wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

ERT TCMM - PFRC - SOAL URUT 701-800 PHASE #02 (ID & EN) (PAGI)

Total questions: 100

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.
Sebuah tikungan angka delapan adalah: (290) [4.3.20] // A figure-eight bend is: (290) [4.3.20]
a)
Cara yang baik untuk mengikat loop tertutup // A good way to tie a closed loop
b)
Dua setengah halangan di sekitar objek // Two half hitches around an object
c)
Simpul dasar untuk seluruh keluarga simpul // The foundation knot for an entire family of knots
d)
Sebuah cara mengikat tali dengan diameter yang sama bersama-sama // A means of tying ropes of equal diameter together
2.
Apa itu tindak lanjut angka delapan? (290) [4.3.20] // What is a figure-eight follow through? (290) [4.3.20]
a)
Tindak lanjut angka delapan adalah dasar untuk angka delapan di atas gelung // A figure eight follow through is the foundation for a figure-eight on a bight
b)
Tindak lanjut pada dasarnya adalah angka delapan pada sebuah bight yang ada di sekitar objek // A follow through is basically a figure-eight on a bight that is around an object
c)
Tindak lanjut angka delapan digunakan untuk mengikat dua potong anyaman menjadi satu // A figure-eight follow through is used for tying two pieces of webbing together
d)
Tindak lanjut angka delapan paling cocok untuk mengikat tali dengan diameter yang sama // A figure-eight follow through is best suited to tie ropes of equal diameters together
3.
Jenis simpul apa yang lebih disukai untuk menggabungkan dua potong anyaman atau ujung dari potongan yang sama ketika diperlukan satu simpul? (291) [4.3.20] // Which type of knot is preferred for joining two pieces of webbing or the ends of the same pieces when a loop is needed? (291) [4.3.20]
a)
Simpul air // Water knot
b)
Bengkok bengkok // Becket bend
c)
Simpul kupu-kupu // Butterfly knot
d)
Angka delapan di sebuah teluk // Figure-eight on a bight
4.
Jenis peralatan apa yang tidak boleh diangkat? (291) [4.3.20] // What type of equipment must never be hoisted? (291) [4.3.20]
a)
Tangga ekstensi // Extension ladders
b)
Selang air yang terisi daya // Charged hoseline
c)
Gergaji listrik berbahan bakar // Fueled power saws
d)
Silinder bertekanan // Pressurized cylinders
5.
Apa yang akan membantu mencegah alat berputar atau patah saat diangkat? (291) [4.3.20] // What will help prevent tools from spinning or snapping while being hoisted?(291) [4.3.20]
a)
Beri tag pada garis// Tag lines
b)
Carabineer // Carabineers
c)
Bantalan tepi // Edge padding
d)
Sebuah sistem katrol // A pulley system
6.
Apa pedoman keselamatan untuk mengangkat alat dan perlengkapan? (293) [4.3.20] // What is a safety guideline for hoisting tools and equipment? (293) [4.3.20]
a)
Hindari menggunakan sistem katrol bila memungkinkan // Avoid using pulley systems whenever possible
b)
Hindari mengamankan tali ke nosel selang air yang terisi daya // Avoid securing rope to the nozzle of a charged hoseline
c)
Gunakan metode hand-over-hand untuk mempertahankan kendali tali // Use the hand-over-hand method to maintain control of the rope
d)
Tempatkan petugas pemadam kebakaran di bawah area pengangkat untuk memantau operasi // Post a firefighter underneath the hoisting area to monitor operations
7.
Apa BUKAN pedoman keselamatan untuk alat dan perlengkapan pengangkat? (293) [4.3.20] // What is NOT a safety guideline for hoisting tools and equipment?(293) [4.3.20]
a)
Bekerja dalam tim saat bekerja dari ketinggian // Work in teams when working from heights
b)
Gunakan tag line untuk membantu mengontrol objek yang diangkat // Use a tag line to help control the hoisted object
c)
Mengangkat alat dan peralatan selalu lebih aman daripada membawa tangan mereka menaiki tangga atau tangga // Hoisting tools and equipment is always safer than hand-carrying them up stairs or a ladder
d)
Gunakan rol tepi atau bantalan untuk melindungi tali dari kerusakan fisik saat menariknya melewati tepi yang tajam // Use an edge roller or padding to protect rope from physical damage when pulling it over sharp edges
8.
Manakah pernyataan tentang alat dan perlengkapan pengangkat yang akurat? (294) [4.3.20] // Which statement about hoisting tools and equipment is accurate?(294) [4.3.20]
a)
Selang yang terisi daya lebih mudah diangkat daripada yang kering // Charged hoselines are easier to hoist than dry ones
b)
Jangan gunakan tali pandu terpisah saat mengangkat gergaji listrik // Do not use a separate tag line when hoisting a power saw
c)
Prosedurnya sama untuk kapak flat-head dan pick-head // The procedure is the same for flat-head and pick-head axes
d)
Angkat tiang tombak dengan tombak ke bawah agar tidak menabrak struktur // Raise the pike pole with the pike down to avoid striking the structure
9.
Untuk apa tali utilitas digunakan dalam operasi penyelamatan? (295) [4.3.9] // What is utility rope used for in rescue operations?(295) [4.3.9]
a)
Rappeling // Rappelling
b)
Mengangkat korban dan penyelamat // Lifting victims and rescuers
c)
Mengangkat alat dan peralatan // Hoisting tools and equipment
d)
Memindahkan korban dari situasi es dan air deras // Removing victims from ice and swift water situations
10.
Apa penggunaan yang tepat untuk tali utilitas di lokasi darurat? (295) [4.3.3] // What is an appropriate use for utility rope at an emergency scene?(295) [4.3.3]
a)
Mengangkat korban // Lifting victims
b)
Penyelamatan diri dari lingkungan IDLH // Self rescue from IDLH environment
c)
Menetapkan batas zona kontrol // Establishing a control zone perimeter
d)
Menahan pasien agresif ke ranjang ambulans // Restraining combative patients to an ambulance cot
11.
Dalam situasi seperti apa baris pencarian kemungkinan akan digunakan? (295) [4.3.9] // In what type of situation are search lines likely to be used?(295) [4.3.9]
a)
Tim-tim ditempatkan di tempat-tempat yang gelap dan dipenuhi asap // Teams deployed in dark, smoke-filled spaces
b)
Pada keruntuhan struktural yang membutuhkan stabilisasi // At structural collapses that require stabilization
c)
Operasi ekstrikasi di jalan raya dengan lalu lintas padat // Extrication operations on roadways with heavy traffic
d)
Di hutan belantara kebakaran ketika radio dua arah tidak tersedia // In wildland fires when two-way radios are not available
12.
Untuk apa tali dan anyaman utilitas digunakan selama insiden penyelamatan kendaraan? (296) [4.3.3] bab 8 // What are utility rope and webbing likely to be used for during vehicle rescue incidents?(296) [4.3.3] chapter 8
a)
Garis pencarian // Search lines
b)
Penyelamatan air cepat // Swift water rescue
c)
Stabilisasi objek // Object stabilization
d)
Menopang dan mencekik // Shoring and choking
13.
Apa anggota struktural utama tangga yang menopang anak tangga atau blok anak tangga? (315) [4.3.6] // What is the main structural member of a ladder supporting the rungs or rung blocks?(315) [4.3.6]
a)
Tip // Tip
b)
Balok // Beam
c)
Pawl // Pawls
d)
Blok truss // Truss block
14.
Apa bagian terbang dari tangga ekstensi? (315) [4.3.6] // What is the fly section of an extension ladder? (315) [4.3.6]
a)
Spacer dipasang di antara rel tangga yang diikat // The spacers set between the rails of a trussed ladder
b)
Bagian atas tangga ekstensi yang bergerak // The upper section of an extension ladder that moves
c)
Bagian terendah dan terluas dari tangga ekstensi // The lowest and widest section of an extension ladder
d)
Tali atau kabel yang digunakan untuk mengangkat dan menurunkan tangga // The rope or cable used for hoisting and lowering the ladder
15.
