wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Informatika Kelas 7 Semester I 2025

Total questions: 40

Worksheet time: 2hrs 0mins

Name
Class
Date
1.

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, siswa-siswi Kelas 7 di SMP Mutiara Bangsa diminta oleh guru untuk membuat kampanye digital. Tujuannya adalah mengajak komunitas sekolah untuk mengurangi sampah plastik. Kelompok Rina memutuskan untuk membuat poster digital dan video pendek yang akan disebarkan melalui media sosial sekolah.

Mereka menghadapi tantangan: data yang mereka kumpulkan tentang jumlah sampah plastik di sekolah masih acak-acakan. Ada data dalam bentuk angka, foto, dan hasil wawancara singkat. Rina lalu mengusulkan untuk menggunakan dekomposisi, yaitu memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil seperti: (1) mengelompokkan data, (2) mendesain poster, (3) menyusun naskah video, dan (4) menentukan jadwal unggah di media sosial.

Selanjutnya, mereka melihat pola dari data yang terkumpul. Mereka menemukan bahwa sampah botol plastik meningkat drastis setelah jam istirahat dan di sekitar kantin. Mereka juga mengenali pola kebiasaan siswa yang lebih suka membeli minuman kemasan. Berdasarkan pola ini, mereka membuat solusi dalam kampanyenya: "Bawa Tumblermu, Selamatkan Bumimu!".

Dalam mendesain poster, mereka menggunakan konsep abstraksi dengan hanya menampilkan gambar tumbler yang stylish dan slogan yang catchy, tanpa perlu menampilkan semua data mentah yang rumit. Terakhir, mereka menyusun algoritma atau langkah-langkah logis untuk peluncuran kampanye: unggah poster di hari Senin, teaser video di hari Rabu, dan video utamanya di hari Jumat.

Kampanye mereka akhirnya berjalan tertib dan efektif berkat penerapan langkah-langkah yang terstruktur.

Masalah utama yang dihadapi kelompok Rina sebelum menerapkan berpikir komputasional adalah...

a)

Kurangnya minat siswa terhadap lingkungan

b)

Tidak adanya akses ke media sosial

c)

Data yang mereka kumpulkan masih acak dan tidak terorganisir

d)

Ketidakmampuan dalam menggunakan software desain

2.

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, siswa-siswi Kelas 7 di SMP Mutiara Bangsa diminta oleh guru untuk membuat kampanye digital. Tujuannya adalah mengajak komunitas sekolah untuk mengurangi sampah plastik. Kelompok Rina memutuskan untuk membuat poster digital dan video pendek yang akan disebarkan melalui media sosial sekolah.

Mereka menghadapi tantangan: data yang mereka kumpulkan tentang jumlah sampah plastik di sekolah masih acak-acakan. Ada data dalam bentuk angka, foto, dan hasil wawancara singkat. Rina lalu mengusulkan untuk menggunakan dekomposisi, yaitu memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil seperti: (1) mengelompokkan data, (2) mendesain poster, (3) menyusun naskah video, dan (4) menentukan jadwal unggah di media sosial.

Selanjutnya, mereka melihat pola dari data yang terkumpul. Mereka menemukan bahwa sampah botol plastik meningkat drastis setelah jam istirahat dan di sekitar kantin. Mereka juga mengenali pola kebiasaan siswa yang lebih suka membeli minuman kemasan. Berdasarkan pola ini, mereka membuat solusi dalam kampanyenya: "Bawa Tumblermu, Selamatkan Bumimu!".

Dalam mendesain poster, mereka menggunakan konsep abstraksi dengan hanya menampilkan gambar tumbler yang stylish dan slogan yang catchy, tanpa perlu menampilkan semua data mentah yang rumit. Terakhir, mereka menyusun algoritma atau langkah-langkah logis untuk peluncuran kampanye: unggah poster di hari Senin, teaser video di hari Rabu, dan video utamanya di hari Jumat.

Kampanye mereka akhirnya berjalan tertib dan efektif berkat penerapan langkah-langkah yang terstruktur.

