Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Masa Kolonialisme dan Imperialisme

Total questions: 25

Worksheet time: 33mins

Name
Class
Date
1.

Analisis dampak jangka panjang dari penjelajahan samudra bangsa Eropa terhadap struktur kekuasaan lokal di Nusantara

a)

Meningkatkan kekuatan kerajaan lokal melalui perdagangan rempah-rempah

b)

Menumbuhkan kerja sama militer antara kerajaan Nusantara dan bangsa Eropa

c)

Menyebabkan perpindahan ibu kota kerajaan ke wilayah pesisir

d)

Melemahkan kekuasaan kerajaan lokal karena adanya intervensi politik Eropa

2.

Apa makna penting dari Perjanjian Tordesillas (1494) dalam konteks kedatangan bangsa Eropa ke wilayah Nusantara?

a)

Mengizinkan bangsa Eropa berbagi teknologi dengan Nusantara

b)

Menentukan batas kekuasaan antara Inggris dan Belanda di Asia Tenggara

c)

Memberi izin kepada Spanyol dan Portugis untuk membagi wilayah penjelajahan

d)

Mengatur perdagangan rempah-rempah antara Eropa dan Asia secara adil

3.

Dalam konteks sejarah global, apa perbedaan utama antara kolonialisme dan imperialisme dilihat dari cara pelaksanaannya?

a)

Kolonialisme lebih fokus pada dominasi budaya, sedangkan imperialisme pada perdagangan

b)

Kolonialisme menciptakan pemukiman di wilayah jajahan, sedangkan imperialisme mencakup dominasi secara lebih luas (pol, bud, eko)

c)

Kolonialisme menggunakan pengaruh politik secara tidak langsung, sedangkan imperialisme memakai kekuatan militer

d)

imperialisme bertujuan memajukan wilayah jajahan, sedangkan kolonialisme bertujuan mengeksploitasi

4.

Bagaimana imperialisme ekonomi berdampak terhadap perkembangan ekonomi di wilayah jajahan seperti Indonesia pada masa penjajahan Belanda?

a)

Menciptakan ketergantungan ekonomi terhadap negara penjajah

b)

Meningkatkan pemerataan pendapatan dan kesejahteraan petani

c)

Menyebabkan berkembangnya koperasi dan industri kecil di desa

d)

Meningkatkan daya saing industri lokal di pasar global

5.

Jika tujuan awal kolonialisme adalah untuk menguasai sumber daya alam, mengapa muncul perlawanan dari masyarakat pribumi? Analisislah alasan utamanya.

a)

Karena penjajahan menolak bekerja sama dengan bangsawan lokal

b)

Karena penjajahan dianggap sebagai bentuk pengkhianatan terhadap agama lokal

c)

Karena penjajahan menyebabkan penderitaan ekonomi dan ketidakadilan sosial bagi rakyat pribumi

d)

Karena penjajah memberi terlalu banyak kebebasan kepada rakyat jajahan

6.

Apa kebijakan penting yang diterapkan oleh Thomas Stamford Raffles selama masa kekuasaan Inggris di Indonesia (1811–1816)?

a)
Pengenalan sistem monarki absolut
b)
Penerapan sistem kolonial yang lebih ketat
c)
Penghapusan semua pajak di Indonesia
d)
Reformasi administrasi, penghapusan sistem feodal, dan pengenalan sistem pajak yang lebih adil.
7.

Apa peran VOC dalam proses kolonisasi Belanda di Nusantara?

a)

Menjadi alat negara Belanda untuk menguasai perdagangan dan politik

b)
VOC hanya berfokus pada pertanian di Nusantara.
c)
VOC tidak memiliki kekuasaan dalam perdagangan.
d)
VOC berperan sebagai pelindung budaya lokal.
8.

Mengapa Inggris menyerahkan kembali kekuasaan di Indonesia kepada Belanda melalui Konvensi London (1814)?

a)
Inggris merasa tidak mampu mengelola wilayah Indonesia secara efektif.
b)

Inggris menyerahkan kembali kekuasaan di Indonesia kepada Belanda

c)
Belanda meminta bantuan Inggris untuk melawan Prancis.
d)
Inggris ingin memperluas kekuasaan kolonialnya di Asia.
9.

Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, sistem tanam paksa atau cultuurstelsel diterapkan oleh Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch pada tahun 1830. Dalam sistem ini, rakyat dipaksa menanam tanaman ekspor seperti kopi, tebu, dan nila.

Apa dampak sistem tanam paksa terhadap kehidupan rakyat di pedesaan?

a)
Peningkatan hasil pertanian lokal
b)
Meningkatnya kebebasan bertani
c)
Peningkatan kesejahteraan masyarakat
d)

Terjadi kelaparan karena lahan untuk tanaman pangan berkurang

10.

Penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Eropa di Nusantara tidak berlangsung tanpa perlawanan. Di berbagai daerah, muncul tokoh-tokoh lokal yang menentang penjajah, baik VOC, Inggris, maupun Belanda.

Mengapa perlawanan terhadap penjajah pada awalnya sering gagal?

a)
Perlawanan selalu berhasil karena dukungan internasional yang kuat.
b)

karena kurangnya persatuan, keterbatasan sumber daya, dan kekuatan militer penjajah yang lebih unggul.

c)
Tokoh lokal tidak memiliki pengetahuan tentang strategi militer.
d)
Penjajah tidak memiliki kekuatan militer yang cukup untuk mengalahkan perlawanan.
11.

Meski Inggris hanya sebentar menjajah Nusantara, beberapa kebijakan Raffles memberikan pengaruh cukup besar, salah satunya di bidang ilmu pengetahuan dan sejarah.

Apa warisan penting dari Raffles bagi studi sejarah Indonesia?

a)

Mendirikan sekolah modern di seluruh Jawa

b)

Menyusun sistem pendidikan nasional pertama

c)

Menulis buku “The History of Java” yang mendokumentasikan budaya dan sejarah Jawa

d)

Mendirikan perpustakaan nasional di Batavia

12.

etelah VOC dibubarkan, pemerintah Belanda langsung mengambil alih kekuasaan kolonial di Indonesia. Untuk mempertahankan dominasinya, Belanda menerapkan berbagai strategi politik dan ekonomi.

Apa langkah strategis pemerintah Belanda untuk memperkuat kekuasaan kolonial pasca pembubaran VOC?

a)

Memberikan otonomi penuh kepada kerajaan lokal

b)

Menghapuskan praktik monopoli dagang

c)

Mengundang negara asing berinvestasi di Nusantara

d)

Menggunakan birokrasi kolonial dan sistem tanam paksa

13.

Perang Aceh merupakan salah satu perang paling panjang yang terjadi di Indonesia. Perlawanan rakyat Aceh terhadap Belanda dimulai sejak Belanda menyatakan perang pada tahun 1873. Rakyat Aceh memberikan perlawanan sengit yang dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Teuku Umar, Cut Nyak Dien, dan Panglima Polim. Strategi gerilya menjadi kekuatan utama rakyat Aceh dalam menghadapi serangan Belanda yang memiliki persenjataan lebih lengkap.

Apa strategi utama rakyat Aceh dalam menghadapi dominasi kekuatan militer Belanda?

a)

Penyerangan kota-kota besar dengan pasukan frontal

b)

Perang gerilya untuk menghindari kekuatan militer Belanda

c)

Diplomasi langsung dengan pemerintah Belanda

d)

Blokade laut terhadap kapal dagang Belanda

14.

Tuanku Imam Bonjol adalah tokoh utama dalam Perang Padri. Ia dikenal sebagai ulama dan pemimpin militer yang berani. Meski pada akhirnya ditangkap dan diasingkan, semangat perjuangannya terus dikenang.

Apa nilai keteladanan yang dapat diambil dari perjuangan Tuanku Imam Bonjol?

a)

Menyelesaikan konflik dengan menyerah sejak awal

b)

Berjuang dengan semangat keagamaan dan keberanian melawan ketidakadilan

c)

Melawan penjajah dengan strategi dagang

d)

Menyatukan masyarakat menjadi satu bagian

15.

Perang Maluku terjadi karena rakyat Maluku menolak kebijakan monopoli VOC atas rempah-rempah. Salah satu tokoh penting dalam perlawanan ini adalah Kapitan Pattimura, yang memimpin rakyat melawan VOC di Ambon dan sekitarnya.