Apa tali atau kabel yang digunakan untuk mengangkat dan menurunkan bagian tangga ekstensi? (316) [4.3.6] // What is the rope or cable used for hoisting and lowering sections of an extension ladder?(316) [4.3.6]
a)
Tali bendera // Halyard
b)
Batang pengikat // Tie rods
c)
Bagian terbang // Fly section
d)
Pawls (atau anjing) // Pawls (or dogs)
16.
Apa perangkat yang dipasang di bagian dalam balok pada bagian terbang yang digunakan untuk menahan bagian terbang di tempatnya setelah diperpanjang? (316) [4.3.6] // What are the devices attached to the inside of the beams on fly sections used to hold the fly section in place after it has been extended?(316) [4.3.6]
a)
Rel // Rails
b)
Berhenti // Stops
c)
Panduan // Guides
d)
Pawls (atau anjing) // Pawls (or dogs)
17.
Roda kecil beralur tempat tiang tali ditarik pada tangga ekstensi disebut: (316) [4.3.6] // The small, grooved wheel through which the halyard is drawn on an extension ladder is called a: (316) [4.3.6]
a)
Rel // Rail
b)
Berhenti // Stop
c)
Memandu // Guide
d)
Katrol // Pulley
18.
Apa rel tangga? (318) [4.3.6] // What are the rails of a ladder?(318) [4.3.6]
a)
Anggota struktural utama tangga yang menopang anak tangga atau blok anak tangga // Main structural members of a ladder supporting the rungs or rung blocks
b)
Spacer dipasang di antara balok tangga yang diikat; dapat mendukung anak tangga // Spacers set between the beams of a trussed ladder; may support the rungs
c)
Mengangkat alat dan peralatan selalu lebih aman daripada membawa tangan mereka menaiki tangga atau tangga // The two lengthwise members of a trussed ladder beam that are separated by truss or separation blocks
d)
Perangkat yang terpasang di bagian dalam balok pada bagian terbang yang digunakan untuk menahan bagian terbang di tempatnya setelah diperpanjang // Devices attached to the inside of the beams on fly sections used to hold the fly section in place after it has been extended
19.
Tangga yang merupakan salah satu bagian dengan panjang yang tidak dapat diatur atau tetap disebut _______ tangga. (318) [4.3.6] // A ladder that is one section of nonadjustable or fixed length is called a _______ ladder. (318) [4.3.6]
a)
Atap // Roof
b)
Langkah // Step
c)
Tunggal // Single
d)
Komersial // Commercial
20.
Apa yang membedakan tangga atap dari tangga tunggal? (318) [4.3.6] // What distinguishes roof ladders from single ladders?(318) [4.3.6]
a)
Tangga atap memiliki bagian terbang // Roof ladders have a fly section
b)
Tangga atap dapat digunakan sebagai perpanjangan tangga langkah // Roof ladders can be used as an extension of step ladders
c)
Tangga atap memiliki cakar yang menempel pada awning dan tembok pembatas // Roof ladders have claws that attach to awnings and parapets
d)
Tangga atap memiliki kait lipat sebagai alat penahan tangga // Roof ladders have folding hooks as a means of anchoring the ladder
21.
Tangga apa yang terdiri dari bagian alas atau tempat tidur dan satu atau lebih bagian terbang yang bergerak dalam pemandu atau braket untuk memungkinkan penyesuaian panjang? (318) [4.3.6] // What ladder consists of a base or bed section and one or more fly sections that travel in guides or brackets to permit length adjustment? (318) [4.3.6]
a)
Melangkah // Step
b)
Atap // Roof
c)
Perpanjangan // Extension
d)
Kombinasi // Combination
22.
Apa deskripsi TERBAIK tentang bagaimana tangga harus diperiksa? (318) [4.3.6] // What is the BEST description for how ladders should be inspected? (318) [4.3.6]
a)
Periksa tangga pada setiap pergantian shift // Inspect ladders at each shift change
b)
Periksa tangga per kebijakan departemen // Inspect ladders per departmental policy
c)
Periksa tangga yang berumur sepuluh tahun atau lebih // Inspect ladders that are ten years or older
d)
Periksa sesuai dengan preferensi kapten Anda // Inspect according to your captain's preferences
23.
Manakah pernyataan tentang memeriksa tangga tanah yang akurat? (318) [4.3.6] // Which statement about inspecting ground ladders is accurate? (318) [4.3.6]
a)
Anak tangga harus cukup longgar untuk disesuaikan // The rungs of ladders should be loose enough to adjust
b)
Perubahan warna tangga fiberglass adalah normal untuk tangga yang lebih tua // Discoloration of fiberglass ladders is normal for older ladders
c)
Area yang rusak akibat getaran pada titik kontak harus diperiksa // Worn areas caused by vibration at points of contact should be inspected
d)
Tangga harus dihentikan saat tanggal kedaluwarsa sensor panasnya tercapai // Ladders should be retired when their heat sensor expiration date is reached
24.
Manakah dari berikut ini yang TIDAK mengharuskan tangga dilepas dari layanan dan diperiksa? (318) [4.3.6] // Which of the following would NOT require a ladder to be removed from service and inspected? (318) [4.3.6]
a)
Paparan panas tinggi // Exposure to high heat
b)
Kontak langsung dengan api // Direct contact with flame
c)
Sensor panas telah berubah warna // Heat sensor has changed color
d)
Beban lebih dari satu petugas pemadam kebakaran // A load of more than one firefighter
25.
Jika ditemukan kerusakan saat memeriksa tangga, Anda harus: (318) [4.3.6] // If any damage is found while inspecting a ladder, you must: (318) [4.3.6]
a)
Perbaiki kerusakan dan kembalikan tangga untuk diservis // Repair the damage and return the ladder to service
b)
Lepaskan tangga dari layanan hingga dapat diperbaiki dan diuji // Remove the ladder from service until it can be repaired and tested
c)
Tentukan penyebab kerusakan dan laporkan kepada atasan Anda // Determine the cause of the damage and report it to your supervisor
d)
Lingkari kerusakan dengan spidol permanen dan catat di buku inspeksi // Circle the damage with a permanent marker and log it in the inspection book
26.
Saat memeriksa tangga logam, Anda harus mencari: (318) [4.3.6] // When inspecting metal ladders, you should look for: (318) [4.3.6]
a)
Ekstra // Extra rivets
b)
Anak tangga longgar // Loose rungs
c)
Busuk kering di rel // Dry rot on the rails
d)
Cat hilang di halyard // Missing paint on the halyard
27.
Saat memeriksa tangga fiberglass, Anda harus mencari: (318) [4.3.6] // When inspecting fiberglass ladders, you should look for: (318) [4.3.6]
a)
Tali pengikat yang longgar // A loose halyard
b)
Busuk kering di anak tangga // Dry rot on the rungs
c)
Tidak ada karet di bantalan kaki // Missing rubber on the foot pads
d)
Korosi atau karat pada fiberglass // Corrosion or rust on the fiberglass
28.
Jenis tangga apa yang harus diperiksa untuk kerusakan air, pecah, garis-garis gelap, dan sepatu bundar? (322) [4.5.1] // What type of ladders must be inspected for water damage, splintering, dark streaks, and rounded shoes? (322) [4.5.1]
a)
Kayu // Wood
b)
Fiberglass // Fiberglass
c)
Aluminium // Aluminum
d)
Polikarbonat // Polycarbonate
29.
Saat memeriksa _______ tangga, pastikan rakitan pengait tidak menunjukkan tanda-tanda karat dan tidak berubah bentuk. (322) [4.5.1] // When inspecting _______ ladders, make sure hook assemblies do not show signs of rust and are not deformed. (322) [4.5.1]
a)
Atap // Roof
b)
Loteng // Attic
c)
Lajang // Single
d)
Kombinasi // Combination
30.
