WorksheetsTRY OUT LOKAL 2 (PS) A16
Total questions: 73
Worksheet time: 1hrs 13mins
Name
Class
Date
1.
Nama (dengan huruf kapital cth: KURNIA NURMAWAN)
4 lines
2.
NPM
4 lines
3.
KELAS
a)
A
b)
B
c)
C
d)
RETEKER
4.
Seorang Apoteker di Industri farmasi ingin melakukan uji stabilitas dipercepat pada sediaan salep Kloramphenikol. Berdasarkan Asian Guideline melakukan metode menggunakan alat Chlimatic chamber, dengan suhu 45 oC, kelembapan 75% RH. Dengan cara sampel diambil 15 buah dimasukkan kedalam botol. Berapakah waktu pengambilan sampel tersebut?
a)
0, 1, 3, 6 bulan
b)
0, 1, 5, 6 bulan
c)
0, 2, 4, 6 bulan
d)
0, 1, 4, 6 bulan
e)
1, 2, 3, 6 bulan
5.
Apoteker sedang menganalisis parameter NOEL (No Observe Effect Level) dari sediaan tablet amoksisilin 500 mg dengan data dosis letal secara peroral adalah 30 mg/kg berat badan. Diasumsikan berat badan orang Indonesia rata-rata 60 kg. Apakah informasi yang harus disampaikan?
a)
Jumlah sifrofloksasin tidak boleh kurang dari 500 mg
b)
Jumlah sifrofloksasin tidak boleh kurang dari 30 mg
c)
Jumlah sifrofloksasin tidak boleh kurang dari 0,15 mg
d)
Jumlah sifrofloksasin tidak boleh kurang dari 0,90 mg
e)
Jumlah sifrofloksasin tidak boleh kurang dari 60 kg
6.
Seorang apoteker mendapatkan data operasional alat mesin cetak tablet, adalah mesin dapat beroperasional dalam satu shift selama 10 jam dengan waktu istrahat 2 x 15 menit. Disamping itu rata-rata mesin berhenti karena proses penyesuaian selama 60 menit. Berapakah waktu operasional produksi alat tersebut?
a)
510 menit
b)
450 menit
c)
420 menit
d)
390 menit
e)
360 menit
7.
Seorang apoteker mendapatkan data operasional alat mesin cetak tablet, adalah mesin dapat beroperasional dalam satu shift selama 10 jam dengan waktu istirahat 2 x 15 menit. Disamping itu rata-rata mesin berhenti karena proses penyesuaian selama 60 menit. Berapakah persen waktu operasional atau avaibility produksi alat tersebut?
a)
100%
b)
93.75%
c)
87,5%
d)
81,25%
e)
85%
8.
Seorang apoteker pada bagian pemastian mutu diminta untuk mengevaluasi keseragaman kandungan pada tablet teofilin. Hasil penelusuran di literatur teofilin pada panjang gelombang 270 nm memiliki A1cm1% = 536a dalam larutan asam. Berapa konsentrasi (mcg/ml) pengukuran yang akan dibuat untuk mendapatkan absorbansi 0,5122?
a)
4,0513
b)
6,2169
c)
9,5559
d)
12,3417
e)
16,0851
9.
Apoteker yang bekerja di bagian pengawasan mutu sedang menguji tablet yang mengandung isoniazid dan piridoksin. Pengujian dilakukan menggunakan instrument Kromatografi Cair Kinerja Tinggi dan diperoleh waktu retensi sampel isoniazid 3,0156 menit dan sampel piridoksin 4,0247 menit. Apoteker tersebut kemudian menginjeksikan larutan standar teofilin dan menunjukkan puncak kromatogram sampel teofilin yang lebih tinggi dari sebelumnya. Parameter apa yang ditujukan dari pemeriksaan di atas?
a)
Akurasi
b)
Presisi
c)
Linearitas
d)
LOQ
e)
Selektifitas
10.
Departemen penelitian dan pengembangan suatu industri farmasi sedang mengembangkan analisis untuk senyawa hormon estradiol cypionate. Pelarut fase gerak acetonitril-air (Pacetonitril = 5,8, dan Pair = 10,2), Berapa perbandingan pelarut fase gerak acetonitril-air jika diharapkan indeks polaritas campuran 8,44?
a)
60:40
b)
70:30
c)
80:20
d)
90:10
e)
95:5
11.
Apoteker bagian produksi suatu industri farmasi akan membuat sediaan sirup ambroksol. Ambroksol diketahui memiliki indikasi sebagai obat untuk mengencerkan dahak, maka dari itu dengan memperhatikan keamanan dari sediaan tersebut hingga sampai ke tangan konsumen. Sehingga perlu dilakukan suatu kemasan untuk melindungi sediaan tersebut dalam pengiriman. Kemasan apakah yang dimaksud ?
a)
Kemasan tersier
b)
Kemasan sekunder
c)
Kemasan quarter
d)
Kemasan primer
e)
Kemasan nominal
12.
