wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL UTS ASJ

Total questions: 35

Worksheet time: 18mins

Name
Class
Date
1.

Seorang admin jaringan ingin agar perangkat tertentu (printer) selalu mendapat IP yang sama dari DHCP. Konfigurasi apa yang harus ditambahkan di file dhcpd.conf?

a)

Menambahkan opsi default-lease-time

b)

Menambahkan hardware ethernet dan fixed-address

c)

Mengatur opsi option routers

d)

Menghapus subnet utama

e)

Mengubah file /etc/network/interfaces

2.

Jika server DHCP memberikan IP yang sama ke dua client berbeda, masalah yang paling mungkin adalah …

a)

Kesalahan penulisan MAC Address pada konfigurasi reservasi

b)

Server DHCP tidak di-restart setelah konfigurasi

c)

DHCP menggunakan option domain-name yang salah

d)

Client tidak menyalakan service networking

e)

DNS server tidak aktif

3.

Dalam file dhcpd.conf, apa efek dari konfigurasi berikut?

default-lease-time 60; max-lease-time 120;

a)

Client hanya bisa menggunakan IP selama 1 jam

b)

Client akan meminta IP baru setiap 60–120 detik

c)

Server DHCP otomatis restart setiap 2 menit

d)

Client tidak bisa memperpanjang lease

e)

DHCP hanya melayani maksimal 120 client

4.

Admin ingin agar client dapat menggunakan DNS lokal dan Google DNS. Opsi mana yang benar?

a)

option domain-name-servers 8.8.8.8;

b)

option domain-name-servers 192.168.10.1, 8.8.8.8;

c)

option routers 192.168.10.1, 8.8.8.8;

d)

option domain-name lab.local, 8.8.8.8;

e)

option broadcast-address 8.8.8.8;

5.

Jika konfigurasi subnet tidak sesuai dengan IP statis server DHCP, akibat yang paling mungkin adalah …

a)

Client tetap mendapat IP, tapi tidak bisa browsing

b)

Service DHCP gagal start (status failed)

c)

Client mendapat IP dari Google DNS

d)

Server otomatis memperbaiki subnet

e)

DHCP hanya bisa memberi 1 alamat

6.

Kenapa penting melakukan perintah named-checkconf atau dhcpd -t sebelum restart service?

a)

Untuk membersihkan cache DHCP

b)

Untuk memverifikasi sintaks konfigurasi sebelum dijalankan

c)

Agar client otomatis mendapat IP baru

d)

Supaya lease time tidak kedaluwarsa

e)

Agar server DHCP otomatis start saat boot

7.

Seorang siswa menambahkan konfigurasi berikut:
subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {

range 192.168.2.10 192.168.2.50;

option routers 192.168.1.1;

}

Apa masalahnya?

a)

Tidak ada DNS server

b)

Rentang IP tidak sesuai subnet

c)

Tidak ada broadcast address

d)

Router tidak bisa dipakai

e)

Lease time terlalu kecil

8.

Ketika client tidak mendapat IP, tetapi log server menunjukkan pesan No free leases, apa langkah yang paling tepat?

a)

Menambah range IP di dhcpd.conf

b)

Mengurangi default lease time

c)

Menambahkan DNS server baru

d)

Mengganti MAC address client

e)

Me-restart client

9.

Apa alasan DHCP lebih efisien dibanding konfigurasi IP statis manual di jaringan besar?

a)

DHCP menggunakan IP publik

b)

DHCP dapat membagi bandwidth

c)

DHCP mendistribusikan IP secara otomatis dan terpusat

d)

DHCP mengganti IP setiap 10 detik

e)

DHCP hanya bekerja di Windows

10.

Admin membuat dua pool DHCP dalam satu subnet. Apa dampak jika rentangnya tumpang tindih?

a)

Client tetap mendapat IP unik

b)

Server DHCP crash

c)

Client bisa mendapat IP duplikat

d)

DHCP otomatis menghapus pool kedua

e)

Client hanya memakai pool pertama

11.

