 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri tumit kanan sejak 4 bulan terakhir. Nyeri terutama muncul saat langkah pertama di pagi hari setelah bangun tidur dan saat berdiri lama. Pasien mengatakan nyeri berkurang setelah berjalan beberapa saat, tetapi memberat kembali bila berdiri terlalu lama. Riwayat trauma disangkal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri tekan pada tuberositas kalkaneus bagian medial. Tidak tampak tanda radang lokal, dan pergerakan pergelangan kaki dalam batas normal.Berdasarkan gambaran klinis di atas, apakah diagnosis yang paling mungkin?
Bursitis kalkaneus
Achilles tendinopathy
Tarsal tunnel syndrome
Stress fracture kalkaneus
Plantar fasciitis
Seorang pria berusia 42 tahun datang ke poliklinik saraf dengan keluhan nyeri pada siku kanan sejak 2 minggu terakhir. Keluhan muncul terutama saat mengangkat galon air, memutar kenop pintu, atau mengangkat tas belanja. Pasien tidak memiliki riwayat trauma langsung. Pada pemeriksaan fisik ditemukan nyeri tekan pada epikondilus lateral humerus.
Pemeriksaan provokasi mana yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis pada kasus ini?
Tes Tinel
Tes Mill
Tes Finkelstein
Tes Lachman
Tes Adson
Seorang pria 55 tahun datang ke poli nyeri dengan keluhan nyeri pada wajah bagian kanan sejak 2 minggu terakhir. Nyeri digambarkan seperti tersetrum listrik, disertai sensasi terbakar dan menusuk, terutama saat mengunyah dan berbicara. Skala nyeri 8/10 dan membuat pasien sulit tidur. Pasien memiliki riwayat karsinoma nasofaring yang sudah terdiagnosis sejak 1 tahun lalu, saat ini sedang menjalani radioterapi.
Tatalaksana awal yang paling tepat untuk mengatasi nyeri pasien ini Adalah...
Parasetamol 500 mg PO
Ketorolak 30 mg IV
Midazolam 5 mg IV
Gabapentin 100 mg PO
Tramadol 50 mg IV
Seorang pria 45 tahun datang dengan keluhan lemah pada kaki kanan sejak 2 minggu terakhir. Pasien sering tersandung saat berjalan dan merasa kesulitan mengangkat jari-jari kakinya. Ia juga mengeluhkan kesemutan di punggung kaki kanan, terutama sisi lateral, namun tidak mengenai jari kelingking. Terdapat riwayat trauma lutut kanan 1 bulan sebelumnya.
Manakah dari temuan pemeriksaan fisik berikut yang tidak tepat pada kasus ini:
Nyeri di dekat lutut yang mengganggu tidur
Drop foot kanan
Tinel sign positif pada kaput fibula
Atrofi otot gastrocnemius
Steppage gait
Seorang wanita 40 tahun datang dengan gerakan tidak terkendali pada tangan dan kaki sejak 1 tahun terakhir. Ia juga mulai mengalami perubahan perilaku dan penurunan daya ingat. Riwayat keluarga positif dengan kondisi serupa pada ayahnya. Hasil pemeriksaan genetik menunjukkan adanya ekspansi CAG repeat pada kromosom 4. Apa pilihan utama dalam pengelolaan pasien ini?
Levodopa untuk mengurangi gejala motorik
Tetrabenazine atau antipsikotik untuk mengurangi chorea
Terapi imunosupresif untuk memperlambat progresi
Fisioterapi tidak memiliki peran dalam penyakit ini
Operasi dapat menyembuhkan penyakit
Seorang wanita berusia 35 tahun datang ke poliklinik saraf dengan keluhan lehernya sering berputar ke arah kanan secara tidak terkendali sejak 6 bulan terakhir. Pasien merasa kaku pada otot leher dan mengalami nyeri saat mencoba meluruskan kepala. Gejala semakin memburuk saat ia cemas dan berkurang ketika sedang rileks. Tidak ditemukan kelemahan pada ekstremitas maupun penurunan kesadaran. Pemeriksaan neurologis menunjukkan adanya kontraksi otot sternokleidomastoideus kanan secara berulang yang menyebabkan tortikolis spasmodik. Tidak ada riwayat trauma kepala atau penggunaan obat antipsikotik sebelumnya.Apa diagnosis yang paling tepat berdasarkan keluhan pasien diatas?
Tremoresensial
Distonia servikal
Hemispasme wajah
KoreaHuntington
Mioklonus
Seorang perempuan umur 36 tahun datang ke Poli Saraf dengan keluhan kelemahan jari manis dan kelingking kanan sejak 2 minggu yang lalu pasca tertusuk. Pemeriksaan neurologis didapatkan atrofi otot hipotenar, kelemahan M. First Interosseus Dorsalis , M. Abduktor Digiti Minimi, dan M. Fleksor Karpi Ulnaris dekstra, hipestesi pada jari 4 medial dan jari 5 dekstra. Kemungkinan hasil pemeriksaan KHS yang diadapatkan pada kasus diatas?
CMAP N. Medianus dextra abnormal
SNAP N. Ulnaris dextra normal
SNAP N. Medianus dextra abnormal
SNAP N. Medianus dan Ulnaris dextra abnormal
CMAP N. Ulnaris dextra abnormal
Seorang laki-laki 25 tahun dengan semiology genralized tonic clonic, saat dilakukan fotik stimulasi ditemukan Gambaran seperti di bawah ini. Apakah diagnosis pasien ini?
JME
JAE
CAE
SeLEAS
SeLECTs
Seorang laki-laki 23 tahun mengalami bangkitan berulang. Pasien mengeluh pandangan menjadi gelap kemudian tidak sadar. Dari video terlihat pasien wajah pasien meringis, kedua tangan kaku, kedua kaki menendang-nendang, pasien terlihat bengong, tidak sadar dan tampak Gerakan mengunyah pada mulut. Pasien tampak bingung setelah kejadian.
Dimanakan lokalisasi onset bangkitan ini?
Lobus frontal
Lobus temporal mesial
Lobus parietal
Lobus temporal lateral
Lobus oksipital
Seorang Perempuan 56 tahun dibawa ke IGD karena mengalami bangkitan. Mata mendelik ke atas, tangan dan kaki kaku dan klojotan, tidak sadar dan ngompol. Pasien baru kali ini mengalami bangkitan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan T= 130/90, N 92x/m, R=16x/m. Pemeriksaan fisik neurologis: GCS E3M5V3. Tidak ditemukan lateralisasi. Lab: Leukosit 11300 sel/uL, Hb 13,2gr%, Trombosit 256000 sel/uL, GOT 72U/L, GPT 70U/L, Ureum 98mg/dL, Cr 2,8mg/dL, Na 111 mmol/L, Kalium 2,5 mmol/L, GDS 140mg/dL. Pemeriksaan Brain CT Scan dalam batas normal. Apa kemungkinan etiologi pada pasien ini?
Metabolik karena infeksi
Metabolik karena hepatopati
Metabolik karena hiperuremikum
Metabolik karena hiponatremia
Metabolik karena hipokalemia
Perempuan, 25 tahun, mengeluhkan mata kanan yang menonjol, disertai kemerahan dan berdenyut pasca KLL 3 bulan yang lalu. Pemeriksaan fisik didapatkan bruit pada orbita kanan disertai peningkatan tekanan intraokular. Hasil angiografi terlampir:
Temuan yang dapat menjelaskan diagnosis pasien adalah...
High flow fistula antara intracavernous ICA dan sinus kavernosus
Low flow fistula antara cabang intracavernous ICA dengan sinus kavernosus
Low flow fistula antara cabang meningeal ECA dengan sinus kavernosus
Low flow fistula antara cabang intracavernous ICA dan cabang meningeal ECA dengan sinus kavernosus
Cortical venous reflux dengan venous ectasia
Laki-laki, 52 tahun, mengeluhkan kelemahan kedua tungkai bawah dalam 3 bulan disertai instabilitas gait yang progresif. Sejak 1 minggu terakhir, pasien sudah tidak mampu menggerakkan kedua tungkai bawah. Hasil T2-weighted MRI Spine menunjukkan adanya gambaran centromedullary edema disertai perimedullary flow void. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut adalah...