Industri farmasi akan memproduksi injeksi sefotaksim sebagai obat antibiotik. Produksi injeksi sefotaksim menggunakan air untuk sediaan tersebut. Air yang digunakan adalah water for injection harus memenuhi persyaratan suhu yang telah ditetapkan yang tercantum dalam CPOB. Berapakah suhu yang dimaksud?
a)
100°C
b)
90°C
c)
80°C
d)
70°C
e)
60°C
13.
Apoteker di bidang RnD sedang membuat formulasi suspensi antasida. Pada saat evaluasi sediaan terlihat zat terdispersi terpisah dari zat pendispersi, dan terdapat di bagian atas sediaan. Apakah peristiwa yang terjadi pada keadaan tersebut?
a)
Breaking
b)
Caking
c)
Creaming
d)
Floculated
e)
Inversi fase
14.
Apoteker di Industri diminta untuk melakukan produksi sediaan salep mata kloramfenikol. Seluruh bahan salep mata dicampur dan dimasukkan dalam kemasan primer dalam ruangan bersuhu 16-25oC. Apakah kelas kebersihan yang digunakan untuk membuat sediaan tersebut?
a)
Kelas A
b)
Kelas B
c)
Kelas C
d)
Kelas E
e)
Kelas F
15.
Sebuah industry farmasi melakukan pembuatan sediaan tablet ibuprofen dengan metode granulasi basah. Jumlah granul sebanyak 20 kg dengan kadar lembab 2%. Jika bobot per tablet 700 mg. Berapa banyak tablet yang bisa dibuat?
a)
202
b)
20700
c)
27138
d)
25200
e)
28000
16.
Bagian PPC dari suatu industry farmasi merencanakan produksi tablet kalsium laktat sebanyak 285.000 tablet/jam. Proses produksi direncanakan 8 jam/hari dan tersedia 2 mesin cetak tablet yang dapat digunakan. Berapa jumlah tablet yang dapat diproduksi dalam sehari?
a)
5.71 juta
b)
2,85 juta
c)
2,28 juta
d)
4,56 juta
e)
1,14 juta
17.
Bagian produksi sediaan steril akan membuat sediaan infus ringer laktat. Sediaan tersebut bervolume besar dan disyaratkan harus bebas dari pirogen karena dapat menyebabkan demam. Apakah bahan yang ditambahkan untuk memenuhi syarat tersebut?
a)
BHT
b)
Arang aktif
c)
Benzalkonium Klorida
d)
NaCl
e)
Tokoferol
18.
Apoteker di Industri diminta untuk melakukan produksi sediaan infus ringer laktat. Sediaan infus merupakan sediaan steril sehingga harus dikerjakan pada ruagan khusus. Apakah kelas kebersihan yang digunakan untuk membuat sediaan tersebut?
a)
Kelas A
b)
Kelas B
c)
Kelas C
d)
Kelas E
e)
Kelas F
19.
Suatu industri farmasi ingin melakukan pengembangan sediaan ambroksol tablet. Untuk itu dilakukan uji bioavailabilitas dengan sediaan inovator. Nilai AUC ambroksol 85.8 mg/mL.jam dan inovatornya 96.6 mg/ml.jam. Bioavailabilitas relatif ambroksol adalah?
a)
79.9%
b)
88.8%
c)
89.2%
d)
100.8%
e)
112%
20.
Seorang analis di laboratorium sedang melakukan pengujian sampel A, B, C, dan D menggunakan KLT dengan baku pembanding andrografolid dan didapat nilai Rf sampel A, B, C, D, dan baku pembanding ialah 0,33; 0,4; 0,75; 0,375, 0,375. Maka sampel yang positif mengandung andrografolid adalah…
a)
Sampel A
b)
Sampel B
c)
Sampel C
d)
Sampel D
e)
Tidak ada yang mengandung andrografolid
21.
Seorang apoteker di industri farmasi sedang melakukan IPC yaitu evaluasi tablet ibuprofen dengan melakukan uji disolusi menggunakan dapar fosfat pH 7,2. Diketahui pKa ibuprofen adalah 4,4. Berapa persen ibuprofen dalam bentuk terion dalam kondisi tersebut ?
a)
50 %
b)
60 %
c)
70 %
d)
90 %
e)
99 %
22.