Apa yang menjadi pertimbangan saat memeriksa tangga ekstensi? (322) [4.5.1] // What is a consideration when inspecting extension ladders? (322) [4.5.1]
a)
Pastikan rakitan pengait beroperasi dengan relatif mudah // Ensure the hook assemblies operate with relative ease
b)
Pastikan halyard kencang saat dalam posisi diperpanjang // Ensure that the halyard is taut when it is in the extended position
c)
Kait dan jari majelis pawl harus bergerak masuk dan keluar dengan bebas // The hook and finger of the pawl assemblies should move in and out freely
d)
Periksa kondisi panduan tangga dan bagian terbang aman dan tidak tergelincir // Check the condition of ladder guides and that the fly sections are secure and do not slide
31.
Apa pedoman umum untuk membersihkan tangga setelah digunakan? (323) [4.5.1] // What is a general guideline for cleaning ladders after use? (323) [4.5.1]
a)
Gunakan aseton atau pengencer cat untuk menghilangkan residu berminyak atau berminyak // Use acetone or paint thinner to remove oily or greasy residue
b)
Gunakan air mengalir untuk membersihkan tangga tetapi hindari menggunakan sikat // Use running water to clean the ladder but avoid using brushes
c)
Oleskan pelumasan sesekali sesuai rekomendasi pabrikan // Apply lubrication occasionally according to manufacturer's recommendations
d)
Tandai kerusakan atau cacat dengan spidol permanen sebelum mengembalikan tangga ke servis // Mark damage or defects with a permanent marker before returning ladders to service
32.
Apa BUKAN persyaratan perawatan umum untuk tangga tanah? (324) [4.5.1] // What is NOT a general maintenance requirement for ground ladders? (324) [4.5.1]
a)
Simpan tangga di tempat yang tidak terkena cuaca // Keep ladders in an area where they are not exposed to the elements of weather
b)
Simpan atau posisikan tangga di tempat bebas dari knalpot kendaraan atau panas mesin // Store or position ladders where they are free from vehicle exhaust or engine heat
c)
Setiap perbaikan/pengelasan oleh petugas pemadam kebakaran harus didokumentasikan dalam log pemeliharaan tangga.// Any repairs/welding completed by firefighters must be documented in the ladder's maintenance log
d)
Cat tangga hanya untuk tujuan identifikasi atau visibilitas, dan hanya di bagian atas dan bawah balok 18 inci (450 mm) // Paint ladders only for identification or visibility, and only at the top and bottom 18 inches (450 mm) of the beams
33.
Apa pedoman umum untuk keselamatan dan keamanan tangga saat menaikkan tangga? (324) [4.3.6] // What is a general guideline for ladder safety and safety when raising ladders?(324) [4.3.6]
a)
Gunakan tangga hanya untuk tujuan yang dimaksudkan // Only use ladders for their intended purposes
b)
Jangan naikkan tangga apa pun hingga jarak 50 kaki (15 m) dari kabel listrik // Do not raise any ladders to within 50 feet (15 m) of electrical wires
c)
Jangkar ujung tangga ke tanah saat latihan atau selama operasi darurat // Anchor the tip of the ladder to the ground when training or during emergency operations
d)
Pegang anak tangga ekstensi saat memanjangkan atau menarik kembali untuk mencegah jari terjepit atau terjepit di antara bagian // Grasp extension ladder rungs when extending or retracting to prevent fingers from being pinched or caught between sections
34.
Meluncur menuruni tangga dengan kaki atau kepala lebih dulu adalah: (325) [4.3.6] // Sliding down a ladder either feet first or head first is: (325) [4.3.6]
a)
Teknik pelepasan diri yang aman // A safe self-extrication technique
b)
Hanya dapat diterima selama operasi penyelamatan // Acceptable only during rescue operations
c)
Direkomendasikan hanya setelah pelatihan ekstensif // Recommended only after extensive training
d)
Tidak aman dan dapat mengakibatkan cedera serius atau kematian // Unsafe and may result in serious injury or death
35.
Yang merupakan pedoman untuk mengangkat/menurunkan tangga tanah? (325) [4.3.6] // Which is a guideline for lifting or lowering ground ladders? (325) [4.3.6]
a)
Tekuk lutut Anda, jaga agar punggung Anda tetap tertekuk // Bend your knees, keeping your back bent
b)
Saat bekerja sebagai tim, lepaskan tangga jika belum siap menempatkannya // When working as a team, let go of the ladder if you are not ready to place it
c)
Angkat atas perintah petugas pemadam kebakaran yang dapat melihat bangunan yang Anda dekat // Lift on the command of a firefighter who can see the structure you are approaching
d)
Membalikkan prosedur untuk mengangkat Ketika perlu meletakkan tangga di tanah sebelum mengangkatnya // Reverse the procedure for lifting when it is necessary to place a ladder on the ground before raising it
36.
Bagaimana petugas pemadam kebakaran harus mencari bahaya listrik saat memasang tangga? (325) [4.3.6] // How should firefighters look for electrical hazards while placing ladders? (325) [4.3.6]
a)
Periksa tepat di atas posisi Anda sebelum menaikkan tangga // Check directly above your position right before raising the ladder
b)
Periksa kabel atau peralatan listrik di atas kepala lalu naikkan tangga // Check for overhead electrical wires or equipment then raise the ladder
c)
Setelah melepas tangga dari peralatan, periksa jalur Anda dari bahaya, lalu bergerak cepat // After removing the ladder from the apparatus, check your path for hazards then move quickly
d)
Cari ke atas untuk memeriksa kabel atau peralatan listrik di atas kepala lalu lihat ke atas sebelum mengangkat tangga // Look up to check for overhead electrical wires or equipment then look up again before raising the ladder
37.
Apa yang dianggap OSHA sebagai Lingkaran Keselamatan saat menggunakan tangga? (326) [4.3.6] // What does OSHA consider to be the Circle of Safety when raising, using, and lowering ladders? (326) [4.3.6]
a)
Setidaknya 10 kaki (3 m) dari semua struktur atau eksposur // At least 10 feet (3 m) from all structures or exposures
b)
Setidaknya 20 kaki (6 m) dari semua struktur atau eksposur // At least 20 feet (6 m) from all structures or exposures
c)
Setidaknya 10 kaki (3 m) dari semua saluran listrik atau peralatan yang berenergi // At least 10 feet (3 m) from all energized electrical lines or equipment
d)
Setidaknya 20 kaki (6 m) dari semua jalur atau peralatan listrik beraliran listrik // At least 20 feet (6 m) from all energized electrical lines or equipment
38.
Dalam keadaan apa tangga akan menghantarkan listrik? (326) [4.3.6] // Under which circumstances will ladders conduct electricity? (326) [4.3.6]
a)
Tidak ada tangga yang bisa menghantarkan listrik saat basah // No ladders will conduct electricity when wet
b)
Tangga aluminium hanya menghantarkan listrik hanya saat basah // Aluminum ladders will conduct electricity only when wet
c)
Tangga kayu tidak menghantarkan listrik bahkan saat basah // Wooden ladders do not conduct electricity even when wet
d)
Semua tangga akan menghantarkan listrik, terutama saat basah, terlepas dari bahan konstruksinya // All ladders will conduct electricity, especially when wet, regardless of their construction material
39.
Bagaimana posisi fly section tangga ekstensi biasanya? (326) [4.3.6] // How are the fly sections of extension ladders typically positioned? (326) [4.3.6]
a)
Semua jenis tangga ekstensi diposisikan dengan fly in // All types of extension ladders should be positioned with the fly in
b)
Tangga logam dan fiberglass modern dirancang fly out // Modern metal and fiberglass ladders are designed to be positioned with the fly out
c)
Produsen tangga tidak menentukan bagaimana bagian terbang harus diposisikan // Ladder manufacturers do not specify how the fly section should be positioned
d)
Tangga kayu yang dirancang dengan anak tangga yang dipasang di rel rangka atas dimaksudkan untuk digunakan dengan fly out // Wooden ladders that are designed with the rungs mounted in the top truss rails are intended to be used with the fly out
40.