Langkah yang dilakukan Rina dengan memecah masalah kampanye digital menjadi mengelompokkan data, mendesain poster, menyusun naskah, dan menentukan jadwal merupakan penerapan dari konsep...

a)

Abstraksi

b)

Pengenalan Pola (Pattern Recognition)

c)

Dekomposisi

d)

Algoritma

3.

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, siswa-siswi Kelas 7 di SMP Mutiara Bangsa diminta oleh guru untuk membuat kampanye digital. Tujuannya adalah mengajak komunitas sekolah untuk mengurangi sampah plastik. Kelompok Rina memutuskan untuk membuat poster digital dan video pendek yang akan disebarkan melalui media sosial sekolah.

Mereka menghadapi tantangan: data yang mereka kumpulkan tentang jumlah sampah plastik di sekolah masih acak-acakan. Ada data dalam bentuk angka, foto, dan hasil wawancara singkat. Rina lalu mengusulkan untuk menggunakan dekomposisi, yaitu memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil seperti: (1) mengelompokkan data, (2) mendesain poster, (3) menyusun naskah video, dan (4) menentukan jadwal unggah di media sosial.

Selanjutnya, mereka melihat pola dari data yang terkumpul. Mereka menemukan bahwa sampah botol plastik meningkat drastis setelah jam istirahat dan di sekitar kantin. Mereka juga mengenali pola kebiasaan siswa yang lebih suka membeli minuman kemasan. Berdasarkan pola ini, mereka membuat solusi dalam kampanyenya: "Bawa Tumblermu, Selamatkan Bumimu!".

Dalam mendesain poster, mereka menggunakan konsep abstraksi dengan hanya menampilkan gambar tumbler yang stylish dan slogan yang catchy, tanpa perlu menampilkan semua data mentah yang rumit. Terakhir, mereka menyusun algoritma atau langkah-langkah logis untuk peluncuran kampanye: unggah poster di hari Senin, teaser video di hari Rabu, dan video utamanya di hari Jumat.

Kampanye mereka akhirnya berjalan tertib dan efektif berkat penerapan langkah-langkah yang terstruktur.

Berdasarkan teks, bagaimana kelompok Rina menerapkan Pengenalan Pola (Pattern Recognition)?

a)

Dengan membuat jadwal unggah konten yang teratur.

b)

Dengan menyembunyikan data kompleks dan hanya menampilkan slogan.

c)

Dengan menemukan keterkaitan antara waktu istirahat, area kantin, dan peningkatan sampah botol plastik.

d)

Dengan memecah tugas besar menjadi tugas-tugas yang lebih kecil.

4.

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, siswa-siswi Kelas 7 di SMP Mutiara Bangsa diminta oleh guru untuk membuat kampanye digital. Tujuannya adalah mengajak komunitas sekolah untuk mengurangi sampah plastik. Kelompok Rina memutuskan untuk membuat poster digital dan video pendek yang akan disebarkan melalui media sosial sekolah.

Mereka menghadapi tantangan: data yang mereka kumpulkan tentang jumlah sampah plastik di sekolah masih acak-acakan. Ada data dalam bentuk angka, foto, dan hasil wawancara singkat. Rina lalu mengusulkan untuk menggunakan dekomposisi, yaitu memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil seperti: (1) mengelompokkan data, (2) mendesain poster, (3) menyusun naskah video, dan (4) menentukan jadwal unggah di media sosial.

Selanjutnya, mereka melihat pola dari data yang terkumpul. Mereka menemukan bahwa sampah botol plastik meningkat drastis setelah jam istirahat dan di sekitar kantin. Mereka juga mengenali pola kebiasaan siswa yang lebih suka membeli minuman kemasan. Berdasarkan pola ini, mereka membuat solusi dalam kampanyenya: "Bawa Tumblermu, Selamatkan Bumimu!".

Dalam mendesain poster, mereka menggunakan konsep abstraksi dengan hanya menampilkan gambar tumbler yang stylish dan slogan yang catchy, tanpa perlu menampilkan semua data mentah yang rumit. Terakhir, mereka menyusun algoritma atau langkah-langkah logis untuk peluncuran kampanye: unggah poster di hari Senin, teaser video di hari Rabu, dan video utamanya di hari Jumat.

