Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

ANCAMAN DISINTEGRASI & DEMOKRASI LIBERAL

Total questions: 40

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Simaklah teks di bawah ini!

Disepakatinya Perjanjian Renville oleh pemerintah RI pada tahun 1948 memberikan dampak signifikan. Salah satu isi perjanjian adalah soal pembagian wilayah RI dengan wilayah-wilayah Federal yang berada di bawah pengaruh Belanda. Perundingan Renville secara drastis mengurangi wilayah teritori RI. Terlebih wilayah-wilayah yang lepas memiliki sumber daya alam yang banyak. Efek dominonya yaitu pemasukan ekonomi RI menjadi turun drastis padahal belanja masih besar untuk membangun negara dan perjuangan kemerdekaan.

Maka dari itu, Kabinet Hatta mengeluarkan kebijakan untuk efisiensi pengeluaran belanja pemerintah yaitu dengan cara "Rasionalisasi dan Reorganisasi (Re-Ra)". Reorganisasi berarti membentuk ulang dan menyempurnakan struktur organisasi ankatan bersenjata RI yang semula TKR dan didukung oleh banyak laskar menjadi TNI yang lebih terseleksi dan profesional. Rasionalisasi berarti konsekuensi dari Reorganisasi yaitu penyusutan jumlah personil angkatan bersenjata yang semula sekitar 300rb personil menjadi 180rb personil. Ini berarti banyak pejuang yang semula tergabung di TKR dan Laskar-laskar akan dibebaskan dari tugas-tugas militer dan harus kembali ke kehidupan sipil. Tentu hasilnya banyak yang kecewa. Di bawah ini peristiwa ancaman disintegrasi yang tidak disebabkan langsung oleh kebijakan Re-Ra yaitu...

a)

Pemberontakan PKI Madiun

b)

Pemberontakan DI/TII Makassar

c)

Pemberontakan APRA

d)

Pemberontakan DI/TII Jawa Tengah

2.

Simaklah teks di bawah ini!

Sebelum peristiwa Madiun 1948 meletus, pertikaian antara sayap kiri dengan pemerintah masih bersifat politik. Sayap kiri politik yang menamakan dirinya Front Demokrasi Rakyat (FDR) menjadi oposisi pemerintahan Kabinet Hatta. Adapun sebab langsung terbentuknya FDR dalam dinamika politik RI di tahun 1948 yaitu...

a)

Hasil Perundingan Renville 1948

b)

Kejatuhan kabinet Amir Sjarifuddin

c)

Kedatangan Musso ke Indonesia

d)

Peristiwa Wild West di sekitar Madiun

3.

Simaklah teks di bawah ini!

Berawal dari konflik politik antara pemerintah dengan oposisi (Kabinet Hatta vs. FDR) layaknya Indonesia hari ini, konflik politik ter-eskalasi menjadi konflik bersenjata. FDR dibawah pimpinan Amir Sjarifuddin adalah oposisi yang banyak menentang pemerintah tapi awalnya tidak berniat memberontak. Mereka menentang hasil perundingan Renville, Kebijakan Re-Ra, penghapusan Pepolit (Pendidikan Politik) Tentara, dan kebijakan-kebijakan Hatta yang lainnya. FDR terdiri dari berbagai partai dan organisasi kiri seperti Partai Sosialis, PKI, SOBSI, dan Pesindo. Bahkan di periode ini PKI tidak memiliki peran signifikan karena hanya terlibat tapi bukan penggerak. Hanya saja semua berubah dan konflik makin memanas setelah...

a)

Hasil Perundingan Renville 1948

b)

Kejatuhan kabinet Amir Sjarifuddin

c)

Kedatangan Musso ke Indonesia

d)

Peristiwa Wild West di sekitar Madiun

4.

Di bawah ini gambar yang menunjukkan wajah dari pembawa "Djalan Baroe" menjelang Peristiwa Madiun 1948 yaitu Munawar Musso ditunjukkan oleh...

a)

b)

c)

d)

5.

Simaklah teks di bawah!

Pemberontakan DI/TII adalah pemberontakan dalam negeri yang berlangsung paling lama (1949-1962) dan menyebar luas. Berawal di Jawa Barat, dukungan menyebar ke Jawa Tengah, Jawa Timur, Makassar, Sulawesi Selatan, dan Aceh. Meski faktor-faktor pendorongnya tidak semua sama, tetapi mereka berada di bawah bendera yang sama. Yaitu Negara Islam Indonesia. Salah satu wilayah memberontak karena kebijakan pemerintah pusat untuk melebur salah satu provinsi ke dalam wilayah provinsi tetangganya. Wilayah yang dimaksud yaitu...

a)

Kalimantan Selatab

b)

Jawa Tengah

c)

Makassar

d)

Aceh

6.