Setelah tangga ekstensi dinaikkan dan bersandar pada struktur dan sebelum dinaiki, item apa selanjutnya yang harus diamankan? (326) [4.3.6] // Once an extension ladder is raised and resting against a structure and before it is climbed, what is the next item that should be secured? (326) [4.3.6]
a)
Anak tangga // The rungs
b)
Balok // The beams
c)
Kait // The hooks
d)
Halyard // The halyard
41.
Apa pedoman umum untuk memperkirakan ketinggian saat memilih tangga yang tepat? // What is a general guideline for estimating height when selecting the proper ladder? (327) [4.3.6]
a)
Sebuah kisah perumahan rata-rata sekitar 10 kaki (3 m) // A residential story averages about 10 feet (3 m)
b)
Sebagian besar bangunan tempat tinggal tingginya 20 kaki (6 m) // Most residential structures are 20 feet (6 m) tall
c)
Sebuah cerita komersial rata-rata berukuran sekitar 10 kaki (3 m) // A commercial story averages about 10 feet (3 m)
d)
Sebagian besar bangunan komersial tingginya 20 kaki (6 m) // Most commercial structures are 20 feet (6 m) tall
42.
Untuk panjang tangga _______ atau kurang, jangkauan kurang lebih 1 kaki (300 mm) kurang dari panjang yang ditentukan (329) [4.3.6] // For ladder lengths of _______ or less, reach is approximately 1 foot (300 mm) less than the designated length (329) [4.3.6]
a)
10 kaki (3 m) // 10 feet (3 m)
b)
14 kaki (4 m) // 14 feet (4 m)
c)
24 kaki (7 m) // 24 feet (7 m)
d)
35 kaki (11 m) // 35 feet (11 m)
43.
Saat menggunakan tangga tanah yang terpasang pada peralatan Anda, Anda harus mengetahui (329) [4.3.6] // When using the ground ladders mounted on your apparatus, you must know (329) [4.3.6]
a)
Produsen tangga // Ladder's manufacturer
b)
Jumlah anak tangga pada tangga // Number of rungs on the ladder
c)
Urutan di mana tangga bersarang disimpan // Order in which nested ladders are stored
d)
Panjang halyard jika itu adalah tangga ekstensi // Length of halyard if it is an extension ladder
44.
Apa pertimbangan keamanan saat membawa tangga darat? (331) [4.3.6] // What is a safety consideration when carrying ground ladders? (331) [4.3.6]
a)
Jangan pernah membawa tangga tanpa pasangan // Never carry a ladder without a partner
b)
Bawa tangga atap dengan kait terbuka // Carry roof ladders with the hooks open
c)
Gunakan pengintai saat melepas tangga dari peralatan // Use a spotter when removing ladders from apparatus
d)
Identifikasi salah satu anggota tim angkat Anda sebagai pemimpin tim // Identify one member of your lift team as a team leader
45.
Apa yang harus diingat oleh petugas pemadam kebakaran saat membawa ujung depan tangga setinggi mata? (331) [4.3.6] // What must firefighters keep in mind when carrying the forward end of a ladder at eye level? (331) [4.3.6]
a)
Petugas pemadam kebakaran di bagian belakang memiliki pandangan yang lebih baik dari latar depan // The firefighter at the back end has a better view of the foreground
b)
Ini meningkatkan kemungkinan menjatuhkan tangga saat membawanya // This increases the possibility of dropping the ladder while carrying it
c)
Membawa tangga setinggi mata menghalangi pandangan tetapi membantu keseimbangan // Carrying the ladder at eye level impedes visibility but helps with balance
d)
Metode ini meningkatkan risiko taji pantat menyerang orang lain di kepala // This method increases the risk of the butt spurs striking someone else in the head
46.
Saat memasang tangga di darat, amati dan komunikasikan kepada awak kapal dan/atau penyelia Anda tentang (332) [4.3.6, 4.3.9, 4.3.12] // When placing ground ladders, observe and communicate to crew members and/or your supervisor the (332) [4.3.6, 4.3.9, 4.3.12]
a)
Kehadiran kabel bawah tanah // Presence of underground cables
b)
Posisi tangga pada peralatan // Position of ladder on the apparatus
c)
Kesesuaian tangga yang dipilih // Appropriateness of the chosen ladder
d)
Jumlah petugas pemadam kebakaran yang membawa tangga // Number of firefighters carrying the ladder
47.
Apa penempatan khas tangga untuk membuka jendela untuk ventilasi? (333) [4.3.6, 4.3.11, 4.3.12] // What is the typical placement of a ladder for opening a window for ventilation? (333) [4.3.6, 4.3.11, 4.3.12]
a)
Menempatkan ujung tangga tepat di bawah ambang jendela // Placing the tip of a ladder just below the windowsill
b)
Memperpanjang tangga minimal dua anak tangga di atas bagian atas jendela // Extending a ladder a minimum of two rungs above the top of the window
c)
Memperpanjang tangga minimal tiga sampai lima anak tangga di luar tepi atap // Extending a ladder a minimum of three to five rungs beyond the roof edge
d)
Ujung tangga bahkan dengan bagian atas jendela dan ke sisi yang berliku-liku // Tip of a ladder even with the top of the window and to the windward (upwind) side
48.
Apa penempatan tangga yang khas untuk melakukan penyelamatan dari bukaan jendela? (333) [4.3.6, 4.3.9] // What is the typical placement of a ladder for performing rescue from a window opening? (333) [4.3.6, 4.3.9]
a)
Menempatkan ujung tangga sedikit di bawah ambang // Placing the ladder tip slightly below the sill
b)
Memperpanjang tangga minimal dua anak tangga di atas bagian atas jendela // Extending a ladder a minimum of two rungs above the top of the window
c)
Memperpanjang tangga minimal tiga sampai lima anak tangga di luar tepi atap // Extending a ladder a minimum of three to five rungs beyond the roof edge
d)
Ujung tangga rata dengan bagian atas jendela dan ke arah angin (melawan arah angin) // Tip of a ladder even with the top of the window and to the windward (upwind) side
49.
Yang manakah pedoman penempatan tangga? (333) [4.3.6] // What is a ladder placement guideline? (333) [4.3.6]
a)
Hindari memperpanjang tangga lebih dari dua anak tangga di luar tepi atap // Avoid extending a ladder more than two rungs beyond the roof edge
b)
Manfaatkan poin kuat, seperti sudut, dalam konstruksi bangunan // Take advantage of strong points, such as corners, in building construction
c)
Tempatkan tangga di titik lunak untuk menggali pantat tangga ke tanah // Place ladders on soft spots in order to dig the butt of the ladder into the ground
d)
Naikkan tangga tepat di bawah jendela saat akan digunakan sebagai penopang pelontar asap // Raise the ladder directly below the window when it is to be used as a support for a smoke ejector
50.
Manakah yang BUKAN pedoman penempatan tangga? (333) [4.3.6] // What is NOT a ladder placement guideline? (333) [4.3.6]
a)
Hindari menempatkan tangga di medan yang tidak rata atau titik-titik lunak // Avoid placing ladders on uneven terrain or soft spots
b)
Hindari menempatkan tangga di depan pintu atau jalur perjalanan lainnya // Avoid placing ladders in front of doors or other paths of travel
c)
Tempatkan tangga di dekat setidaknya dua titik di sisi bangunan yang berbeda // Place ladders near at least two points on different sides of the building
d)
Hindari menempatkan tangga di atas pintu jebakan lift trotoar atau lampu mati trotoar // Avoid placing ladders on top of sidewalk elevator trapdoors or sidewalk deadlights
51.
