NEW
Font size
WorksheetsASTS KIMIA
Total questions: 20
Worksheet time: 29mins
Sebuah gelas berisi air murni diletakkan di dalam freezer pada suhu –1 °C. Gelas lain berisi larutan garam (NaCl) dalam air, juga diletakkan di dalam freezer dengan suhu yang sama. Ternyata air murni mulai membeku lebih cepat dibanding larutan garam. Pernyataan yang tepat mengenai fenomena tersebut adalah ...
Sifat koligatif ditentukan oleh jenis zat terlarut, bukan jumlah partikelnya.
Larutan NaCl membeku lebih cepat karena jumlah ionnya lebih banyak.
Penurunan titik beku terjadi karena adanya partikel zat terlarut yang menurunkan aktivitas pelarut.
Sifat koligatif hanya berlaku pada larutan non-elektrolit.
Air murni memiliki titik beku yang lebih rendah dibanding larutan garam.
Dua larutan dibuat dengan konsentrasi yang sama (0,1 m):
- Larutan A: glukosa (C6H12O6), non-elektrolit.
- Larutan B: NaCl, elektrolit kuat.
Jika keduanya didinginkan, maka ...
Larutan A memiliki titik beku lebih rendah daripada larutan B.
Larutan B memiliki titik beku lebih rendah daripada larutan A.
Kedua larutan memiliki titik beku sama karena molalitasnya sama.
Titik beku larutan hanya dipengaruhi oleh massa zat terlarut, tidak oleh jenisnya.
Glukosa dan NaCl akan mengalami ionisasi sama besar dalam larutan.
Suatu zat non-elektrolit sebanyak 12 g dilarutkan ke dalam 250 g air. Ternyata larutan membeku pada suhu –1,488 °C. Jika Kf air = 1,86 °C·kg/mol, maka Mr zat tersebut adalah ...
60
120
180
240
372
Suatu larutan urea (Mr = 60) dibuat dengan melarutkan 6 g urea dalam 200 g air. Jika Kb air = 0,52 °C·kg/mol dan Tb air = 100 °C, maka titik didih larutan adalah ...
100,26 °C
100,52 °C
100,78 °C
101,04 °C
101,26 °C
Larutan 0,1 m CH3COOH mengalami penurunan titik beku sebesar 0,279 °C. Jika Kf air = 1,86 °C·kg/mol, maka derajat ionisasi (α) CH3COOH adalah ...
0,1
0,2
0,3
0,4
0,5
Manakah reaksi berikut yang merupakan reaksi oksidasi?
2H2O → 2H2 + O2
Cl2 + 2e⁻ → 2Cl⁻
Zn²⁺ + 2e⁻ → Zn
Fe²⁺ → Fe³⁺ + e⁻
SO2 + H2O → H2SO3
Mangan dapat memiliki beberapa bilangan oksidasi yang ditunjukkan dengan warna larutan yang bervariasi. Tentukan bilangan oksidasi Mn dalam ion MnO4⁻ ...
+2
+4
+6
+7
+8
Bandingkan bilangan oksidasi S dalam H2SO3 dan H2SO4 ...
+2 dan +4
+4 dan +6
+6 dan +4
+4 dan +2
+6 dan +2
Manakah reaksi berikut yang merupakan reaksi autoredoks?
2KClO3 → 2KCl + 3O2
Cl2 + 2e⁻ → 2Cl⁻
2Mg + O2 → 2MgO
Fe2⁺ → Fe3+ + e⁻
Zn → Zn2⁺ + 2e⁻
Setarakan reaksi redoks berikut dalam suasana asam: Cr2O7²⁻ + Fe2⁺ → Cr3⁺ + Fe3⁺ Koefisien yang benar adalah ...
1 : 6 : 2 : 6
1 : 3 : 2 : 3
1 : 2 : 2 : 2
1 : 12 : 2 : 12
2 : 6 : 4 : 6
Pada sel Daniel (volta Zn-Cu), fungsi anoda adalah ...
Tempat reduksi berlangsung
Tempat oksidasi berlangsung
Menghasilkan ion Cu2+
Sebagai katoda
Sebagai jembatan garam
Dalam sel volta spontan antara logam Ag - Cu dalam larutan AgNO3 dan Cu(NO3)2, arah aliran elektron adalah ...
Dari Cu ke Ag
Dari Ag ke Cu
Dari larutan ke elektroda Ag
Dari larutan ke elektroda Cu
Tidak ada aliran elektron
Berdasarkan deret volta:
Mg²⁺/Mg (-2,37 V)
Fe²⁺/Fe (- 0,44 V),
Ag⁺/Ag (+0,80 V).
Logam yang paling mudah mengalami reduksi adalah ...
Mg
Fe
Ag
Semua sama
Tidak dapat ditentukan
Hitung potensial sel standar dari reaksi:
Pb + Ni²⁺ → Pb²⁺ + Ni
Diketahui: E° Pb²⁺/Pb = -0,13 V, E° Ni²⁺/Ni = -0,25V
+0, 12 V
- 0, 12 V
+0,38 V
-0,38 V
0 V
Perhatikan notasi sel: Sn | Sn2+ || Ag+ | Ag. Komponen yang berperan sebagai elektroda negatif adalah ...
Sn
Sn2+
Ag
Ag+
Elektrolit jembatan garam
Diketahui: E°Ag+/Ag = +0,80 V, E°Cu2+/Cu = +0,34 V. Prediksikan kespontanan reaksi: Ag+ + Cu → Ag + Cu2+ ...
Spontan, E°sel = +0,46 V
Tidak spontan, E°sel = -0,46 V
Spontan, E°sel = +1,14 V
Tidak spontan, E°sel = -1,14 V
Tidak dapat ditentukan
Pada reaksi: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e-. Unsur yang mengalami kenaikan bilangan oksidasi adalah ...
H
O
H dan O
Tidak ada
Semua unsur
Pada reaksi: 2Cl - + Cu2+ → Cl2 + Cu, zat yang berperan sebagai reduktor adalah ...
Cl -
Cu2+
Cl2
Cu
Elektron
Setarakan reaksi berikut dalam suasana asam: MnO4– + SO2 → Mn2+ + SO42– Koefisien yang benar adalah ...
2MnO4– + 5 SO2 → 2Mn2+ + 5 SO42–
MnO4– + 5 SO2 → Mn2+ + 5 SO42–
2 MnO4–+ 3 SO2 → 2 Mn2+ + 3 SO42–
MnO4– + 3 SO2 → Mn2+ + 3 SO42–
2 MnO4– + 2 SO2 → 2 Mn2+ + 2 SO42–
Jika suatu sel volta memiliki E°sel = +0,26 V, maka ...
Reaksi tidak spontan
Elektron mengalir dari katoda ke anoda
Reaksi berlangsung spontan
Tidak ada aliran elektron
Potensial reduksi katoda lebih kecil dari anoda
