NEW
Font size
WorksheetsKuis Pelayanan Home Care
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Salah satu alasan penting mengapa pelayanan ini berkembang adalah :
Keterbatasan jumlah sekolah perawat di Indonesia
Adanya program KB nasional
Banyaknya perawat yang bekerja di luar negeri
Perkembangan teknologi transportasi dan komunikasi
Adanya kebutuhan pasien terhadap pelayanan Kesehatan yang berkesinambungan di rumah
Hal ini bertujuan :
Mengurangi jumlah lulusan perawat yang menganggur
Menurunkan angka pasien rawat jalan di puskesmas
Meningkatkan mutu hidup pasien dengan pendekatan holistik di rumah
Menggantikan peran keluarga dalam merawat anggota yang sakit
Menurunkan biaya pendidikan tenaga kesehatan
Yang dimaksud dengan peran ini adalah :
Memberikan asuhan keperawatan langsung sesuai kebutuhan dasar lansia
Menjadi penghubung antara lansia dengan tenaga kesehatan lainnya
Menjadi pendidik bagi keluarga dalam merawat lansia
Memberikan motivasi kepada lansia untuk aktif di masyarakat
Melakukan penelitian tentang masalah lansia
Fungsi perawat lansia dalam menjalankan asuhan keperawatan adalah :
Menetapkan kebijakan pelayanan kesehatan lansia di puskesmas
Membantu lansia dalam memenuhi kebutuhan dasar biologis, psikologis, sosial, dan spiritual
Melakukan pengobatan medis secara mandiri
Menentukan diagnosa medis dan resep obat
Menggantikan peran keluarga sepenuhnya dalam merawat lansia
Salah satu tugas perawat lansia sebagai educator adalah :
Menyusun rencana program pembangunan kesehatan lansia tingkat nasional
Memberikan pelatihan dan edukasi kepada lansia serta keluarga mengenai pola hidup sehat
Melakukan pemeriksaan laboratorium secara rutin
Memberikan keputusan medis tentang tindakan operasi
Menjadi penanggung jawab keuangan keluarga lansia
Salah satu penyakit degeneratif yang sering dialami lansia akibat proses penuaan adalah :
Campak
Tuberkulosis
Osteoartritis
Demam berdarah
Varisela
Hipertensi banyak terjadi pada lansia, disebabkan oleh :
Kebiasaan olahraga yang berlebihan
Tingginya metabolisme tubuh pada lansia
Produksi hormon adrenalin yang semakin menurun
Penurunan elastisitas pembuluh darah seiring penuaan
Kelebihan hormon insulin pada usia lanjut
Tujuan utama pemasangan diapers pada pasien tirah baring adalah :
Mencegah pasien bergerak terlalu banyak di tempat tidur
Membatasi mobilitas pasien untuk mempercepat penyembuhan
Mengurangi kebutuhan cairan pasien
Menjaga kebersihan pasien dari urin dan feses agar tetap nyaman
Menggantikan fungsi perawat dalam melakukan perawatan eliminasi
Manfaat penggunaan diapers pada pasien bedrest antara lain adalah :
Mempercepat penyembuhan luka operasi secara langsung
Mengurangi risiko inkontinensia urin
Manfaat penggunaan diapers pada pasien bedrest antara lain adalah :
Mempercepat penyembuhan luka operasi secara langsung
Mengurangi risiko inkontinensia urin
Membantu keluarga atau perawat dalam mempermudah perawatan eliminasi
Mengurangi kebutuhan pasien untuk mendapatkan cairan intravena
Mencegah pasien tidur lebih dari 6 jam
Salah satu efek samping penggunaan diapers yang tidak diganti secara teratur pada pasien tirah baring adalah :
Infeksi saluran kemih dan iritasi kulit
Dehidrasi
Hipertensi
Konstipasi
Gangguan pendengaran
Prinsip penting yang harus diperhatikan saat pemasangan diapers pada pasien tirah baring adalah :
Menggunakan diapers yang berukuran lebih kecil agar lebih ketat
Membersihkan area genital dengan teknik bersih dan menjaga privasi pasien
Menutup seluruh tubuh pasien dengan diapers agar lebih hangat
Memasang diapers tanpa memperhatikan kenyamanan pasien
Mengurangi frekuensi perawatan kulit untuk mencegah kelembaban
Jenis diapers yang paling sering digunakan pada pasien lansia dengan kondisi inkontinensia urin adalah :
Diapers kain sekali pakai
Diapers kain berlapis plastik
Diapers sekali pakai dengan daya serap tinggi
Diapers berbentuk celana pendek olahraga
Diapers berbahan kertas tipis
Salah satu tanda awal terjadinya dekubitus pada lansia akibat diapers adalah :
Luka terbuka yang dalam
Munculnya bercak kemerahan pada kulit yang tidak hilang bila ditekan
Timbulnya benjolan keras di bawah kulit
Kulit menjadi pucat dan kering seluruh tubuh
Terjadi perdarahan spontan pada kulit
Tujuan utama pemberian obat secara oral adalah :
Mempercepat penyerapan langsung ke dalam darah
Memberikan efek lokal pada kulit
Memberikan efek sistemik melalui saluran pencernaan
Menggantikan fungsi organ yang rusak
Mencegah terjadinya infeksi kulit
Hal yang harus diperhatikan saat memberikan obat oral pada lansia adalah :
Memberikan obat dalam dosis yang lebih tinggi
Lansia biasanya tidak memerlukan air untuk menelan obat
Menilai kemampuan menelan pasien terlebih dahulu
Memberikan obat sekaligus dalam jumlah banyak
Obat tidak boleh diminum dengan makanan
Teknik yang benar saat memberikan obat oral pada pasien tirah baring adalah :
Memberikan obat sambil pasien berbaring telentang
Meminta pasien duduk atau posisi semi-Fowler
Menaruh obat di bawah bantal pasien
Menyuruh pasien menahan napas saat menelan obat
Memecah tablet tanpa anjuran dokter
Tindakan perawat untuk mencegah aspirasi saat memberikan obat oral pada pasien lansia dengan gangguan menelan adalah :
Memberikan obat dalam posisi tidur miring
Menghancurkan obat tanpa izin dokter
Menggunakan posisi duduk tegak dan memberikan air sedikit demi sedikit
Meminta pasien menelan tanpa air
Memberikan obat secara cepat tanpa memperhatikan pasien
Obat yang bekerja untuk mencegah keadaan patologis dari penyakit adalah :
Analgetik
Hormon
Aqua proinjection
Vaksin
Sedatif
Peran obat secara umum adalah sebagai berikut, kecuali :
Menerapkan diagnosis
Mencegah penyakit
Menyembuhkan penyakit
Memulihkan atau rehabilitasi Kesehatan
Membawa perubahan