Tangga yang ditempatkan pada kemiringan _______ derajat memberikan stabilitas yang baik dan sudut panjat yang optimal (333) [4.3.6]
a)
55 // 55
b)
60 // 60
c)
75 // 75
d)
85 // 85
52.
Apa cara mudah untuk menentukan jarak yang tepat antara pangkal tangga dan bangunan (333) [4.3.6] // What is an easy way to determine the proper distance between the butt of the ladder and the building (333) [4.3.6]
a)
Bagilah panjang tangga sebenarnya dengan 3 // Divide the actual length of the ladder by 3
b)
Bagilah panjang tangga sebenarnya dengan 4 // Divide the actual length of the ladder by 4
c)
Bagilah panjang kerja tangga dengan 3 // Divide the working length of the ladder by 3
d)
Bagi panjang kerja tangga dengan 4 // Divide the working length of the ladder by 4
53.
Apa cara lain bagi petugas pemadam kebakaran untuk menguji apakah tangga berada pada sudut yang tepat (334) [4.3.6] // What is another way for firefighters to test if a ladder is at the proper angle (334) [4.3.6]
a)
Bagian bawah tangga harus berjarak kira-kira satu rentang lengan dari struktur // The bottom of the ladder should be approximately one arm span away from structure
b)
Berdiri di bawah tangga, orang setinggi 6 kaki (1,8 m) harus setinggi mata dengan anak tangga keenam // Standing under the ladder, a 6 foot (1.8 m) tall person should be at eye level with the sixth rung
c)
Saat berlutut di belakang tangga, Anda harus bisa menjangkau lurus ke depan dan memegang anak tangga tepat di depan Anda // While kneeling behind the ladder, you should be able to reach straight ahead and grasp a rung directly in front of you
d)
Berdiri tegak di anak tangga terbawah, Anda harus bisa meraih lurus ke depan dan memegang anak tangga tepat di depan Anda // Standing straight up on the bottom rung, you should be able to reach straight ahead and grasp a rung directly in front of you
54.
Tindakan apa yang harus diambil ketika mengangkat tangga dari bawah tangga (335) [4.3.6] // What action should be taken when heeling a ladder from beneath the ladder (335) [4.3.6]
a)
Berdirilah di bawah tangga dengan kaki rapat // Stand beneath the ladder with feet together
b)
Lihatlah ke atas, bukan ke depan, ketika seseorang menaiki tangga // Look up, not forward, when someone is climbing the ladder
c)
Pegang anak tangga, bukan baloknya, setinggi mata dan tarik tangga kembali ke arah bangunan // Grasp the ladder rungs, not the beams, at about eye level and pull the ladder back toward the building
d)
Pegang beam tangga, bukan anak tangga, setinggi mata dan tarik tangga ke mundur ke arah gedung // Grasp the ladder beams, not the rungs, at about eye level and pull the ladder backward toward the building
55.
Tindakan apa yang harus dilakukan saat menaiki tangga dari luar (bukan di bawah) tangga (335) [4.3.6] // What action should be taken when heeling a ladder from outside (not under) the ladder (335) [4.3.6]
a)
Berdiri di anak tangga pertama tangga // Stand on the first rung of the ladder
b)
Pegang balok dan tarik tangga dari gedung // Grasp the beams and pull the ladder from the building
c)
Berdirilah di luar tangga dan ganjal ujung pantat dengan satu kaki // Stand on the outside of the ladder and chock the butt end with one foot
d)
Tempatkan jari-jari kaki Anda pada butt spur atau letakkan kedua kaki di anak tangga paling bawah // Place your toes against the butt spur or place both feet on the bottom rung
56.
Dua metode digunakan untuk mengamankan tangga: heeling dan (334) [4.3.6] // Two methods are used for securing a ladder: heeling and (334) [4.3.6]
a)
Tying in // Tying in
b)
Grounding // Grounding
c)
Locking on // Locking on
d)
Pulling down // Pulling down
57.
Saat menggunakan tangga ekstensi satu petugas pemadam kebakaran, angkat dari bahu rendah (336) [4.3.6] // When using the one-firefighter extension ladder raise from the low-shoulder carry (336) [4.3.6]
a)
Gunakan bangunan untuk tumit tangga // Use the building to heel the ladder
b)
Tempatkan tangga di tanah sejajar dengan struktur // Place the ladder on the ground parallel to the structure
c)
Tempatkan ujung pantat pada titik di mana ia akan ditempatkan untuk memanjat // Place the butt end at the point where it will be located for climbing
d)
Gunakan trotoar atau tepi trotoar untuk menaiki tangga jika memungkinkan // Use the curb or edge of the sidewalk to heel the ladder whenever possible
58.
Ketika banyak petugas pemadam kebakaran terlibat dalam menaikkan tangga, siapa yang bertanggung jawab untuk menentukan apakah tangga akan dinaikkan sejajar atau tegak lurus dengan bangunan (337) [4.3.6] // When multiple firefighters are involved in raising a ladder, who is responsible for determining whether the ladder will be raised parallel with or perpendicular to the building (337) [4.3.6]
a)
Petugas perusahaan // The company officer
b)
Petugas pemadam kebakaran senior // The senior firefighter
c)
Petugas pemadam kebakaran di ujung ujung // The firefighter at the tip end
d)
Petugas pemadam kebakaran di bagaian butt tangga // The firefighter at the butt end
59.
Ketika ada ruang yang cukup untuk menaikkan tangga tambahan dengan lebih dari satu petugas pemadam kebakaran, dari posisi manakah tangga harus dinaikkan (337) [4.3.6] // When there is sufficient space to raise an extension ladder with more than one firefighter, from what position should the ladder be raised (337) [4.3.6]
a)
Angkat tegak lurus dengan bangunan karena lebih mudah diangkat // Raise it perpendicular to the building because it is easier to lift
b)
Naikkan sejajar dengan bangunan karena lebih mudah untuk menaiki tangga // Raise it parallel to the building because it is easier to heel the ladder
c)
Tidak ada bedanya jika diangkat pararel atau tegak lurus terhadap bangunan // It makes little difference if raised parallel or perpendicular to the building
d)
Menaikkannya sejajar dengan bangunan karena tidak perlu diputar sekali dinaikkan // Raise it parallel to the building because it does not need to be rotated once raised
60.
Ketika tiga petugas pemadam kebakaran membawa tangga, satu petugas pemadam kebakaran harus berada di ujung, satu di tumit, dan yang ketiga (337) [4.3.6] // When three firefighters carry a ladder, one firefighter should be at the tip, one at the heel, and the third (337) [4.3.6]
a)
Di ujung // At the tip
b)
Di tumit // At the heel
c)
Dekat pawl // Near the pawls
d)
Sepanjang beam // Along the beam
61.
Pernyataan apa tentang tangga empat petugas pemadam kebakaran yang benar (337) // What statement about a four firefighter ladder raise is correct (337) [4.3.6]
a)
Empat petugas pemadam kebakaran harus digunakan untuk tangga ekstensi yang lebih tinggi dari 24 kaki (7 m) // Four firefighters must be used for extension ladders taller than 24 feet (7 m)
b)
Peninggian balok harus digunakan saat empat petugas pemadam kebakaran membawa tangga ekstensi // A beam raise must be used when four firefighters are carrying an extension ladder
c)
Empat petugas pemadam kebakaran dapat digunakan untuk menangani tangga ekstensi yang lebih besar dan lebih berat dengan lebih baik // Four firefighters can be used to better handle the larger and heavier extension ladders
d)
Dua petugas pemadam kebakaran di pantat bertanggung jawab untuk menempatkan pantat pada jarak yang diinginkan dari gedung // Two firefighters at the butt are responsible for placing the butt at the desired distance from the building
62.