Kampanye mereka akhirnya berjalan tertib dan efektif berkat penerapan langkah-langkah yang terstruktur.

Ilustrasi pada poster yang hanya menampilkan gambar tumbler dan slogan catchy, tanpa data mentah, adalah contoh penerapan konsep...

a)

Dekomposisi

b)

Algoritma

c)

Abstraksi

d)

Pengenalan Pola

5.

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, siswa-siswi Kelas 7 di SMP Mutiara Bangsa diminta oleh guru untuk membuat kampanye digital. Tujuannya adalah mengajak komunitas sekolah untuk mengurangi sampah plastik. Kelompok Rina memutuskan untuk membuat poster digital dan video pendek yang akan disebarkan melalui media sosial sekolah.

Mereka menghadapi tantangan: data yang mereka kumpulkan tentang jumlah sampah plastik di sekolah masih acak-acakan. Ada data dalam bentuk angka, foto, dan hasil wawancara singkat. Rina lalu mengusulkan untuk menggunakan dekomposisi, yaitu memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil seperti: (1) mengelompokkan data, (2) mendesain poster, (3) menyusun naskah video, dan (4) menentukan jadwal unggah di media sosial.

Selanjutnya, mereka melihat pola dari data yang terkumpul. Mereka menemukan bahwa sampah botol plastik meningkat drastis setelah jam istirahat dan di sekitar kantin. Mereka juga mengenali pola kebiasaan siswa yang lebih suka membeli minuman kemasan. Berdasarkan pola ini, mereka membuat solusi dalam kampanyenya: "Bawa Tumblermu, Selamatkan Bumimu!".

Dalam mendesain poster, mereka menggunakan konsep abstraksi dengan hanya menampilkan gambar tumbler yang stylish dan slogan yang catchy, tanpa perlu menampilkan semua data mentah yang rumit. Terakhir, mereka menyusun algoritma atau langkah-langkah logis untuk peluncuran kampanye: unggah poster di hari Senin, teaser video di hari Rabu, dan video utamanya di hari Jumat.

Kampanye mereka akhirnya berjalan tertib dan efektif berkat penerapan langkah-langkah yang terstruktur.

Urutan langkah kampanye (unggah poster, teaser, lalu video utama) yang dibuat kelompok Rina merupakan penerapan dari konsep...

a)

Abstraksi

b)

Algoritma

c)

Dekomposisi

d)

Pengenalan Pola

6.

Sebuah sekolah ingin meningkatkan keamanan data siswa. Mereka memutuskan untuk membuat aturan bahwa setiap akun harus dilindungi dengan kata sandi yang kuat yang terdiri dari huruf kapital, huruf kecil, angka, dan simbol. Langkah ini terutama berkaitan dengan aspek TIK yaitu...

a)

Keterampilan Produktivitas

b)

Keamanan Digital (Digital Safety)

c)

Komunikasi Digital

d)

Kolaborasi Digital

7.

Dalam sebuah proyek kelompok secara daring, Anita menggunakan fitur "comment" pada dokumen online untuk memberikan masukan pada bagian yang ditulis temannya tanpa menghapus tulisan aslinya. Fitur ini sangat mendukung...

a)

Kreativitas Digital

b)

Komunikasi dan Kolaborasi Digital

c)

Keamanan Digital

d)

Berpikir Komputasional

8.

Perhatikan pernyataan berikut ini:

1. Mencari informasi di internet untuk tugas sejarah.

2. Menggunakan spreadsheet untuk mengolah data penjualan kue dan membuat grafiknya.

  1. 3. Menghubungi keluarga di luar kota melalui panggilan video.

  2. 4. Membuat animasi sederhana tentang siklus air.

  3. Kegiatan di atas yang merupakan contoh dari "Keterampilan Produktivitas" adalah...

a)

1 dan 2

b)

2 dan 4

c)

2 dan 3

d)

1 dan 4

9.