Simaklah teks di bawah!

Pemberontakan DI/TII adalah pemberontakan dalam negeri yang berlangsung paling lama (1949-1962) dan menyebar luas. Berawal di Jawa Barat, dukungan menyebar ke Jawa Tengah, Jawa Timur, Makassar, Sulawesi Selatan, dan Aceh. Meski faktor-faktor pendorongnya tidak semua sama, tetapi mereka berada di bawah bendera yang sama. Yaitu Negara Islam Indonesia. Salah satu wilayah memberontak di bawah pimpinan Kahar Muzakar. Mereka kecewa karena pemerintah RI memutuskan agar pasukan KGSS didemobilisasi. Wilayah yang dimaksud yaitu...

a)

Kalimantan Selatab

b)

Jawa Tengah

c)

Makassar

d)

Aceh

7.

Pemimpin utama pemberontakan DI/TII yang berpusat di Jawa Barat yaitu S. M. Kartosoewirjo ditunjukkan oleh gambar...

a)

b)

c)

d)

8.

Pemimpin pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan yang berpusat di Makassar yaitu Kahar Muzakar ditunjukkan oleh gambar...

a)

b)

c)

d)

9.

Simaklah teks di bawah!

Ciri-ciri manusia indonesia menurut Mochtar Lubis yaitu hipokrit (munafik), enggan bertanggung jawab, bersifat feodal (mementingkan gelar dan suka sesembahan), lemah watak, artistik, dan percaya takhayul. Kita fokus pada bagian terakhir yaitu percaya takhayul. Watak yang satu ini pernah dimanfaatkan oleh salah satu pemberontakan dalam negeri yaitu konsep "Ratu Adil' bahwa suatu hari Ratu Adil akan muncul ke dunia untuk memimpin manusia menyelamatkan diri dari kehancuran. Westerling mengklaim bahwa dirinya adalah Ratu Adil. Pemberontakan yang dimaksud yaitu...

a)

PKI Madiun 1948

b)

APRA

c)

Andi Azis

d)

DI/TII

10.

Di bawah ini yang menunjukkan gambar pemimpin pemberontakan APRA yaitu Raymond Westerling yaitu...

a)

b)

c)

d)

11.

Simaklah teks di bawah!

Bahasa Inggris memiliki pribahasa yang berbunyi "Blessing in Disguise". Maksud pribahasa ini yaitu terkadang pengalaman atau kejadian buruk bisa membawa dampak positif di kemudian hari. Pada peristiwa pemberontakan APRA 1949 tentu tidak diinginkan oleh pemerintah RIS karena pemberontakan ini mengancam keutuhan negara dan menimbulkan korban jiwa. Dalam konteks yang lebih luas, tahun 1950 merupakan puncak ketegangan antara golongan federalis yang menginginkan agar Indonesia tetap RIS vs. golongan Unitaris yang menginginkan Indonesia kembali menjadi NKRI. Dampak positif dari meletusnya pemberontakan APRA dalam konteks ini yaitu...

a)

Terbunuhnya Kolonel Lembong dan puluhan anggota TNI

b)

Mempercepat pembubaran negara federal RIS

c)

Meningkatkan kewaspadaan terhadap pemberontakan militer

d)

Golongan yang mendukung Westerling dapat diusir

12.

Gambar di samping merupaka peta pulau Jawa, letak meletusnya pemberontakan APRA ditunjukkan oleh huruf...

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

13.

Di bawah ini yang merupakan pemimpin pemberontakan Andi Azis yaitu...

a)

b)

c)

d)

14.

Perhatikan teks di bawah!

Latar belakang pemberontakan Andi Azis tahun 1950 di Makassar salah satunya yaitu hasil Konferensi Meja Bundar. Salah satu poin nya yaitu pembentukan Angkatan Perang Repiblik Indonesia Serikat (APRIS) yang menggabungkan personil TNI dengan personil KNIL dengan TNI sebagai unsur TNI. Kesepakatan ini mendatangkan masalah psikologis di tubuh internal APRIS karena sangat sulit prajurit dengan dua latar belakang berbeda di masa revolusi bisa akur. Kebetulan di Makassar pada tahun 1950 dijaga oleh personil APRIS dari unsur KNIL di bawah pimpinan Andi Azis. Pada 5 April 1950, pemerintah RIS melaksanakan keputusan yang isinya ditentang oleh pasukan Andi Azis yaitu...

a)

Mengirimkan pasukan APRIS unsur TNI dari Jawa ke Makassar

b)

Menurunkan gaji bulanan personil APRIS dari unsur KNIL

c)

Meminta personil KNIL menyerahkan senjatanya kepada TNI

d)

Memecat posisi Andi Azis sebagai komandan pasukan

15.