Apa yang mendorong Pattimura dan rakyat Maluku melakukan perlawanan terhadap VOC?

a)
Penolakan terhadap kebijakan monopoli VOC atas rempah-rempah.
b)
Dukungan terhadap kebijakan perdagangan bebas
c)
Keinginan untuk bergabung dengan VOC
d)
Perjuangan untuk mendapatkan kekuasaan politik di Maluku
16.

Jika dilihat secara umum, perlawanan di berbagai daerah terhadap penjajahan Belanda sering kali bersifat lokal dan tidak terkoordinasi secara nasional.

Apa dampak dari tidak terkoordinasinya perlawanan daerah terhadap efektivitas perjuangan melawan kolonial?

a)
Dampak dari tidak terkoordinasinya perlawanan daerah adalah menurunnya efektivitas perjuangan melawan kolonial.
b)
Perlawanan daerah menjadi lebih terorganisir dan efektif.
c)
Dampak positif terhadap persatuan nasional.
d)
Meningkatnya dukungan internasional untuk perjuangan.
17.

erang Diponegoro terjadi karena ketidakpuasan Pangeran Diponegoro terhadap intervensi Belanda di Kasultanan Yogyakarta. Pemicu langsungnya adalah pemasangan patok jalan di tanah leluhur milik Diponegoro tanpa izin. Perang ini meluas hingga ke wilayah Jawa Tengah dan menjadi salah satu perlawanan terbesar dalam sejarah kolonial.

Mengapa Perang Diponegoro dianggap sebagai perlawanan yang mengancam kekuasaan Belanda secara serius?

a)

Karena Diponegoro menggunakan bantuan dari Inggris

b)

Karena melibatkan pasukan dari seluruh Nusantara

c)

Karena menyebar luas dan mendapatkan dukungan rakyat

d)

Karena Belanda tidak memiliki pasukan di Jawa

18.

Perhatikan strategi-strategi Belanda berikut ini dalam menghadapi perlawanan lokal:

  1. 1. Politik devide et impera

  2. 2. Membangun benteng militer di berbagai wilayah

  3. 3. Menyerahkan kekuasaan kepada tokoh adat lokal

  4. 4. Menggunakan perjanjian palsu untuk menipu tokoh perlawanan

  5. 5. Menerapkan sistem tanam paksa setelah konflik mereda

Strategi mana yang terbukti digunakan Belanda secara nyata?

a)

1, 2, dan 4

b)

2, 3, dan 5

c)

1, 2, dan 5

d)

2, 3, dan 5

19.

Perhatikan pola-pola umum dalam perlawanan daerah terhadap kolonialisme:

  1. 1. Bersifat lokal dan belum terkoordinasi nasional

  2. 2. Didominasi oleh kalangan bangsawan dan ulama

  3. 3. Seringkali berakhir karena tipu daya penjajah

  4. 4. Dilakukan dengan senjata modern dari luar negeri

  5. 5. Tidak pernah mengalami kekalahan

Pola mana yang umum ditemukan dalam perlawanan daerah?

a)

1, 2, dan 3

b)

2, 3, dan 5

c)

1, 4, dan 5

d)

2, 4, dan 5

20.

Jelaskan satu informasi yang kalian pahami tentang materi masa kolonialisme dan imperialisme dari BAB ini

4 lines
21.

Pangeran diponegoro ditangkap dengan cara tipu muslihat dalam suatu perjalanan dinas

a)

Benar

b)

Salah

22.

Cuultur stelsel adalah bentuk penerapan dari preanger stelsel

a)

Betul

b)

Salah

23.

Eksktirpasi adalah pemberian pajak terhadap hasil bumi

a)

Benar

b)

Salah

24.

Manakah dibawah ini yang merupakan penyerahan wajib hasil bumies

a)

Ekstirpasi

b)

Contingenten

c)

Verplichte leverantie

d)

Devide et impera

25.

Dibawah ini mana kebijakan yg dikeluarkan oleh raffles

a)

tanam paksa

b)

Cuultur stelsel

c)

Preanger stelsel

d)

Landrent