Sebelum melakukan perjalanan, Andi selalu melihat peta digital untuk menemukan pola lalu lintas dan memilih rute yang paling tidak macet. Aplikasi peta digital tersebut menggunakan algoritma yang kompleks berdasarkan...

a)

Abstraksi dengan menyembunyikan semua nama jalan kecil.

b)

Pengenalan pola dari data historis dan real-time pengguna lain.

c)

Dekomposisi dengan memecah peta menjadi gambar-gambar kecil.

d)

Kolaborasi digital dengan polisi lalu lintas.

10.

Seorang desainer akan membuat logo baru. Ia tidak menggambar semua detail benda aslinya, tetapi menyederhanakannya menjadi bentuk-bentuk geometris yang mudah dikenali. Proses penyederhanaan ini dalam Berpikir Komputasional disebut...

a)

Algoritma

b)

Dekomposisi

c)

Abstraksi

d)

Pattern Recognition

11.

Tindakan klub robotik yang memecah proyek menjadi membuat sensor, memprogram, merancang output lampu, dan output sirine adalah implementasi dari...

a)

Pattern Recognition

b)

Abstraction

c)

Decomposition

d)

Algorithm

12.

Pemilihan lokasi penempatan sensor di pintu gerbang sekolah berdasarkan pada...

a)

Algoritma

b)

Abstraksi

c)

Pengenalan Pola (Pattern Recognition)

d)

Dekomposisi

13.

Dalam pemrograman mikrokontroler, tindakan hanya menggunakan data ketinggian air dan mengabaikan data lainnya (seperti suhu) merupakan penerapan...

a)

Decomposition

b)

Algorithm

c)

Pattern Recognition

d)

Abstraction

14.

Urutan logika "Baca sensor -> Bandingkan dengan nilai -> Nyalakan LED sesuai kondisi -> Ulangi" yang diprogram ke dalam mikrokontroler disebut...

a)

Decomposition

b)

Algorithm

c)

Pattern Recognition

d)

Abstraction

15.

Jika mereka ingin menambahkan fitur mengirim notifikasi otomatis ke Twitter ketika ketinggian air berbahaya, konsep Berpikir Komputasional mana yang paling utama digunakan untuk merancang fitur baru ini?

a)

Pattern Recognition untuk mengenali akun Twitter mana yang akan dituju.

b)

Decomposition untuk memecah fitur menjadi bagian-bagian: koneksi internet, penulisan pesan, dan pengiriman.

c)

Abstraction untuk menyembunyikan kompleksitas kode pemrograman.

d)

Algorithm untuk menentukan langkah-langkah koneksi dan pengiriman pesan.

16.

Sebuah toko online menggunakan sistem yang secara otomatis merekomendasikan produk "yang mungkin Anda sukai" kepada pelanggan berdasarkan riwayat pembelian mereka dan pembelian pelanggan lain yang serupa. Fitur ini secara utama menerapkan prinsip...

a)

Decomposition

b)

Algorithm

c)

Pattern Recognition

d)

Abstraction

17.

Dalam mata pelajaran IPA, siswa diminta membuat diagram alir (flowchart) untuk menjelaskan proses terjadinya fotosintesis. Kegiatan membuat flowchart ini sangat erat kaitannya dengan konsep Berpikir Komputasional yaitu...

a)

Pattern Recognition

b)

Abstraction

c)

Algorithm

d)

Decomposition

18.

Seorang peneliti sosial ingin memahami tren opini publik tentang suatu isu. Ia tidak perlu membaca semua jutaan komentar di media sosial satu per satu, tetapi menggunakan program komputer untuk menganalisis kata kunci dan sentiment (positif/negatif). Pendekatan ini merupakan contoh dari...

a)

Decomposition

b)

Abstraction

c)

Algorithm

d)

Pattern Recognition

19.

Ketika menggunakan aplikasi video conference, Fitur "noise cancellation" yang menyaring suara latar (seperti suara ketikan keyboard) sehingga suara pengguna lebih jernih adalah contoh penerapan...

a)

Algorithm dan Pattern Recognition

b)

Decomposition dan Abstraction

c)

Algorithm dan Decomposition

d)

Pattern Recognition dan Abstraction

20.