Epidural Hematoma
Cavernous malformation
Spinal Dural Arteriovenous Fistula
Venous Angioma
Spinal cord infarct
Pasien perempuan 45 tahun dirawat di Unit Stroke dengan CVD Stroke Iskemik, pasien dgn riwayat penyakit jantung bawaan dan dicurigai penyebab strokenya adalah emboli paradoksikal. Manakah yang tepat untuk suatu emboli paradoksikal?
Sumber dari klot intrakardiak
Sumber emboli dari lemak
Sumber dari klot atau plak arteri sepertia. Karotis
Sumber dari vena sistemik
Sumber emboli dari udara dalam darah
Laki-laki 44 tahun dengan keluhan ptosis mata kiri, baal pada wajah sisi kiri dan anggota gerak kanan, pusing berputar, muntah dan cenderung jatuh ke sisi kanan. Pada kasus ini kemungkinan terjadi sumbatan pada arteri apa?
Arteri vertebralis
Arteri serebellaris anterior inferior
Arteri serebellaris superior
Arteri serebralis posterior
Arteri komunikans posterior
Seorang pria usia 70 tahun mengalami penurunan kognitif progresif, disertai halusinasi visual kompleks dan fluktuasi kesadaran. Ia juga menunjukkan rigiditas ringan dan langkah pendek saat berjalan. CT scan otak menunjukkan atrofi ringan, PET amiloid negatif. MMSE 23/30. Apa diagnosis yang paling sesuai pada kondisi pasien ini?
Lewy body dementia
Alzheimer disease
Demensia vaskular
Frontotemporal dementia
Parkinson disease dementia
Pasien wanita 58 tahun dengan gangguan bahasa progresif. Ia memahami bahasa dengan baik namun mengalami kesulitan menemukan kata, terutama kata benda, dan secara bertahap kehilangan pemahaman makna kata. MRI menunjukkan atrofi lobus temporalis anterior kiri.
Kemungkinan diagnosis yang paling sesuai adalah?
Nonfluent Primary Progressive Aphasia
Semantic variant Primary Progressive Aphasia
Logopenic variant Primary Progressive Aphasia
Alzheimer disease awal
Aphasia Wernicke
IU (Nyeri) – Laki-laki 65 tahun datang ke poliklinik saraf dengan keluhan nyeri punggung bawah yang memberat sejak 2 minggu sebelumnya. Nyeri juga terasa di bokong yang menjalar ke kedua tungkai, terutama saat berjalan atau berdiri lama. Ia merasa perlu berhenti duduk serta membungkuk ke depan agar nyerinya mereda. Pasien juga mengeluhkan kesemutan di kedua tungkai sejak 6 bulan, tidak ada trauma atau infeksi sebelumnya. Pemeriksaan fisik terdapat penurunan refleks pada ekstremitas bawah, tidak terdapat gangguan motorik maupun gangguan kontrol buang air kecil/besar. Pada stoop test didapatkan pasien dapat berjalan lebih jauh saat membungkuk dibanding saat berdiri tegak. Apakah diagnosis paling mungkin pada pasien tersebut?
Hernia nukleus pulposus
Spondilosis lumbalis
Tumor intraspinal
Spinal stenosis lumbal
Cauda Equina Syndrome
IU (Nyeri) – Perempuan 40 tahun datang ke poliklinik saraf dengan keluhan nyeri leher bagian belakang yang sudah berlangsung selama dua minggu. Nyeri bersifat tumpul, dalam, dan terasa menjalar ke arah bahu kanan. Pasien adalah seorang sekretaris yang bekerja 8 jam sehari dalam posisi duduk dengan postur tubuh membungkuk. Ia juga mengaku mengalami stres karena beban pekerjaan yang meningkat. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya titik nyeri tekan (trigger point) pada otot trapezius kanan yang jika ditekan, memicu nyeri menjalar ke lengan kanan. Saat dilakukan palpasi dengan cepat dan melintang pada taut band di otot tersebut, otot berkedut cepat di area lokal. Tidak ditemukan defisit neurologis lain. Apakah mekanisme utama yang mendasari nyeri pada pasien ini?
Peradangan sendi faset servikal
Aktivasi berlebihan nociceptor dalam serabut otot dan fascia
Proses inflamasi kronik autoimun yang menyerang ligamen servikal
Degenerasi diskus intervertebralis
Iritasi radiks cervicalis
UNAND (Nyeri) - Perempuan 45 tahun post mastektomi 2 bulan yang lalu mengeluhkan nyeri pada dada, ketiak, lengan kanan atas pasien sejak 1 bulan yang lalu. Nyeri dirasakan hilang timbul, nyeri seperti tersayat pisau, nyeri dirasakan selama 30 menit-1 jam. Nyeri dirasakan setelah mengangkat tas yang berat dengan tangan kanan. Nyeri bertambah berat ketika pasien sedang banyak pikiran dan nyeri menghilang dengan istirahat. Nyeri tidak menghilang dengan obat penghilang nyeri yang di beli di warung. Apakah diagnosis pasien ini?
nyeri neuropatik pasca operasi
phantom limb pain
stump pain
nyeri kanker
OA bahu
UNAND (Nyeri) - Laki-laki 35 tahun mengalami nyeri hebat di tangan kanan, bahu kanan, dan leher kanan setelah terjatuh dan cedera. Setelah beberapa minggu, dia mengeluhkan bahwa kulit di tangan, bahu dan leher kanan berubah warna menjadi kemerahan, terasa hangat, dan membengkak. Dia juga mengalami kesulitan dalam menggerakkan tangan kanannya. Apakah tatalaksana yang tepat pada pasien ini?
Operasi bedah
Terapi fisik agresif
Obat kortikosteroid dan anti nyeri neuropatik
Analgetik adjuvan
Antioksidan
UNSRAT (Nyeri) - Laki-laki 23 tahun datang ke ruang gawat darurat dengan luka bacok pada tangan kanan setelah terlibat perkelahian. Penanganan awal terhadap penderita ini dengan membersihkan luka dan dilakukan penjahitan luka. Kemudian penderita diberika obat-obat analgetik dan antibiotika. Setelah perawatan luka penderita mengeluhkan nyeri pada bekas luka bacon tersebut. VAS 5. Apakah jenis serabut saraf yang terlibat pada kasus diatas?
A-alfa (serabut bermielin) dan B (serabut bermielin).
A-gamma (serabut bermielin) dan C (serabut tidak bermielin).
A-delta (serabut bermielin) dan C (serabut tidak bermielin).
A-beta (serabut bermielin) dan B (serabut bermielin).
B (serabut bermielin) dan C (serabut tidak bermielin).
UNSRAT (Nyeri) – Perempuan 51 tahun, datang ke Poliklinik IP Saraf dengan keluhan nyeri seperti ditusuk-tusuk, tiba-tiba dan hebat, didaerah pipi kanan dan dahi kanan atas, telah berlangsung selama 3 bulan terakhir. Durasi nyeri berlangsung selama 10-30 detik dan diperhebat oleh gerakan mengunyah, mencuci muka atau menyikat gigi. Serangan terakhir dialami sekitar 2 hari yang lalu. Pemeriksaan fisik umum dan neurologik lainnya dalam batas normal. Dimanakah kemungkinan lokalisasi lesi pada kasus ini?
Duramater di area temporal kanan
Duramater di area frontal kanan
Nervus V1 dan V2 kanan
Sinus maksilaris kanan
Gigi geligi kanan atas
UNDIP (Nyeri) - Laki-laki 55 tahun sering mengalami nyeri yang dirasakan pada perutnya, nyeri dirasakan seperti tertusuk dengan VAS 5. Nyeri memberat pada saat beraktivitas dan berkurang saat istirahat. Nyeri dirasakan hilang timbul. Diketahui sebelumnya pasien memiliki Ca Colon dan belum dilakukan pengobatan. Manakah diagnosis yang tepat untuk pasien ini?