Apa fungsi option routers 192.168.10.1; di konfigurasi DHCP?

a)

Menentukan gateway default client

b)

Menentukan DNS server client

c)

Menentukan broadcast address

d)

Menentukan IP server DHCP

e)

Menentukan MAC address client

12.

Ketika DHCP server gagal dijalankan dengan pesan "cannot bind to port 67", penyebab paling mungkin adalah …

a)

Port 67 digunakan service lain

b)

DNS server belum dikonfigurasi

c)

IP client tidak cocok

d)

Lease time tidak valid

e)

DHCP hanya berjalan di IPv6

13.

Konfigurasi berikut menghasilkan apa?

range 192.168.10.100 192.168.10.150;

range 192.168.10.160 192.168.10.170;

a)

DHCP hanya melayani 50 client

b)

DHCP melayani 2 blok alamat terpisah

c)

DHCP hanya menggunakan blok pertama

d)

DHCP memberikan IP acak di luar range

e)

DHCP error karena ada 2 range

14.

Jika file konfigurasi DHCP salah (misalnya kurung { tidak ditutup), apa yang terjadi saat restart service?

a)

Server tetap berjalan dengan konfigurasi lama

b)

Server DHCP mati (failed)

c)

Server otomatis memperbaiki konfigurasi

d)

Server memberi IP default 169.x.x.x

e)

Client tetap dapat IP dari server lain

15.

Mengapa client dengan reservasi IP selalu mendapat IP yang sama walaupun lease time habis?

a)

Karena lease time diabaikan oleh DHCP

b)

Karena reservasi mengikat MAC address ke IP tertentu

c)

Karena client menyimpan cache IP

d)

Karena DNS memperbarui IP otomatis

e)

Karena IP tidak masuk dalam pool DHCP

16.

Dalam praktik, siswa lupa menambahkan INTERFACESv4="ens33" di file /etc/default/isc-dhcp-server. Dampaknya?

a)

DHCP berjalan normal di semua interface

b)

DHCP tidak melayani client sama sekali

c)

DHCP hanya melayani IPv6

d)

DHCP otomatis memilih interface aktif

e)

DHCP hanya melayani 1 client

17.

Admin ingin agar laptop guru selalu mendapat IP 192.168.10.10. Apa informasi penting yang harus diketahui sebelum konfigurasi reservasi?

a)

Nama host server

b)

MAC address laptop guru

c)

Waktu lease yang dipakai

d)

Versi Debian yang dipakai

e)

Nama domain sekolah

18.

Apa kelebihan menggunakan max-lease-time yang besar (misal 7 hari)?

a)

Client jarang perlu memperbarui IP → lebih stabil

b)

Client mendapat lebih banyak bandwidth

c)

DHCP server restart otomatis

d)

DHCP dapat melayani lebih banyak client

e)

Client bisa berpindah subnet otomatis

19.

Jika DHCP server ada dua di jaringan yang sama tanpa pengaturan khusus, kemungkinan yang terjadi adalah …

a)

Client tidak bisa mendapat IP sama sekali

b)

Client mendapat IP berbeda tergantung server mana yang merespon lebih dulu

c)

DHCP server bergabung otomatis

d)

Client selalu memilih server dengan lease time lebih kecil

e)

Salah satu DHCP server akan otomatis mati

20.

Seorang siswa menambahkan opsi berikut di DHCP:

option broadcast-address 192.168.10.255;

Fungsi opsi ini adalah …

a)

Menentukan gateway

b)

Menentukan alamat DNS

c)

Menentukan alamat siaran subnet

d)

Menentukan IP default client

e)

Menentukan IP reservasi

21.

File konfigurasi utama DHCP server di Debian 12 terletak pada:

a)

/etc/network/interfaces

b)

/etc/dhcp/dhcpd.conf

c)

/etc/default/isc-dhcp-server

d)

/etc/hosts

e)

/etc/resolv.conf

22.

Perintah untuk menginstal paket DHCP server di Debian adalah:

a)

apt install dhcpd

b)

apt-get install isc-dhcp-server

c)

systemctl install isc-dhcp-server

d)

apt install bind9

e)

dhcp --install

23.