BPPOM akan melakukan analisa sediaan jamu pegel linu di pasaran dalam bentuk kaplet sebanyak 200 buah. Pemeriksaan ini dilakukan karena ada dugaan mengandung bahan kimia obat asam mefenamat. Identifikasi awal yang dapat dilakukan menggunakan metode apakah?
a)
KCKT
b)
KLT
c)
KG
d)
Spektofotometri UV-Vis
e)
Spektrofluorometri
23.
Bagian Quality Control suatu industry farmasi melakukan penetapan kadar bahan baku captopril dengan metode iodatometri. Bahan primer kalium iodat P yang akan digunakan dilakukan pengeringan pada suhu 110 derajat Celcius sampai bobot tetap. Berapakah kriteria selisih (%) penimbangan dua kali sampai bobot tetap?
a)
2 %
b)
1 %
c)
0,5 %
d)
0,2 %
e)
0,1 %
24.
Pada waktu melakukan pengujian kadar tablet ibuprofen dengan menggunakan HPLC, bagian Pengawasan Mutu menemukan adanya punvak lain di kromatogram yang dihasilkan. Setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa puncak zat aktif lain yang diproduksi dengan mesin produksi yang sama dengan tablet ibuprofen. Resiko mutu apakah yang terjadi pada kasus tersebut?
a)
Kesalahan pengujian
b)
Kontaminasi silang
c)
Kegagalan proses produksi
d)
Ketercampubauran
e)
Ketidaksesuaian spesifikasi
25.
Pada penemuan BBPOM pada produk bahan alam yang dijual di pasaran yang diduga mengandung bahan kimia obat (BKO) parasetamol, maka dilakukan pengujian menggunakan KLT densitometry pada produk tersebut. Parameter uji adalah berupa nilai Rf dan warna. Selain kedua parameter tersebut, parameter apakah yang dapat dijadikan acuan?
a)
Panjang bercak
b)
Intensitas bercak
c)
Luas kurva bercak
d)
Tinggi kurva bercak
e)
Jumlah bercak
26.
Seorang apoteker di industri farmasi akan melakukan standardisasi bahan baku sediaan obat batuk dari tanaman Mentha arvensis. Simplisia daun tersebut akan diekstraksi menthol oil sebagai zat aktifnya. Instrument apakah yang digunakan untuk kegiatan tersebut ?
a)
KLT Densitometri
b)
Spektrofotometri UV-Vis
c)
Spektrofotometri IR
d)
HPLC
e)
GC (Gas Chromatograpy)
27.
Suatu industri farmasi mendapat issue bahwa sediaan yang diproduksinya mengandung logam yang tidak sesuai dengan formulasi. Setelah melakukan diskusi maka disimpulkan bahwa sediaan tersebut harus diuji dengan suatu instrument. Instrument apakah yang dapat digunakan pada kegiatan tersebut?
a)
HPLC
b)
MS ( Mass Spectroscopy)
c)
UV-Vis
d)
Spektrofotometri Infra Red (IR)
e)
AAS ( Atomic Absorption spectroscopy)
28.
Seorang apoteker di suatu industry farmasi mengajukan pengujian kadar suatu obat diambil 1 mg dilarutkan dalam 100 ml, diambil 1 ml lalu ditambahkan 10 ml dengan menggunakan konsentrasi 12 ppm, 14 ppm, 16 ppm, 18 ppm dan 20 ppm sehingga di dapat persamaan regresi y = 0,1x – 1, dengan hasil absorbansi 0,6. Berapakah mg kadar dari obat tersebut ?
a)
0,16
b)
1,6
c)
16
d)
160
e)
1600
29.
Dokter anestesi membutuhkan 30 ml larutan lidokain 1 % (BM 234). Apoteker menyiapkan obat dengan menggunakan lidokain HCL dengan BM (288). Berapa mg kah lidokain HCl yang diperlukan ?
a)
243,75 mg
b)
300,00 mg
c)
369,23 mg
d)
812,23 mg
e)
1230,30 mg
30.
Apoteker pada bagian Riset dan Pengembangan (RnD) suatu industri farmasi melakukan uji kadar tablet parasetamol 500 mg. diketahui bobot dari 20 tablet adalah 14.000 mg. Berapakah bobot sampel yang ditimbang agar setara dengan 100 mg parasetamol ?
a)
100 mg
b)
120 mg
c)
140 mg
d)
160 mg
e)
180 mg
31.
Dalam rangka uji validasi kebersihan pada ruang steril A (injeksi amoksisilin) dilakukan pengujian pembersihan dengan cawan papar selama 3 jam. Berapakah hasil yang masih dapat diterima berdasarkan CPOB dalam cfu/m3 ?
a)
< 1
b)
5
c)
10
d)
15
e)
20
32.
