NEW
Font size
Worksheetsproduktiv tav
Total questions: 19
Worksheet time: 10mins
1. Alat yang digunakan untuk mengukur nilai resistansi adalah …
a. Voltmeter
b. Amperemeter
c. Ohmmeter
d. Oscilloscope
2. Saat mengukur resistor dengan multimeter, sebelum melakukan pengukuran sebaiknya …
a. Resistor tetap terhubung dengan rangkaian
b. Resistor dilepaskan dari rangkaian
c. Multimeter diatur pada skala tegangan AC
d. Multimeter dihubungkan ke sumber daya
4. Kaki transistor jenis NPN terdiri dari …
a. Katoda – Anoda – Gate
b. Basis – Kolektor – Emitor
c. Drain – Gate – Source
d. Positif – Negatif – Netral
5. Untuk mengukur kondisi transistor dengan multimeter analog, posisi selector dipilih pada …
a. DC Volt
b. AC Volt
c. Ohm (Ω)
d. Amper DC
7. Saat mengukur transistor NPN menggunakan multimeter analog, probe hitam negatip ditempatkan pada …
a. Basis
b. Kolektor
c. Emitor
9. Resistor dengan kode warna coklat – hitam – merah memiliki nilai resistansi …
a. 100 Ω
b. 1 kΩ
c. 10 kΩ
d. 100 kΩ
1. Saat mengukur sebuah resistor menggunakan multimeter analog, jarum menunjuk angka 47 pada skala ×100 Ω. Nilai resistansi yang terbaca adalah …
a. 470 Ω
b. 4,7 kΩ
c. 47 kΩ
d. 470 kΩ
2. Pada pengukuran transistor PNP menggunakan multimeter analog, jika probe hitam diletakkan di basis, maka hasil pengukuran yang benar adalah …
a. Basis–Emitor dan Basis–Kolektor menghantar
b. Basis–Emitor dan Basis–Kolektor tidak menghantar
c. Semua kaki transistor menghantar
d. Semua kaki transistor tidak menghantar
5. Dalam pengukuran resistor, mengapa resistor harus dilepaskan dari rangkaian?
a. Agar nilainya lebih besar
b. Agar tidak ada pengaruh komponen lain dalam rangkaian
c. Agar tidak terjadi hubung singkat
d. Agar arus listrik lebih mudah masuk
7. Jika transistor NPN diukur, jarum multimeter menunjukkan pergerakan pada basis–kolektor dan basis–emitor, tetapi tidak ada pergerakan antara kolektor–emitor. Kondisi transistor tersebut adalah …
a. Normal
b. Rusak konslet
c. Rusak bocor
d. Putus
9. Pada pengujian transistor, jika probe positif diletakkan pada kolektor dan probe negatif pada emitor, lalu jarum bergerak, maka transistor tersebut …
a. Normal
b. Bocor
c. Putus
d. Sudah tidak bisa digunakan
Saat mengukur resistor multimeter diatur pada skala ×10. Jarum menunjukkan angka 22. Maka nilai resistansi yang terbaca adalah …
a. 22 Ω
b. 220 Ω
c. 2,2 kΩ
d. 22 kΩ
Sebuah resistor dengan kode warna hijau–biru–kuning–emas diukur menggunakan multimeter digital. Jika hasil pengukuran menunjukkan 5,55 kΩ, maka kondisi resistor tersebut adalah …
a. Normal dalam batas toleransi
b. Rusak putus
c. Nilai terlalu jauh dari standar (rusak)
d. Konslet
Saat transistor diuji dengan multimeter analog, hasilnya: basis–emitor menghantar, basis–kolektor menghantar, kolektor–emitor menghantar dua arah. Maka transistor dalam kondisi …
a. Normal
b. Bocor (leakage)
c. Konslet
d. Putus
Seorang teknisi mengukur resistor 100 kΩ, tetapi multimeter analog diatur pada skala ×1 kΩ. Jarum berhenti di angka 100. Nilai resistansi sebenarnya adalah …
a. 100 Ω
b. 1 kΩ
c. 10 kΩ
d. 100 kΩ
Saat transistor diuji, probe positif diletakkan pada basis, probe negatif pada emitor, jarum bergerak. Namun saat probe negatif dipindahkan ke kolektor, jarum tidak bergerak. Artinya transistor …
a. Masih normal
b. Kolektor putus
c. Basis bocor
d. Transistor konslet
Sebuah resistor kode warna coklat–hitam–kuning–perak, jika diukur ternyata menunjukkan nilai 97 kΩ. Maka kondisi resistor tersebut …
a. Normal sesuai toleransi
b. Nilainya keluar toleransi
c. Putus
d. Terbakar
Jika pada pengukuran transistor NPN, probe hitam di basis, probe merah ke emitor, jarum multimeter analog bergerak. Tetapi saat probe merah dipindahkan ke kolektor, jarum tidak bergerak. Maka transistor tersebut adalah …
a. Normal
b. Rusak (kolektor putus)
c. Bocor
d. Konslet
Pada pengukuran resistor 330 Ω menggunakan multimeter digital, terbaca nilai 0,325 kΩ. Bagaimana cara menuliskan hasil pengukuran tersebut agar benar?
a. 0,325 Ω
b. 3,25 Ω
c. 325 Ω
d. 325 kΩ