Tangga yang terangkat harus diputar (338) [4.3.6] // A raised ladder should be pivoted (338) [4.3.6]
a)
Setelah diperpanjang // After it has been extended
b)
Pada beam terdekat dengan struktur // On the beam closest to the structure
c)
Setelah lalat dinaikkan pada posisi yang benar // Once the fly has been raised in the correct position
d)
Setiap kali telah dinaikkan tegak lurus dengan bangunan // Whenever it has been raised perpendicular to the building
63.
Sebuah tangga tunggal berukuran 20 kaki (6 m) atau kurang dapat dengan aman dipindahkan dengan (338) [4.3.6] // A single ladder that is 20 feet (6 m) or less can safely be shifted by (338) [4.3.6]
a)
Satu petugas pemadam kebakaran // One firefighter
b)
Minimal dua petugas pemadam kebakaran // A minimum of two firefighters
c)
Minimal tiga petugas pemadam kebakaran // A minimum of three firefighters
d)
Satu petugas pemadam kebakaran di tanah dan satu di struktur // One firefighter on the ground and one in the structure
64.
Panat tangga harus dilakukan (339) [4.3.6] // Ladder climbing should be done (339) [4.3.6]
a)
Tanpa membawa alat // Without carrying tools
b)
Dengan mudah dan memiliki ritme // Smoothly and rhythmically
c)
Dengan dua titik kontak atau kurang // With two points of contact or fewer
d)
Dengan sabuk tangga terpasang pada balok // With a ladder belt attached to the beam
65.
Instruksi apa yang harus diikuti untuk menaiki tangga (339) [4.3.6] // What instructions should be followed to climb a ladder (339) [4.3.6]
a)
Pegang setiap anak tangga dengan kedua tangan saat Anda naik // Grasp each rung with both hands as you ascend
b)
Jaga tubuh Anda sedekat mungkin dengan tangga saat mendaki // Keep your body as close to the ladder as possible while climbing
c)
Pegang anak tangga dengan telapak tangan ke bawah dan ibu jari Anda di bawah anak tangga // Grasp the rungs with palms down and your thumbs beneath the rungs
d)
Koordinasikan gerakan tangan dan kaki sehingga tangan dan kaki kanan bersentuhan dengan tangga saat Anda bergerak ke atas // Coordinate hand and foot movement so that the right hand and foot are in contact with the ladder as you move upward
66.
Apa prosedur yang dapat diterima untuk mengamankan diri Anda ke tangga sebelum mulai bekerja (339) [4.3.9] // What is an acceptable procedure for securing yourself to a ladder before beginning work (339) [4.3.9]
a)
Baringkan seluruh tubuh Anda di tangga // Lay your entire body against the ladder
b)
Terapkan kunci kaki sebelum mulai bekerja // Apply a leg lock before beginning work
c)
Jangkau anak tangga sebelum mulai bekerja // Reach through the rungs of the ladder before beginning work
d)
Ikatkan diri Anda pada tali pengaman yang diamankan di ujung tangga // Attach yourself to life safety rope secured at the tip of the ladder
67.
Bagaimana petugas pemadam kebakaran memastikan kontak tangan yang konstan sambil membawa kapak menaiki tangga (340) [4.3.6, 4.3.12] // How can firefighters ensure constant hand contact while carrying an axe up a ladder (340) [4.3.6, 4.3.12]
a)
Pegang dengan kedua tangan pada balok tangga // Hold it with both hands against the beams of the ladder
b)
Petugas pemadam kebakaran tidak boleh membawa kapak ke atas atau ke bawah tangga // Firefighters should never carry an axe up or down a ladder
c)
Amankan kapak ke orang Anda menggunakan sabuk tangga atau anyaman // Secure the axe to your person using a ladder belt or webbing
d)
Dengan alat di satu tangan, geser tangan bebas di sepanjang balok daripada di anak tangga // With the tool in one hand, slide the free hand along the beam rather than on the rungs
68.
Pernyataan manakah yang benar tentang pemasangan tangga atap di atap bernada (340) [4.3.12] // Which statement about deploying a roof ladder on a pitched roof is correct (340) [4.3.12]
a)
Bawa tangga atap ke struktur dengan pengait // Carry the roof ladder to the structure with hooks out
b)
Tangga atap dapat diangkut dengan bagian butt terlebih dahulu atau dari tip terlebih dahulu // Roof ladders may be carried either butt first or tip first
c)
Selalu gunakan tangga atap dengan mengangkatnya menggunakan tali utilitas // Always deploy a roof ladder by hoisting it with utility rope
d)
Terapkan kunci kaki ke tangga atap setelah kait terpasang di puncak atap // Apply a leg lock to the roof ladder after the hooks have engaged on the roof peak
69.
Untuk membawa korban menuruni tangga tanah dari jendela, harus ada (341) [4.3.9] // To bring victims down a ground ladder from a window, there must be (341) [4.3.9]
a)
Dua petugas pemadam kebakaran di tanah menaiki tangga dan satu di dalam gedung // Two firefighters on the ground heeling the ladder and one inside the building
b)
Satu petugas pemadam kebakaran di tangga membantu korban dan satu lagi menaiki tangga // One firefighter on the ladder assisting the victim and one heeling the ladder
c)
Dua petugas pemadam kebakaran di dalam gedung, satu atau dua di tangga, dan satu lagi memiringkan tangga // Two firefighters inside the building, one or two on the ladder, and one heeling the ladder
d)
Dua petugas pemadam kebakaran di dalam gedung dan satu petugas pemadam kebakaran di tangga membantu korban // Two firefighters inside the building and one firefighter on the ladder assisting the victim
70.
Tergantung pada apakah metode yang dipilih untuk membantu korban menuruni tangga (341) [4.3.9] // What does the method chosen to assist victims down a ladder depend upon (341) [4.3.9]
a)
Jumlah korban // The number of victims
b)
Panjang tangga // The length of the ladder
c)
Apakah korban sadar atau tidak // Whether or not the victim is conscious
d)
Jarak ke bagian bawah jendela // The distance to the bottom of the window
71.
Apa metode untuk membantu korban yang tidak sadar menuruni tangga (342) [4.3.9] // What is a method for assisting unconscious victims down a ladder (342) [4.3.9]
a)
Metode Cross-body // Cross-body method
b)
Metode Over-shoulder // Over-shoulder method
c)
Metode over-the-beam // Over-the-beam method
d)
Metode Across-the-arms // Across-the-arms method
72.
Apa metode cross-body yang dimodifikasi untuk membantu korban yang tidak sadar menuruni tangga (342) [4.3.9] // What is the modified cross-body method of assisting an unconscious victim down a ladder (342) [4.3.9]
a)
Korban dibawa mendatar menghadap tangga // The victim is carried horizontally facing the ladder
b)
Korban dibawa mendatar menghadap petugas pemadam kebakaran // The victim is carried horizontally facing the firefighter
c)
Korban dibawa menghadap tangga, bukan petugas pemadam kebakaran // The victim is carried facing the ladder, rather than the firefighter
d)
Korban diistirahatkan di atas bahu petugas pemadam kebakaran, bukan di bahu // The victim is rested over the shoulder of the firefighter rather than across the shoulder
73.
Bagaimana seharusnya korban yang lebih besar dibantu menuruni tangga (342) [4.3.9] // How should a larger victim be assisted down a ladder (342) [4.3.9]
a)
Korban yang lebih besar harus diturunkan dalam keranjang Stokes // Larger victims must be lowered in a Stokes basket
b)
Diperlukan dua petugas pemadam kebakaran di dua tangga tanah yang ditempatkan berdampingan // Two firefighters are required on two ground ladders placed side by side
c)
Korban harus dibawa menuruni tangga yang digendong di lengan penyelamat // The victim must be brought down a ladder cradled across the rescuer's arm
d)
Satu petugas pemadam kebakaran akan menurunkan korban dengan metode berlutut dan satu petugas pemadam kebakaran di dalam gedung akan menurunkan korban dengan tali pengaman // One firefighter will lower the victim using the on-the-knee method and one firefighter in the building will lower the victim with life safety rope
74.
