Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz Budaya dan Pendidikan

Total questions: 10

Worksheet time: 8mins

Name
Class
Date
1.

Budaya religius di Tasikmalaya kuat, sehingga sekolah perlu menyesuaikan kurikulum. Langkah kepala sekolah yang paling tepat adalah ...

a)

Menjadikan nilai religius sebagai tema projek P5 yang terintegrasi lintas mata pelajaran

b)

Memusatkan seluruh kegiatan keagamaan hanya pada jam pelajaran PAI

c)

Mengadopsi visi sekolah lain yang sudah terkenal religius tanpa menyesuaikan konteks lokal

d)

Memisahkan kegiatan keagamaan dari kurikulum agar fokus akademik tidak terganggu

2.

Tasikmalaya memiliki potensi UMKM batik. Bagaimana sekolah memanfaatkannya secara strategis?

a)

Menjadikan batik sebagai projek P5 kewirausahaan yang melibatkan pengrajin lokal

b)

Membeli batik sebagai seragam tanpa ada pembelajaran terkait budaya

c)

Menjadikan batik sebagai dekorasi acara sekolah agar siswa mengenal budaya

d)

Membatasi interaksi dengan pengrajin agar tidak mengganggu kegiatan akademik

3.

Sekolah dekat pasar tradisional yang bising. Apa strategi kepala sekolah agar pembelajaran tetap bermakna?

a)

Mengurangi praktik pembelajaran dan menggantinya dengan ceramah guru

b)

Menjadikan aktivitas pasar sebagai bahan kontekstual dalam pelajaran IPS dan Matematika

c)

Memindahkan seluruh kegiatan belajar ke rumah siswa secara mandiri

d)

Mengisolasi siswa dari lingkungan sekitar agar lebih fokus pada teori

4.

Rapor pendidikan menunjukkan numerasi rendah, padahal banyak orang tua murid bekerja sebagai pedagang. Strategi yang paling tepat adalah ...

a)

Mengintegrasikan numerasi dengan aktivitas sehari-hari seperti jual beli di pasar

b)

Memberikan tambahan jam matematika tanpa memperhatikan konteks siswa

c)

Mengabaikan data rapor karena siswa sudah terbiasa berhitung dalam kehidupan nyata

d)

Menyalahkan orang tua yang tidak mendampingi anak belajar di rumah

5.

Tradisi gotong royong masih kental di masyarakat Tasikmalaya. Bagaimana kepala sekolah menjadikannya budaya sekolah?

a)

Menjadikan gotong royong sebagai nilai inti dalam visi, misi, dan budaya sekolah

b)

Menyisipkan gotong royong hanya saat kegiatan kerja bakti besar setahun sekali

c)

Membatasi kerja kelompok karena dianggap kurang efisien dibanding kerja individu

d)

Mengajarkan gotong royong hanya melalui teori tanpa praktik nyata

6.

Sekolah memiliki murid slow learner. Kebijakan kepala sekolah yang paling tepat adalah ...

4 lines
7.

Sekolah memiliki murid slow learner. Kebijakan kepala sekolah yang paling tepat adalah ...

a)

Menyusun pembelajaran berdiferensiasi dengan menyesuaikan gaya belajar murid

b)

Menyamakan target capaian seluruh murid agar lebih adil

c)

Memisahkan murid slow learner ke kelas khusus tanpa interaksi dengan teman sebaya

d)

Membiarkan guru menentukan cara mengajar tanpa dukungan kebijakan sekolah

8.

Tasikmalaya dikenal sebagai kota santri, namun kreativitas siswa masih rendah. Apa langkah strategis kepala sekolah?

a)

Mengintegrasikan kreativitas dalam kegiatan keagamaan seperti lomba kaligrafi dan konten dakwah kreatif

b)

Membatasi seni dan budaya karena dikhawatirkan mengurangi nilai religius

c)

Fokus pada hafalan agama tanpa ruang untuk keterampilan abad 21

d)

Menyerahkan kreativitas hanya pada ekstrakurikuler tanpa penguatan di kurikulum

9.

Sekolah di daerah rawan banjir perlu mencermati kondisi lingkungannya. Dalam analisis SWOT, hal ini termasuk ...

a)

Kekuatan (Strength) yang memperkuat identitas sekolah

b)

Kelemahan (Weakness) karena faktor internal sekolah

c)

Peluang (Opportunity) untuk pengembangan sekolah

d)

Ancaman (Threat) karena faktor eksternal yang menghambat pembelajaran

10.

Tasikmalaya memiliki potensi alam berupa perkebunan. Bagaimana sekolah memanfaatkannya untuk pembelajaran?

a)

Menjadikan kebun sebagai laboratorium IPA dan projek P5 ketahanan pangan

b)

Menghindari kegiatan lapangan agar pembelajaran lebih fokus di kelas

c)

Menggunakan buku teks semata tanpa memanfaatkan lingkungan sekitar

d)

Menyerahkan pengelolaan kebun sekolah kepada pihak luar tanpa keterlibatan murid