NEW
Font size
WorksheetsSOAL UTS ASJ
Total questions: 35
Worksheet time: 18mins
Seorang admin jaringan ingin agar perangkat tertentu (printer) selalu mendapat IP yang sama dari DHCP. Konfigurasi apa yang harus ditambahkan di file dhcpd.conf?
Menambahkan opsi default-lease-time
Menambahkan hardware ethernet dan fixed-address
Mengatur opsi option routers
Menghapus subnet utama
Mengubah file /etc/network/interfaces
Jika server DHCP memberikan IP yang sama ke dua client berbeda, masalah yang paling mungkin adalah …
Kesalahan penulisan MAC Address pada konfigurasi reservasi
Server DHCP tidak di-restart setelah konfigurasi
DHCP menggunakan option domain-name yang salah
Client tidak menyalakan service networking
DNS server tidak aktif
Dalam file dhcpd.conf, apa efek dari konfigurasi berikut?
default-lease-time 60; max-lease-time 120;
Client hanya bisa menggunakan IP selama 1 jam
Client akan meminta IP baru setiap 60–120 detik
Server DHCP otomatis restart setiap 2 menit
Client tidak bisa memperpanjang lease
DHCP hanya melayani maksimal 120 client
Admin ingin agar client dapat menggunakan DNS lokal dan Google DNS. Opsi mana yang benar?
option domain-name-servers 8.8.8.8;
option domain-name-servers 192.168.10.1, 8.8.8.8;
option routers 192.168.10.1, 8.8.8.8;
option domain-name lab.local, 8.8.8.8;
option broadcast-address 8.8.8.8;
Jika konfigurasi subnet tidak sesuai dengan IP statis server DHCP, akibat yang paling mungkin adalah …
Client tetap mendapat IP, tapi tidak bisa browsing
Service DHCP gagal start (status failed)
Client mendapat IP dari Google DNS
Server otomatis memperbaiki subnet
DHCP hanya bisa memberi 1 alamat
Kenapa penting melakukan perintah named-checkconf atau dhcpd -t sebelum restart service?
Untuk membersihkan cache DHCP
Untuk memverifikasi sintaks konfigurasi sebelum dijalankan
Agar client otomatis mendapat IP baru
Supaya lease time tidak kedaluwarsa
Agar server DHCP otomatis start saat boot
Seorang siswa menambahkan konfigurasi berikut:
subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.2.10 192.168.2.50;
option routers 192.168.1.1;
}
Apa masalahnya?
Tidak ada DNS server
Rentang IP tidak sesuai subnet
Tidak ada broadcast address
Router tidak bisa dipakai
Lease time terlalu kecil
Ketika client tidak mendapat IP, tetapi log server menunjukkan pesan No free leases, apa langkah yang paling tepat?
Menambah range IP di dhcpd.conf
Mengurangi default lease time
Menambahkan DNS server baru
Mengganti MAC address client
Me-restart client
Apa alasan DHCP lebih efisien dibanding konfigurasi IP statis manual di jaringan besar?
DHCP menggunakan IP publik
DHCP dapat membagi bandwidth
DHCP mendistribusikan IP secara otomatis dan terpusat
DHCP mengganti IP setiap 10 detik
DHCP hanya bekerja di Windows
Admin membuat dua pool DHCP dalam satu subnet. Apa dampak jika rentangnya tumpang tindih?
Client tetap mendapat IP unik
Server DHCP crash
Client bisa mendapat IP duplikat
DHCP otomatis menghapus pool kedua
Client hanya memakai pool pertama
Apa fungsi option routers 192.168.10.1; di konfigurasi DHCP?
Menentukan gateway default client
Menentukan DNS server client
Menentukan broadcast address
Menentukan IP server DHCP
Menentukan MAC address client
Ketika DHCP server gagal dijalankan dengan pesan "cannot bind to port 67", penyebab paling mungkin adalah …
Port 67 digunakan service lain
DNS server belum dikonfigurasi
IP client tidak cocok
Lease time tidak valid
DHCP hanya berjalan di IPv6
Konfigurasi berikut menghasilkan apa?
range 192.168.10.100 192.168.10.150;
range 192.168.10.160 192.168.10.170;
DHCP hanya melayani 50 client
DHCP melayani 2 blok alamat terpisah
DHCP hanya menggunakan blok pertama
DHCP memberikan IP acak di luar range
DHCP error karena ada 2 range
Jika file konfigurasi DHCP salah (misalnya kurung { tidak ditutup), apa yang terjadi saat restart service?
Server tetap berjalan dengan konfigurasi lama
Server DHCP mati (failed)
Server otomatis memperbaiki konfigurasi
Server memberi IP default 169.x.x.x
Client tetap dapat IP dari server lain
Mengapa client dengan reservasi IP selalu mendapat IP yang sama walaupun lease time habis?
Karena lease time diabaikan oleh DHCP
Karena reservasi mengikat MAC address ke IP tertentu
Karena client menyimpan cache IP
Karena DNS memperbarui IP otomatis
Karena IP tidak masuk dalam pool DHCP
Dalam praktik, siswa lupa menambahkan INTERFACESv4="ens33" di file /etc/default/isc-dhcp-server. Dampaknya?