Neoplasm related pain dd visceral pain
Chemotherapy-induced neuropathy
Post-radiation myelopathy
Radiation-induced neuropathy
visceral pain
UNDIP (Nyeri) - Laki-laki 62 tahun merasa nyeri seperti tertusuk pada anggota gerak kiri dengan VAS 6. Nyeri dirasakan hilang timbul. Keluhan ini dirasakan 4 bulan ini. Sebelumnya pasien pernah terdiagnosis stroke 8 bulan sebelumnya. Manakah terapi konservatif lini pertama yang tepat untuk pasien ini adalah?
Lamotrigin 100 – 200 mg/hari
Pregabalin 2x75 mg
Morphine 10 mg/hari
Gabapentin 300 mg/hari
Parasetamol 1500 mg/hari
UNUD (Nyeri) – Perempuan 35 tahun, mengeluhkan nyeri punggung bawah dan daerah bokong sejak 1 bulan terakhir, nyeri memberat saat sedang tidak melakukan apa-apa dan berkurang saat pasien bekerja sebagai waiters. Keluhan ini terjadi beberapa hari setelah pasien memotong rumput, posisi berjongkok, selama 1 jam. Pasien juga mengeluhkan nyeri saat dalam posisi menyilangkan kaki. Pemeriksaan fisik di dapatkan: Laseque sign (+), Freiberg sign (+), Beatty test (+). EMG menunjukan kondisi normal di atas M.Piriformis. Berdasarkan ilustrasi kasus di atas, apakah kemungkinan diagnosisnya?
Radikulopati Lumbalis
Sindrom Myofascial pain
Sacroiliitis
Spinal stenosis lumbalis
Deep gluteal syndrome
UNUD (Nyeri) – Manakah berikut ini yang berhubungan dengan sindrom nyeri
myofascial?
nyeri luas >3 bulan dengan ekspresi tender points (TP) yang terdistribusi
secara simetris dalam otot
Terapi nyeri myofasial membutuhkan aktivasi MTrP, pengembalian
panjang otot normal, dan eliminasi/koreksi faktor-faktor
yangmenimbulkan trigger point
nyeri otot luas yang berasal dari titik hiperiritabel yang berlokasi dalam
taut bands pada otot skeletal
kumpulan gejala sensorik, motorik dan otonomik yang memasukkan
nyeri lokal dan penjalaran, penurunan range of motion (ROM), dan
kelemahan
Taut band adalah titik hiperiritabel yang nyeri pada saat ditekan,
diregangkan, diberi beban berlebih dimana berespon dengan penjalaran
nyeri yang dipersepsikan jauh dari titik.
UNSRI (Nyeri) – Perempuan 55 tahun mengalami nyeri pada kulit punggung bagian belakang sensasi seperti ditusuk dan terbakar. Pasien memiliki riwayat
bintil berisi cairan 1 tahun yang lalu ditempat yang sama dengan keluhan. Manakah dari berikut ini yang paling efektif dalam mencegah perkembangan
neuralgia pasca herpes?
Pencegahan pemicu aktivasi herpes zoster dengan vaksin rekombinan
yang diinaktivasi
Pencegahan pemicu aktivasi herpes zoster dengan vaksin hidup yang
dilemahkan
Pemberian antivirus dalam 72 jam setelah erupsi herpes zoster
Pemberian amitriptilin selama 3 bulan sejak timbulnya herpes zoster
Pemberian gabapentin dalam 1 minggu setelah timbulnya gejala
USK (Nyeri) – Laki-laki 52 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri bahu kiri sejak 8 bulan terakhir. Nyeri memberat saat pasien menyisir rambut, memakai baju, atau mengangkat barang di atas kepala. Riwayat trauma akut disangkal. Pasien telah mencoba obat pereda nyeri tetapi keluhan masih ada. Pada pemeriksaan fisik, saat lengan pasien ditekuk 90° di depan tubuh, kemudian siku difleksikan 90° dan bahu dipaksa berotasi ke arah dalam, pasien mengeluh nyeri
tajam pada bahu bagian atas. Apakah pemeriksaan fisik yang dilakukan pada pasien ini?
Pemeriksaan Neer
Pemeriksaan Empty can
Pemeriksaan Hawkins-Kennedy
Pemeriksaan Supine impengement
Drop arm test
Perempuan 54 tahun, dengan keluhan nyeri kesemutan dan tebal- tebal pada pergelangan tangan kanan menjalar ke jari 1, 2, 3 dan setengah jari ke-
4, intensitas sedang-berat onset kronik progresif. Nyeri memberat saat semakin sering menggerakkan pergelangan tangan dan saat pasien tidur. Membaik ketika meluruskan tangan ke bawah dan mengkibaskan tangan. Pasien seorang ibu rumah tangga yang melakukan semua pekerjaan rumah sendiri. Dimanakah
kemungkinan topis pada pasien tersebut?
Ligamentum struthers
Nervus radial pada radial tunnel
Nervus medianus dekstra pada terowongan karpal
Nervus ulnaris pada guyon tunnel
Radiks nervus spinalis segmen servikal dekstra
Laki-laki 65 tahun, kontrol ke poli saraf dengan keluhan terasa tersayat dan terbakar pada bahu kanan. Nyeri dirasakan terus-menerus, intensitas sedang, tidak ada faktor yang memperingan dan memperberat keluhan. Pasien pernah menderita stroke 6 bulan lalu dengan gejala sisa berupa kelemahan pada ekstremitas kanan dan gangguan irama jantung. Disangkal riwayat
trauma/operasi pada area tangan sebelumnya, namun berat badan pasien cenderung naik. Apakah terapi yang tepat diberikan kepada pasien?
deep brain stimulation pada dorsal posterior thalamus
rTMS korteks sensorik
Na-diklofenak 2x25 mg
Tramadol 1x50 mg
Gabapentin 3x300 mg
Perempuan 55 tahun datang ke Poliklinik Saraf dengan keluhan kebas pada kedua tungkai. Keluhan ini dialami penderita sejak 6 bulan. Kedua tungkai juga kesulitan saat menggunakan alas kaki dan sering terlepas sendiri. Penderita mengeluhkan panas di kedua telapak kaki. Penderita diketahui memiliki riwayat diabetes melitus namun tidak rutin mengkonsumsi obat diabetes. Apakah yang termasuk pada patofisiologi mekanisme sentral pada kasus diatas?
Aktivitas ektopik
Sensitisasi nosiseptor
Interaksi abnormal antar serabut saraf
Hilangnya kontrol inhibisi
Sensitisasi perifer
Perempuan 50 tahun datang ke Poliklinik Neurologi dengan keluhan nyeri bahu kanan yang menjalar ke lengan kanan sejak 3 bulan. Penderita juga mengeluh sulit mengangkat bahu kanan. Rasa baal juga dikeluhkan penderita menjalar sampai ke ibu jari tangan kanan. Nyeri memberat bila pasien menoleh
ke kanan atau mengangkat benda berat. Tidak ada riwayat trauma sebelumnya. Apakah kemungkinan diagnosis topis pada kasus di atas?
Radiks C5 – C6
Radiks C6 – C7
Radiks C7 – T1
M. Ekstensor karpi radialis
M. Fleksor karpi radialis
Seorang pria berusia 45 tahun datang ke IGD dengan keluhan penglihatan ganda mendadak sejak pagi hari. Pandangan ganda terutama terasa saat melihat ke arah kanan. Pasien juga mengeluhkan kelopak mata kanan terasa turun sehingga ia harus mengangkat dagu agar dapat melihat lurus. Tidak ada
riwayat trauma kepala, diabetes sudah terkontrol dengan obat oral. Pada pemeriksaan, didapatkan ptosis total mata kanan, bola mata kanan dalam
posisi "ke bawah dan keluar", dan pupil kanan lebih besar dibanding kiri serta tidak bereaksi terhadap cahaya. Apakah diagnosis klinis yang paling mungkin
pada pasien ini?