Seorang apoteker yang bekerja dibagian produksi suatu industri farmasi sedang membuat suatu formula tablet yang mengandung amlodipine, povidone K, mannitol, aspartame, sodium, sodium starch glycolate, mg stearate. Dari hasil evaluasi perlu adanya reformulasi dengan penambahan superdisintegran. Bahan mana yang dimaksud?
a)
Povidone K
b)
Manitol
c)
Sodium Starch Glycolate
d)
Aspartame
e)
Amlodipine
33.
Seorang apoteker yang bekerja dibagian R&D suatu industri farmasi sedang mengembangkan formulasi tablet parasetamol 500 mg dengan bobot tablet 620 mg. dilakukan uji friabilitas dan diperoleh dara berat 20 tablet sebelum dilakukan uji friabilitas adalah 12.400 mg dan berat setelah uji 12.320 mg. berapakah presentase hasil uji kerapuhan tablet tersebut?
a)
1,9787
b)
64,51
c)
99,354
d)
0,7321
e)
0,6451
34.
Seorang apoteker yang bekerja dibagian R&D Industri Farmasi sedang mengembangkan sediaan tablet amoxicillin 500 mg. hasil pengujian sifat fisik menunjukkan tablet hancur selama 14 menit dan laju disolusi tablet mendekati batas bawah spesifikasi yang ditentukan. Jika dilakukan reformulasi tablet tersebut. Apakah bahan tambahan yang harus ditingkatkan konsentrasinya?
a)
Bahan pengisi
b)
Bahan pewarna
c)
Bahan pelican
d)
Bahan pengikat
e)
Bahan penghancur
35.
Suatu industri farmasi yang sedang berkembang ingin menambah jenis produk yang dihasilkannya. Apoteker di bagian R&D merencanakan untuk mengembangkan sediaan tablet melatonin bagi penderita Alzheimer. Diketahui bahwa melatonin stabil hamper pada semua pH namun memiliki rasa yang pahit. Formulasi apa yang cocok digunakan untuk mengatasi masalah tersebut?
a)
Tablet effervescent
b)
Tablet kunyah
c)
Tablet salut gula
d)
Tablet Oros
e)
Tablet bukal
36.
Seorang apoteker yang bekerja dibagian IPC menemukan nilai kerapuhan dari suatu tablet buruk. Solusi apakah yang dapat diberikan oleh apoteker tersebut untuk memperbaiki kerapuhan dari tablet tersebut?
a)
Mengurangi bobot tablet
b)
Memeriksa karakteristik bahan tablet
c)
Menaikkan bobot tablet
d)
Menambah jumlah pengikat
e)
Melakukan perbaikan proses tabletasi
37.
Apoteker yang bekerja dibagian QC sedang menganalisa suatu formulasi tablet siprofloksasin yang tidak memenuhi hasil uji disolusi. Formulasi tablet tersebut menhandung: Siprofloksasin, Primogel, Kollidon, Avicel 101, dan Mg stearate. Apoteker memutuskan untuk mengurangi jumlah salah satu bahan yang digunakan. Bahan apakah yang harus dikurangi untuk mendapatkan sediaan yang memenuhi persyaratan?
a)
Avicel 101
b)
Primogel
c)
Talcum
d)
Kollidon
e)
Mg stearate
38.
Seorang apoteker yang bekerja dibagian produksi suatu industri farmasi sedang membuat sediaan tablet hisap untuk penurun panas dengan formula asetosal 81 mg, PVP 2%, Talkum 2%, Aerosil 2%, Aspartam 2% dan laktosa. Bobot tablet tersebut adalah 250 mg dan satu bets produksi menghasilkan 3.000 tablet. Berapakah jumlah asetosal yang harus ditimbang dalam 1 kali siklus produksi?
a)
183 g
b)
213 g
c)
243 g
d)
210 g
e)
240 g
39.
Suatu industi farmasi akan melakukan evaluasi granul asam mefenamat terhadap distribusi ukuran granul. Ayakan yang digunakan untuk pengujian tersebut terdiri dari ayakan nomor 20,30 50, 100, 140, 160. Ayakan nomor berapakah diletakkan paling atas?
a)
20
b)
30
c)
50
d)
140
e)
160
40.
Sebuah industri farmasi akan membuat tablet azitromisin 250 mg, namun yang digunakan adalah azitromisin dihidrat. Bobot molekul azitromisin yang digunakan adalah 749.02 g/mol dan bobot molekul azitromisin dihidrat adalah 785,02 g/mol. Berapakah berat yang harus ditimbang jika menggunakan azitromisin dihidrat?
a)
200 mg
b)
262,01 mg
c)
278 mg
d)
289 mg
e)
250 mg
41.