DHCP berjalan normal di semua interface
DHCP tidak melayani client sama sekali
DHCP hanya melayani IPv6
DHCP otomatis memilih interface aktif
DHCP hanya melayani 1 client
Admin ingin agar laptop guru selalu mendapat IP 192.168.10.10. Apa informasi penting yang harus diketahui sebelum konfigurasi reservasi?
Nama host server
MAC address laptop guru
Waktu lease yang dipakai
Versi Debian yang dipakai
Nama domain sekolah
Apa kelebihan menggunakan max-lease-time yang besar (misal 7 hari)?
Client jarang perlu memperbarui IP → lebih stabil
Client mendapat lebih banyak bandwidth
DHCP server restart otomatis
DHCP dapat melayani lebih banyak client
Client bisa berpindah subnet otomatis
Jika DHCP server ada dua di jaringan yang sama tanpa pengaturan khusus, kemungkinan yang terjadi adalah …
Client tidak bisa mendapat IP sama sekali
Client mendapat IP berbeda tergantung server mana yang merespon lebih dulu
DHCP server bergabung otomatis
Client selalu memilih server dengan lease time lebih kecil
Salah satu DHCP server akan otomatis mati
Seorang siswa menambahkan opsi berikut di DHCP:
option broadcast-address 192.168.10.255;
Fungsi opsi ini adalah …
Menentukan gateway
Menentukan alamat DNS
Menentukan alamat siaran subnet
Menentukan IP default client
Menentukan IP reservasi
File konfigurasi utama DHCP server di Debian 12 terletak pada:
/etc/network/interfaces
/etc/dhcp/dhcpd.conf
/etc/default/isc-dhcp-server
/etc/hosts
/etc/resolv.conf
Perintah untuk menginstal paket DHCP server di Debian adalah:
apt install dhcpd
apt-get install isc-dhcp-server
systemctl install isc-dhcp-server
apt install bind9
dhcp --install
Agar DHCP hanya berjalan di interface tertentu (misalnya ens33), konfigurasi dilakukan di file:
/etc/network/interfaces
/etc/hosts
/etc/dhcp/dhcpd.conf
/etc/default/isc-dhcp-server
/etc/resolv.conf
Perintah untuk mengecek status layanan DHCP server adalah:
systemctl restart isc-dhcp-server
systemctl status isc-dhcp-server
systemctl check isc-dhcp-server
isc-dhcp-server status
service dhcp status
Apa yang terjadi jika client tidak mendapat IP dari DHCP server?
Client akan selalu gagal boot
Client tetap bisa mengakses internet
Client akan mendapat alamat APIPA (169.254.x.x)
Client otomatis menggunakan IP statis
Client langsung terhubung dengan DNS server
Konfigurasi berikut digunakan untuk apa?
host client1 {
hardware ethernet 08:00:27:aa:bb:cc;
fixed-address 192.168.10.50;
}
Membatasi client hanya bisa menggunakan IP statis
Memberikan IP tertentu ke client dengan MAC address spesifik
Mengatur default gateway client
Memberikan DNS server alternatif
Mengatur broadcast address client
Jika konfigurasi DHCP salah dan service gagal dijalankan, langkah pertama yang sebaiknya dilakukan adalah:
Jika konfigurasi DHCP salah dan service gagal dijalankan, langkah pertama yang sebaiknya dilakukan adalah:
Cek sintaks dengan dhcpd -t
Restart client
Install ulang paket DHCP
Hapus file konfigurasi
Opsi DHCP berikut berfungsi untuk memberikan informasi gateway ke client:
option domain-name
option routers
option broadcast-address
option broadcast-address
option subnet-mask
Jika kita menambahkan konfigurasi:
option domain-name-servers 192.168.10.1, 8.8.8.8;
Maka efeknya adalah…
DHCP server akan menggunakan DNS publik
Client akan menerima daftar DNS server tersebut secara otomatis
Server akan mengganti IP client dengan 8.8.8.8
Client tidak bisa menggunakan DNS lain
DNS lokal akan dinonaktifkan
DHCP berjalan pada port UDP berapa?
DHCP berjalan pada port UDP berapa?
25
53
67 dan 68
80
Jika client mendapat IP tapi tidak bisa akses internet, kemungkinan besar konfigurasi DHCP yang salah adalah:
range
option routers
subnet-mask
subnet-mask
subnet-mask
Jika default-lease-time diatur ke 60 detik, apa dampaknya?
Client akan kehilangan koneksi setiap 1 menit
Client akan memperbarui IP lebih sering
Server DHCP akan restart otomatis setiap menit
Client mendapat IP acak setiap kali restart
Server akan menolak koneksi baru
Perintah systemctl status isc-dhcp-server menampilkan failed. Apa langkah paling tepat berikutnya?
Restart server Debian
Jalankan ping ke Google
Periksa file /etc/dhcp/dhcpd.conf dengan dhcpd -t
Install ulang DHCP server
Ganti subnet menjadi default
Jika DHCP server tidak berjalan, tetapi client masih punya IP, kenapa hal ini bisa terjadi?
Client menggunakan IP statis
Client menyimpan lease lama dan memperpanjang otomatis
Client mendapat IP dari DNS server
Client membuat IP palsu sendiri
Client tidak bisa akses jaringan
Jika admin lupa menambahkan option routers, apa dampaknya?
Client tetap dapat IP tapi tidak bisa akses jaringan luar subnet
DHCP server gagal start
Client tidak bisa booting
Client memakai router default otomatis
Client dapat IP lebih lambat