Paresis nervus IV kanan
Paresis nervus VI kanan
Paresis nervus III kanan komplit
Intranuklear optalmoplegi
One and half syndrome
Seorang wanita berusia 65 tahun dengan riwayat hipertensi dan diabetes datang ke poliklinik karena kehilangan penglihatan mendadak pada mata kanan sejak bangun tidur pagi ini. Tidak ada nyeri pada mata. Pada pemeriksaan visus ditemukan mata kanan hanya dapat mendeteksi gerakan tangan, mata kiri normal. Funduskopi menunjukkan papil optik edematous, pucat, dengan perdarahan peripapil Apakah
diagnosis yang paling tepat pada pasien ini?
Neuritis optic
Neuropati optik iskemik anterior non-arteritik
Retinopati hipertensif
Oklusi vena retina sentral
Ablasio retina
Seorang pria berusia 52 tahun datang ke poliklinik saraf dengan keluhan sering menabrak benda di sisi kanan sejak 2 minggu terakhir. Pasien tidak mengeluhkan penurunan tajam penglihatan maupun nyeri mata. Riwayat hipertensi dan dislipidemia ditemukan. Pemeriksaan visus normal pada kedua mata. Pada
pemeriksaan lapangan pandang dengan perimetri, didapatkan hemianopia homonim kanan (hilangnya lapangan pandang kanan pada kedua mata). Hasil
funduskopi normal. Apakah diagnosis topik kelainan lapangan pandang pada pasien ini?
Chiasma optikum bagian Tengah
Nervus optikus kanan
Traktus optikus kiri
Lobus oksipital kanan
Retina nasal mata kanan
Seorang wanita berusia 60 tahun datang dengan keluhan pusing berputar hilang timbul sejak 3 bulan terakhir. Keluhan pusing terutama muncul saat ia
menoleh ke kiri atau bangun dari posisi tidur. Serangan berlangsung singkat (<1 menit) dan berhenti sendiri. Tidak ada keluhan gangguan pendengaran atau tinitus.
Pada pemeriksaan, uji Dix-Hallpike ke kiri menimbulkanp pusing hebat dengan
nistagmus torsional-vertikal ke arah telinga kiri yang berlangsung sekitar 15 detik. Pasien tampak sangat cemas karena keluhan ini mengganggu aktivitas sehari-hari.
Apa terapi utama yang paling tepat untuk pasien ini?
Pemberian betahistin rutin selama 3 bulan
Latihan manuver reposisi partikel (Epley maneuver)
Operasi dekompresi labirin kiri
Pemberian kortikosteroid intratimpani
Pemberian diazepam jangka panjang
Seorang wanita berusia 55 tahun diantar keluarganya ke IGD rumah sakit dengan keluhan penurunan kesadaran sejak 3 jam yang lalu. Keluarga mengatakan
sebelumnya pasien mengeluhkan nyeri kepala dan muntah-muntah, lalu beristirahat, dan kemudian tidak bisa dibangunkan. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan tidak Rutin minum obat. Riwayat trauma kepala disangkal. Pemeriksaan fisik didapatkan
GCS E3V4M4, Tekanan darah 160/100 mmHg, nadi 66 kali/menit, laju napas 20 kali/menit, suhu 36,7⁰C, kaku kuduk (+), kesan lateralisasi tenaga ekstremitas
dekstra. Kemudian dilakukan CT Scan tanpa kontras pada pasien. Didapatkan hasil sebagai berikut :
Apa standar baku emas untuk mengidentifikasi etiologi pada kasus ini dan alat
untuk mengevaluasi perawatan lebih lanjut?
CT Angiografi
DSA Serebral
MRA tiga dimensi
MRI
Pungsi Lumbal
Seorang wanita berusia 55 tahun diantar keluarganya ke IGD rumah sakit dengan keluhan penurunan kesadaran sejak 3 jam yang lalu. Keluarga
mengatakan sebelumnya pasien mengeluhkan nyeri kepala dan muntah- muntah, lalu beristirahat, dan kemudian tidak bisa dibangunkan. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan tidak rutin minum obat. Riwayat trauma kepala disangkal. Pemeriksaan fisik didapatkan GCS E3V4M4, Tekanan darah 160/100 mmHg, nadi 66 kali/menit, laju napas 20 kali/menit, suhu 36,7⁰C,
kaku kuduk (+), kesan lateralisasi tenaga ekstremitas dekstra. Kemudian dilakukan CT Scan tanpa kontras pada pasien. Didapatkan hasil sebagai berikut :Bagaimanakah rekomendasi tatalaksana yang paling utama untuk mengatasi etiologi kasus diatas?
Coiling
Clipping
DSA
Trombektomi
Antifibrinolitik
Seorang wanita berusia 65 tahun datang ke poliklinik neurologi dengan keluhan nyeri pada separuh wajah kiri dan sisi kiri tubuhnya. Nyeri hebat dan menetap seperti rasa terbakar, Nyeri ini muncul sekitar 4 hari yang lalu. Pasien mengalami stroke 1 bulan yang lalu, dengan faktor risiko DM sejak 1 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan Brain CT-Scan saat itu dengan kesan stroke iskemik. Pada pasien dilakukan pemeriksaan sensorik dengan interpretasi disestesi dan alodinia
yang berat di area yang nyeri. Apakah kriteria diagnosis nyeri definit untuk keluhan yang dialami pasien ini?
Didapatkan distribusi neuroanatomis yang sesuai pada pemeriksaan
neurologi
Didapatkan faktor risiko vaskular
Onset nyeri <3 bulan
Dilakukan pemeriksaan neuroimaging
Usia >50 tahun
Seorang wanita berusia 65 tahun datang ke poliklinik neurologi dengan keluhan nyeri pada separuh wajah kiri dan sisi kiri tubuhnya. Nyeri hebat dan
menetap seperti rasa terbakar, Nyeri ini muncul sekitar 4 hari yang lalu. Pasien mengalami stroke 1 bulan yang lalu, dengan faktor risiko DM sejak 1 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan Brain CT-Scan saat itu dengan kesan stroke iskemik. Pada pasien dilakukan pemeriksaan sensorik dengan interpretasi disestesi dan alodinia yang berat di area yang nyeri. Apakah pilihan intervensi bedah yang dapat direkomendasikan untuk kasus di atas?
Deep Brain Stimulation
Nucleus caudalis dorsal root entry zone (DREZ) lesion
Destruksi nukleus talamus intralaminar
Motor cortex stimulation (MCS)
Ventrikulostomy
Seorang pasien 65 tahun mengalami infark talamus kiri dan mengeluhkan sensasi terbakar yang intens dan dysesthesia pada sisi kanan tubuhnya, yang memburuk saat disentuh. Nyeri ini muncul 4 bulan setelah stroke Bagaimanakah mekanisme nyeri pada pasien diatas?
Sensitisasi sentral pada korteks lobus parietal kiri
Aktivasi nosiseptor di jaringan perifer
Sensitisasi dan hipereksitabilitas neuron di nukleus talamus kanan
Perubahan fungsional di korteks insular dan korteks cingulata
Disinhibisi pada nukleus talamus kiri
Seorang wanita usia 28 thn, mengeluhkan nyeri kepala berdenyut, terasa di kepala depan sisi kiri, serta disertai mual. Keluhan dirasakan berat hingga pasien
sulit melakukan aktivitas sehari-harinya. Nyeri kepala ini selalu dirasakan pada hari pertama menstruasi dalam 5 bulan terakhir. Apakah pilihan terapi farmakologi pada pasien ini?
Naproxen sodium 2 x 550 mg/hari
Naproxen sodium 2 x 500 mg/hari
Naratriptan 2 x 1 mg/hari
Sumatriptan 2 x 2,5 mg/hari
Sumatriptan 1 x 2 mg/hari
Seorang wanita usia 28 thn, mengeluhkan nyeri kepala berdenyut, terasa di kepala depan sisi kiri, serta disertai mual. Keluhan dirasakan berat hingga pasien
sulit melakukan aktivitas sehari-harinya. Nyeri kepala ini selalu dirasakan pada hari pertama menstruasi dalam 5 bulan terakhir. Apa pilihan Short time profilaksis pada pasien di atas ?
