NEW
Font size
WorksheetsTitrasi Netralisasi dan Argentometri
Total questions: 25
Worksheet time: 1hrs 15mins
Yang merupakan syarat suatu analisa dapat dilakukan secara titrimetri adalah ....
Reaksi cepat, tunggal, searah, ada indikator penunjuk TAT
Reaksi lambat, tunggal, searah, ada indikator penunjuk TAT
Reaksi cepat, majemuk, searah, ada indikator penunjuk TAT
Reaksi cepat, tunggal, tidak searah, ada indikator penunjuk TAT
Reaksi cepat, tunggal, searah, tidak dibutuhkan penunjuk TAT
Berikut ini adalah langkah – langkah dalam menyiapkan buret sebelum digunakan untuk titrasi;
1. Memasukkan larutan ke buret dengan bantuan corong
2. Mencuci buret dengan aquadest
3. Mengeringkan leher buret dengan kertas hisap
4. Menghilangkan gelembung udara pada ujung buret
5. Mencuci buret dengan larutan yang akan digunakan
6. Mengenolkan skala dengan membuka kran buret
Urutan yang benar dalam penyiapan buret adalah ....
2,5,3,4,1,6
2,3,5,6,1,4
2,5,1,4,3,6
2,5,1,3,4,6
2,5,3,1,4,6
Pernyataan yang merupakan syarat dari larutan standar adalah pernyataan pada nomor ...
1. Mempunya Mr yang tinggi
2. stabil dan tidak dipengaruhi lingkungan3. murni atau mudah dimurnikan
4. murah dan tersedia dalam jumlah yang banyak
5. mudah penanganannya
1 saja
1,2
1,2,3
1,2,3,4
1,2,3,5
Untuk mengetahui titrasi tepat habis bereaksi, maka diberi indikator. Saat perubahan warna indikator terjadi disebut ....
Titik awal titrasi
Titik akhir titrasi
Titik ekuivalen
Titik asam
Titik basa
Sebanyak 1,34 gram padatan Natrium oksalat (Na2C2O4) ditimbang, kemudian dilarutkan dalam aquadest hingga volume larutan hingga volume mencapai 500 ml. Jika diketahui massa atom relatif (Ar) Na= 23 , C= 12, O = 16 maka Normalitas dari Natrium oksalat ini adalah ....
0,01 N
0,02N
0,03 N
0,04 N
0,05 N
Jika akan menggunakan NaOH sebagai titran untuk analisis kadar sampel asam, maka Larutan NaOH harus distandarisasi terlebih dahulu menggunakan larutan standar primer, karena....
A. NaOH mempunyai kemurnian yang tinggi
B. NaOH stabil dalam suhu kamar
C. Larutan NaOH berupa cairan
D. Larutan NaOH bersifat basa
E. NaOH bersifat higroskopis
Pada kegiatan praktikum seorang siswa membuat larutan asam sulfat 0.1 N sebanyak 100ml dari larutan asam sulfat 2N. Jumlah asam sulfat 2N yang harus diambil adalah ...
A. 0,5 ml
B. 1,0 ml
C. 5,0 ml
D. 10 ml
E. 50 ml
Sampel asam cuka komersial diambil 5 ml ditambah 25 ml akuades dititrasi dengan larutan NaOH 0,25 M dan membutuhkan 21,0 ml untuk mencapai TAT. Hitunglah berapa kadar asam asetat dalam asam cuka tersebut? Massa jenis asam cuka = 1.05 gr/lt , Mr asam asetat = 60.
0,6%
1,2 %
3,6%
4,8%
6,0%
Sebanyak 0,5234 gram sampel yang mengandung ion Cl- dilarutkan dalam labu ukur 100 ml. Kemudian dari labu ukur tersebut dipipet sebanyak 10 ml untuk dititrasi secara argentometri menggunakan larutan AgNO3 0,1M dan ditambah 1 ml indikator kalium kromat. Dari hasil titrasi diperoleh volume larutan AgNO3 sebanyak 12,20 ml. (Ar Cl = 35,5). Pernyataan yang benar berdasarkan uraian diatas adalah ...
Metode titrasi yang digunakan adalah metode fajans
Metode titrasi yang digunakan adalah metode volhard
Reaksi yang terjadi antara sampel dan titran adalah 2 AgNO3 + K2CrO4 → Ag2CrO4 + 2KNO3
TAT terjadi pada saat terbentuk endapan merah bata
Kadar Cl- dalam sampel tersebut adalah 8,27 %
Perhatikan prosedur pembuatan 250 mL larutan standar 0,1 N HCl dari larutan
HCl 5 N berikut:
1. Masukkan larutan ke dalam labu ukur 250 mL yang berisi sedikit akuades.
2. Kocok larutan dalam labu ukur hingga homogen.
3. Tambahkan akuades hingga tanda batas sambil dikocok.
Langkah yang seharusnya dilakukan sebelum langkah pertama di atas adalah ...
Ambil 1,0 mL larutan HCl 5N dengan pipet volumetri
Ambil 2,0 mL larutan HCl 5N dengan pipet volumetri
Ambil 3,0 mL larutan HCl 5N dengan pipet volumetri
Ambil 4,0 mL larutan HCl 5N dengan pipet volumetri
Ambil 5,0 mL larutan HCl 5N dengan pipet volumetri
Seorang analis melakukan prosedur standardisasi sebagai berikut : ditimbang
sebanyak 0,315 gram asam oksalat dihidrat ( H2C2O4 2 H2O) kemudian dilarutkan
dengan aquades dalam labu ukur 100 mL, dipipet sebanyak 10 mL larutan asam
oksalat dihidrat tersebut dan dituangkan ke dalam Erlenmeyer 250 mL ditambah
penolptalein, kemudian dititrasi dengan natrium hidroksida ( NaOH) 0,1 N sampai
terjadi perubahan warna dari tidak berwarna menjadi merah muda
Berdasarkan prosedur tersebut, pasangan zat yang bertindak sebagai larutan
titran dan titrat adalah….