Seorang apoteker yang bekerja dibagian R&D industri farmasi sedang melakukan uji hasil rancangan suatu tablet yang memiliki karakteristik permeabilitas yang rendah dan solubilitas yang baik. Termasuk BCS golongan berapa obat tersebut?
a)
I
b)
II
c)
III
d)
IV
e)
V
42.
Seorang Apoteker di Bagian Quality Control pada sebuah industri obat tradisional sedang melaksanakan uji skrining fitokimia pada beberapa tumbuhan. Tumbuhan yang sedang diuji adalah bagian daun Sauropus androgynus yang memiliki kandungan steroid dan polifenol yang tinggi sehingga berkhasiat sebagai pelancar asi. Apakah alasan yang paling tepat tumbuhan tersebut memiliki efek farmakologi tersebut?
a)
Kandungan steroid dan polifenol dapat meningkatkan kadar melatonin
b)
Kandungan steroid dan polifenol dapat meningkatkan kadar prolaktin
c)
Kandungan steroid dan polifenol dapat meningkatkan kadar progesteron
d)
Kandungan steroid dan polifenol dapat meningkatkan kadar serotonin
e)
Kandungan steroid dan polifenol dapat meningkatkan kadar kalsitonin
43.
Seorang Apoteker di Bagian Quality Control pada sebuah industri obat tradisional sedang melaksanakan uji skrining fitokimia pada beberapa tumbuhan. Tumbuhan yang sedang diuji adalah bagian daun Datura metel suku Solanaceae menggunakan pereaksi Dragendorff. Hasil pengujian didapatkan endapan jingga kecoklatan yang terjadi setelah ±2 menit. Apakah kesimpulan golongan senyawa yang terdapat pada tumbuhan tersebut?
a)
Alkaloid
b)
Steroid
c)
Antrakuinon
d)
Sianogenik
e)
Polifenol
44.
Seorang Apoteker di Bagian Quality Control pada sebuah industri obat tradisional sedang melaksanakan uji skrining fitokimia pada beberapa tumbuhan. Tumbuhan yang sedang diuji adalah bagian rimpang Costus speciosus (Koen.) yang dikenal berkhasiat sebagai antifertilitas. Tahapan pengujian yang dilakukan adalah uji busa lalu dilanjutkan menggunakan pereaksi Liebermann-Burchard. Hasil pengujian didapatkan warna hijau kebiruan yang segera terjadi. Apakah kesimpulan golongan senyawa yang terdapat pada tumbuhan tersebut?
a)
Sianogenik
b)
Antrakuinon
c)
Flavonoid
d)
Alkaloid
e)
Steroid
45.
Apoteker yang sedang melaksanakan konseling di apotek menghadapi pasien seorang wanita usia 40 tahun yang baru saja didiagnosis dokter mengalami penyakit diabetes melitus sehingga dokter memberikan resep obat metformin. Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut mengenai pola makan dari pasien tersebut ternyata wanita tersebut sebelumnya sering mengkonsumsi jus buah pare. Apoteker menyarankan wanita tersebut menghentikan terlebih dahulu konsumsi buah pare selama masa pengobatan dengan metformin. Apakah alasan apoteker memberikan saran tersebut?
a)
Efek samping metformin akan bertambah jika mengkonsumsi buah pare
b)
Konsumsi jus buah pare akan meniadakan efek metformin
c)
Metformin dan jus buah pare yang dikonsumsi bersamaan menyebabkan efek yang sinergis
d)
Absorpsi metformin akan terhalang jika mengkonsumsi buah pare dalam waktu yang lamaJus buah pare akan menurunkan kadar insulin jika dikonsumsi bersama metformin
e)
Efek metformin akan berkurang
46.
Apoteker yang sedang melaksanakan konseling di apotek menghadapi pasien seorang laki-laki usia 40 tahun yang baru saja didiagnosis dokter mengalami penyakit bronkhitis sehingga dokter memberikan resep obat teofilin. Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut mengenai pola makan dari pasien tersebut ternyata pasien tersebut sangat menyukai minuman kopi. Apoteker menyarankanpasien tersebut menghentikan terlebih dahulu minum kopi selama masa pengobatan dengan teofilin. Apakah alasan apoteker memberikan saran tersebut?
a)
Kadar kafein pada kopi akan meningkat ketika mengkonsumsi teofilin
b)
Efek toksisitas teofilin akan meningkat jika mengkonsumsi kopi
c)
Teofilin dan kafein pada kopi yang dikonsumsi bersamaan menyebabkan efek yang sinergis
d)
Absorpsi teofilin akan terhalang jika mengkonsumsi kopi dalam waktu yang lama
e)
Interaksi teofilin dan caffein pada kopi menyebabkan hiperglikemia
47.