Ketika kita mengetik di aplikasi pengolah kata ( seperti Google Docs atau Word), sering muncul fitur "autocomplete" yang menebak kata yang akan kita ketik selanjutnya. Fitur ini adalah implementasi dari...

a)

Decomposition karena memecah kata menjadi huruf-huruf.

b)

Pattern Recognition karena mempelajari pola kata yang biasa digunakan bersama.

c)

Abstraction karena menyembunyikan kode pemrogramannya.

d)

Algorithm karena menjalankan urutan mengetik yang tetap.

21.

Aspek Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang paling berkaitan dengan etiket dalam berinteraksi di ruang digital, seperti tidak menyebarkan hoaks dan menggunakan bahasa yang sopan, adalah...

a)

Keterampilan Produktivitas

b)

Keamanan Digital (Digital Safety)

c)

Komunikasi dan Kolaborasi Digital

d)

Literasi Digital

22.

Tindakan untuk tidak membagikan data pribadi seperti tanggal lahir, alamat rumah, atau nomor induk siswa secara sembarangan di internet terutama dilatarbelakangi oleh pemahaman akan...

a)

Keterampilan Produktivitas

b)

Keamanan Digital (Digital Safety)

c)

Komunikasi Digital

d)

Berpikir Komputasional

23.

Sebuah tim yang terdiri dari siswa di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta berhasil menyelesaikan sebuah proyek presentasi dengan bekerja bersama secara real-time menggunakan Google Slides. Ini adalah contoh penerapan TIK sebagai alat...

a)

Kreativitas Digital

b)

Komunikasi dan Kolaborasi Digital

c)

Keamanan Digital

d)

Literasi Digital

24.

Sebelum mengunggah foto orang lain ke media sosial, langkah yang paling tepat dan mencerminkan keamanan digital adalah...

a)

Mengunggahnya secepat mungkin agar viral.

b)

Meminta izin terlebih dahulu kepada orang yang difoto.

c)

Mengedit foto tersebut agar terlihat lebih menarik.

d)

Menyimpan foto tersebut di cloud storage.

25.

Seorang siswa mampu memilih sumber informasi yang kredibel (seperti situs web pemerintah atau pendidikan) dari antara banyak hasil pencarian Google. Kemampuan ini menunjukkan bahwa siswa tersebut memiliki...

a)

Keterampilan Produktivitas yang baik.

b)

Pemahaman Berpikir Komputasional yang kuat.

c)

Literasi Digital yang baik.

d)

Keamanan Digital yang prima.

26.

Sebuah algoritma dirancang untuk menentukan apakah sebuah bilangan yang diinputkan adalah bilangan genap atau ganjil. Langkah-langkahnya adalah: Masukkan sebuah bilangan (X). Bagilah bilangan X dengan 2. Hitung sisa hasil baginya (disebut operasi modulus, disimbolkan %). Jika sisa hasil bagi (X % 2) sama dengan 0, maka tampilkan "Genap". Jika tidak, tampilkan "Ganjil". Berdasarkan algoritma di atas, apa output untuk input bilangan 9?

a)

Genap

b)

Ganjil

c)

0

d)

1

27.

Perhatikan pernyataan berikut mengenai dampak TIK: Mempermudah akses informasi dan ilmu pengetahuan. Meningkatkan risiko pencurian data dan privasi. Memungkinkan pembelajaran jarak jauh. Dapat menyebabkan kecanduan gawai (gadget addiction). Pernyataan yang termasuk dampak POSITIF dari TIK adalah...

a)

1 dan 2

b)

2 dan 4

c)

1 dan 3

d)

2 dan 3

28.

Dalam konteks Berpikir Komputasional, "debugging" adalah proses...

a)

Memecah masalah menjadi bagian-bagian kecil.

b)

Mengenali kesamaan dan pola dalam data.

c)

Mencari dan memperbaiki kesalahan (error/bug) dalam sebuah program.

d)

Menyederhanakan sebuah sistem.

29.