Di bawah ini salah satu tujuan pemberontakan Andi Azis pada tahun 1950 yaitu...

a)

Menjadikan KGSS personil TNI

b)

Mempertahankan keberadaan negara Pasundan

c)

Mempertahankan keberadaan NIT

d)

Membubarkan kabinet Djuanda

16.

Gambar di samping merupakan wilayah NKRI, letak meletusnya pemberontakan Andi Azis ditunjukkan oleh huruf...

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

17.

Gambar di bawah ini yang menunjukkan pemimpin pemberontakan RMS pada tahun 1950 yaitu...

a)

b)

c)

d)

18.

Gambar di bawah ini yang menunjukkan utusan pemerintah RI untuk menyelesaikan pemberontakan RMS dengan cara perdamaian/diplomasi yaitu...

a)

b)

c)

d)

19.

Aksi pemberontakan-pemberontakan dalam negeri antara tahun 1948 sd. 1962 bisa dikategorikan ke dalam empat kategori. Pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS) tahun 1950 yang dipimpin oleh Dr. Christian Robert Steven Soumokil masuk kategori separatisme. Hal ini dikarenakan...

a)

Ingin mengganti ideologi negara

b)

Ingin memisahkan diri dari Indonesia

c)

Ingin menggulingkan pemerintah pusat

d)

Digerakkan oleh tokoh-tokoh militer

20.

Di bawah ini yang menjadi tulang punggung kekuatan RMS dalam melancarkan aksi pemberontakan yaitu...

a)

Orang-orang Maluku eks personil TNI

b)

Orang-orang Maluku eks personil APRIS

c)

Orang-orang Maluku eks personil PETA

d)

Orang-orang Maluku eks personil KNIL

21.

Gambar di samping merupakan wilayah NKRI, letak meletusnya pemberontakan PRRI ditunjukkan oleh huruf...

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

22.

Pemberontakan PRRI meletus di Sumatra pada tahun 1958 saat Letkol Ahmad Husein memproklamasikan berdirinya Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRR) di kota Padang. Adapun sebab pemberontakan ini yaitu...

a)

Ketimpangan pembangunan di pusat (Jawa) dengan daerah (luar Jawa)

b)

Konflik politik antara golongan Unitaris dengan golongan Federalis

c)

Keinginan untuk memisahkan diri dari pemerintah pusat RI

d)

Ketidakpuasan terhadap sistem federal yang melemahkan persatuan

23.

Pemberontakan PRRI pada tahun 1958 memiliki beberapa tujuan yaitu pemerataan pembangunan, otonomi daerah, dan membentuk pemerintahan baru. Adapun keinginan otonomi daerah memiliki maksud yaitu...

a)

Mengganti kabinet Djuanda yang dianggap telah gagal dan diganti oleh kabinet PRRI

b)

Mengatasi kesenjangan pembangunan fisik antara pusat dengan daerah

c)

Memperluas wewenang pemerintah daerah untuk mengelola sumber daya dan pendapatan

d)

Mencegah adanya dominasi dan pengaruh PKI di tubuh pemerintahan pusat

24.

Di bawah ini upaya penumpasan PRRI secara militer yang dilakukan oleh pemerintah RI pada tahun 1958 yaitu...

a)

Operasi Trikora

b)

Operasi Tegas

c)

Operasi Baratayudha

d)

Gerakan Operasi Militer I

25.

Gambar di samping merupakan wilayah NKRI, letak meletusnya pemberontakan Permesta ditunjukkan oleh huruf...

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

26.

Di bawah ini yang merupakan tokoh sentral dalam pemberontakan Permesta sejak tahun 1957 yaitu...

a)

b)

c)

d)

27.

Pada periode 1945-1959 Indonesia mempraktikan sistem pemerintahan yang berbeda dengan sistem pemerintahan hari ini. Kala itu, kekuasaan kepala negara dengan kepala pemerintahan dipisah. Posisi Sukarno sebagai Presiden RIS hanya sebagai kepala negara saja. Adapun sistem pemerintahan yang dilaksanakan kala itu yaitu...

a)

Presidensil

b)

Parlementer

c)

Konfederasi

d)

Monarki

28.