Agar DHCP hanya berjalan di interface tertentu (misalnya ens33), konfigurasi dilakukan di file:

a)

/etc/network/interfaces

b)

/etc/hosts

c)

/etc/dhcp/dhcpd.conf

d)

/etc/default/isc-dhcp-server

e)

/etc/resolv.conf

24.

Perintah untuk mengecek status layanan DHCP server adalah:

a)

systemctl restart isc-dhcp-server

b)

systemctl status isc-dhcp-server

c)

systemctl check isc-dhcp-server

d)

isc-dhcp-server status

e)

service dhcp status

25.

Apa yang terjadi jika client tidak mendapat IP dari DHCP server?

a)

Client akan selalu gagal boot

b)

Client tetap bisa mengakses internet

c)

Client akan mendapat alamat APIPA (169.254.x.x)

d)

Client otomatis menggunakan IP statis

e)

Client langsung terhubung dengan DNS server

26.

Konfigurasi berikut digunakan untuk apa?

host client1 {

hardware ethernet 08:00:27:aa:bb:cc;

fixed-address 192.168.10.50;

}

a)

Membatasi client hanya bisa menggunakan IP statis

b)

Memberikan IP tertentu ke client dengan MAC address spesifik

c)

Mengatur default gateway client

d)

Memberikan DNS server alternatif

e)

Mengatur broadcast address client

27.

Jika konfigurasi DHCP salah dan service gagal dijalankan, langkah pertama yang sebaiknya dilakukan adalah:

a)

Jika konfigurasi DHCP salah dan service gagal dijalankan, langkah pertama yang sebaiknya dilakukan adalah:

b)

Cek sintaks dengan dhcpd -t

c)


Restart client

d)

Install ulang paket DHCP

e)

Hapus file konfigurasi

28.

Opsi DHCP berikut berfungsi untuk memberikan informasi gateway ke client:

a)


option domain-name

b)

option routers

c)

option broadcast-address

d)

option broadcast-address

e)

option subnet-mask

29.

Jika kita menambahkan konfigurasi:

option domain-name-servers 192.168.10.1, 8.8.8.8;

Maka efeknya adalah…

a)

DHCP server akan menggunakan DNS publik

b)

Client akan menerima daftar DNS server tersebut secara otomatis

c)

Server akan mengganti IP client dengan 8.8.8.8

d)

Client tidak bisa menggunakan DNS lain

e)

DNS lokal akan dinonaktifkan

30.

DHCP berjalan pada port UDP berapa?

a)

DHCP berjalan pada port UDP berapa?

b)

25

c)

53

d)

67 dan 68

e)

80

31.

Jika client mendapat IP tapi tidak bisa akses internet, kemungkinan besar konfigurasi DHCP yang salah adalah:

a)

range

b)

option routers

c)

subnet-mask

d)

subnet-mask

e)

subnet-mask

32.

Jika default-lease-time diatur ke 60 detik, apa dampaknya?

a)

Client akan kehilangan koneksi setiap 1 menit

b)

Client akan memperbarui IP lebih sering

c)

Server DHCP akan restart otomatis setiap menit

d)

Client mendapat IP acak setiap kali restart

e)

Server akan menolak koneksi baru

33.

Perintah systemctl status isc-dhcp-server menampilkan failed. Apa langkah paling tepat berikutnya?

a)

Restart server Debian

b)

Jalankan ping ke Google

c)

Periksa file /etc/dhcp/dhcpd.conf dengan dhcpd -t

d)

Install ulang DHCP server

e)

Ganti subnet menjadi default

34.

Jika DHCP server tidak berjalan, tetapi client masih punya IP, kenapa hal ini bisa terjadi?

a)

Client menggunakan IP statis

b)

Client menyimpan lease lama dan memperpanjang otomatis

c)

Client mendapat IP dari DNS server

d)

Client membuat IP palsu sendiri

e)

Client tidak bisa akses jaringan

35.

Jika admin lupa menambahkan option routers, apa dampaknya?

a)

Client tetap dapat IP tapi tidak bisa akses jaringan luar subnet

b)

DHCP server gagal start

c)

Client tidak bisa booting

d)

Client memakai router default otomatis

e)

Client dapat IP lebih lambat