Naproxen sodium 2 x 550 mg/hari
Naproxen sodium 2 x 500 mg/hari
Naratriptan 2 x 1 mg/hari
Sumatriptan 2 x 2,5 mg/hari
Sumatriptan 1 x 2 mg/hari
Seorang pria berusia 47 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri hebat di belakang mata kirinya sejak 1 minggu yang lalu. Nyeri terasa terus-menerus, tajam, dan bertambah saat menggerakkan mata. Pemeriksaan neurologis menunjukkan adanya ptosis dan diplopia saat pasien melihat ke arah lateral dan
bawah. Pemeriksaan MRI menunjukkan peradangan pada sinus kavernosus kiri. Setelah pemberian kortikosteroid, gejala pasien membaik secara signifikan dalam beberapa hari. Saraf kranial manakah yang PALING JARANG terlibat pada sindrom Tolosa-Hunt?
Nervus Abducens (N VI)
Nervus Fasialis (N VII)
Nervus Troklearis (N IV)
Nervus Okulomotorius (N III)
Nervus Trigeminal Cabang Oftalmik (N V1)
Seorang pasien datang dengan nyeri wajah yang paroksismal, dicurigai sebagai neuralgia trigeminal. Berdasarkan kriteria yang Anda miliki, apa syarat minimal yang harus dipenuhi untuk serangan yang dicetuskan (triggered attacks) guna memenuhi kriteria diagnosis?
Tidak ada kriteria minimum, karena serangan spontan sudah cukup.
Jumlah serangan yang dicetuskan harus sama dengan jumlah serangan
spontan.
Sekurang-kurangnya lima serangan yang dicetuskan dalam satu minggu.
Harus terdapat sekurang-kurangnya tiga serangan yang dicetuskan
Sekurang-kurangnya satu serangan yang dicetuskan
Seorang pria berusia 78 tahun datang dengan keluhan kesulitan berjalan, inkontinensia urin, dan gangguan memori yang berkembang perlahan selama 6
bulan. MRI menunjukkan dilatasi ventrikel lateral tanpa atrofi kortikal signifikan. Terapi yang paling tepat untuk pasien ini adalah?
Rivastigmine
Levodopa
Shunting ventriculoperitoneal
Plasmapheresis
Imunoterapi
Seorang laki-laki berusia 75 tahun datang ke poklinik saraf bersama anaknya. Keluarga pasien mengeluhkan bahwa ayahnya sering lupa melakukan hal-hal
sederhana, seperti menempatkan kunci mobilnya dan lupa nama-nama orang yang baru dikenal. Selain itu, pasien terkadang terlihat bingung dan tidak dapat mengikuti percakapan dalam kelompok. Anaknya juga melaporkan bahwapasien kadang- kadang terlihat cemas dan mudah marah, terutama ketika dia merasa frustrasi dengan masalah ingatannya. Pasien tidak memiliki riwayat stroke atau cedera kepala. Apa
diagnosis pada pasien ini?
Demensia Vaskular
Demensia Frontotemporal
Demensia Alzheimer
Demensia akibat penyakit Parkinson
Chorea
Seorang pria 62 tahun datang dengan keluhan tangan kanan bergetar saat istirahat sejak 2 tahun terakhir. Ia juga mengalami kekakuan otot dan berjalan dengan langkah kecil. Pada pemeriksaan neurologis tampak tremor istirahat 4– 6 Hz, rigiditas roda gigi, dan bradikinesia. Dokter memulai terapi dengan
levodopa-karbidopa. Pasien bertanya mengenai prognosis penyakitnya. Apa pernyataan yang tepat terkait kondisi pasien ini?
Penyakit dapat sembuh total dengan pengobatan levodopa
B.Penyakit bersifat progresif, obat hanya mengurangi gejala, bukan
menghentikan progresi
Prognosis baik karena hanya mengenai sistem saraf perifer
Penggunaan levodopa dapat mencegah komplikasi motorik jangka panjang
Tidak ada perbedaan angka harapan hidup dengan populasi umum
Seorang anak laki-laki berusia 19 tahun dibawa ke IGD karena penurunan kesadaran perlahan sejak hari lalu. Pasien cenderung tertidurdan bila dibangunkan
akan gelisah, mudah marah. Sejak 1 hari lalu, pasien sulit menelan terutama air dan merasa gelisah bila melihat air. Pasien juga demam sejak 4 hari lalu, hilang
bila konsumsi obat penurun demam. Tiga minggu sebelumnya, pasien diketahui terkena gigitan monyet milik tetangganya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan
E3M5V4, TD 140/92mmHg N 94x/menit, RR 22x/menit Sb 37,9C SpO2 98% RA. Tidak ada parese nervus kranialis, Tidak ada hemiparese. Pada status lokalis
didapatkan luka bekas gigitan hewan pada regio antebrachia dextra dengan permukaan mukosa dan darah, disertai pus. Patofisiologi penularan infeksi ke
system saraf adalah...
Virus menyebar secara anterograde melalui aliran darah ke SSP
Virus menyebar retrograd melalui saraf perifer ke SSP
Infeksi langsung melalui sirkulasi darah ke meninges
Infeksi ditularkan melalui gigitan nyamuk dan viremia
Virus menyebar hematogen ke lobus temporal
Seorang pria berusia 45 tahun datang ke IGD dengan keluhan kaku pada bagian rahangnya, sulit membuka mulut. Pasien juga mengeluh kejang dan kaku dimulai
dari otot perut, hingga punggung yang semakin sering sejak 2 hari terakhir. Pasien memiliki riwayat luka tertusuk paku berkarat di telapak kaki 10 hari yang lalu, yang hanya dibersihkan seadanya tanpa perawatan medis. Saat ini pasien tampak gelisah, suhu 38,5°C, tekanan darah 140/90 mmHg, denyut nadi 110 x/menit. Pada pemeriksaan, terdapat spasme otot generalisata terutama saat dirangsang suara, disertai opisthotonos. Yang bukan merupakan tatalaksana untuk kasus diatas...
Debridement luka untuk menghilangkan sumber produksi toksin
B. Sedasi dan relaksasi otot dengan benzodiazepin untuk mengontrol spa
Sedasi dan relaksasi otot dengan benzodiazepin untuk mengontrol spasme
Pemberian kortikosteroid dosis tinggi untuk menekan inflamasi SSP
akibat toksin
Pemberian antibiotik seperti metronidazole ataupun penisiline G untuk eradikasi Clostridium tetani
Pemasangan NGT,tatalaksana jalan nafas dan perawatan ruang ICU bila
didapatkan tanda tanda gawat nafas
Seorang anak laki-laki usia 2,5 tahun dibawa orang tuanya ke poliklinik dengan keluhan belum bisa berdiri dan berbicara. Riwayat perkembangan secara
keseluruhan lambat. Riwayat trauma maupun infeksi berat disangkal. saat hamil ibu os mengalami eklampsia sehingga harus diterminasi saat kehamilan 30 minggu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kelumpuhan keempat anggota gerak dengan
tonus otot dan refleks tendon meningkat. Diagnosis yang paling tepat untuk penyakit ini adalah:
ADHD
Penyakit asperger
Retardasi mental
Palsi serebral
Stroke
Seorang anak laki-laki usia 2,5 tahun dibawa orang tuanya ke poliklinik dengan keluhan belum bisa berdiri dan berbicara. Riwayat perkembangan secara
keseluruhan lambat. Riwayat trauma maupun infeksi berat disangkal. saat hamil ibu os mengalami eklampsia sehingga harus diterminasi saat kehamilan 30 minggu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kelumpuhan keempat anggota gerak dengan tonus otot dan refleks tendon meningkat. Apa penanganan untuk pasien tersebut di atas?