Apoteker bagian QC suatu industri farmasi akan melakukan pengujian terhadap tablet CTM sebagai antihistamin. Tablet CTM 4 mg dengan bobot tablet 200 mg dilakukan penetapan kadarnya dengan melarutkan 1 tablet dalam 100 mL air. Larutan kemudian di saring dan diukur absorban zat aktif yang terlarut. Absorban yang didapat sebesar 0,45. Persamaan kurva kalibrasi (µg/mL) adalah y= 0,02x +0,04. Berapa persenkah kadar zat aktif pada tablet tersebut?
a)
51, 25 %
b)
52, 50 %
c)
53, 25 %
d)
54, 50 %
e)
55,00 %
48.
Apoteker suatu industri farmasi ingin melakukan pengembangan sediaan nifedipin tablet sebagai obat hipertensi, untuk itu dilakukan uji bioavailabilitas dengan sediaan inovator. Nilai AUC nifedipin 75,3 mg/mL.jam dan nilai AUC inovatornya 82,8 mg/mL.jam. Berapakah bioavailabilitas relatif nifedipin ?
a)
79,9 %
b)
88,8 %
c)
98,2 %
d)
109,9 %
e)
112%
49.
Apoteker bagian QC suatu industri obat tradisional melakukan penetapan kadar alkohol yang tersisa dalam ekstrak kental daun kelor yang akan dibuat tablet. Ekstrak daun kelor diketahui dapat membantu mengurangi peradangan atau inflamasi dalam tubuh. Dari hasil uji pada 50 g ekstrak daun kelor didapatkan destilat alkohol 7,0 mL dengan BJ 0,9305 (25°C), dimana pada tabel alkoholmetrik ekivalen dengan 15% v/v etanol. Berapa kadar alkohol (%) dalam ekstrak daun kelor tersebut?
a)
0,78
b)
7,5
c)
10,9
d)
14,6
e)
16,1
50.
Suatu industri farmasi akan mengembangkan formulasi tablet ibuprofen 500 mg. Tablet ibuprofen digunakan sebagai obat anti analgetik dan antipiretik. Berat 20 tablet ibuprofen sebelum di lakukan uji kerapuhan 2022 mg dan berat setelah uji adalah 2012 mg. Berapa persen hasil uji kerapuhan tablet tersebut?
a)
1,005%
b)
0,83%
c)
0,68%
d)
0,49%
e)
0,26%
51.
Apoteker bagian pengembangan dan penelitian suatu industri farmasi melakukan pengembangan terhadap suatu tablet campuran parasetamol dan kafein. Campuran parasetamol dan kafein diindikasikan sebagai analgetik dan antipiretik. Apoteker tersebut melakukan analisis dengan metode KCKT dan diketahui waktu retensi parasetamol dan kafein masing-masing 4,2 dan 6,0 menit, sementara lebar puncak masing-masing 1,5 dan 0,5. Berapakah resolusi dari kedua puncak tersebut?
a)
0,54
b)
1,8
c)
2,2
d)
3,7
e)
4,9
52.
Apoteker suatu industri farmasi akan melakukan analisis campuran parasetamol, kafein dan aspirin. Diketahui campuran obat tersebut digunakan sebagai analgetik dan antipiretik. Diketahui polaritas dari terkecil hingga terbesar adalah: Aspirin
a)
Aspirin-Parasetamol-Kafein
b)
Aspirin-Kafein-Parasetamol
c)
Parasetamol- Aspirin- Kafein
d)
Kafein-Parasetamol- Aspirin
e)
Kafein- Aspirin-Parasetamol
53.
Suatu industri farmasi membuat tablet glibenklamid dengan metode granulasi basah. Tablet glibenkalmid digunakan sebagai antidiabetes. Diketahui kadar air tablet tersebut 5% dan sifat alir serbuk 7 g/s. Saat dicetak tablet glibenklamid mengalami sticking. Apakah permasalahan yang terjadi?
a)
Kadar air terlalu tinggi
b)
Kadar air terlalu rendah
c)
Kompresibilitas buruk
d)
Kompresibilitas bagus
e)
Bahan pelicin kurang
54.
Suatu industri farmasis melakukan pengemasan sediaan salep metronidazol. Metronidazol merupakan obat antibiotik untuk infeksi bakteri dan jamur. Pada saat proses pengemasan terdapat kelebihan kemasan yang belum diberi label dan keterangan apapun. Apakah yang dilakukan terhadap kemasan tersebut?
a)
Diletakkan diruangan produksi
b)
Dikembalikan ke gudang
c)
Dimusnahkan
d)
Diletakkan diruangan QC
e)
Dikembalikkan ke supplier
55.