Sebuah program game sederhana memiliki aturan: "Jika karakter menyentuh koin, maka skor bertambah 10 poin." Kalimat tersebut dalam pemrograman merupakan contoh dari...

a)

Abstraction

b)

Decomposition

c)

Pattern Recognition

d)

Algorithm

30.

Ketika membuat presentasi, Tina menggunakan hanya menggunakan poin-poin penting dan gambar pendukung, daripada menuliskan semua kalimat lengkap. Tindakan ini mencerminkan penerapan konsep Berpikir Komputasional dan prinsip komunikasi yang efektif, yaitu...

a)

Algorithm

b)

Pattern Recognition

c)

Abstraction

d)

Decomposition

31.

Dalam pelajaran Prakarya, kelompok Dimas mendapat tugas membuat resep dan video tutorial memasak "Sandwich Telur Sederhana". Awalnya, mereka merasa kewalahan karena harus memikirkan banyak hal sekaligus: bahan, cara memasak, pengambilan gambar, hingga penyuntingan video. Dimas lalu mengajak teman-temannya untuk memecah pekerjaan besar ini menjadi tugas-tugas kecil yang lebih spesifik. Mereka membagi tim menjadi dua: Tim Dapur yang bertugas menyiapkan bahan, mempraktikkan resep, dan memastikan hasil masakan enak. Tim Multimedia yang bertugas membuat storyboard, mengambil gambar dan video, serta menyunting video akhir. Setiap tim kemudian membagi lagi tugasnya menjadi langkah-langkah yang lebih detail.

Strategi yang digunakan Dimas dan kelompoknya untuk mengatasi rasa kewalahan tersebut merupakan penerapan utama dari konsep...

a)

Dekomposisi, karena mereka memecah proyek besar (membuat video tutorial) menjadi sub-tugas yang lebih kecil dan mudah dikelola (Tim Dapur dan Tim Multimedia).

b)

Abstraksi, karena mereka menyembunyikan kompleksitas proses memasak dari penonton video.

c)

Pengenalan Pola, karena mereka mengenali pola dalam resep masakan yang sudah ada.

d)

Algoritma, karena mereka mengikuti urutan langkah-langkah dalam resep.

32.

Seorang pustakawan sekolah ingin merapikan kembali semua buku di perpustakaan yang baru saja dipindahkan ke ruang baru. Buku-buku tersebut masih tercampur antara berbagai kategori dan genre. Langkah pertama yang dia lakukan adalah memisahkan semua buku berdasarkan kategori utamanya terlebih dahulu, seperti buku pelajaran, fiksi, non-fiksi umum, dan referensi. Setelah terkumpul dalam kategori besar, dia kemudian mengurutkan buku-buku dalam setiap kategori tersebut berdasarkan abjad pengarangnya.

Langkah pertama yang dilakukan pustakawan tersebut (memisahkan berdasarkan kategori utama) merupakan contoh dari...

a)

Pattern Recognition, karena dia mengenali pola jenis buku yang sama.

b)

Dekomposisi, karena dia memecah masalah besar (merapikan semua buku) menjadi sub-masalah yang lebih kecil (merapikan per kategori).

c)

Abstraksi, karena dia mengabaikan detail seperti tahun terbit pada tahap awal.

d)

Algorithm, karena dia menjalankan serangkaian instruksi yang tepat.

33.

Seorang penjaga pantai yang berpengalaman, Pak Budi, bertugas mengamati kondisi ombak untuk keselamatan para pengunjung. Dari tahun ke tahun, Pak Budi memperhatikan bahwa beberapa menit sebelum ombak besar yang berbahaya datang, selalu di dahului oleh pola tertentu: air laut surut lebih jauh dari biasanya dan diikuti oleh suara gemuruh yang khas. Berdasarkan pengenalan terhadap pola alam ini, Pak Budi dapat memberikan peringatan dini kepada para perenang untuk segera menjauhi pantai.