Pada sebuah negara yang menganut sistem demokrasi liberal, peran sebagai kepala pemerintahan tidak dilaksanakan oleh seorang Presiden. Ia hanya berperan sebagai kepala negara saja. Adapun tugas kepala pemerintahan dilaksanakan oleh...

a)

Presiden

b)

Raja

c)

Perdana Mentri

d)

Luhut Pandjaitan

29.

Keputusan Founding Fathers bangsa Indonesia untuk melaksanakan sistem demokrasi liberal di tahun 1945 bukanlah tanpa alasan. Keputusan ini ditandai dengan terbitnya 3 maklumat (Maklumat X, Maklumat 3 November, dan Maklumat 14 November) yang ditetapkan oleh wakil Presiden Moh. Hatta. Kemudian Sutan Sjahrir diangkat sebagai kepala pemerintahan yang pertama. Adapun latar belakang pelaksanaan sistem demokrasi liberal di Indonesia yaitu...

a)

Riwayat Sukarno dan Moh. Hatta sebagai kolaborator tentara Jepang

b)

Desakan dan dorongan dari golongan federalis dalam tubuh pemerintah

c)

Keinginan Moh. Hatta untuk mempraktikan sistem parlementer di Indonesia

d)

Belanda memfitnah Indonesia sebagai negara fasis bentukan Jepang

30.

Salah satu syarat utama pelaksanaan Demokrasi Liberal menyatakan bahwa sebuah pemerintahan harus memiliki parlemen yang melaksakan fungsi-fungsi legislatif. Fungsi legislatif meliputi representasi (perwakilan), menyusun dan menetapkan aturan (undang-undang). Idealnya anggota-anggota legislatif dipilih berdasarkan hasil pemilihan umum. Hanya saja di tahun 1945, Indonesia yang baru merdeka dan masih di bawah ancaman kedatangan pasukan Sekutu dan Belanda. Pemerintah belum sanggup melaksanakan pemilu di tahun itu. Maka dari itu, ditetapkanlah oleh Wakil Presiden Moh. Hatta bahwa KNIP diberikan tugas-tugas legislatif yang didasarkan pada...

a)

UUD 1945

b)

Maklumat 14 November 1945

c)

Maklumat X 16 Oktober 1945

d)

Maklumat 3 November 1945

31.

Dalam sistem demokrasi liberal, kepala pemerintahan beserta kabinet nya bukan bertanggung jawab kepada Presiden melainkan kepada parlemen. Tahun 1945 Wakil Presiden Moh. Hatta menetapkan bahwa kabinet yang bertugas sebagai eksekutif harus bertanggung jawab kepada KNIP yang berperan sebagai legislatif. Ketetapan ini menjadi penegas bahwa sistem pemerintahan diganti menjadi demokrasi liberal. Adapun secara legal ketetapan ini didasarkan pada...

a)

UUD 1945

b)

Maklumat 14 November 1945

c)

Maklumat X 16 Oktober 1945

d)

Maklumat 3 November 1945

32.

Pelaksanaan Demokrasi Liberal pada periode 1950 sd. 1959 mengalami pergantian kabinet yang cepat. Dalam waktu 9 tahun, ada 7 kabinet yang pernah bertugas sebagai pemerintah. Artinya hampir tiap tahun Indonesia mengalami pergantian pemerintahan. Kabinet-kabinet yang pernah menjabat mengalami bangun dan jatuh silih berganti. Kabinet-kabinet yang pernah menjabat secara berurutan yaitu Kabinet Natsir, Kabinet Sukriman, Kabinet Wilopo, Kabinet Ali Sastroamidjojo I, Kabinet Burhanuddin Harahap, Kabinet Sastroamidjojo II, dan Kabinet Djuanda. Partai-partai politik yang ada di dalam tubuh parlemen sibuk menjatuhkan satu sama lain. Hal ini menandai bahwa salah satu ciri-ciri kehidupan di masa Demokrasi Liberal di Indonesia yaitu...

a)

Kondisi pemerintahan tidak stabil

b)

Macetnya program-program pembangunan

c)

Krisis kepercayaan rakyat terhadap pemerintah

d)

Terjadi konflik internal di tubuh militer

33.

