wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz Anfis: Integumentum Unggas

Total questions: 13

Worksheet time: 7mins

Name
Class
Date
1.
NAMA LENGKAP
4 lines
2.
NIM
4 lines
3.
KELAS (A atau B)
4 lines
4.
Otot abdomen pada unggas disusun oleh, kecuali…
a)
M. transversus abdominis
b)
M. obliquus abdominis externus
c)
M. coccygeus lateralis
d)
M. obliquus abdominis internus
5.
Faktor apa yang paling berperan dalam menentukan warna daging?
a)
Kadar myoglobin, pH akhir, oksidasi pigmen, serta faktor pakan dan genetika
b)
Jumlah serat otot putih dan merah, intensitas kontraksi, serta kadar glikogen
c)
Jumlah darah yang tersisa di jaringan, kecepatan rigor mortis, dan suhu penyimpanan
d)
Kandungan sarkoplasma, aktivitas saraf, serta aliran oksigen selama hewan hidup
6.
Seekor ayam menunjukkan gangguan pada otot yang bekerja tanpa disadari dan berfungsi mendorong makanan di saluran pencernaan. Berdasarkan tipe otot pada unggas, otot yang terganggu adalah …
a)
Otot rangka (skeletal muscle) karena berperan dalam mengepakkan sayap
b)
Otot jantung (cardiac muscle) karena hanya terdapat pada organ jantung
c)
Otot rangka (skeletal muscle) karena melekat pada kerangka tubuh
d)
Otot licin (smooth muscle) karena dikontrol oleh sistem saraf otonom
7.
Mengapa otot rahang pada unggas relatif kecil dibandingkan mamalia pemakan tumbuhan?
a)
Karena unggas memiliki gigi sehingga tidak perlu otot rahang besar
b)
Karena proses pencernaan mekanik dilakukan di gizzard, bukan di mulut
c)
Karena otot rahang tidak berhubungan dengan kebutuhan terbang
d)
Karena makanan unggas hanya berupa cairan sehingga tidak perlu dikunyah
8.
Mengapa M. supracoracoideus mampu mengangkat sayap meskipun terletak di bagian ventral (dada) unggas?
a)
Karena tendon supracoracoideus melewati foramen triosseum untuk menarik humerus ke atas
b)
Karena otot ini menempel langsung pada tulang humerus bagian dorsal
c)
Karena otot ini bekerja bersama M. pectoralis major dalam gerakan sayap ke atas
d)
Karena letaknya di dekat pusat gravitasi sehingga dapat mengontrol keseimbangan tubuh
9.
Lokasi otot terbang utama (M. pectoralis major dan M. supracoracoideus) dekat dengan pusat gravitasi tubuh unggas memberikan keuntungan …
a)
Menurunkan beban energi karena distribusi massa tubuh merata
b)
Memudahkan pernapasan karena otot dada dekat dengan paru-paru
c)
Menjaga keseimbangan tubuh saat terbang dan mendarat
d)
Mengurangi kebutuhan tendon untuk menghubungkan otot dengan tulang sayap
10.
Pada ayam pedaging modern, M. pectoralis major berkembang sangat dominan. Hal ini terutama memberikan keuntungan bagi peternak karena …
a)
Meningkatkan daya tahan terbang ayam pedaging
b)
Mengurangi kebutuhan pakan karena otot cepat tumbuh
c)
Menambah efisiensi sistem pernapasan melalui gerakan dada
d)
Memberikan persentase daging dada yang tinggi sebagai produk konsumsi utama
11.
Pada fase downstroke, kontraksi otot M. Pectoralis major berperan utama untuk …
a)
Mengangkat sayap melalui foramen triosseum
b)
Menjaga kestabilan scapula saat kepakan sayap
c)
Menurunkan sayap dan menghasilkan tenaga dorong ke bawah
d)
Menggerakkan humerus ke arah dorsal
12.
Seekor ayam broiler terlihat sulit mengepakkan sayapnya ke atas. Dari aspek anatomi otot terbang, kondisi ini paling mungkin disebabkan oleh …
a)
Pembesaran sternum yang menghambat kontraksi otot dada
b)
Mengecilnya otot Pectoralis major sehingga kontraksi untuk downstroke terganggu
c)
Cedera tendon M. Supracoracoideus yang melewati foramen triosseum
d)
Kekakuan scapula yang mengurangi fleksibilitas gerakan sayap
13.
Seekor ayam kampung yang dipelihara secara free-range (dibiarkan banyak bergerak di luar kandang) cenderung memiliki warna daging lebih gelap dibanding ayam broiler di kandang closed house. Faktor utama yang menjelaskan perbedaan ini adalah …
a)
Ayam broiler menghasilkan lebih banyak myoglobin karena pertumbuhan cepat
b)
Ayam broiler mendapatkan suplai oksigen lebih besar dari lingkungannya
c)
Ayam kampung memiliki lebih banyak serat merah akibat aktivitas fisik lebih tinggi
d)
Ayam kampung menyimpan lebih banyak glikogen sebagai cadangan energi