Kemampuan Pak Budi dalam mengidentifikasi tanda-tanda alam yang berulang untuk memprediksi datangnya ombak besar secara utama menerapkan konsep...

a)

Dekomposisi, karena dia memecah gejala alam menjadi bagian-bagian kecil.

b)

Pengenalan Pola (Pattern Recognition), karena dia mengidentifikasi urutan atau kejadian yang berulang (pola) yang mengawali datangnya ombak besar.

c)

Abstraksi, karena dia mengabaikan detail lain seperti suhu udara atau jenis pasir.

d)

Algoritma, karena dia mengikuti prosedur tetap untuk memberi peringatan.

34.

Seorang analis keuangan junior sedang memeriksa laporan transaksi sebuah toko untuk mendeteksi kemungkinan penipuan. Dia menemukan sebuah pola yang tidak wajar: setiap akhir pekan, selalu ada transaksi dengan nilai yang persis sama yang dilakukan oleh kasir yang berbeda, tetapi menggunakan nomor kartu anggota yang sama. Pola transaksi yang identik dan terjadi secara teratur ini sangat berbeda dengan pola transaksi pelanggan pada umumnya yang nilainya bervariasi. Tindakan analis tersebut dalam mengidentifikasi kejanggalan pada data transaksi terutama menerapkan konsep...

a)

Dekomposisi, dengan memisahkan data transaksi per kasir.

b)

Abstraksi, dengan hanya melihat nilai transaksi dan mengabaikan detail lainnya.

c)

Pengenalan Pola (Pattern Recognition), karena dia membandingkan dan menemukan ketidaskonsistenan antara pola transaksi yang mencurigakan dengan pola transaksi normal.

d)

Algoritma, dengan menjalankan langkah-langkah investigasi yang baku.

35.

Seorang desainer game sedang membuat simulasi berkebun untuk game mobile. Dia tidak perlu memrogram setiap detail rumit dari dunia nyata, seperti proses fotosintesis yang melibatkan reaksi kimia atau jenis mikroorganisme dalam tanah. Sebagai gantinya, dia hanya memodelkan elemen-elemen penting yang relevan bagi pemain, seperti: tingkat kesuburan tanah (yang bisa ditingkatkan dengan pupuk), kebutuhan air tanaman, dan lama waktu tumbuh. Detail-detail kompleks lainnya diabaikan untuk membuat game yang menyenangkan dan mudah dimainkan. Strategi yang digunakan desainer game tersebut untuk menyederhanakan realitas yang kompleks merupakan penerapan dari konsep...

a)

Dekomposisi, karena dia memecah proses berkebun menjadi menanam, menyiram, dan memanen.

b)

Pengenalan Pola, karena dia mengenali pola pertumbuhan tanaman.

c)

Abstraksi, karena dia menyembunyikan kompleksitas yang tidak perlu dan hanya berfokus pada aspek-aspek penting yang dibutuhkan untuk gameplay.

d)

Algoritma, karena dia membuat urutan logika untuk pertumbuhan tanaman.

36.

Dalam pelajaran Seni Budaya, siswa diminta membuat poster film berdasarkan sebuah novel yang tebal. Alih-alih menggambar semua adegan dan karakter secara detail, seorang siswa memilih untuk hanya menampilkan simbol-simbol kunci: sebuah kalung yang menjadi pusat cerita, bayangan sang antagonis, dan latar belakang suasana yang mencekam. Seorang yang pernah membaca novel langsung memahami poster itu karena simbol-simbol tersebut mewakili inti cerita, sementara yang belum membacanya menjadi penasaran. Langkah kreatif siswa yang menggunakan simbol untuk mewakili cerita yang kompleks tersebut terutama mencerminkan konsep...

a)

Dekomposisi, karena dia memecah novel menjadi bab-bab.

b)

Pengenalan Pola, karena dia menemukan pola dalam alur cerita novel.

c)

Abstraksi, karena dia menyajikan representasi sederhana (simbol) dari cerita.

d)

Algoritma, dengan menjalankan langkah-langkah investigasi yang baku.

37.