Cognitive behavioral therapy untuk meningkatkan kemampuan kognitif
Sensory integrated therapy untuk merangsang sensorik penderita
Electrocortical therapy untuk mengendalikan perilaku penderita
Multidisciplinary team untuk memaksimalkan fungsi dan
antispasmodik.
Terapi farmakologis saja
Seorang anak Laki-laki usia 6 tahun dibawa ke poliklinik saraf untuk
pemeriksaan EEG karena keluhan sering bengong selama beberapa detik. Apa
kemungkinan hasil EEG pada pasien tersebut
Burst suppression
Slow spike and wave complex
3Hz spike and wave complex
Periodic lateralized epileptiform discharges
Hypsaritmia
Seorang bayi laki-laki usia 7 bulan dibawa ke klinik tumbuh kembang karena orang tua khawatir bayi tampak lemas dan perkembangan motoriknya lambat. Pada pemeriksaan, ketika bayi dipegang dalam posisi tengkurap horizontal, kepala tidak dapat terangkat dengan baik, batang tubuh tampak hipotonik, dan reaksi ekstensi Landau tidak muncul sesuai usia seharusnya. Apa interpretasi dari temuan pada
pemeriksaan ini?
Refleks Landau hilang saat usia 4 bulan
Refleks Landau hilang karena adanya retardasi mental
Keterlambatan munculnya refleks Landau yang menandakan adanya
gangguan motorik (hipotonia)
Refleks Landau patologis yang menunjukkan rigiditas deserebrasi
Refleks Landau hanya muncul pada bayi dengan hypertonus
Pria, 72 tahun, datang dengan keluhan kelemahan pada tangan dan kaki yang progresif selama beberapa bulan terakhir. Pasien melaporkan kesulitan dalam
menggenggam objek maupun menaiki Tangga. Saat mencoba untuk membuat kepalan tangan, pasien mengalami fleksi jari yang tidak lengkap.Namun, pasien mampu membuka jari-jarinya dengan kekuatan penuh. Kekuatan Ekstensi lutur berdasarkan Medical Research Council (MRC) 4/5 sedangkan fleksi lutur 5/5. Otot-otot dorsifleksor dan plantar fleksor kaki memiliki kekuatan 4/5. Hasil laboratorium menunjukkan
peningkatan kadar Creatinin Kinase (CK). Berdasarkan pola kelemahan yang terjadi pada pasien, diagnosis yang paling mungkin adalah....
Poliomiositis
Nonaka Myopathy
Inclusion Body Myositis
Dermatomyositis
Duchenne Muscular Dystrophy
Seorang Wanita usia 25 tahun dengan riwayat epilepsy, berencana untuk hamil
Obat apa yang harus dihindari?
Fenitoin
Topiramat
Lamotrigin
Levetiracetam
Karbamazepin
Seorang pasien 17 tahun mengalami rasa takut disertai gerakan mengecap-ngecap, tangan kanan mengelus-elus dada, tidak berespons saat dipanggil, tangan kiri kaku tidak bergerak selama hampir 2 menit setelah itu terlihat bingung. Berdasarkan semiology pasien ini, dimanakah lokalisasi dan lateralisasi dari semiology
ini?
Lobus Frontal kanan
Lobus Frontal kiri
Lobus Temporal kanan
Lobus temporal kiri
Non epileptic seizure
Gambaran EEG di bawah ini sering ditemukan pada syndrome epilepsy apa?
JME
JAE
CAE
SeLEAS
SeLECTs
Seorang laki-laki berusia 65 tahun dikonsulkan dari Pulmonologist karena mengalami bangkitan berupa wajah tertarik ke kiri diikuti bilateral tonik klonik dan
penurunan kesadaran. Pasien dengan Riwayat Ca paru. Pemeriksaan MRI otak menunjukkan adanyanya metastasis intracranial dengan perifocal udema yang luas sehingga perlu diberikan steroid. Apa pilihan obat anti bangkitan yang tepat pada pasien ini?
Phenitoin
Carbamazepin
Oxcarbazepin
Lamotrigine
Levetiracetam
Seorang anak 10 tahun dibawa ke poli saraf karena sering mimpi buruk. Pasien saat tidur sekitar 1-2 jam setelah terlelap tiba-tiba bangun, berteriak-teriak, bahkan menangis, kemudian tidur lagi. Pasien tidak ingat mimpi apa dan apa yang terjadi jika
ditanyakan keesokan harinya. Apa diagnosis pasien ini?
Nightmare
Night terror
Sleep talking
Sleep walking
REM Behavioral Disorders
Seorang pasien laki-laki, 65 tahun dilaporkan istrinya sering mimpi buruk. Saat
tidur pasien berteriak-teriak menendang dan memukul sampai istrinya jatuh dari tempat
tidur. Kelainan neurologis apakah yang berhubungan dengan kejadian ini?
Epilepsi
Muscular disorders
Neuro muscular disorders
Penyakit degenerative otak
Penyakit autoimuin
Kelainan apakah yang ditunjukkan pada PSG tersebut di bawah ini?
Obstruktif apnoe
Obstruktif hipopnoe
Central sleep apnoe
Central sleep hipopnoe
Parasomnia
Laki - Laki, 69 tahun, perokok aktif, diabetes dan hipertensi tidak terkontrol, mengeluhkan riwayat pandangan kabur pada mata kanan secara tiba-tiba dengan durasi 5 menit, lalu pulih kembali. Gejala bersifat hilang timbul dalam 1 minggu ini. Nyeri kepala dan mual muntah disangkal. Hasil pemeriksaan tidak ditemukan defisit neurologis, tajam penglihatan normal. Hasil angiografi menunjukkan Stenosis ICA
Dextra 92% Tatalaksana yang tepat untuk pasien ini adalah:
Best Medical Treatment
Carotid Endarterectomy
Carotid Artery Angioplasty dengan Stenting
Pengobatan Konservatif dengan double antiplatelet
IV Trombolisis Cito dilanjutkan dengan Tatalaksana Endovaskular
Wanita, 26 tahun, mengeluhkan nyeri kepala progresif sejak 4 hari, disertai penglihatan kabur dan kelemahan lengan kanan. Pasien tidak sedang hamil dan tidak
menggunakan kontrasepsi hormonal. Hasil angiografi terlampir. Pernyataan yang tepat terkait tatalaksana kasus diatas adalah
Pemberian antikoagulan dapat dilanjutkan selama 3-6 bulan
Pemberian antikoagulan dapat dilanjutkan selama 6-12 bulan
Target INR pasca pemberian antikoagulan adalah 1,0 – 2,0
Terapi konservatif dengan double antiplatelet dan lipid-lowering agent.
Tidak direkomendasikan pemberian antikoagulan pada kasus tersebut.
Seorang perempuan berusia 56 tahun datang ke polklinik saraf dengan keluhan kelemahan keempat anggota gerak sejak 6 bulan yang lalu. Kelemahan ini berlangsung perlahan-lahan diawali rasa kesemutan pada keempat ekstremitas bagian distal kemudian diikuti kelemahan sampai otot proksimal. Otot-otot bulbar dalam batas normal. Pemeriksaan KHS menunjukkan multifokal blok konduksi, perlambatan
kecepatan hantar saraf, dan penurunan amplitudo CMAP yang minimal. Pemeriksaan CSF menunjukkan peningkatan protein dengan jumlah sel yang normal.
Apakah kemungkinan diagnosis kasus di atas?
AIDP
AMSAN
AMAN
CIDP
Miller-Fisher sindrome
Seorang ibu rumah tangga usia 42 tahun datang ke poliklinik saraf dengan keluhan sering kesemutan pada kedua tangannya sejak 1 tahun yang lalu. Kesemutan pada tangan kanan terutama pada ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah. Keluhan terutama pada malam hari saat istirahat. Bila tangan dikibaskan maka rasa kesemutan tersebut akan sedikit berkurang. Pemeriksaan fisik tinnel sign (+), phalen sign (+), tampak juga atrofi pada otot-otot thenar. Hasil KHS didapatkan pemanjangan latensi N. Medianus
kanan. Berapakah derajat klasifikasi klinis menurut Rosenbaum pada kasus ini?
