WorksheetsLatihan Soal Informatika BK
Total questions: 59
Worksheet time: 59mins
Manakah di bawah ini yang bukan merupakan contoh proposisi?
Hari ini hujan.
2 + 2 = 4.
Tutup pintu itu!
Semua kucing adalah mamalia.
Jakarta adalah ibu kota Indonesia.
Proposisi berikut: 'Semua mahasiswa pandai'. Negasi dari proposisi tersebut adalah:
Semua mahasiswa tidak pandai.
Tidak semua mahasiswa pandai.
Beberapa mahasiswa pandai.
Beberapa mahasiswa tidak pandai.
Tidak ada mahasiswa yang pandai.
Yang manakah di bawah ini merupakan contoh proposisi majemuk?
Langit biru.
5 adalah bilangan prima.
Jika hari ini hujan, maka saya akan membawa payung.
Kucing itu lucu.
Bumi itu bulat.
Nilai kebenaran dari proposisi '2 adalah bilangan genap dan 3 adalah bilangan ganjil' adalah:
Benar
Salah
Tidak dapat ditentukan
Mungkin benar
Mungkin salah
Proposisi 'Jika saya belajar dengan giat, maka saya akan lulus ujian' adalah contoh dari:
Konjungsi
Disjungsi
Implikasi
Biimplikasi
Negasi
Negasi dari 'Semua burung bisa terbang' adalah:
Semua burung tidak bisa terbang.
Tidak ada burung yang bisa terbang.
Beberapa burung bisa terbang.
Beberapa burung tidak bisa terbang.
Burung itu bisa terbang.
Negasi dari 'x > 5' adalah:
x < 5
x ≤ 5
x = 5
x ≥ 5
x ≠ 5
Manakah yang merupakan negasi yang benar dari 'Hari ini cerah'?
Hari ini tidak cerah.
Hari ini mendung.
Hari ini hujan.
Hari ini gelap.
Hari ini berawan.
Negasi dari 'Saya akan pergi ke pasar atau ke bioskop' adalah:
Saya akan pergi ke pasar dan ke bioskop.
Saya tidak akan pergi ke pasar atau ke bioskop.
Saya tidak akan pergi ke pasar dan tidak akan pergi ke bioskop.
Saya akan pergi ke pasar tetapi tidak ke bioskop.
Saya tidak akan pergi ke bioskop tetapi akan pergi ke pasar.
Negasi dari 'Jika saya kaya, maka saya bahagia' adalah:
Jika saya tidak kaya, maka saya tidak bahagia.
Saya kaya dan saya tidak bahagia.
Saya tidak kaya dan saya bahagia.
Jika saya bahagia, maka saya kaya.
Saya tidak kaya atau saya bahagia.
Konjungsi dari 'Hari ini hujan' dan 'Saya membawa payung' adalah:
Jika hari ini hujan, maka saya membawa payung.
Hari ini hujan atau saya membawa payung.
Hari ini hujan dan saya membawa payung.
Hari ini tidak hujan atau saya tidak membawa payung.
Saya membawa payung jika dan hanya jika hari ini hujan.
Kapan konjungsi bernilai benar?
Jika salah satu proposisi benar.
Jika kedua proposisi salah.
Jika kedua proposisi benar.
Jika proposisi pertama benar dan proposisi kedua salah.
Jika proposisi pertama salah dan proposisi kedua benar.
'Andi belajar matematika dan Budi belajar fisika' merupakan contoh dari:
Disjungsi
Implikasi
Konjungsi
Negasi
Biimplikasi
Manakah simbol yang tepat untuk menyatakan konjungsi?
∨
∧
→
↔
¬
Jika P bernilai benar dan Q bernilai salah, maka P ∧ Q bernilai:
Benar
Salah
Tidak dapat ditentukan
Mungkin benar
Mungkin salah
Jika P bernilai benar dan Q bernilai salah, maka P ∧ Q bernilai:
Benar
Salah
Tidak dapat ditentukan
Mungkin benar
Mungkin salah
Disjungsi dari 'Saya akan minum kopi' dan 'Saya akan minum teh' adalah:
Jika saya akan minum kopi, maka saya akan minum teh.
Saya akan minum kopi dan saya akan minum teh.