Rina ingin membuat algoritma untuk memandu teman-temannya yang belum pernah melakukannya dalam membuat secangkir teh yang enak. Dia menuliskan langkah-langkah berikut: Didihkan air dalam cerek. Sementara menunggu air mendidih, masukkan satu kantung teh ke dalam cangkir. Jika air sudah mendidih, tuangkan air panas ke dalam cangkir hingga 3/4 penuh. Biarkan kantung teh terendam selama 3 menit untuk mendapatkan rasa optimal. Setelah 3 menit, angkat dan buang kantung teh. Jika suka, tambahkan gula dan aduk hingga larut. Urutan langkah-langkah yang dibuat Rina tersebut merupakan contoh dari...

a)

Dekomposisi, karena dia memecah proses membuat teh menjadi bagian-bagian.

b)

Pengenalan Pola, karena dia mengenali pola suhu air yang tepat.

c)

Abstraksi, karena dia mengabaikan jenis cangkir yang digunakan.

d)

Desain Algoritma, karena dia membuat serangkaian instruksi yang logis, terurut, dan jelas untuk menyelesaikan suatu tugas (membuat teh).

38.

Seorang panitia pentas seni membuat sebuah "Flowchart Penanganan Masalah Teknis" untuk dipasang di belakang panggung. Flowchart itu berisi: Start: Ada masalah teknis (suara atau lampu). Langkah 1: Tenang dan jangan panik. Langkah 2: Periksa koneksi kabel peralatan yang bermasalah. Jika longgar, kencangkan dan lanjut ke Langkah 4. Jika tidak, lanjut ke Langkah 3. Langkah 3: Segera hubungi koordinator teknis melalui walkie-talkie. Langkah 4: Apakah masalah sudah teratasi? Jika ya, lanjutkan pertunjukan. Jika tidak, kembali ke Langkah 3. End. Flowchart yang dibuat panitia tersebut secara utama merupakan penerapan dari konsep...

a)

Dekomposisi, karena memecah masalah teknis menjadi suara dan lampu.

b)

Pengenalan Pola, karena mengenali pola kerusakan yang sering terjadi.

c)

Abstraksi, karena menyembunyikan kerumitan sistem teknis dari sebagian besar panitia.

d)

Desain Algoritma, karena membuat alur logis dan bercabang yang memberikan instruksi jelas tentang tindakan yang harus diambil untuk setiap kemungkinan situasi (kondisional).

39.

Untuk membuat telur dadar yang sederhana, seorang koki membuat urutan langkah-langkah ini:

Siapkan 2 butir telur, sejumput garam, dan sedikit merica.

Pecahkan telur ke dalam mangkuk.

Tambahkan garam dan merica.

Kocok telur hingga semua bahan tercampur rata.

Panaskan sedikit minyak di wajan dengan api sedang.

Setelah minyak panas, tuangkan adonan telur ke dalam wajan.

Tunggu hingga bagian bawah telur mengeras dan berwarna kecoklatan, lalu balik telur dengan spatula.

Tunggu hingga sisi yang lain matang.

Angkat dan sajikan.

Urutan langkah 6 dan 7 dalam algoritma di atas sangat krusial karena menggambarkan ciri utama sebuah algoritma, yaitu...

a)

Kebenaran dan Keterurutan yang Logis, karena langkah menuang harus dilakukan setelah minyak panas untuk menghindari telur menjadi berminyak dan tidak matang sempurna, dan proses membalik harus menunggu kondisi yang tepat.

b)

Pengenalan Pola, karena koki harus mengenali pola warna kecoklatan pada telur.

c)

Abstraksi, karena koki mengabaikan jenis wajan yang digunakan.

d)

Dekomposisi, karena memecah proses memasak menjadi menggoreng dan membalik.

40.

Jodohkan berikut ini

a)

Proses menyederhanakan masalah yang kompleks agar lebih mudah dipahami.

1.

Abstraksi

b)
  • Mengulang langkah yang sama sampai mencapai tujuan.

2.

Maps

c)
  • Menguraikan masalah besar menjadi bagian-bagian kecil.

3.

Dekomposisi

d)
  • Menciptakan aturan atau pola untuk menyelesaikan masalah.

4.

Algoritma

e)
  • Contoh: Menyaring data siswa berdasarkan nilai ujian tertinggi

5.

Contoh penerapan Abstraksi