Asam oksalat dan aquades
natrium hidroksida dan aquades
Asam oksalat dan Penolptalein
natrium hidroksida dan Penolptalein
Asam oksalat dan natrium hidroksida
Seorang analis melakukan prosedur standardisasi sebagai berikut : ditimbang
sebanyak 0,315 gram asam oksalat dihidrat ( H2C2O4 2 H2O) kemudian dilarutkan
dengan aquades dalam labu ukur 100 mL, dipipet sebanyak 10 mL larutan asam
oksalat dihidrat tersebut dan dituangkan ke dalam Erlenmeyer 250 mL ditambah
penolptalein, kemudian dititrasi dengan natrium hidroksida ( NaOH) 0,1 N sampai
terjadi perubahan warna dari tidak berwarna menjadi merah muda
Berdasarkan prosedur di atas yang bertindak sebagai indikator adalah....
Asam oksalat
penolptalein
aquades
KI
natrium hidroksida
Seorang analis melakukan prosedur standardisasi sebagai berikut : ditimbang
sebanyak 0,315 gram asam oksalat dihidrat ( H2C2O4 2 H2O) kemudian dilarutkan
dengan aquades dalam labu ukur 100 mL, dipipet sebanyak 10 mL larutan asam
oksalat dihidrat tersebut dan dituangkan ke dalam Erlenmeyer 250 mL ditambah
penolptalein, kemudian dititrasi dengan natrium hidroksida ( NaOH) 0,1 N sampai
terjadi perubahan warna dari tidak berwarna menjadi merah muda.
Berdasarkan prosedur di atas faktor pengencerannya adalah....
0,1 kali
0,5 kali
5 kali
10 kali
25 kali
Indikator yang tepat pada penetapan kadar asam cuka (CH3COOH) menggunakan larutan standar NaOH adalah adalah....
Phenolptalein (trayek 8,3 – 10)
metil merah (trayek 4,2 – 6,3)
tymol biru (trayek 1,2 – 2,8 )
alizarin kuning ( trayek 10,1 – 12,00)
brom phenol blue ( trayek 2,8 – 4,6 )
Indikator yang tepat pada penetapan kadar HCl menggunakan larutan baku boraks adalah....
bromtimol biru (trayek pH 2,8 – 4,6 )
timoftalein (trayek pH 4,6 – 0,3 )
fenolftalein (trayek pH 8,3 – 10 )
metil merah (trayek pH 4,6 – 6,3 )
timol biru (trayek pH 1,2 – 2,8 )
Berdasarkan data tersebut, maka normalitas HCl adalah....
0,2 N
0,4 N
0,5 N
0,6 N
0,8 N
Pada penentuan kadar asam asetat dalam cuka dengan metode titrimetri dengan NaOH, reaksi yang terjadi adalah....
CH3COOH + NaOH --------- CH3COONa
H2CO3 + NaOH ------------ Na2CO3
HCOOH + NaOH ------------ NaCOOH
CH3COOH + NaOH --------- NaCOOH
HCO3 + NaOH ------------- NaCO3
Sebanyak 25 mL sampel yang mengandung asam klorida dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 N. indicator yang tepat pada penetapan kadar asam klorida menggunakan larutan NaOH yang telah dibakukan adalah....
Fenolftalein
Tymol biru
Bromtimol biru
Metil merah
Alizarin kuning
Dalam suatu titrasi asam basa, untuk menitrasi 25 mL HCl 0,098 N diperlukan NaOH sebanyak 24 mL. Konsentrasi NaOH tersebut adalah....
0,0700 N
0,0980 N
0,0710 N
0,1020 N
0,0970 N
Pada penetapan kadar sampel dititrasi menggunakan larutan AgNO3 standar pada suasana netral menggunakan metode Fajans. Indikator yang digunakan pada analisis tersebut adalah....
EBT
Kalium kromat
Murexide
Kalium permanganat
Fluorescence
Indikator yang cocok untuk titrasi argentometri untuk penentuan kadar garam dapur dengan metode Mohr adalah.....
Penolptalein
Metil merah
EBT
K2CrO4
Amilum
Indikator yang cocok untuk titrasi argentometri untuk penentuan kadar halida dengan metode volhard adalah.....
Penolptalein
Besi ammonium sulfat
Amilum
K2CrO4
Metil merah
Pada penetapan konsentrasi larutan AgNO3 denan larutan standar NaCl standar menggunakan metode Mohr, penambahan larutan K2CrO4 berlangsung pada suasana netral dengan perubahan warna dari....
Biru menjadi merah bata
merah anggur menjadi biru jelas
Putih menjadi merah bata
biru menjadi biru tepat menghilang
Tak berwarna menjadi pink
Syarat berlangsungnya titrasi argentometri dengan metode Mohr harus berlangsung pada suasana .....
Alkalis
pH stabil
Alkalimetri
Asam
Netral
Pada penentuan kadar NaCl dalam garam dapur dengan metode argentometri reaksi yang terjadi adalah....
AgCl + NaNO3 → AgNO3
AgCl + NaOH → AgOH + NaCl
AgNO3 + NaCl → AgCl + NaNO3
AgNO3 + K2CrO4 → Ag2CrO4 + KNO3
AgCl + NaOH → AgOH + NaCl