Saya akan minum kopi atau saya akan minum teh.
Saya tidak akan minum kopi atau saya tidak akan minum teh.
Saya akan minum kopi jika dan hanya jika saya akan minum teh.
Kapan disjungsi inklusif bernilai salah?
Jika salah satu proposisi benar.
Jika kedua proposisi salah.
Jika kedua proposisi benar.
Jika proposisi pertama benar dan proposisi kedua salah.
Jika proposisi pertama salah dan proposisi kedua benar.
'Saya akan pergi ke pantai atau saya akan pergi ke gunung' merupakan contoh dari:
Konjungsi
Implikasi
Disjungsi
Negasi
Biimplikasi
Manakah simbol yang tepat untuk menyatakan disjungsi?
∧
∨
→
↔
¬
Jika P bernilai benar dan Q bernilai salah, maka P ∨ Q bernilai:
Benar
Salah
Tidak dapat ditentukan
Mungkin benar
Mungkin salah
Implikasi 'Jika saya belajar, maka saya lulus' dapat ditulis sebagai:
Belajar → Lulus
Lulus → Belajar
Belajar ∧ Lulus
Belajar ∨ Lulus
¬Belajar → ¬Lulus
Kapan implikasi bernilai salah?
Jika anteseden benar dan konsekuen benar.
Jika anteseden salah dan konsekuen benar.
Jika anteseden benar dan konsekuen salah.
Jika anteseden salah dan konsekuen salah.
Selalu benar.
Dalam implikasi 'Jika P, maka Q', P disebut:
Konsekuen
Anteseden
Konjungsi
Disjungsi
Negasi
Kontraposisi dari 'Jika hujan, maka jalan basah' adalah:
Jika jalan basah, maka hujan.
Jika tidak hujan, maka jalan tidak basah.
Jika jalan tidak basah, maka tidak hujan.
Hujan jika dan hanya jika jalan basah.
Hujan atau jalan basah.
Jika P bernilai salah dan Q bernilai benar, maka P → Q bernilai:
Benar
Salah
Tidak dapat ditentukan
Mungkin benar
Mungkin salah
Biimplikasi 'Saya akan lulus jika dan hanya jika saya belajar' dapat ditulis sebagai:
Belajar → Lulus
Lulus → Belajar
Belajar ∧ Lulus
Belajar ∨ Lulus
Belajar ↔ Lulus
Kapan biimplikasi bernilai benar?
Jika kedua proposisi memiliki nilai kebenaran yang sama.
Jika kedua proposisi memiliki nilai kebenaran yang berbeda.
Jika salah satu proposisi benar.
Jika kedua proposisi salah.
Selalu benar.
Biimplikasi juga dikenal sebagai:
Implikasi satu arah
Implikasi dua arah
Konjungsi
Disjungsi
Negasi
'P jika dan hanya jika Q' dilambangkan dengan:
P → Q
Q → P
P ∧ Q
P ∨ Q
P ↔ Q
Jika P bernilai benar dan Q bernilai benar, maka P ↔ Q bernilai:
Benar
Salah
Tidak dapat ditentukan
Mungkin benar
Mungkin salah
Penalaran induktif bergerak dari:
Umum ke khusus
Khusus ke umum
Hipotesis ke kesimpulan
Kesimpulan ke hipotesis
Teori k
Penalaran induktif bergerak dari:
Umum ke khusus
Khusus ke umum
Hipotesis ke kesimpulan
Kesimpulan ke hipotesis
Teori ke observasi
Contoh penalaran induktif:
Semua manusia fana, Socrates adalah manusia, jadi Socrates fana.
Setiap burung yang saya lihat bisa terbang, jadi semua burung bisa terbang.
Jika hujan, maka jalan basah, hari ini hujan, jadi jalan basah.
Semua kucing adalah mamalia, semua mamalia adalah hewan, jadi semua kucing adalah hewan.
Berdasarkan teori gravitasi, sebuah apel akan jatuh dari pohon.
