WorksheetsUjian Sumatif Tengah Semester (1-2)
Total questions: 16
Worksheet time: 5mins
Dalam konteks sekolah, contoh perilaku fastabiqul khairat adalah…
Membantu teman mencontek agar nilainya tinggi
Saling dorong dalam kegiatan sosial
Saling memotivasi untuk rajin shalat berjamaah
Berkompetisi untuk menjadi terkenal di media sosial
Membiarkan teman yang kesusahan
Hubungan antara fastabiqul khairat dan etos kerja adalah…
Keduanya bertentangan
Etos kerja tidak perlu kebaikan
Fastabiqul khairat hanya soal ibadah, etos kerja soal bisnis
Sama-sama mendorong manusia berusaha keras dan bermanfaat
Tidak ada kaitannya
Di sebuah desa, pemuda-pemuda muslim rutin melakukan kerja bakti membersihkan masjid setiap pekan. Namun ada sebagian yang datang hanya ketika difoto untuk dokumentasi kegiatan, setelah itu mereka pulang lebih dulu. Sedangkan sebagian lain tetap bekerja hingga selesai dengan ikhlas tanpa peduli ada kamera atau tidak.
Sikap yang sesuai dengan ajaran fastabiqul khairat dalam teks tersebut adalah …
Hadir hanya untuk difoto demi terlihat aktif
Ikut kerja bakti dengan niat ikhlas hingga selesai
Menghindari kegiatan agar tidak lelah
Membiarkan orang lain bekerja sendirian
Ikut kerja bakti hanya jika ada hadiah
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki etos kerja tinggi, seperti disiplin, bertanggung jawab, dan tidak menunda tugas, lebih banyak meraih prestasi akademik maupun non-akademik. Sementara itu, siswa yang malas dan suka menunda pekerjaan cenderung tertinggal.
Kesimpulan yang tepat dari artikel di atas adalah …
Etos kerja hanya memengaruhi prestasi akademik
Siswa malas tetap bisa sukses asalkan berdoa
Disiplin dan tanggung jawab adalah kunci keberhasilan
Etos kerja tidak ada kaitannya dengan prestasi
Siswa yang rajin akan selalu lebih pandai daripada yang malas
Dalam kegiatan bakti sosial sekolah, terkumpul Rp5.000.000 dari seluruh siswa.
Kelas X-1 menyumbang Rp2.000.000
Kelas X-2 menyumbang Rp1.500.000
Kelas X-3 menyumbang Rp1.500.000
Berapa persentase sumbangan yang diberikan kelas X-1 dibandingkan dengan total dana?
35%
40%
45%
50%
55%
....... فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ إِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا
Lanjutan ayat di atas adalah …
فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تُرِيْدُوْنَ
فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تُخْفُوْنَ
فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ
فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَعْمَلُوْنَ
فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَقُوْلُوْنَ
وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ
Hukum bacaan pada kata أَنْزَلْنَا adalah …
idgham bigunnah
idgham bilagunnah
ikhfa
idzhar
iqlab
Allah Swt. berfirman dalam Q.S. At-Taubah ayat 105:
وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ
Ayat ini menegaskan pentingnya bekerja dengan sungguh-sungguh. Pesan utama dari ayat tersebut adalah...
Semua pekerjaan harus dilakukan dengan cepat tanpa memperhatikan hasilnya
Manusia bebas bekerja tanpa mempertanggungjawabkan hasilnya
Allah hanya menilai amal ibadah mahdhah, bukan pekerjaan dunia
Bekerja hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup duniawi semata
Amal dan pekerjaan manusia selalu diawasi oleh Allah, Rasul, dan orang beriman
Tahapan keimanan yang tidak tepat dibawah ini adalah
dibenarkan dengan qolbu
diamalkan dengan anggota badan
diucapkan dengan lisan
dibenarkan dengan lisan
diucapkan dengan qolbu
"suatu ucapan, suatu perbuatan dan suatu niat dimana tidak sempurna salah satunya jika tidak bersamaan dengan yang lain"
pernyataan terkait pengertian iman diatas dikemukakan oleh ...
imam Hanafi
imam Hambali
imam Maliki
imam Syafi'i
Rasulullah SAW
Menurut Syaikh Nawawi bin Umar al Jawi iman itu terbagi menjadi ...... cabang
60
66
70
77
67
Contoh syu‘abul iman yang berkaitan dengan hati adalah …
Membaca Al-Qur’an
Meyakini bahwa Allah Maha Esa
Mengucapkan dua kalimat syahadat
Menyampaikan salam kepada sesama muslim
Menolong orang yang membutuhkan
Menolong guru mengambilakan sesuatu ketika dibutuhkan, membersihkan papan tulis ketika guru masuk kelas, dan berbuat baik kepada teman merupakan cabang iman yang termasuk …
Amal hati
Amal lisan
Amal anggota badan
Amal pikiran
Amal ibadah mahdhah
Ahmad adalah seorang siswa kelas XI. Ia selalu membaca doa sebelum belajar, berani menegur temannya yang berbohong, dan rajin membantu guru serta teman di sekolah. Namun, ia terkadang masih merasa minder untuk mengakui di depan umum bahwa semua prestasinya berkat pertolongan Allah Swt.
Berdasarkan studi kasus di atas, manakah analisis yang paling tepat mengenai cabang iman yang sudah diamalkan Ahmad?
Ahmad sudah mengamalkan iman dengan hati, lisan, dan perbuatan secara sempurna.
Ahmad baru mengamalkan iman dengan perbuatan, belum dengan hati maupun lisan
Ahmad sudah menunjukkan iman dengan lisan dan perbuatan, tetapi masih lemah dalam keyakinan hati.
Ahmad sudah menunjukkan iman dengan hati dan perbuatan, tetapi masih kurang dalam pengamalan iman melalui lisan.
Ahmad belum mengamalkan iman sama sekali karena masih merasa minder.
Sebuah survei dilakukan di kelas XI dengan jumlah 40 siswa. Hasil survei menunjukkan:
15 siswa rajin mengucapkan doa sebelum belajar (iman melalui lisan),
25 siswa rutin membantu teman dan guru (iman melalui perbuatan),
20 siswa meneguhkan keyakinan bahwa semua usaha berasal dari Allah (iman melalui hati).
Namun, hanya 10 siswa yang mampu mengamalkan ketiganya sekaligus (hati, lisan, dan perbuatan).
Berapa persentase siswa yang belum sempurna mengamalkan ketiga cabang iman tersebut?
25%
50%
60%
70%
75%
Di sebuah sekolah, guru PAI memberikan tugas kepada murid-murid untuk menunjukkan perilaku yang mencerminkan syu‘abul īmān. Dari hasil pengamatan:
Rina rajin mengucapkan basmalah sebelum memulai aktivitas.
Budi yakin bahwa segala kesuksesan hanya datang dari Allah.
Siti aktif mengikuti kegiatan bakti sosial di lingkungannya.
Guru kemudian menegaskan bahwa iman bukan hanya diyakini dalam hati, tetapi juga diucapkan dengan lisan dan dibuktikan dengan perbuatan nyata.
Rina → hati, Budi → lisan, Siti → perbuatan
Rina → lisan, Budi → hati, Siti → perbuatan
Rina → perbuatan, Budi → hati, Siti → lisan
Rina → hati, Budi → perbuatan, Siti → lisan
Rina → perbuatan, Budi → lisan, Siti → hati