Kelas 0: asimptomatik
Kelas 1a: simptomatik intermitten, hasil tes (-), defisit neurologis (-)
Kelas 1b: simptomatik intermitten, hasil tes (+), defisit neurologis (-)
Kelas 2: simptomatik persisten, gejalanya kontinu, defisit neurologis bisa (+) atau (-)
Kelas 3: berat, defisit neurologis (+), dengan gangguan aksonal
Seorang wanita usia 40 tahun datang ke poliklinik saraf dengan keluhan utama pandangan dobel. Keluhan ini dirasakan sejak 3 bulan yang lalu, hilang timbul,
terutama sore hari dan diperberat dengan aktivitas fisik. Dari pemeriksaan neurologi didapatkan kelemahan sedang pada keempat anggota gerak dan gangguan ringan pada proses menelan. Tes Wartenberg positif. Pemeriksaan Repetitive Nerve Stimulation menunjukkan decreament gelombang 1 dan 4 lebih dari 10%. Setelah diberikan
pengobatan dengan pyridostigmin dosis maksimal, hasilnya tidak ada perbaikan. Terapi apa yang perlu ditambahkan untuk kasus ini?
Obat imunosupresan
Kortikosteroid
Timektomi
Imunoglobulin
Kombinasi kortikosteroid dan imunosupresan
Seorang anak laki-laki usia 5 tahun dibawa ke poliklinik saraf dengan keluhan sulit berdiri dari posisi jongkok. Dari anmnesis didapatkan riwayat perkembangan normal sampai usia 3 tahun, sejak itu secara berangsur-angsur terdapat kelemahan pada kedua
tungkai. Saat berdiri dari posisi duduk, tangan merambat pada kedua tungkai. Pada pemeriksaan fisik terdapat atrofi otot gastronemius. Gower Sign(+). Refleks fisiologis menurun dan refleks patologis (-). Saat kehamilan dan persalinan normal. Riwayat
keluarga kakak perempuan normal. Orang tua tidak mempunyai saudara. Gen apa yang terlibat pada patologi kasus di atas?
Glucose 6 phospatase
Hexosaminidase B
Myosin
Dystrophin
Actin
Seorang laki-laki usia 55 tahun datang ke poliklinik saraf dengan keluhan utama kelemahan keempat anggota gerak sejak 5 bulan yang lalu. 1 bulan kemudian penderita mengeluh suara menjadi sengau diikuti bila minum kadang-kadang tersedak. Baal dan
kesemutan tidak ditemukan. Pemeriksaan fisik didapatkan tetraparesis, refleks fisiologis meningkat pada keempat ekstremitas, klonus ankle dan patella (+), otot tangan atrofi (+), lidah atrofi (+) fasikulasi (+), refleks Hoffman-Tromner (+), refleks babinski (+). Pemeriksaan EMG didapatkan KHS normal; terdapat spontaneous activity, giant action potential. Dx ALS
Apakah pemberian terapi pada kasus di atas?
Kortikosteroid
Imunoglobulin
Riluzole
Pyridostigmin
Plasmapharesis
.Seorang perempuan 47 tahun datang ke poli saraf dengan keluhan nyeri pada wajah sebelah kiri yang terjadi tiba-tiba. Nyeri seperti ini sudah berulang sejak 4 bulan yang lalu. Nyeri berlangsung kurang lebih 1 menit. Keluhan ini diprovokasi dengan mengosok gigi, makan, mengunyah, dan tiupan angin. Nyeri dapat hilang dengan sendirinya. Pada pemeriksaan neurologis ditemukan gangguan sensorik berupa
kausalgia dengan pola sebaran N. trigeminus cabang 1 dan 2 kiri. Visual Analog Scale (VAS) adalah 8.
Pemeberian terapi yang memiliki bukti evidens terbaik adalah?
Karbamazepin (200-1200 mg/hari).
Okskarbazepin (600-1800 mg/hari).
Pregabalin (150-600 mg/hari).
Baclofen (40-80 mg/hari)
Seorang laki-laki 23 tahun datang ke ruang gawat darurat dengan luka bacok pada tangan kanan setelah terlibat perkelahian. Penanganan awal terhadap penderita ini dengan membersihkan luka dan dilakukan penjahitan luka. Kemudian penderita
diberika obat-obat analgetik dan antibiotika. Setelah perawatan luka penderita mengeluhkan nyeri pada bekas luka bacon tersebut. VAS 5. Jenis serabut saraf yang terlibat pada kasus diatas adalah?
A-alfa (serabut bermielin) dan B (serabut bermielin).
A-beta (serabut bermielin) dan B (serabut bermielin).
A-gamma (serabut bermielin) dan C (serabut tidak bermielin).
A-delta (serabut bermielin) dan C (serabut tidak bermielin).
B (serabut bermielin) dan C (serabut tidak bermielin).
Seorang perempuan, 51 tahun, datang ke Poliklinik IP Saraf dengan keluhan nyeri seperti ditusuk-tusuk, tiba-tiba dan hebat, didaerah pipi kanan dan wajah kanan atas, telah berlangsung selama 3 bulan terakhir. Durasi nyeri berlangsung selama 10-30 detik dan diperhebat oleh gerakan mengunyah, mencuci muka atau menyikat gigi. Serangan terakhir dialami sekitar 2 hari yang lalu. Pemeriksaan fisik umum dan neurologik lainnya dalam batas normal. Dimana kemungkinan lokalisasi lesi pada kasus ini?
Duramater di area temporal kanan
Duramater di area frontal kanan
Nervus V1 dan V2 kanan
Sinus maksilaris kanan
Gigi geligi kanan atas
Seorang perempuan, 51 tahun, datang ke Poliklinik IP Saraf dengan keluhan nyeri seperti ditusuk-tusuk, tiba-tiba dan hebat, didaerah pipi kanan dan wajah kanan atas, telah berlangsung selama 3 bulan terakhir. Durasi nyeri berlangsung selama 10-30 detik dan diperhebat oleh gerakan mengunyah, mencuci muka atau menyikat gigi. Serangan terakhir dialami sekitar 2 hari yang lalu. Pemeriksaan fisik umum dan neurologik lainnya dalam batas normal. Apa diagnosis yang paling mungkin untuk kasus ini?
Temporomandibular disorders
Neuralgia trigeminal
Atypical facial pain
Chronis sinusitis
Dental diseases
Laki-laki 55 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan sakit kepala hebat dan pasien
cenderung tidur. Pada pemeriksaan didapatkan GCS 14, TD 220/110, HR 84. Tekanan darah pasien termasuk hipertensi emergensi. Manakah yang bertanggung jawab sebagai regulator utama tekanan darah?
Jantung
Sistem saraf simpatis
Kelenjar Adrenal
Sistem saraf parasimpatis
Ginjal
Pasien perempuan 45 tahun dirawat di Unit Stroke dengan CVD Stroke Iskemik, pasien dgn riwayat penyakit jantung bawaan dan dicurigai penyebab strokenya adalah emboli paradoksikal. Manakah yang tepat untuk suatu emboli paradoksikal?
Sumber dari klot intrakardiak
Sumber emboli dari lemak
Sumber dari klot atau plak arteri sepertia. Karotis
Sumber dari vena sistemik
Sumber emboli dari udara dalam darah
Seorang laki-laki usia 60 tahun, datang ke RS dengan keluhan gerakan gemetar pada tangan sejak 3 tahun yang lalu. Gemetar dirasakan penderita jika tidak digerakkan. Gemetar pada kedua tangan, semula ringan pada tangan kanan dan tidak terlalu mengganggu tetapi lama kelamaan semakin hebat pada kedua tangan terutama pada saat pasien dalam keadaan tidur, mengalami kelambatan dalam bergerak dan mengalami gangguan keseimbangan dalam berjalan. Pasien ini telah didiagnosis dengan Penyakit Parkinson dan telah diterapi dengan Levodopa. Dalam beberapa minggu ini dijumpai keluhan gemetar semakin bertambah sebelum waktu pemberian obat selanjutnya. Apakah komplikasi motorik yang terjadi pada pasien tersebut ?