Kekuatan penalaran induktif terletak pada:
Kepastian kesimpulan
Probabilitas kesimpulan
Validitas argumen
Konsistensi premis
Kebenaran mutlak
Penalaran induktif sering digunakan dalam:
Pembuktian teorema matematika
Pengembangan teori ilmiah
Penyusunan kontrak hukum
Peramalan cuaca pasti
Logika formal
Yang bukan merupakan contoh penalaran induktif adalah:
Setiap hari matahari terbit dari timur, jadi besok matahari akan terbit dari timur.
Semua angsa yang saya lihat berwarna putih, jadi semua angsa berwarna putih.
Setiap siswa yang saya ajar lulus ujian, jadi siswa berikutnya yang saya ajar akan lulus ujian.
Jika suatu bilangan habis dibagi 4, maka bilangan tersebut habis dibagi 2. 12 habis dibagi 4, jadi 12 habis dibagi 2.
Setiap kali saya makan kacang, saya alergi. Jadi, saya alergi terhadap kacang.
Penalaran deduktif bergerak dari:
Khusus ke umum
Umum ke khusus
Observasi ke teori
Teori ke observasi
Hipotesis ke eksperimen
Contoh penalaran deduktif:
Setiap kali saya makan es krim, saya sakit perut. Jadi, es krim menyebabkan sakit perut.
Semua manusia fana, Socrates adalah manusia, jadi Socrates fana.
Setiap kucing yang saya lihat punya ekor, jadi semua kucing punya ekor.
Harga barang naik, jadi permintaan barang turun.
Setiap kali saya minum kopi, saya tidak bisa tidur. Jadi kopi menyebabkan saya susah tidur.
Ciri khas penalaran deduktif adalah:
Kesimpulan bersifat probabilitas
Kesimpulan bersifat generalisasi
Kesimpulan pasti benar jika premis benar
Kesimpulan selalu baru
Kesimpulan memerlukan observasi
Bentuk penalaran deduktif yang paling umum adalah:
Analogi
Generalisasi
Silogisme
Abduksi
Induksi
Manakah yang merupakan contoh silogisme yang valid?
Semua kucing adalah mamalia, semua anjing adalah mamalia, jadi semua kucing adalah anjing.
Semua ikan hidup di air, paus hidup di air, jadi paus adalah ikan.
Semua manusia adalah makhluk hidup, semua makhluk hidup membutuhkan makanan, jadi semua manusia membutuhkan makanan.
Beberapa siswa rajin, beberapa orang rajin sukses, jadi semua siswa sukses.
Jika hujan, maka jalan basah. Jalan basah, jadi hujan.
Penalaran abduktif bertujuan untuk:
Membuktikan kebenaran suatu teori
Menjelaskan suatu observasi yang mengejutkan
Menggene
Seorang detektif menemukan sidik jari di tempat kejadian perkara. Ia menyimpulkan bahwa tersangka pernah berada di sana. Ini adalah contoh dari:
Penalaran deduktif
Penalaran induktif
Penalaran abduktif
Penalaran analogis
Generalisasi
Nilai desimal dari bilangan biner 1010 adalah:
5
8
10
12
15
Nilai desimal dari bilangan biner 11001 adalah:
13
25
26
27
29
Bilangan biner 11111 sama dengan bilangan desimal:
15
30
31
32
63
Konversi bilangan biner 100001 ke desimal adalah:
17
32
33
34
35
Hasil konversi bilangan biner 10110 ke desimal adalah:
16
20
22
24
26
Nilai desimal dari bilangan oktal 23 adalah:
17
19
23
25
27
Bilangan oktal 45 sama dengan bilangan desimal:
35
36
37
38
39
Konversi bilangan oktal 100 ke desimal adalah:
60
64
65
66
68
Nilai desimal dari bilangan oktal 77 adalah:
61
62
63
64
65
Hasil konversi bilangan oktal 32 ke desimal adalah:
24
25
26
27
28
Nilai desimal dari bilangan heksadesimal A adalah:
8
9
10
11
12
Nilai desimal dari bilangan heksadesimal 1F adalah:
25
30
31
32
33
Bilangan heksadesimal 2A sama dengan bilangan desimal:
30
32
40
42
44
Konversi bilangan heksadesimal FF ke desimal adalah:
127
254
255
256
511
Hasil konversi bilangan heksadesimal 10 ke desimal adalah:
8
10
12
14
16