Masuk paksa mengacu pada teknik yang digunakan untuk mendapatkan akses ke dalam kompartemen, struktur, fasilitas, atau lokasi ketika (371) [4.3.4] bab 9 // Forcible entry refers to the techniques used to gain access into a compartment, structure, facility, or site when (371) [4.3.4] chapter 9
a)
Cara masuk normal dikunci atau diblokir // The normal means of entry is locked or blocked
b)
Penghuni gedung tidak hadir untuk memberikan izin masuk // Building residents are not present to provide entry
c)
Struktur atau kompartemen harus dimasuki dengan cepat // A structure or compartment must be entered quickly
d)
Tidak ada jendela atau pintu yang tersedia untuk memasuki struktur // No windows or doors are available to enter the structure
75.
Setiap entri ke dalam struktur adalah bentuk dari (371) [4.3.4, 4.3.11] // Any entry into a structure is a form of (371) [4.3.4, 4.3.11]
a)
Dimasukkan secara paksa apakah alat digunakan atau tidak // Forcible entry whether tools are used or not
b)
Masuk secara sah jika dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran tersumpah // Lawful entry when performed by sworn fire department officers
c)
Operasi penyelamatan yang lebih diutamakan daripada operasi penindakan // Rescue operations that take precedence over suppression operations
d)
Ventilasi yang memungkinkan pertukaran udara segar dan hasil pembakaran // Ventilation that allows an exchange of fresh air and products of combustion
76.
Apa metode TERBAIK untuk meminimalkan potensi kerusakan pada struktur dari masuknya paksa (371) [4.3.4] // What is the BEST method of minimizing potential damage to the structure from forcible entry (371) [4.3.4]
a)
Cobalah sebelum Anda membongkar // Try before you pry
b)
Paksa pintu daripada jendela // Force doors rather than windows
c)
Gunakan perkakas tangan sebelum perkakas listrik // Use hand tools before power tools
d)
Jangan memaksa masuk kecuali nyawa dalam bahaya // Do not force entry unless lives are in danger
77.
Masuk paksa melalui penghalang keamanan seperti palang, kisi-kisi, dan jendela Lexan® membutuhkan (372) [4.3.4] // Forcible entry through security barriers such as bars, grilles, and Lexan® windows requires (372) [4.3.4]
a)
Sebuah crew yang terdiri dari tiga atau lebih personil // A crew of three or more personnel
b)
Pelatihan, peralatan, dan pengetahuan khusus // Specialized training, tools, and knowledge
c)
Petunjuk rinci dari produsen // Detailed instructions from the manufacturers
d)
Penggunaan alat-alat tangan daripada alat-alat listrik // The use of hand tools rather than power tools
78.
Pernyataan mana tentang alat potong yang digunakan untuk masuk secara paksa yang benar (373) [4.3.4, 4.3.9] // Which statement regarding cutting tools used for forcible entry is correct (373) [4.3.4, 4.3.9]
a)
Petugas pemadam kebakaran tidak boleh menggunakan alat pemotong bertenaga manual // Firefighters should not use manually powered cutting tools
b)
Tidak ada alat pemotong tunggal yang dapat memotong semua bahan dengan aman dan efisien // No single cutting tool will safely and efficiently cut all materials
c)
Pemotong baut tidak dianggap sebagai alat pemotong tetapi dapat digunakan seperti itu // Bolt cutters are not considered cutting devices but may be used as such
d)
Menggunakan pahat pemotong pada bahan selain yang dirancang untuknya akan memperlambat pengoperasian tetapi sebaliknya tidak berbahaya bagi pahat atau operator // Using a cutting tool on materials other than it was designed for will slow down operations but is otherwise not harmful to the tool or operator
79.
Dua jenis alat pemotong yang paling umum digunakan oleh petugas pemadam kebakaran adalah kapak kepala dan (373) [4.3.4, 4.3.9] // The two most common type of cutting tools used by firefighters are the pick-head axe and the (373) [4.3.4, 4.3.9]
a)
Halligan // Halligan
b)
Pike Pole // Pike pole
c)
Flat-head axe // Flat-head axe
d)
New York roof hook // New York roof hook
80.
Kapak kepala pemungut sangat efektif untuk menebas (374) [4.3.4, 4.3.9] // A pick-head axe is very effective for chopping through (374) [4.3.4, 4.3.9]
a)
Asphalt // Asphalt
b)
Concrete // Concrete
c)
Aluminum siding // Aluminum siding
d)
Wrought iron components // Wrought iron components
81.
Pemotong baut manual dapat digunakan dengan aman untuk memotong (374) [4.3.4, 4.3.9] // Manual bolt cutters can safely be used to cut (374) [4.3.4, 4.3.9]
a)
Jeruji besi // Iron bars
b)
Kabel tegangan // Tension cables
c)
Aluminum siding // Aluminum siding
d)
Case-hardened padlocks // Case-hardened padlocks
82.
Jenis alat pemotong apa yang harus memiliki selang yang terisi daya saat digunakan (375) [4.3.4, 4.3.9] // What type of cutting tool must have a charged hoseline in place while in use (375) [4.3.4, 4.3.9]
a)
Bolt cutter // Bolt cutter
b)
Rebar cutter // Rebar cutter
c)
Cutting torch // Cutting torch
d)
Pick-head axe // Pick-head axe
83.
Selalu gunakan _______ saat mengoperasikan gergaji listrik apa pun selama operasi masuk paksa (377) [4.3.4, 4.3.9] // Always use _______ when operating any power saw during forcible entry operations (377) [4.3.4, 4.3.9]
a)
Pelindung kepala dan kaki // Head and foot protection
b)
Perlindungan penghalang termal // Thermal barrier protection
c)
Perlindungan sengatan listrik // Electrical shock protection
d)
Pelindung mata, pendengaran, dan tangan // Eye, hearing, and hand protection
84.
Perkakas listrik manakah yang dapat digunakan untuk memotong logam dan umumnya bertenaga bensin daripada listrik (377) [4.3.4, 4.3.9] // Which power tool can be used to cut metal and is generally gasoline powered rather than electrical (377) [4.3.4, 4.3.9]
a)
Chain saw // Chain saw
b)
Rotary saw // Rotary saw
c)
Circular saw // Circular saw
d)
Reciprocal saw // Reciprocal saw
85.
Apa BEST menjelaskan mata gergaji yang digunakan dengan gergaji putar (378) [4.3.4, 4.3.9] // What BEST describes saw blades that are used with rotary saws (378) [4.3.4, 4.3.9]
a)
Pisau bergigi besar menghasilkan potongan yang lebih presisi // Large-toothed blades provide a more precise cut
b)
Mata gergaji putar perlu diganti setelah digunakan // Rotary saw blades need to be replaced after each use
c)
Bilah pisau carbide-tipped cenderung kurang lebih mudah tumpul setelah banyak digunakan // Carbide-tipped teeth blades are less prone to dulling after heavy use
d)
Meskipun mungkin terbuat dari bahan yang berbeda, mata gergaji putar dirancang untuk memotong semua jenis bahan // Although they may be constructed of different materials, rotary saw blades are designed to cut all types of materials
86.
Jenis gergaji mana yang ideal untuk memotong panel bodi lembaran logam dan komponen struktural pada kendaraan (378) [4.3.4, 4.3.9] // Which type of saw is ideal for cutting sheet metal body panels and structural components on vehicles (378) [4.3.4, 4.3.9]
a)
Band saw // Bandsaw
b)
Chain saw // Chain saw
c)
Rotary saw // Rotary saw
d)
Reciprocating saw // Reciprocating saw
87.