Wearing Off
Fenomena On Off
Tardive Dyskinesia
Distonia
Chorea
Seorang perempuan usia 66 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan gerakan menyentak dan menari pada tangan dan tungkai sejak 1 bulan yang lalu. Riwayat adanya perubahan tingkah laku dan penurunan daya ingat sejak 3 tahun yang lalu. Riwayat keluarga mengalami hal yang sama dijumpai. Pemeriksaan neurologis dijumpai gerakan choreiform, bradikinesia, pengurangan ekspresi wajah, Pemeriksaan kognitif didapatkan gangguan atensi, fungsi eksekutif dan memori. Apakah diagnosis yang tepat pada kasus di atas ?
Benign Hereditary Chorea
Neuroacanthocytosis
Senile Chorea
Wilson Disease
Huntington Disease
Seorang laki-laki berusia 60 tahun, datang ke RS dengan keluhan gerakan gemetar pada tangan sejak 3 tahun yang lalu. Gemetar dirasakan penderita jika tidak digerakkan. Gemetar pada kedua tangan, semula ringan pada tangan kanan dan tidak terlalu mengganggu tetapi lama kelamaan semakin hebat pada kedua tangan terutama pada saat pasien dalam keadaan tidur. Pasien mengalami kelambatan dalam bergerak dan mengalami gangguan keseimbangan dalam berjalan. Berdasarkan kasus ini pasien tersebut termasuk stadium berapa berdasarkan skala Hoehn and Yahr Stage?
Stadium I
Stadium II
Stadium III
Stadium IV
Stadium V
Seorang laki – laki usia 65 tahun datang ke poliklinik neurologi dengan keluhan nyeri pada wajah kanan disertai kedutan dan terasa seperti tertarik. Hal ini dialami pasien sejak 1 tahun yang lalu dan semakin memberat dalam 2 bulan ini. Keluhan ini semakin memberat jika pasien berbicara dan membaik pada saat tidur. Apakah diagnosis yang tepat pada kasus di atas ?
Bell’s Palsy
Blefarospasme
Spasme Hemifasial
Miokimia
Synkinesis
Pada pemeriksaan seorang laki-laki 61 tahun dikonsulkan dari poliklinik dengan gangguan penglihatan. Pada pemeriksaan funduskopi kedua mata ditemukan adanya crossing phenomenon. Dengan penemuan tersebut, hasil pemeriksaan funduskopi ditetapkan dengan?
Papil udem
Papil atrofi sekunder
Retinopati hipertensi
Papil atrofi primer
Retinopati diabetik
Wanita 22 tahun, datang ke IGD dengan keluhan nyeri mata kanan disertai penglihatan menurun. Pemeriksaan didapatkan defek aferen pupil kanan dan papilitis pada funduskopi. Tidak ada gejala neurologis sebelumnya. Terapi yang tepat pada kasus di atas adalah:
Oral prednisone
Intravenous methylprednisolone
Cyclophosphamide
Plasma exchange
Intravenous gamma globulin
Wanita 50 thn, datang ke poliklinik dengan keluhan vertigo akut, onset 1 minggu. Sejak 1 bulan yang lalu dijumpai rasa penuh pada telinga kanan dan perasaan bunyi, namun menghilang dalam beberapa hari. Tiga minggu kemudian keluhan ini muncul kembali disertai penurunan pendengaran dan nyeri pada telinga kanan. Nistagmus dapat muncul disertai serangan vertigo. Pada awal serangan dijumpai nistagmus dengan komponen lambat menjauhi labirin yang terlibat, beberapa detik dan menit kemudian arah komponen lambat nistagmus berubah menuju labirin yang terlibat.
Sebutkan jenis nistagmus yang muncul pada kasus ini?
Nistagmus kongenital
Nistagmus recovery
Nistagmus gaze-evoked
Nistagmus posisional
Nistagmus vestibularis
Laki-laki, 32 tahun datang ke IGD dengan keluhan pusing berputar sejak 2 hari yang lalu. Pusing muncul mendadak, sangat hebat disertai mual-muntah dan berlangsung terus-menerus. Riwayat batuk-pilek 1 minggu sebelumnya. Pada pemeriksaan fisik terdapat nistagmus unidireksional ke kanan dan tuli sensorineural kiri. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk kasus di atas?
Neuritis vestibular kanan
Neuritis vestibular kiri
Labirintis kanan
Labirintis kiri
Penyakit meniere
Seorang wanita 25 tahun menjalani pemeriksaan EEG rutin. Saat pemeriksaan didapatkan gelombang tajam di occipital bilateral seperti yang tampak pada rekaman EEG dibawah ini.Tindakan apa yang dapat dilakukan untuk memastikan bahwa temuan tersebut benar merupakan gelombang variasi normal?
Meminta pasien bangun dari tidur
Meminta pasien menggerakkan tangan kanan, gelombang mu akan tersupresi dengan gerakan tangan kontralateral
Meminta pasien menutup mata, gelombang lambda akan menghilang ketika mata tertutup
Mengulang prosedur hiperventilasi
Meminta pasien batuk
Seorang laki-laki berusia 55 tahun datang dengan keluhan nyeri punggung atas yang semakin memberat sejak 3 bulan terakhir. Pasien juga mengeluhkan kelemahan pada kedua tungkai dan kesulitan berjalan. Dalam 2 minggu terakhir, pasien mengalami kesulitan menahan buang air kecil. Pada pemeriksaan fisik didapatkan spastisitas pada kedua tungkai, refleks patella +4/+4, serta Babinski (+) bilateral.
Pemeriksaan CT dan MRI tulang belakang torakal menunjukkan sebagai berikut
.
Vertebra plana
Nodus Schmorl
Kelainan bentuk Gibbus
Hemivertebra
Benar semua
Seorang wanita berusia 42 tahun datang dengan keluhan nyeri punggung tengah sejak 1 tahun yang semakin memberat, terutama saat berdiri lama. Pasien juga mengeluhkan rasa baal pada kedua tungkai serta kelemahan progresif sejak 3 bulan terakhir. Ia sering jatuh saat berjalan karena tungkai terasa kaku. Pada pemeriksaan fisik didapatkan spastisitas pada kedua tungkai, hiperrefleksia, serta tanda Babinski positif bilateral. Dilakukan pemeriksaan MRI tulang belakang torakal dengan kontras. Hasil menunjukkan adanya massa yang menekan medula spinalis dari arah lateral.
Apa diagnosis yang paling mungkin?
Schwannoma
Ependymoma
Meningioma
Hemangioblastoma
Paraganglioma
Seorang perempuan 54 tahun datang dengan keluhan nyeri punggung bawah yang menjalar ke kaki kanan, kadang disertai penurunan sensasi. Riwayat pekerjaan sebelumnya adalah tukang jamu gendong.Spinal stenosis pada tingkat yang ditunjukkan terutama disebabkan oleh hal berikut ini?
Tonjolan cakram (Bulging disc)
Herniasi diskus
Hipertrofi faset
Penebalan ligamentum flavum
Fraktur vertebrae
Seorang wanita 58 tahun datang ke IGD dengan hemiparesis kiri sejak 1 jam lalu. Dokter mencurigai stroke iskemik akut. Berdasarkan data epidemiologi, kemungkinan pasien dengan gejala ini mengalami stroke iskemik adalah 60%. Dilakukan pemeriksaan CT perfusi, yang memiliki sensitivitas 92% dan spesifisitas 85% untuk mendeteksi adanya iskemia serebral. Setelah hasil CT perfusi menunjukkan positif, dokter ingin mengetahui berapa besar probabilitas pasien ini benar-benar mengalami stroke iskemik.
Metode statistik apa yang digunakan untuk menjawab pertanyaan tersebut?
ROC–AUC
Fagan’s nomogram
Post-test probability
Uji sensitivitas
Likelihood Ratio
