WorksheetsQuiz Budaya dan Pendidikan
Total questions: 10
Worksheet time: 8mins
Budaya religius di Tasikmalaya kuat, sehingga sekolah perlu menyesuaikan kurikulum. Langkah kepala sekolah yang paling tepat adalah ...
Menjadikan nilai religius sebagai tema projek P5 yang terintegrasi lintas mata pelajaran
Memusatkan seluruh kegiatan keagamaan hanya pada jam pelajaran PAI
Mengadopsi visi sekolah lain yang sudah terkenal religius tanpa menyesuaikan konteks lokal
Memisahkan kegiatan keagamaan dari kurikulum agar fokus akademik tidak terganggu
Tasikmalaya memiliki potensi UMKM batik. Bagaimana sekolah memanfaatkannya secara strategis?
Menjadikan batik sebagai projek P5 kewirausahaan yang melibatkan pengrajin lokal
Membeli batik sebagai seragam tanpa ada pembelajaran terkait budaya
Menjadikan batik sebagai dekorasi acara sekolah agar siswa mengenal budaya
Membatasi interaksi dengan pengrajin agar tidak mengganggu kegiatan akademik
Sekolah dekat pasar tradisional yang bising. Apa strategi kepala sekolah agar pembelajaran tetap bermakna?
Mengurangi praktik pembelajaran dan menggantinya dengan ceramah guru
Menjadikan aktivitas pasar sebagai bahan kontekstual dalam pelajaran IPS dan Matematika
Memindahkan seluruh kegiatan belajar ke rumah siswa secara mandiri
Mengisolasi siswa dari lingkungan sekitar agar lebih fokus pada teori
Rapor pendidikan menunjukkan numerasi rendah, padahal banyak orang tua murid bekerja sebagai pedagang. Strategi yang paling tepat adalah ...
Mengintegrasikan numerasi dengan aktivitas sehari-hari seperti jual beli di pasar
Memberikan tambahan jam matematika tanpa memperhatikan konteks siswa
Mengabaikan data rapor karena siswa sudah terbiasa berhitung dalam kehidupan nyata
Menyalahkan orang tua yang tidak mendampingi anak belajar di rumah
Tradisi gotong royong masih kental di masyarakat Tasikmalaya. Bagaimana kepala sekolah menjadikannya budaya sekolah?
Menjadikan gotong royong sebagai nilai inti dalam visi, misi, dan budaya sekolah
Menyisipkan gotong royong hanya saat kegiatan kerja bakti besar setahun sekali
Membatasi kerja kelompok karena dianggap kurang efisien dibanding kerja individu
Mengajarkan gotong royong hanya melalui teori tanpa praktik nyata
Sekolah memiliki murid slow learner. Kebijakan kepala sekolah yang paling tepat adalah ...
Sekolah memiliki murid slow learner. Kebijakan kepala sekolah yang paling tepat adalah ...
Menyusun pembelajaran berdiferensiasi dengan menyesuaikan gaya belajar murid
Menyamakan target capaian seluruh murid agar lebih adil
Memisahkan murid slow learner ke kelas khusus tanpa interaksi dengan teman sebaya
Membiarkan guru menentukan cara mengajar tanpa dukungan kebijakan sekolah
Tasikmalaya dikenal sebagai kota santri, namun kreativitas siswa masih rendah. Apa langkah strategis kepala sekolah?
Mengintegrasikan kreativitas dalam kegiatan keagamaan seperti lomba kaligrafi dan konten dakwah kreatif
Membatasi seni dan budaya karena dikhawatirkan mengurangi nilai religius
Fokus pada hafalan agama tanpa ruang untuk keterampilan abad 21
Menyerahkan kreativitas hanya pada ekstrakurikuler tanpa penguatan di kurikulum
Sekolah di daerah rawan banjir perlu mencermati kondisi lingkungannya. Dalam analisis SWOT, hal ini termasuk ...
Kekuatan (Strength) yang memperkuat identitas sekolah
Kelemahan (Weakness) karena faktor internal sekolah
Peluang (Opportunity) untuk pengembangan sekolah
Ancaman (Threat) karena faktor eksternal yang menghambat pembelajaran
Tasikmalaya memiliki potensi alam berupa perkebunan. Bagaimana sekolah memanfaatkannya untuk pembelajaran?
Menjadikan kebun sebagai laboratorium IPA dan projek P5 ketahanan pangan
Menghindari kegiatan lapangan agar pembelajaran lebih fokus di kelas
Menggunakan buku teks semata tanpa memanfaatkan lingkungan sekitar
Menyerahkan pengelolaan kebun sekolah kepada pihak luar tanpa keterlibatan murid