Jenis gergaji apa yang berguna untuk menebang pohon dan dahan untuk membersihkan jalur akses setelah bencana alam (378) [4.3.4, 4.3.9] // What type of saw is useful for clearing down trees and limbs to clear access routes after a natural disaster (378) [4.3.4, 4.3.9]
a)
Band saw // Band saw
b)
Chain saw // Chain saw
c)
Rotary saw // Rotary saw
d)
Reciprocating saw // Reciprocating saw
88.
Apa jenis alat masuk paksa yang menggunakan prinsip tuas dan titik tumpu untuk memberikan keuntungan mekanis (378) [4.3.4, 4.3.9] // What type of forcible entry tool makes use of the principle of the lever and fulcrum to provide mechanical advantage (378) [4.3.4, 4.3.9]
a)
Prying tools // Prying tools
b)
Cutting tools // Cutting tools
c)
Striking tools // Striking tools
d)
Pushing/pulling tools // Pushing/pulling tools
89.
Apa yang akan memberikan kekuatan yang lebih besar di ujung kerja alat pengintai (378) [4.3.4, 4.3.9] // What would provide greater force at the working end of a prying tool (378) [4.3.4, 4.3.9]
a)
Titik tumpu yang lebih luas // A wider fulcrum
b)
Kekuatan serangan yang lebih besar // A greater striking force
c)
Pegangan yang lebih panjang pada alat // A longer handle on the tool
d)
Irisan atau garpu miring yang lebih besar // A larger beveled wedge or fork
90.
Apa yang memiliki beban geser pada poros yang digunakan untuk menggerakkan baji atau garpu ke dalam lubang (378) [4.3.4, 4.3.9] // What has a sliding weight on the shaft that is used to drive the wedge or fork into an opening (378) [4.3.4, 4.3.9]
a)
Pry axe // Pry axe
b)
Rambar // Rambar
c)
Huxbar // Hux bar
d)
Kelly tool // Kelly tool
91.
Jenis alat pengungkit apa yang bisa manual atau bertenaga dan bekerja dengan memompa cairan melalui selang tekanan tinggi khusus (379) [4.3.4, 4.3.9] // What type of prying tool can be either manual or powered and works by pumping fluid through special high-pressure hoses (379) [4.3.4, 4.3.9]
a)
Udara // Air
b)
Hidrolik // Hydraulic
c)
Kompresi // Compression
d)
Tekanan air // Water-pressure
92.
Bagaimana kemungkinan alat pelantak hidrolik digunakan untuk masuk secara paksa (379) [4.3.4, 4.3.9] // How are hydraulic rams likely to be used in forcible entry (379) [4.3.4, 4.3.9]
a)
Memindahkan engsel // Removing hinges
b)
Menarik pintu terbuka // Pulling doors open
c)
Membentangkan bingkai // Spreading the frame
d)
Memaksa melalui kunci // Forcing through locks
93.
Pembuka pintu hidrolik adalah (380) [4.3.4, 4.3.9] // A hydraulic door opener is (380) [4.3.4, 4.3.9]
a)
Berguna sebagian besar untuk memotong engsel atau gerendel // Useful mostly for cutting through hinges or deadbolts
b)
Alat penyelamat tugas berat yang digunakan sebagian besar untuk pelepasan kendaraan // A heavy duty rescue tool used mostly for vehicle extrication
c)
Dirancang untuk mendorong dengan cepat melalui mekanisme tumbler kunci // Designed to quickly push through a lock's tumbler mechanism
d)
Dengan mudah masuk ke celah sempit seperti antara pintu dan bingkai pintu // Easily slipped into a narrow opening such as between a door and doorframe
94.
Apa yang dianggap sebagai alat pendorong/penarik jika digunakan untuk masuk secara paksa (380) [4.3.4, 4.3.9] // What is considered to be a pushing/pulling tool when used for forcible entry (380) [4.3.4, 4.3.9]
a)
Winch // Winch
b)
Winch // Winch
c)
Plaster hook // Plaster hook
d)
Sledge hammer // Sledge hammer
95.
Alat pendorong dan penarik memiliki penggunaan yang terbatas dalam masuk paksa, tetapi dalam kasus tertentu, seperti _______, alat tersebut adalah alat pilihan (380) [4.3.4, 4.3.9] // Pushing and pulling tools have limited use in forcible entry, but in certain instances, such as _______, they are the tools of choice (380) [4.3.4, 4.3.9]
a)
Membongkar pintu // Prying doors
b)
Merusak gembok // Breaking locks
c)
Memindahkan tiang pintu // Removing door jambs
d)
Membuka dinding atau langit-langit // Opening walls or ceilings
96.
Kecuali pengait tukang atap, tiang tombak dan pengait lainnya tidak boleh digunakan untuk mencongkel karena (380) [4.3.4, 4.3.9] // With the exception of the roof man’s hook, pike poles and other hooks should not be used for prying because (380) [4.3.4, 4.3.9]
a)
Pegangannya yang terbuat dari kayu atau fiberglass // The handles are made of wood or fiberglass
b)
Alatnya terlalu pendek untuk daya ungkit yang memadai // The tools are too short for adequate leverage
c)
Alat akan bengkok saat menerapkan terlalu banyak tenaga // The tools will bend when applying too much force
d)
Kait tidak menciptakan titik tumpu yang cukup untuk menjadi efektif // Hooks do not create enough of a fulcrum to be effective
97.
Alat pemukul apa yang digunakan untuk masuk secara paksa (382) [4.3.4, 4.3.9] // Which striking tool is used for forcible entry (382) [4.3.4, 4.3.9]
a)
Maul // Maul
b)
Prybar // Prybar
c)
Pike pole // Pike pole
d)
Hydraulic door opener // Hydraulic door opener
98.
Apa pertimbangan keamanan saat menggunakan alat pemukul dalam operasi masuk paksa (383) [4.3.4, 4.3.9] // What is a safety consideration when using striking tools in forcible entry operations (383) [4.3.4, 4.3.9]
a)
Pendobrak tidak boleh digunakan untuk membuat bukaan di dinding // A battering ram should never be used to make openings in walls
b)
Petugas pemadam kebakaran tidak boleh menggunakan alat pemukul yang dikombinasikan dengan alat lain // Firefighters should not use a striking tool in combination with another tool
c)
Permukaan yang tidak terawat dengan baik dapat menyebabkan serpihan logam atau serpihan terbang ke udara // Poorly maintained striking surfaces may cause metal chips or splinters to fly into the air
d)
Menggunakan alat yang mencolok seperti maul atau kapak kepala datar mengharuskan pengguna untuk memasang selang yang terisi daya // Using striking tools such as a maul or flat-head axe requires the user to have a charged hoseline in place
99.
Istilah "irons" mengacu pada (383) [4.3.4, 4.3.9] // The term "irons" refers to (383) [4.3.4, 4.3.9]
a)
Sebuah Kelly tool dan flat-head axe // A Kelly tool and a flat-head axe
b)
Flat-head axe alat Halligan // A flat-head axe and Halligan tool
c)
Alat sledgehammer dan Halligan // A sledgehammer and Halligan tool
d)
Kombinasi mana pun alat pukul dan mencongkel // Any combination of striking and prying tool
100.
Apa yang TIDAK dianggap sebagai panduan untuk penggunaan alat masuk paksa secara aman (383) [4.3.4] // What is NOT considered to be a guideline for safe use of forcible entry tools (383) [4.3.4]
a)
Forcible Entry hanya boleh dilakukan oleh kompi truk // Forcible entry should only be conducted by truck companies
b)
Posisikan diri Anda sehingga berat badan Anda seimbang di kedua kaki // Position yourself so that your weight is balanced on both feet
c)
Ikuti semua pedoman pabrikan serta SOP departemen Anda tentang keamanan alat // Follow all of the manufacturer's guidelines as well as your department sops on tool safety
d)
Jika pekerjaan tidak dapat diselesaikan dengan alat tertentu, jangan pukul gagang alat; menggunakan alat yang lebih besar // If a job cannot be completed with a particular tool, do not strike the handle of the tool; use a larger tool