Pada periode 1950 sd. 1959, banyak program-program pemerintah yang tidak terlaksana dengan baik. Bahkan ada yang tidak terlaksana sama sekali. Pembangunan yang dimaksud yaitu pembangunan manusia dan pembangunan fisik. permasalahan ekonomi yang seharusnya diatasi, malah tidak terselesaikan. Ekonomi negara yang belum merdeka tentu tidak stabil dan belum sejahtera. Di saat-saat seperti ini, politisi justru sibuk bertengakar satu sama lain di tubuh parlemen. Artinya, di masa ini terjadi macetnya program-program pembangunan. Kondisi pembangunan yang macet dapat menyebabkan...

a)

Kondisi pemerintahan tidak stabil

b)

Macetnya program-program pembangunan

c)

Krisis kepercayaan rakyat terhadap pemerintah

d)

Terjadi konflik internal di tubuh militer

34.

Tahun 1950-1959 Republik Indonesia mengalami 7 kali pergantian pemerintah. Mulai dari kabinet Natsir sampai kabinet Djuanda jatuh-bangun silih berganti. Kejadian ini menandai kondisi politik Indonesia tidak stabil karena persaingan di level parlemen. Kondisi yang tidak stabil dan pasti ini memiliki konsekuensi...

a)

Kondisi pemerintahan tidak stabil

b)

Macetnya program-program pembangunan

c)

Krisis kepercayaan rakyat terhadap pemerintah

d)

Terjadi konflik internal di tubuh militer

35.

Kabinet yang mendapat tugas untuk melaksanakan Pemilu tahun 1955, yang terbagi menjadi dua tahap pada bulan September dan Desember, adalah kabinet yang dipimpin oleh seorang tokoh. Siapakah tokoh yang memimpin kabinet pelaksana Pemilu 1955 tersebut?

a)

Burhanuddin Harahap

b)

Ali Sastroamidjojo

c)

Sukirman

d)

Wilopo

36.

Kegagalan Konstituante dalam menyelesaikan rancangan UUD baru, yang ditandai dengan tiga kali pemungutan suara tidak pernah mencapai kuorum, menimbulkan krisis politik. Jalan keluar apakah yang akhirnya diambil oleh Presiden Soekarno untuk mengatasi kemandekan tersebut?

a)

Meminta Dewan Konstituante membentuk kabinet baru.

b)

Menerapkan Masa Reses secara permanen dan menghentikan seluruh aktivitas politik.

c)

Melakukan Musyawarah dalam bentuk Pandangan Umum untuk keempat kalinya.

d)

Pembubaran Konstituante melalui Dekrit 5 Juli 1959.

37.

Melihat kelompok-kelompok yang bertikai dalam Konstituante, PNI, PKRI, Permai, Parkindo, dan Baperki membentuk satu blok ideologi. Dasar negara apakah yang menjadi usulan bersama dari kelompok partai-partai yang dipimpin oleh PNI ini?

a)

Dasar Negara Islam

b)

Pancasila sebagai dasar negara

c)

Sosialisme

d)

Marhaenisme

38.

Setelah Pemilu 1955, Badan Konstituante dibentuk dengan tugas utama yang sangat krusial. Selain merancang dan menyusun Undang-Undang Dasar yang baru, Badan Konstituante juga memiliki prasyarat keanggotaan spesifik untuk golongan minoritas. Berdasarkan teks, berapakah total kursi yang dialokasikan untuk perwakilan Peranakan Tionghoa dan Peranakan Arab?

a)

12 Kursi untuk Orang Eropa dan 6 Kursi untuk Peranakan Tionghoa.

b)

18 Kursi untuk Peranakan Tionghoa dan 6 Kursi untuk Peranakan Arab.

c)

18 Kursi untuk Peranakan Tionghoa dan 12 Kursi untuk Peranakan Arab.

d)

12 Kursi untuk Peranakan Tionghoa dan 6 Kursi untuk Peranakan Arab.

39.

Hasil Pemilihan Anggota Parlemen pada Pemilu 1955 diumumkan pada 1 Maret 1956. Berdasarkan teks salinan, dua partai politik utama yang memperoleh jumlah kursi sama terbanyak dalam pemilihan parlemen adalah...

a)

NU dan PKI

b)

PNI dan NU

c)

MASYUMI dan NU

d)

PNI dan MASYUMI

40.

Menganalisis proses persiapan dan pelaksanaan Pemilu 1955, dijelaskan bahwa inisiasi pembentukan Panitia Pemilihan Umum dan Pusat pada tanggal 31 Mei 1954 dilakukan pada masa salah satu kabinet. Jika Pemilu tersebut akhirnya dilaksanakan pada September dan Desember 1955, kabinet manakah yang bertanggung jawab atas perencanaan awal pembentukan panitia tersebut?

a)

Kabinet Burhanuddin Harahap

b)

Kabinet Ali Sastroamidjojo I

c)

Kabinet Wilopo

d)

Kabinet Natsir