Suatu industri farmasi telah memproduksi tablet meloxicam selama 15 tahun. Meloxicam diketahui sebagai antiinflamasi pada penderita rematik dan osteoartritis. Jika terjadi perubahan produsen zat aktif meloxicam maka validasi proses apakah yang harus dilakukan?
a)
Validasi Prospektif
b)
Validasi Konkuren
c)
Validasi Retrospektif
d)
Validasi Ulang
e)
Validasi Reannual
56.
Apoteker yang bekerja di Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pemeriksaan terhadap sediaan kecantikan yang diduga mengandung hidrokortison. Hidrokortison merupakan zat kimia yang berbahaya bagi kulit jika digunakan dalam jumlah besar. Penetapan kadar hidrokortison dilakukan dengan mengunakan standar betametason karena struktur kimia betametason mirip dengan hidrokortison. Apakah metode kuantitatif yang digunakan?
a)
Standar internal
b)
Standar eksternal
c)
Standar addisi
d)
Single point calibration
e)
Multiple point calibration
57.
Sebuah Industri farmasi sedang melakukan validasi personil terkait proporsional jumlah personil dengan total jam kerja yang dilakukan. Waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi suplemen multivitamin dalam 1 tahun adalah 15.620 jam. Waktu kerja seorang personil dalam 1 tahun adalah 1.554 jam. Berapakah jumlah personil yang dibutuhkan?
a)
10 personil
b)
15 Personil
c)
20 Personil
d)
25 Personil
e)
30 Personil
58.
seorang apoteker dibagian QC suatu Industri farmasi hendak melakukan pengukuran kadar cemaran dalam bahan aktif menggunakan HPLC. Diambil 0,1521 gram sampel dan dilarutkan dalam 100 ml (etanol- air 1:1). Dari hasil analisis diperoleh kadar cemaran 0,354 mg/100ml. Berapakah kadar cemaran (%b/b) dalam bahan aktif?
a)
0,123%
b)
0,133 %
c)
0,183%
d)
0,233%
e)
0,253%
59.
Dalam pembuatan suppositoria dengan basis Oleum cacao terkandung 0,2 g aminofilin sebagai zat aktif. Jumlah suppositoria yang dibuat sebanyak 15 suppositoria dengan berat masing-masing 3 gram. Jika koefisien Oleum cacao adalah 0,86, berapakah jumlah Oleum cacao yang digunakan?
a)
30,33
b)
36,12
c)
38,70
d)
33,33
e)
31,13
60.
Penetapan kadar ibuprofen 800 mg dengan spektro UV- Vis dilakukan dengan melarutkan sediaan ke dalam 250 mL. Kemudian diambil 1 mL dan diencerkan dalam 50 mL. Berapa kadar ibuprofen jika diperoleh serapan 0,6 dengan persamaan y=0,1x - 1?
a)
95%
b)
100%
c)
101,5%
d)
102%
e)
105%
61.
Suatu industri farmasi sedang melakukan riset pembuatan larutan isotonik dextrose NaCl dengan bahan dextrose anhidrat 0.25% sebanyak 1 L. Jika diketahui Ekivalensi NaCl untuk dextrose = 0.18. Berapa gram NaCl yang dibutuhkan untuk mencapai kondisi isotonis?
a)
8.25
b)
8.35
c)
8.45
d)
8.55
e)
8.65
62.
Seorang Apoteker sedang mengembangkan sediaan krim dengan menggunakan beberapa bahan dalam formulasi, dengan dua bahan utama yaitu asam stearat dan TEA, dimana proses emulsifikasi dalam pembuatan krim tersebut diperkirakan terjadi dengan suatu mekanisme. Apakah nama mekanisme yang terjadi pada sediaan tersebut?
a)
Pembentukan Misel
b)
Penurunan tegangan permukaan
c)
Koalesensi
d)
Flokulasi
e)
Reaksi penyabunan
63.
Seorang Apoteker di Apotek dengan melakukan peracikan sediaan salep dengan menggunakan basis salep yang tersedia. Bahan aktif yang digunakan bersifat sukar larut sehingga Apoteker tersebut mencampurkan terlebih dahulu dengan sedikit basis salep, kemudian dilanjutkan dengan penambahan sisa basisnya. Apakah nama metode pencampuran salep dengan cara tersebut?
a)
Peleburan
b)
Homogenitas
c)
Penggerusan
d)
Pelelehan
e)
Triturasi
64.
Seorang Apoteker di Industri Farmasi sedang melakukan pengembangan sediaan salep dengan bahan aktif yang bersifat mudah larut dalam air. Sehingga Apoteker tersebut memilih basis salep yang dapat menyerap air dan melakukan pelarutan bahan aktif didalam air sebelum dicampurkan ke dalam basis salep. Bagaimanakah cara mencampur sediaan trsebut?
a)
Peleburan
b)
Homogenitas
c)
Pelarutan
d)
Pelelehan
e)
Triturasi
65.
Seorang Apoteker di Industri Farmasi sedang melakukan pengembangan sediaan Suspensi Antasida dengan formula CMC, propilenglikol, natrium benzoat, sirup simpleks dan akua. Pada saat proses pencampuran bahan padat tidak tercampur baik ke dalam bahan pembawa, sehingga menyebabkan dispersi yang tidak stabil. Bagaimanakah cara mengatasi permasalah tersebut?
a)
CMC
b)
Propilenglikol
c)
Natrium Benzoat
d)
Sirup Simpleks
e)
Akua.
66.
Seorang Apoteker di Industri Farmasi ingin memproduksi sediaan topikal berbahan aktif Gentamycin sebagai antimikroba dengan tujuan bahan aktif tersebut dapat berpenetrasi dengan baik ke dalam dermis kulit. Oleh karena itu dalam formulasi perlu ditambahkan bahan untuk meningkatkan penetrasi. Apakah bahan yang ditambahkan untuk meningkatkan penetrasi tersebut?
a)
Gliserol
b)
Dimetilsulfoksida
c)
Nipagin
d)
Sorbitol
e)
Nipasol
67.
Seorang Apoteker di Industri Farmasi ingin mengembangkan sediaan tablet baru dengan bahan aktif Cetirizine, diperoleh data dari tablet yang sudah tercetak menunjukan waktu hancur tablet melebihi persyaratan suatu tablet. Apakah tindakan yang dilakukan oleh Apoteker tersebut?
a)
Mengganti bahan aktif dengan bentuk garamnya
b)
Mengurangi bahan pengikat
c)
Menambahkan bahan pengikat
d)
Menambahkan bahan pelincir
e)
Menambahkan bahan desintegran
68.
Seorang Apoteker di indutri farmasi dibagian kontrol kualitas akan menetapkan kadar sifat alir Ibuprofen melalui indeks nilai kompresibilitas, berdasarkan hasil pengujian didapat nilai Bulk Density 0,5 g/mL dan Tapped Density 0,3 g/mL. Berapakah nilai kompresibilitas tablet tersebut?
a)
20%
b)
30%
c)
40%
d)
50%
e)
60%
69.
Seorang Apoteker di Industri farmasi melakukan uji stabilitas percepatan untuk menentukan kadaluarsa pada tablet Parasetamol, setelah melakukan pengujian didapatkan bahwa dalam 24 bulan tidak ditemukan perubahan stabilitas dari tablet Parasetamol secara signifikan. Berapakah waktu kadaluarsa dari tablet Parasetamol tersebut?
a)
24 bulan
b)
36 bulan
c)
48 bulan
d)
60 bulan
e)
72 bulan
70.
Seorang Apoteker diindustri farmasi sedang menentukan nilai bioavaibilitas pada tablet dan injeksi Fenobarbital 100 mg dengan AUC pada tablet adalah 50 µg dan AUC injeksi adalah 75 µg. Berapakah bioavailibilitas absolut dan tablet tersebut?
a)
0,25
b)
0,37
c)
0,66
d)
1,25
e)
1,5
71.
Apoteker bagian produksi suatu industri farmasi akan membuat sediaan sirup ambroksol. Ambroksol diketahui memiliki indikasi sebagai obat untuk mengencerkan dahak, maka dari itu dengan memperhatikan keamanan dari sediaan tersebut hingga sampai ke tangan konsumen. Sehingga perlu dilakukan suatu kemasan untuk melindungi sediaan tersebut dalam pengiriman. Kemasan apakah yang dimaksud ?
a)
Kemasan tersier
b)
Kemasan sekunder
c)
Kemasan quarter
d)
Kemasan primer
e)
Kemasan nominal
72.
Industri farmasi akan memproduksi injeksi sefotaksim sebagai obat antibiotik. Produksi injeksi sefotaksim menggunakan air untuk sediaan tersebut. Air yang digunakan adalah water for injection harus memenuhi persyaratan suhu yang telah ditetapkan yang tercantum dalam CPOB. Berapakah suhu yang dimaksud?
a)
100°C
b)
90°C
c)
80°C
d)
70°C
e)
60°C
73.
Suatu industri farmasi akan memproduksi sediaan yang mengandung minyak ikan Idealnya sediaan tersebut memiliki konsistensi yang tinggi dalam wadah untuk mencegah pengendapan dan bila dikocok akan mencair sehingga mudah dituang. Apakah sifat aliran sediaan tersebut?
a)
Plastis
b)
Pseudoplastis
c)
Dilatan
d)
Tiksotropik
e)
Newton
100 %
